NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#29

"Shanum ! Putri udah datang, nih !" Ujar Putri berseru senang dengan langkah riang menghampiri Ellio dan Shanum yang sedang bersantai di area taman rumah sakit.

Berhubung Ellena sedang dalam keadaan hamil, maka sudah di putuskan bahwa Shanum dan Putri yang akan menemani Ellio menjalani sesi pelatihan demi memulihkan kembali fungsi otot gerak kakinya. Memang, semenjak tersadar, Ellio mengalami kelumpuhan pada bagian kaki dan beberapa jemari tangan kiri yang juga tidak berfungsi normal. Kata dokter, itu hal yang wajar mengingat berapa lama waktu yang di habiskan Ellio tertidur panjang selama ini.

"Tuh, Putri udah datang. Aku berangkat kerja dulu ya. Yang semangat latihannya." Shanum menatap Ellio dengan wajah tersenyum. Mengepalkan tangan untuk memberi semangat pada Ellio yang sudah beberapa minggu terakhir mulai melakukan terapi untuk bisa berjalan kembali.

"Put ! Aku titip Ellio ya." Ujar Shanum menepuk bahu Putri.

"Siap, Nyonya Shanum !" Sahut Putri dengan tangan yang memberi hormat kepada Shanum.

"Thank you !" Shanum melambaikan tangan pada Ellio dan Putri lalu segera berlari untuk menuju mobilnya. Ada pemotretan yang buru-buru harus dia kejar.

Selepas kepergian Shanum, Putri duduk di bangku taman berhadapan dengan Ellio yang menggunakan kursi roda. Di tangannya terdapat sebuah kantongan berisi roti yang tak pernah absen dia nikmati setiap hari.

"Itu roti dari O'bakery ya ?" Tanya Ellio penasaran. Ludahnya mulai terasa mengumpul di dalam mulut dan bersiap meleleh hanya karena menghirup aroma harum menggugah selera dari bau roti yang baru saja Putri buka bungkusnya.

"Iya." Jawab Putri mengangguk. Pipinya menggembung, terisi penuh dengan roti nikmat rasa coklat pisang itu.

"Bagi dong !" Ucap Ellio yang sudah sejak tadi menelan liur karena ingin. Matanya seolah terhipnotis pada lelehan coklat dari roti yang sudah di gigit Putri tadi. Tanpa sadar, tangan pria itu bergerak sendiri ingin mengambil roti yang di pegang Putri.

"Enak aja. Gak boleh tahu." Sungut Putri galak sembari mengamankan roti miliknya.

"Pelit banget, sih." Cibir Ellio.

"Bukannya pelit, cuma Ellio kan belum boleh makan sembarangan kata dokter Nathan."

"Dikit aja, nggak apa-apa, Put."

"No !" Geleng gadis imut itu tegas.

Ellio menghela napas kasar. Decakan jelas terdengar dari mulutnya yang saat ini sedang komat-kamit tidak jelas entah mengatakan apa. Yang jelas, Putri yakin itu bukan sesuatu yang baik.

"Ellio cium baunya aja, nih ! Nih !" Goda Putri yang sengaja menjulurkan rotinya tepat di depan hidung pria tampan itu. Ellio hanya mendengus sebal sambil memalingkan muka penuh kebencian.

"Awas kamu, ya ! Kalau aku udah sembuh, aku juga gak akan ngasih roti aku ke kamu." Sungut Ellio menggerutu.

Sontak, Putri tertawa keras. Lihatlah ! Siapa yang menjadi anak kecil sekarang ? Bukankah itu Ellio dan bukannya Putri ?

"Idih ! Ngambek ! Kelihatan banget kalau masih saudaraan sama Pak Bima." Tutur Putri kemudian. Tawanya sudah kembali mereda beberapa detik yang lalu.

"Enak aja ! Aku nggak ngambek tau. Dan jangan samain aku sama lelaki tukang cemburu itu." Sergah Ellio mendelik marah. Putri semakin hari memang semakin menyebalkan. Tidak ada hari yang bisa Ellio lalui tanpa emosi jika Putri yang menjaganya. Berbeda sekali jika yang menjaga adalah Shanum. Jika bersama gadis itu, Ellio rasanya ingin menghentikan waktu dan bisa selamanya hanya bersama Shanum tanpa satu pun pengganggu.

"Ngaku aja ! Nggak usah malu, gitu. Dasar cowok ngambekan." Ejek Putri lagi.

"Apa kamu bilang ? Dasar anak kecil." Ledek Ellio tak mau kalah.

"Biarin aja anak kecil. Daripada cowok ngambekan ?" Putri menjulurkan lidahnya, mengejek Ellio dengan level yang lebih tinggi lagi.

* * *

"Ayo ! Dikit lagi. Ellio pasti bisa." Teriak Putri memberi semangat kepada adik kembar Ellena yang saat ini sedang berusaha berjalan sambil berpegangan pada besi panjang di kedua sisinya. Putri menunggu di garis akhir dengan wajah antusias penuh pengharapan.

Kedua kaki Ellio masih gemetar meski sudah bisa di angkat dengan susah payah. Dahi pria itu tampak berkerut, bukti bahwa usahanya benar-benar sudah sangat keras demi bisa kembali berjalan normal.

"Ayo ! Ellio pasti bisa. Dikit lagi." Teriak gadis imut itu lagi. Sejauh ini, Ellio sudah mengangkat kakinya sejauh tiga langkah. Sudah ada kemajuan di banding dua hari yang lalu yang hanya bisa berjalan selangkah.

"Kamu pasti bisa ! Semangat !" Tukas gadis itu lagi.

Satu langkah lagi berhasil Ellio tapaki. Senyum puas akan usahanya sendiri tercetak jelas di wajah tampannya. Akan tetapi, tepat di langkah kaki yang kelima, pria itu akhirnya oleng dan hampir saja terjatuh jika Putri tidak sigap menangkap tubuh Ellio yang jelas jauh lebih tinggi dan besar darinya.

"Ellio nggak apa-apa ?" Tanya gadis itu penuh kecemasan.

"Nggak apa-apa." Jawab Ellio tersenyum canggung. Pasalnya, dia mengira Putri itu gadis yang lemah. Namun, melihat tenaga Putri yang mampu menopang bobot tubuhnya yang lumayan berat, sepertinya Ellio harus mempertimbangkan penilaiannya yang satu itu.

Putri memapah Ellio dan mendudukkan kembali pemuda itu di atas kursi roda. Lalu, dia kemudian bersimpuh di depan Ellio sambil bernapas lega.

"Untung Ellio gak beneran jatuh." Ucapnya tersenyum lega.

"Itu semua berkat kamu. Makasih ya, Anak kecil." Tutur Ellio sambil mengacak rambut Putri.

Putri tersenyum dan mengangguk tulus. Di tatapnya lamat-lamat wajah Ellio yang tersenyum begitu tampan untuk dirinya. Rasanya, begini saja sudah cukup untuk Putri. Tidak apa-apa jika di hati Ellio hanya ada Shanum dan tidak ada tempat untuk dirinya. Asal tetap bisa berdiri di sisi Ellio dan melindungi pria itu seperti ini sudah sangat cukup baginya.

"Putri antar Ellio balik ke kamar ya. Latihannya besok lagi di lanjutinnya." Putus Putri kemudian. Gadis itu bergegas berdiri dan mendorong kursi roda milik Ellio sebelum pria itu sempat memberi jawaban.

* * *

"Andra ? Kamu di sini ?" Shanum heran tak percaya ketika menemukan sosok Andra yang tiba-tiba saja sudah berada di depan mobilnya. Pria itu tampak tampan dalam balutan jas kerja yang masih terlihat rapi.

"Aku mau nganterin kamu pulang. Boleh kan ?" Sahut pria itu tersenyum. Senyum yang mampu meluluhkan hati Shanum seketika.

"Tapi, mobil aku gimana ?" Tanya Shanum bingung. Tidak mungkin bukan, kalau dia harus meninggalkan mobilnya di lokasi syuting ?

"Kita pakai mobil kamu. Aku sengaja nggak bawa mobil hari ini."

" Terus, kamu pulangnya nanti gimana ?"

Andra menghela tangannya ke udara. "Gampang. Taksi online banyak."

"Kunci mobil kamu mana ?" Tanyanya kemudian dengan tangan menengadah.

"Nih !" Sahut Shanum sembari memberikan kunci mobil ke tangan Andra yang terulur.

Mereka berdua kemudian naik ke mobil dan pulang bersama dalam keadaan berbunga-bunga. Andra memang sempat marah karena keputusan Shanum beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa dirinya belum bisa jujur pada Ellio. Namun, lama kelamaan Andra bisa mengerti bagaimana posisi Shanum setelah pernah melihat langsung kondisi Ellio meski dari kejauhan.

Kondisi cinta pertama Shanum sekaligus adik kembar Ellena itu memang masih memprihatinkan. Kakinya masih belum bisa berfungsi dan mungkin saja butuh waktu lama agar bisa di gunakan kembali. Dan satu-satunya motivasi nyata yang bisa Ellio percaya adalah cinta Shanum. Walaupun pada akhirnya, pria itu harus terluka karena Shanum hanya mencintai Andra.

1
Sri Afrilinda
suka ceritanya thour😍💪🤗
Sri Afrilinda
Masyaallah... Senyumnya mengalihkan dunia ku.... 🤭🤭
Sri Afrilinda
manis bangettt 😍😍😍
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!