menjadi suami pengganti dan tak dianggap oleh istri dan keluarganya itulah yang dialami oleh Samuel.
Samuel menikahi Amanda karena kepergok berduaan di kamar hotel Tanpa sehelai benang pun padahal dirinya tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu.
Berbagai hinaan dan Cacian terus di lontarkan kepada Samuel. mereka tidak tahu bahwa orang yang dia hina adalah orang yang paling berpengaruh di kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Fr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 29.
Pesta akhir dilaksanakan pada malam hari. Samuel dan Amanda berada di dalam Hotel. Semua para tamu undangan sudah berkumpul, begitu juga dengan Refan dan Sania, lalu Dion dan Prita.
Samuel dan istrinya menunggu dari belakang sambil melihat para tamu undangan satu persatu.
"Bukankah itu mantan pacarmu?" tanya Prita yang melihat Amanda yang berada di barisan belakang.
"Dimana dia?" tanya Dion.
"Itu dia, memakai dress warna biru terang. Dia berada di barisan belakang. Buat apa dia datang kesini? Apa dia ingin menggoda para laki-laki kaya?" ucapnya.
"Bagaimana kalau kita menghampiri dia?" tanyanya.
"Tapi tunggu, yang disampingnya, bukankah pria yang kita jebak bersama dengannya di hotel?" Dion jelas mengingat siapa pria yang berada di sampingnya, pria tersebut adalah pria yang dia jebak saat dirinya akan melamar Amanda.
"Hai Amanda, bagaimana kabarmu?" Orang yang ditunggu Amanda akhirnya datang juga, mereka berdua sudah masuk ke dalam rencananya.
"Aku baik, kalau kamu?" tanya Amanda dengan nada ketus.
"Aku baik juga. Lalu apa yang kamu lakukan disini? Jangan bilang kalau kamu ingin mencari seorang pria untuk kamu goda."
"Maaf, aku datang kesini karena aku diundang oleh Pemilik Perusahaan ini dan aku bukan wanita seperti kamu yang hanya modal selangkangan. Satu pria langsung tergoda," Amanda menyindir Dion karena dia tergoda dengan Prita.
Samuel yang mendengar istrinya berbicara seperti itu hanya bisa menahan tawanya.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Prita dengan nada kesal.
"Karena apa yang dikatakan oleh istriku memang benar. Kalau kamu itu adalah perempuan yang hanya modal selangkangan, dan pacar kamu itu adalah pria yang hanya nafsu dengan tubuh saja," ucap Samuel pada Prita dan Dion.
Yang membuat Dion kaget adalah pria tersebut memanggil Amanda istri. Apakah benar bahwa Amanda sudah menikah dengan pria tersebut?
"Amanda, apa maksudnya? Apa kamu sudah menikah dengannya?" tanyanya.
"Benar, aku sudah menikah saat kalian menjebakku dengan pria yang ada di sampingku. Aku langsung menikahinya. Ternyata pilihan kamu tidak salah. Aku menikah dengan Pria yang terbaik, lebih baik dari pria brengsek seperti kamu," Amanda dengan lantang menyindir Dion.
"Tapi aku curiga kalian datang kesini pakai undangan palsu, atau kalian ingin berpura-pura menjadi orang kaya," ucap Prita menghina Samuel dan Amanda.
Amanda yang merasa dihina langsung marah pada Prita, lalu wanita tersebut langsung menamparnya. "Jangan kira kalau kamu adalah wanita kaya, kamu bisa bersikap seenaknya."
Melihat ribut-ribut dibelakang, semua orang langsung melihatnya.
"Sayang, sudah. Jangan ditanggapi orang seperti dia. Lebih baik diamkan saja," ucap Samuel menangkan istrinya.
Samuel memeluk istrinya. Ada perasaan cemburu dalam hati Dion saat Samuel memeluk mantan kekasihnya tersebut.
Dia meremas tangannya. Ingin sekali dia memukul wajah Samuel, tapi dia masih bersama dengan Prita.
"Ada apa ini ribut-ribut?" ucap William dan juga Andra.
Semua orang langsung berbisik-bisik ketika dua pria yang terkenal di dunia bisnis datang. "Maaf, Tuan William dan Tuan Andra. Wanita ini membuat masalah. Dia menamparku," Amanda hanya tertawa ketika Prita melakukan playing victim.
"Jangan playing victim, wanita sialan. Bukankah kamu yang memulainya terlebih dahulu," ucapnya.
Mendengar bentakan keras dari Amanda, Prita langsung menangis lalu memeluk Dion. Dia berpura-pura mencari simpati.
Dion kaget ketika Prita memeluknya, tapi mungkin ini adalah kesempatan untuk membuat Amanda cemburu.
Amanda yang melihat hal tersebut hanya acuh tak acuh. Dia tidak peduli apa yang dilakukan oleh Prita.
"Amanda, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Refan.
"Pak Refan, anda mengenalnya?" tanya Pak Andra.
"Iya, Pak. Aku mengenalnya. Dia adalah putriku. Sudah berapa bulan dia tidak pulang ke rumah," Amanda hanya bisa tertawa saat Refan mengatakan bahwa dirinya adalah putrinya.
"Apa, Tuan? Aku putrimu? Sejak kapan aku adalah putrimu," ucapnya.
"Amanda, apa maksudmu? Lebih baik kamu pulang, karena aku tidak ingin kamu membuat malu disini," ucapnya.
"Maaf, Tuan Refan yang terhormat. Tuan ini siapa? Kenapa berani mengusirku? Apa hubungan Tuan denganku? Tuan William juga tak menyuruhku untuk pergi," ucapnya.
"Kamu harus menuruti apa yang dikatakan oleh ayahmu, Amanda. Apa kamu ingin menjadi anak durhaka," ucap Sania pada Amanda.
Refan dan Sania tidak ingin terbongkar tabiat aslinya bahwa dia sedang merencanakan sesuatu. Dia tidak ingin Amanda menggagalkan rencananya.
"Kenapa kamu menyuruh istriku untuk pergi? Bukankah kita semua diundang oleh Tuan William," Samuel berkata pada Sania.
"Aku kira siapa tadi yang berbicara denganku, ternyata kamu. Si menantu miskin, apa kamu yang membawa pergi putriku?" Lagi-lagi para orang-orang ini melakukan playing victim padahal aslinya Refan dan Sania yang mengusir putrinya.
Sania lalu memberitahu pada orang-orang bahwa Samuel adalah menantu miskin. Dia adalah pria yang sangat kasar. Sania menceritakan keburukan dari Samuel yang tidak benar adanya.
Amanda yang mendengar hal tersebut ingin sekali dia menamparnya, tapi suaminya langsung menghentikannya.
"Apa maksudmu, Tante? Pria ini adalah pria yang jahat?" tanya Dion. Dia ingin merebut Amanda dari Samuel melalui Tante.
"Dion, lama tak berjumpa. Tante kangen denganmu," ucap Sania yang melihat Dion bersama dengan seorang wanita.
"Aku juga, Tante. Maaf karena aku sudah tidak pernah datang lagi ke rumah Tante semenjak aku putus dengan Amanda," ucapnya.
"Aku merasa kasihan denganmu. Andai saja Amanda tidak terjebak dengan pria miskin seperti dia, aku pasti akan menikahkan kamu dengannya." Mendengar hal tersebut, Prita langsung kesal, sementara itu Amanda terlihat tidak peduli sama sekali.
"Mungkin Amanda bukanlah jodohku, Tante, tapi aku juga tidak ingin Amanda memiliki laki-laki yang kasar seperti dia," ucapnya.
Amanda dan Samuel hanya mendengarkan dua orang bodoh saling berbicara tanpa mengetahui bahwa mereka telah masuk kedalam rencana permainan Samuel.
"Sudah-sudah, jangan membuat keributan disini. Kalau ada yang ribut-ribut lagi, aku akan mengusir kalian," William tak tega ketika putranya dihina. Jika istrinya melihatnya, dia pasti akan menampar orang-orang yang menghina putranya.
"Maaf, Tuan Samuel dan Nona Amanda, bisa kamu perlihatkan undangannya? Aku tidak ingin ada penyusup di tempat ini," ucap Samuel dan Amanda lalu menyerahkan undangannya pada William.
"Ini Tuan undangannya."
"Lalu kalian berempat, dimana undangan kalian?" Mereka berempat lalu menyerahkan undangannya pada William.
"Maaf, tempat kalian bukanlah disini. Undangan ini adalah undangan untuk tamu spesial. Karena kalian berempat adalah tamu spesial, kita akan duduk di sebelah sana," ucap Tuan William pada mereka berempat.
Prita lalu menghampiri Amanda dan Samuel lalu menghina mereka berdua, begitu juga dengan Refan dan Sania. Mereka menyindir Samuel yang miskin. Sementara itu, Dion menghampiri Amanda dan berkata, "Andai saja dulu kamu tak memutuskanku, kamu pasti tidak akan merasa malu seperti ini."
next semngt sukses selalu