Anisa Zahara adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana.Nisa sosok gadis yang berhijab,sholeha,ramah.
Anisa berusia 18 tahun yang masih bersekolah.
Andrian Adhiguna sosok pria tampan,dingin jika dengan orang lain berusia 28 tahun.Dia adalah CEO di perusahaan miliknya.
Bagaimana kisahnya? Yuk baca...
****
Ini adalah karya pertama aku, maaf kalau masih banyak salahnya karena ini pertama kali aku menulis novel. Bantu aku ya kak memperbaiki kesalahanku dan jangan pernah bosan untuk memberikan aku saran bahkan kritik untuk novel pertama aku ini.
Budayakan untuk selalu tinggalin jejak yang berupa Like Komen Vote Rate bintang 5,dan juga tambahkan ke favorit,
Selalu dukung karya aku ya kak.
Maaf kalau masih banyak kesalahannya,karena ini juga novel pertama aku,
Mohon kasih sarannya ya kak buat aku.
Follow juga yuk kak
IG @afrida_1604.
I LOVE YOU ALL AND HAPPY READING😊
TERIMA KASIH😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A F R I D A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
" Terima kasih ya sayang " ucap Andrian pada tersenyum.
Mereka berdua turun dari mobilnya Andrian dan menyuruh seorang satpam yang ada di sana untuk membawa barang barang mereka.
Mereka berdua berjalan ke arah pintu dan masuk ke dalam rumah yang sangat mewah itu bahkan isi dalam rumah tersebut tidak kalah mewahnya sama rumahnya.
Nisa yang melihat isi dalam rumah begitu kagum karena barang barang yang ada dalam rumah itu sangat mewah dan juga mahal tentunya.
" Mas rumah ini bagus banget " tanya Nisa pada Andrian.
" Iya sayang mas beliin rumah ini buat istri mas yang tercinta ini " jawab Andrian sambil mencium pipi Nisa.
" Ya udah kita ke kamar kita yuk di atas " ajak Andrian yang di angguki oleh Nisa.
Mereka berjalan ke arah tangga dan mulai menaikinya satu persatu hingga sampailah mereka di lantai dua rumah itu.
Mereka langsung berjalan ke arah kamar mereka setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam kamar tersebut.
Nisa yang melihat sekian kalinya isi kamar itu juga di buat takjub akan ke indahan kamar mereka berdua.
" Sayang ini kamar kita " ucap Andrian pada Nisa.
" Iya mas ini bagus sekali kamarnya " jawab Nisa melirik ke arah Andrian.
" Kamu suka,soalnya mas ngga tau desain yang kamu suka jadi mas desain dengan desain yang menurut mas bagus " tanya Andrian sambil melihat keliling kamarnya.
" Nisa suka kok mas " jawab Nisa sambil tersenyum.
Tak lama kemudian mereka mulai membereskan barang barang mereka ke tempatnya masing masing.
Setelah selesai membereskan semua barang barangnya mereka beristirahat sebentar sambil merebahkan tubuh mereka ke tempat tidur.
" Mas Nisa boleh nanya sesuatu " tanya Nisa pada suaminya Andrian.
Andrian langsung melihat ke arah Nisa.
" Iya sayang kamu mau nanya apa sama mas " jawab Andrian
" Mas kenapa mau nikah sama Nisa kan di luar sana pasti banyak perempuan perempuan yang juga sangat cantik cantik yang sangat menyukai mas " tanya Nisa serius.
Andrian yang mendengar pertanyaan Nisa tersenyum.
" Soalnya mas udah cinta sama kamu saat pertama kali kita bertemu,mas cinta sama sikap kamu yang baik ramah dan pastinya cantik " jawab Andrian membelai wajah Nisa.
" Dan soal wanita wanita di luar sana mas sama sekali ngga peduli sama mereka walaupun ada yang mengatakan langsung cintanya sama mas " ucapnya lagi.
" Terus mas nolak dia kan kasian sama wanita itu " tanya Nisa penasaran.
" eum,,mas ngga suka sama wanita yang berpakaian sangat terbuka seperti itu,mas suka sama wanita yang menutup semua auratnya seperti kamu sayang " ucap Andrian lagi.
Nisa yang mendengar ucapan Andrian tersenyum.
" Eum mas pernah punya pacar atau mantan mas gitu " tanya Nisa gugup pada Andrian.
" Pernah,mas pernah punya pacar yang sangat mas cintai dulu bahkan kami akan segera menikah tapi...." jawab Andrian terpotong.
" Tapi kenapa mas " tanya Nisa penasaran.
" Tapi dia malah selingkuh dengan pria lain saat sebulan kami mau menikah " jawab Andrian lagi sedikit sedih mengingat masa lalunya yang begitu tragis.
" Selingkuh,mas kenapa tau kalau dia berselingkuh di belakang mas " tanya Nisa lagi.
" Mas lihat sendiri mereka tidur sekasur tanpa mengenakan sehelai benang pun " jawabnya lagi yang sangat sedih mengingat semua itu.
" Maaf mas Nisa udah buat mas sedih mengingat masa lalu mas " ucap Nisa pada suaminya karena dia merasa bersalah udah buat Andrian mengingat lagi masa lalunya yang sangat menyedihkan.
" Ngga papa kok sayang mas ngga papa ceritain semua nya sama kamu " jawab Andrian tersenyum.