Tag khusus : Membaca Pikiran
Thalita terbangun kembali setelah meminum racun buatan suaminya.
Deo begitu ambisius ingin menyingkirkan istrinya itu agar bisa menikahi adiknya.
Namun takdir berkata lain, Thalita kembali hidup dan memasuki area istana kerajaan sebagai seorang putri yang terbuang.
Thalita yang awalnya seorang wanita kantoran itu harus menjalani berbagai rintangan sebagai seorang putri buangan.
Apakah Lita mampu mengubah takdirnya menjadi putri yang terhormat ?
Dan apakah ia bisa menundukkan hati sang pangeran yang begitu dingin di kerajaan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamun
Raja menyambut hangat kedatangan Yiyin sebagai tamu spesial dan mengabaikan permaisuri yang sejak tadi menatap muak ke arah Putri Zhiping dan ibunya.
Yiyin merasa tersanjung dengan keramahan raja yang sifatnya sama sekali tidak berubah.
"Istirahatlah !" ujar raja ketika ketiganya akan berpisah.
Raja berjalan ke arah kamarnya dan tampak senyum kecil mengukir indah di wajahnya. Rupanya hatinya berbunga - bunga walau hanya dengan obrolan ringan saja. Putri Zhiping bisa membaca pikiran raja kalau raja sangat merindukan ibunya.
Putri Zhiping mengantar ibunya untuk istirahat di kamar. "Ibu, aku akan memasak untukmu. Sekarang Ibu bersantai saja dan anggap ini rumah sendiri."
"Zhiping, aku tidak ingin merepotkanmu. Sebaiknya ibu kembali pulang saja." ujar Yiyin yang sebenarnya tak enak hati dengan permaisuri Qian. Melihat bagaimana permaisuri Qian menatapnya tadi.
"Tenanglah Ibu, tidak sama sekali merepotkan ! Dan jangan menyakiti hati raja dengan pergi dari sini." lalu Zhiping bergegas ke dapur istana.
Yiyin mendesah berat, tak terbayangkan jika ia bertemu lagi dengan pangeran yang telah menjadi raja itu. Ia bingung juga dengan perasaanya. Hati kecilnya meminta untuk melupakan insiden kala itu. Ia akan rebahan sebentar, punggungnya sedikit sakit akibat duduk terlalu lama saat perjalanan tadi.
Di dapur istana ada Tian - Tian yang sedang bingung mau memasak apa. Putri Zhiping menghampirinya dan menyampaikan idenya.
"Bagaimana kalau kita membuat mie ayam sayur. Di ladang ada sayuran yang sudah siap dipetik." ujar Putri Zhiping
"Ide bagus putri, mari saya bantu untuk membuatnya." sahut Tian - Tian dengan penuh semangat empat lima.
Zan Zizi kebetulan sedang lewat, putri memintanya untuk memetik sawi di ladang dan tanpa mengeluh ia bergegas pergi sambil membawa keranjang.
"Pelayan Wei tolong bantu pekerjaan Zan Zizi agar cepat selesai !" titah Putri Zhiping mengetahui pelayan Wei baru saja datang ingin membantunya memasak.
"Tapi Putri," pelayan Wei ingin menolak. Ia tidak mau bersama pria menyebalkan itu.
"Cepatlah !" tegas Putri Zhiping sengaja mendekatkan mereka.
"Baiklah Putri." dengan sedikit cemberut ia menyusul Zan Zizi ke ladang.
Berkutat di dapur bersama pelayan istana membuat hubungan mereka dengan putri Zhiping tak canggung lagi. Selain cerdas dan cekatan, putri Zhiping selalu memberikan motivasi terbaiknya untuk tidak mudah menyerah.
Hampir dua jam lamanya, masakan itu jadi. Semua penghuni istana makan di kediaman masing - masing. Raja merasa takjub dengan menu makan malam yang tak biasa ini. "Siapa yang memasak ini, rasanya sangat enak !"
"Putri Zhiping bersama koki istana, Yang Mulia!" sahut seorang pelayan.
"Apa, putri Zhiping ?" raja tak percaya jika putrinya memiliki bakat memasak.
Putri Zhiping membawa mangkuk sendiri untuk ia bawa ke kamar ibunya.
.
Keesokan harinya saat kegiatan apel pagi, Raja akan mengumumkan keberadaan Yiyin yang selama ini tertutup publik. Raja mempersilahkan Yiyin dan Putri Zhiping untuk menempati tempat yang sudah dipersiapkan.
Selir Huan dan Putri Jian saling menatap pandang dan bertanya, "Siapa wanita baru itu ?" sedikit berbisik.
"Entahlah Ibu, mungkin pelayan baru." tukas Jian.
Raja mulai membuka suara dihadapan para selir dan para pejabat pemerintahan.
"Aku perkenalkan kalian pada seorang wanita." menunjuk pada Yiyin.
Yiyin merasa ditunjuk pun segera berdiri sambil memperlihatkan senyum terindahnya.
Semua orang pun juga bertanya - tanya. "Siapa dia ?
"Dia adalah Nyonya Yiyin, ibu dari putriku, Zhiping." lanjut Raja yang membuat semua orang terperangah tak percaya termasuk selir Huan dan Putri Jian. Semua orang pun saling bisik - bisik.
"Berani sekali putri buangan itu membawa ibunya ke dalam istana !" selir Huan tampak geram dan sama sekali tidak terima dengan kehadiran Yiyin di istana. Langkanya menjadi permaisuri akan tertunda lagi dengan datangnya Yiyin yang dianggap sebagai pengacau. Terlebih raja juga sama sekali tidak keberatan. Malah terlihat begitu senang.
"Ini tidak bisa dibiarkan, Ibu. Bagaimana kalau kita mengerjai wanita itu agar tidak betah tinggal di istana."
"Ide bagus." timpal selir Huan.
Pemikiran selir Huan dan Putri Jian terbaca oleh putri Zhiping dan tak akan membiarkan itu terjadi.
Yiyin dipersilahkan duduk kembali.
Putri Zhiping menghampiri Putri Jian. "Siapkan dirimu sebagai pengantin pengganti diriku."
"Tanpa kamu suruh pun, aku selalu siap." Putri Jian menatap remeh.
"Itu Bagus. Dan perlu kamu ingat, wanita yang sedang berada di samping raja itu akan aku pastikan mendapatkan haknya di istana ini. Jadi, jangan coba - coba kalian mengusik ibuku atau kalau tidak aku tidak sungkan lagi mendepak kalian berdua dari istana."
Kedua lawan bicaranya seketika melotot, putri Zhiping sangat percaya diri sekali dan seolah ucapannya akan terjadi saja.
"Mendapatkan hak apa maksud kamu ? Kamu hanya seorang anak kecil yang tidak tahu realita kehidupan. Orang buangan seperti ibumu tidak pantas berada di istana." ujar selir Huan terdengar pedas di telinga. Namun Putri Zhiping masih bisa mereda emosinya. Ia pun tak berkata lagi dan memilih pergi.
Raja dan Yiyin terlihat mengobrol dan itu membuat sakit hati dua wanita.
.
Besok adalah hari pernikahan Putri Zhiping dengan Pangeran Liang Zee, banyak persiapan yang sudah dilakukan. Yiyin ikut membantu menghias baju pengantin.
Raja Qing baru kali ini akan menjadi seorang besan, ia tidak menyangka secepat ini akan melepas putri yang baru saja bersamanya. Rasa bahagia bercampur haru memenuhi suasana hatinya. Untuk itu ia menemui putri Zhiping di kediamannya.
"Putri Zhiping, besok adalah hari pernikahanmu. Hadiah apa yang kamu inginkan dariku ?" tanya raja yang mendapati putri Zhiping tengah melamun.
Putri Zhiping menoleh dengan enggan, wajahnya yang tak bersemangat membuat sang ayah resah.
"Putri, ada apa denganmu? Apa kamu tidak senang dengan hari bahagiamu ini ?"
Putri Zhiping menggeleng cepat, ia ingin mengakhiri sandiwara ini. "Ayah, bisakah aku tidak jadi menikah dengan pangeran Liang Zee ?"
Raja Qing tersentak kaget, putrinya berkata demikian. Ia akui memang tak begitu dekat dengan putri Zhiping tapi ia sebagai ayah bisa merasakan keresahan hatinya. "Apa sebelumnya ada masalah?"
"Orang bilang aku adalah putri buangan dan tak pantas jika menikah dengan seorang pangeran."
"Lalu, akankah kamu lari dari tangung jawab atas kesediaanmu menerima lamarannya tempo lalu ?" raja sepenuhnya tidak menyalahkan putri, sebisa mungkin ia tahu masalah yang dihadapi anaknya.
"Aku tidak akan lari dari tangung jawab. Justru aku bertanggung jawab lebih atas apa yang sudah menjadi keputusanku. Aku ingin Ayah tak keberatan dengan keputusanku."
Raja menghela nafasnya. "Kamu adalah seseorang yang bijak dan pasti bisa memberikan keputusan yang terbaik." raja paham dengan niat putrinya akan membatalkan pernikahan itu tapi, tidak secara langsung memarahinya. Ia ingin belajar menjadi ayah yang baik sebagai penebus rasa salahnya.
semangat thor,, sehat and sukses slalu 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻😘
semangat truss yaa thor,, 💪🏻💪🏻💪🏻😘