Kisah triplets keluarga Rao dalam perjalanan cintanya.
Charusmita Rao atau Mita harus mengubur impiannya menjadi balerina akibat kecelakaan yang dialaminya. Dokter Vikram Gupta membantu gadis itu melewati masa-masa menerima kenyataan meskipun Mita tidak tertarik dengan orang India tapi dokter tampan ini berbeda.
Ararya Rao atau Arya bertemu dengan Riko Ichida, seorang dokter anak yang menderita lupus. Arya yang juga seorang dokter penyakit dalam, mendampingi Riko dalam pengobatannya hingga keduanya sama-sama jatuh cinta.
Benoit Rao atau Ben bertemu dengan dokter bedah judes, Ran Tsubasa saat bertugas di Tokyo. Keduanya saling membenci satu sama lain, hingga mereka harus terjebak saat membantu korban tsunami.
Generasi ketujuh klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BR - RT - Kenalan Ulang
Tokyo University Medical Faculty Tokyo, Jepang
Pagi ini Ben masuk ke ruang kuliah setelah dua hari dia membantu dokter Tanaka yang sudah resmi menjadi dokter pembimbingnya hingga lulus nanti. Takeshi yang berbeda jurusan bedahnya karena dia di bagian neurologi, tersenyum melihat sahabatnya sudah kembali dalam satu kelas.
"Kabarnya kamu hampir membuat kesalahan fatal?" tanya Takeshi Gosho setelah Ben duduk.
"Yup. Suatu pelajaran berharga bagi aku untuk tetap konsentrasi... Aku terlalu over thinking. Kan kamu tahu ini operasi besar pertama aku..." jawab Ben.
"Tapi kamu hebat sudah diijinkan melakukan operasi oleh Dokter Tanaka. Padahal dia dokter paling killer disini..." ucap Takeshi.
Ben hanya mengangguk. "Aku banyak belajar dari beliau..." gumam Ben sambil menyapu ruangan menatap satu persatu teman seangkatannya yang hanya mendengarkan pembicaraannya dengan Takeshi.
Semenjak Ben menjadi anak bimbingan dokter Tanaka, teman-temannya tampak iri karena pria berdarah campuran India dan Amerika itu menjadi satu-satunya mahasiswa non Jepang yang berhasil mendapatkan kepercayaan dokter senior itu tanpa harus bekerja keras membuktikan kemampuannya.
Mata hitam Ben bertemu dengan mata hitam Ran yang sedang menoleh ke arahnya. Ran langsung menunduk sedangkan Ben segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Tadi pagi Ben dinasehati oleh Gemintang supaya tidak galak-galak dengan Ran. Arya memberitahu pada Gemintang karena bagaimana pun, Ben warga asing disana dan jangan membuat perkara meskipun masih ada kekerabatan dengan keluarga Takara Bianchi.
"Pagi semuanya ! Kita mulai kuliah pagi ini..." suara dosen terdengar di telinga Ben yang masih teringat nasehat Gemintang.
"Ben, sudah cukup kamu judesnya. Mommy tahu kamu sebal tapi kamu sudah terlalu lama membuat Ran merasa bersalah. Mau sampai kapan? Sekarang, mommy minta kamu dan Ran kenalan ulang. Jadi melunaklah sedikit ya sayang..." ucap Gemintang sesaat sebelum Ben berangkat ke kampus.
"Tapi Mom..."
"Ben, dia anak perempuan. Mau kita di Brussels atau di Mumbai sekalipun meskipun kalian tampak India nya, tetap saja orang India sana juga terkadang rasis karena merasa kamu bukan pure blood. Kamu itu muggle..."
Ben cemberut karena menyamakan dengan seseorang yang tidak menguasai suatu keahlian ( muggle ) tapi dalam hal ini adalah darah India murni.
"Ben ..." panggil Takeshi.
"Hah?" Ben tergagap.
"Rao-san ! Kamu melamun ?" tegur dosennya yang melihat mahasiswa kesayangannya Dokter Tanaka tampak tidak konsentrasi.
"Sumimasen, Sensei. Boleh saya minta ijin ke kamar mandi untuk cuci muka ?" ijin Ben supaya tetap sadar.
"Lima menit Rao-san !"
Ben membungkuk hormat lalu keluar dari ruang kuliah dari pintu belakang membuat Ran menoleh ke tempat pria itu duduk.
Tumben dia nggak konsentrasi.
***
Ran sedang menggambar anatomi jantung di iPadnya karena dia sekarang berada di bagian kardiovaskular. Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulasi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh.
Bagi Ran dengan menggambar, membuatnya dia hapal berbagai macam posisi anatomi jantung hingga berbagai pembuluh darah. Gadis itu melihat dari buku anatomi yang tebal dan menyalinnya ke iPadnya.
"Posisinya salah itu ..."
Ran mendongak dan melihat Ben berdiri menjulang di hadapannya. "Apanya yang salah?" tanya Ran bingung.
Ben pun duduk di sebelah Ran. "Berikan pen nya."
Ran pun memberikan pen iPadnya ke Ben dan pria itu memberikan gambar pembuluh darah yang benar. "Oom aku dokter jantung jadi aku sudah belajar dari kecil saat aku bilang mau jadi dokter bedah..." ucap Ben. "Nih posisi yang sudah benar." Ben mengulurkan iPad ke Ran.
Ran memeriksa gambar Ben dengan buku anatomi serta gambar di MacBooknya. "Thanks Shah Rukh Khan... Sudah mengoreksi aku ..."
"Sama-sama Kapten Tsubasa ..." jawab Ben sambil memandang situasi di taman yang ramai orang lalu lalang.
"Ben..."
"Maaf kemarin aku kasar sama kamu..." ucap Ben sambil menoleh ke Ran.
"Eh?"
"Mungkin aku terlalu trauma dengan sikap rasis waktu di Brussels jadi sedikit sensitif..." senyum Ben getir.
"Gomen ne..." bisik Ran dengan sedikit tercekat.
"Bagaimana jika kita mengulangi dari awal?" tanya Ben.
"Dōiu imidesu ka ( apa maksudmu )?" balas Ran bingung.
Ben mengulurkan tangannya. "Benoit Lexington Rao. Hajimemashite ( senang bertemu denganmu )."
Ran mengernyitkan dahinya. "Tapi Ben... Kita sudah berkenalan..."
"Anggap saja baru bertemu pertama kali..." senyum Ben.
Ran tertawa kecil. "Hajimemashite... Watashi wa Tsubasa Ran desu" senyum Ran sambil menyalami tangan Ben.
***
Riko yang sudah selesai kuliah dan hendak ke cafetaria, melihat Ben dan Ran berada di taman saling bersalaman.
Kenapa mereka bersalaman lagi? Macam baru pertama bertemu saja... Riko tersenyum simpul lalu mengambil ponselnya dan memotret keduanya. Riko pun mengirimkan foto Ben dan Ran ke Arya.
Tak lama, Arya pun menelpon Riko.
"Itu yang namanya Ran Tsubasa?" tanya Arya.
"Iya Arya. Kenapa?"
"Manis gitu kok ... Dasar Ben mulut jalapeno !" gelak Arya.
"Tapi Ran memang anaknya keras lho Ya..." ucap Riko lembut.
"Kamu kan juga sama keras kepalanya, Riko sayang..." balas Arya lembut membuat pipi Riko merona.
"Arya, jangan membuat aku macam kepiting rebus siang-siang begini dong. Nanti kalau aku sampai shock, gimana..." ucap Riko sambil duduk di kursi taman karena kakinya terasa lemas kena rayuan Arya.
"Riko... Kamu jangan pingsan !" seru Arya panik.
"Kamu bikin aku... Berdebar...debar..." ucap Riko sedikit tersendat.
"Oh No ..." Arya langsung mematikan panggilannya dan menelpon Ben yang melihat Riko tampak mengelus dadanya.
Bergegas Ben dan Ran menghampiri Riko yang tampak shock.
"Kamu nggak papa?" tanya Ben.
"Kakiku lemas ... Ben..." bisik Riko.
"Kapten Tsubasa, cari tempat tidur kosong. Tampaknya Riko kena serangan !" pinta Ben ke Ran.
"Aku ambilkan kursi roda ?" tanya Ran.
"Nggak usah ! Aku gendong saja ! Badan dia kan macam karung beras ... " balas Ben yang langsung memegang punggung Riko. "Sorry, tapi aku terpaksa gendong kamu !"
Riko reflek mengalungkan lengannya ke leher Ben. "Karung... Beras?" ucapnya sebal.
"Habis kamu mungil..." senyum Ben sambil mengikuti Ran yang berlari menuju ruang IGD.
***
"Riko Ichida tidak terkena serangan akibat dari lupusnya..." ucap dokter Yuri Shinoda.
"Tapi Tante... tadi dia..." protes Ben.
"Dia hanya shock akan sesuatu. Apa yang terjadi Ichida ?" tanya Dokter yang juga istri Hidetoshi Shinoda, asisten Luke Bianchi.
Riko hanya menarik selimutnya hingga ke bawah hidung. "Arya..." bisiknya.
Ben menatap Riko dengan wajah sebal. "Arya merayu kamu dan akibatnya kamu shock?" simpulnya.
Riko hanya mengangguk.
"Astagaaaa... Kamisama ( Tuhanku )" keluh Dokter Yuri sedangkan Ben menepuk jidatnya, sementara Ran tertawa terbahak-bahak karena kejadian ini sangat hilarious..
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Ahahhahaha