NovelToon NovelToon
CAMELIA

CAMELIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:665.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kimmy reana

Kara,gadis cantik dan baik hati, tapi suatu kejadian mengerikan mengubah hidupnya menjadi gadis liar dan sulit di kendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy reana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 29

"Gak bisa di batalkan kerjasamanya?" 

"Nggak!" 

"Tapi,,," Febian menghela, meletakan cangkir kopi yang tengah ia nikmati sebagai menu sarapan pagi, seperti biasanya.

"Mel, kita harus profesional. Sulit sekali mencari peluang bergabung dengan mereka. Dan kita butuh itu sekarang." Camelia menundukan wajahnya, menyembunyikan rasa gugup yang kian melandanya. 

"Gue tau, lo pasti canggung kerja sama dengan mereka. Tapi, ini jalan satu-satunya supaya kita bisa lepas dari bayang-bayang Sony."  Mendengar nama Sony, seketika membuat bulu kuduk Camelia meremang.

"Kita harus gerak cepat sebelum dia kembali dari Amerika, dan menghancurkan kita seperti tiga tahun lalu. Jadi gue minta  tolong kali ini aja, lo kesampingkan perasaan lo. Demi kita bersama, gue,lo dan juga kedua Ibu lo." Seakan kembali diingatkan dengan tujuan awalnya, akhirnya Camelia mengangguk.

"Hari ini gue ada urusan lain. Jadi lo ke Global Ink sendiri."

"Apa?!" 

"Lo cuman ambil beberapa berkas aja, Mel. Bukan seharian disana. Gak usah berlebihan, mata lo sampe mau keluar noh,, dari kandangnya." Febian menunjuk mata Camelia dengan jari telunjuknya. 

"Lo beneran gak bisa anterin gue?" Camelia masih mengekori Febian.

"Gak bisa, tapi nanti pulangnya gue jemput oke!" 

"Tapi, Feb,," keluh Camelia. Masih memasang tampang memelas kepada sahabatnya.

"Gak ada tapi-tapian. Mulai sekarang lo harus bisa hadapi sendiri, gak bisa terus sembunyi di ketek gue mulu. Oke!" Febian segera meraih gagang pintu dan pergi meninggalkan Camelia. 

Camelia menghela nafas, pasrah. Benar kata Febian, mulai hari ini dia memang harus bisa mengurus masalah nya sendiri, tidak mungkin selamanya Febian bisa terus berada di dekatnya. 

Sesuai kesepakatan waktu itu, hari ini Camelia diminta datang ke kantor Global Ink, untuk mengambil dan memeriksa kembali kontrak kerja sama yang mereka sepakati. Camelia tidak pernah menduga jika dirinya kini harus berurusan dengan orang yang sangat ingin dilupakan dan sialnya  justru kini lelaki itu menjadi orang yang akan sering ia temui sampai kontrak itu selesai. 

Butuh kesiapan mental dan juga hati untuk memulai kerja sama, karena Camelia harus siap berdekatan dengan Jupiter sewaktu-waktu. Contohnya hari ini. 

Mobil honda jazz yang dikemudikannya mulai memasuki area gedung kantor Global Ink. Gedung mewah yang menjulang tinggi dengan keamanan extra, sudah membuktikan jika perusahaan ini bukanlah perusahaan biasa. Camelia keluar dari mobil kesayangannya. Kali ini dia berpakaian lebih sopan dari pada waktu itu, ia mengenakan celana panjang, blazer hitam dan tidak lupa ia juga mengenakan kacamata hitam. Sekils dia seperti hendak pergi ke pemakaman, karena semua yang dikenakannya serba hitam, hanya sepatu dan warna lipstiknya saja yang berwarna merah menyala, yang sudah menjadi ciri khas dirinya selama ini. 

"Selamat siang,,, saya mau bertemu dengan bapak Jupiter." Camelia menghampiri salah satu resepsionis.

"Tunggu sebentar. Kalau boleh tau Ibu darimana?" Tanya si resepsionis. 

"Saya sudah ada janji dengan beliau, bilang saja Camelia ingin bertemu."

"Baik." Resepsionis itu segera menghubungkan sambungan keruangan  dimana Jupiter berada. 

"Maaf, pak Jupiter sedang ada rapat sebentar. Ibu diminta menunggu sebentar." Camelia menghela, ingin rasanya ia langsung pulang dan membatalkan kerjasama dengan beralasan Jupiter tidak profesional, karena menelantarkan klien. Tapi begitu ia ingat kembali perkataan Febian pagi tadi, Camelia hanya bisa pasrah dan memilih menunggu Jupiter di salah satu kursi yang tersedia di lobi. 

Mata Camelia menelisik setiap sudut ruangan, bangunan kokoh ini terdiri dari lebih empat puluh lantai dengan beribu orang karyawan di dalamnya. Persis dengan gedung miliknya dulu sebelum tragedi mengerikan itu terjadi. Nafas Camelia terasa sesak seketika begitu ia kembali teringat kejadian tiga tahun siala itu, untuk mengurangi sesak di dadanya Camelia meraih gelas berisi teh panas yang diberikan salah satu resepsionis tadi. 

Camelia hendak menyeruput teh panas dari gelas berwarna silver itu, namun matanya menangkap sosok perempuan keluar dari sebuah mobil mewah berwarna hitam. Camelia mencoba mengingat wajah dari perempuan yang mengenakan celana jeans biru dan sweater rajut berwarna pink. Ia berjalan ditemani seorang lelaki tegap di belakangnya, ia menenteng rantang makan berwarna biru tua. Camelia masih lekat menatap wanita itu, sepertinya semua orang sudah mengenal baik sosok perempuan itu karena setiap kali ia berpapasan dengan karyawan lain, mereka langsung membungkuk menyapanya dengan hormat. 

Camelia tidak mungkin salah mengenali sosok itu, itu jelas Nadira, teman sekolahnya dulu. Tapi ada urusan apa dia datang ketempat ini, dengan penampilan yang terlihat sangat santai. Namun Camelia segera memalingkan wajahnya begitu Nadira berjalan hampir mendekatinya. Dia tidak ingin sahabat lamanya itu mengenali dirinya. 

Hampir satu jam lamanya Camelia menunggu, dia kira sebentar versi Jupiter hanya sebatas lima belas menit atau dua puluh menit. Nyatanya ia harus menunggu hingga satu jam, bahkan ia sampai menghabiskan tiga gelas minuman, dua cangkir kopi dan satu cangkir teh panas. Ingin sekali Camelia mengumpat bahkan berkata kasar, mengingat dirinya harus menunggu selama itu di tempat asing yang baru pertama kali ia datangi. 

"Ibu Camelia,,, mari saya antar ke ruangan Bapak Jupiter." Seorang resepsionis menghampirinya. 

"Apa lelaki itu sangat sibuk, sebentar menurutnya bisa menghabiskan waktu satu jam?!" Sarkas Camelia, yang hanya ditanggapi senyum ramah sang resepsionis. 

Camelia diantar seorang resepsionis, begitu pintu liftnya tertutup, pintu lift di depannya terbuka. Tatapan Camelia bertemu dengan mata Nadira, namun begitu Nadira hendak mendekat, pintu lift yang dipergunakan Camelia tertutup. Akhirnya Camelia sampai di tempat tujuan, kini ia berada di depan pintu sebuah ruangan besar terbuat dari kaca tebal berwarna hitam. 

"Silahkan masuk, sudah ditunggu Bapak di dalam." Ucap seorang perempuan yang berada tak jauh dari ruangan itu. 

Menghela nafas lemah, Camelia menarik gagang pintu dan membukanya. Hal pertama yang ia lihat adalah seorang lelaki tengah duduk di meja kerja, matanya masih lekat menatap layar laptop di hadapannya. Sekilas lelaki itu nampak begitu mempesona, sorot mata tajam yang selalu mampu membuat jantung Camelia berdebar kencang dan seulas senyum tipis di bibir merahnya yang mampu membuat tubuh Camelia hilang kendali, kini terpampang nyata di hadapannya, bukan hanya sekedar fantasi nya saja. 

"Selamat siang,,," Camelia segera mendekat, membuat Jupiter mengalihkan tatapannya dari layar laptop, kini beralih padanya.

"Selamat siang pak Jupiter, tapi mungkin sebenarnya ini bukan lagi siang, tapi sudah sore." Sindir Camelia.

" Maaf, ada rapat dadakan." Camelia hanya mengangguk, tanpa diperintah ia langsung duduk di kursi tak jauh dari meja kerja Jupiter.

"Baiklah kalau begitu, untuk menghemat waktu mari kita selesaikan urusan kita. Saya rasa Bapak Pun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." Camelia mengeluarkan map yang ia bawa dari tas hitam miliknya. 

Jupiter mendekat dan duduk persis di depan Camelia. Jupiter Menyandarkan tubuhnya, menyilangkan kakinya dan menatap Camelia intens. Satu kebiasaan Jupiter yang mampu membuat Camelia salah tingkah. 

Mencoba bersikap tenang dan berusaha menjelaskan secara detail isi perjanjian kontrak dengan sebaik mungkin, namun tetap saja Camelia merasa terintimidasi dengan tatapan Jupiter seperti itu.

"Tolong jangan tatap saya seperti itu," tegas Camelia. Ia sudah tidak tahan melihat Jupiter yang hanya menatap wajahnya, tanpa memperhatikan penjelasan yang sudah susah payah ia lakukan sejak tadi. 

"Maksudnya, tatapan seperti apa?"

"Itu,,, tatapan seperti,, seperti sedang mengintrogasi." Seulas senyum tipis terbit di bibir Jupiter.

"Saya tidak merasa begitu," elak Jupiter. "Itu hanya perasaanmu saja," lanjutnya.

"Tatapan anda seperti tengah mendeteksi kebohongan seseorang," tambah Camelia.

"Memang, karena wajah kamu tertulis dengan jelas satu kalimat, BOHONG!" tukas Jupiter, sambil memperagakan tangannya, menulis di udara. 

"Saya tidak mengerti, maksud Bohong yang anda maksud!"

Jupiter mengangkat bahunya, seolah dia pun tidak tahu. Secara tiba-tiba Jupiter bangkit dari kursinya, namun yang membuat Camelia lebih terkejut, Jupiter meraih tangannya dan menarik Camelia hingga ia ikut berdiri.

"Saya lapar, gak fokus dengar penjelasan kamu. Kita makan dulu." Camelia mengerjapkan matanya, tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Ayo,,, saya laper banget. Belum makan apapun dari pagi." Jupiter menarik tangan Camelia,

"Tunggu!" Camelia menahan pergelangan tangannya,

"Itu ada makanan di meja, makan itu saja! Saya gak lapar." Elak Camelia.

"Saya gak suka itu, saya mau makan bareng kamu! Gada penolakan. Kamu belum lupa kan, aku gak suka di bantah." 

"Tapi,,," 

Belum sempat Camelia mengelak, Jupiter terlebih dulu menyeretnya keluar. Bahkan tidak merasa risih sedikitpun, lelaki yang menyandang gelar CEO itu masih menggenggam tangannya, tidak memperdulikan tatapan aneh dari karyawan yang ditemuinya. 

Camelia hanya bisa menghela nafas pasrah. Ia tahu persis bagaimana watak Jupiter, si lelaki pemaksa yang sulit di bantah. Namun bukan itu yang mengganggu pikirannya, tapi kotak makan berwarna biru yang bertengger manis di depan meja Jupiter, mirip sekali dengan kotak makan yang dibawa Nadira. 

1
Wida
sukaaa
lika16
titip sendal
X'tine
bingung baca cerita ini, di ulang ulang
Doubley
KERENN! Aku udah baca, komen, dan like. Semangat, Kak. Feedback ke novel saya dong, judulnya The Vengeance. Terima kasih.❤
Anisa Shofy
ceritanya bagus kak. aku baca di lapak sbelah, krna ga selesai jadi donlot noveltoon buat baca karyamu. semangat yaa..smoga ga typo lagi dan ga ketuker2 namanya hihi
Anisa Shofy
yaamponn jantungan thorr😣
Anisa Shofy
yaamponn jantungan thorr😣
Just Rara
akhirnya happy ending juga
Just Rara
😄😄😄lucu ayahnya si jupiter
Just Rara
knp tiba2 aksa bisa benci gt sm camelia ya?
Just Rara
wah si kara hamil,semoga bu mala bisa luluh hatinya setelah dpt cucu baru dr kara dan jupiterr☺️☺️
Just Rara
knp si febian gak dijodohin sm si nadira aja
Just Rara
akhirnya mereka nikah juga☺️
Just Rara
lah itu febiannya blm meninggal🤔🤔
Just Rara
yak knp si febiannya dibikin meninggal thor😭😭
Just Rara
mantap febian,ungkap semua penjahat nya👍
Just Rara
pasti tu si jupiter sm nadia deh yg ada diruangan itu
Just Rara
say good bye to jupiter ya kara😁
Just Rara
dasar si jupiter,dia gak tulus cinta sm kara😒😒😒
Just Rara
sama aja jahatnya jupiter dgn para lelaki hidung belang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!