kisah asmara antara Justine Anderson Smith di kehidupan sekolahnya dan juga kisah cinta Davin Anderson yang jatuh cinta pada seseorang yang tidak diduga, mereka berdua bersaudara dan saling mengejar cinta sejati mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We are BROTHER 29
we are BROTHER 29
.
"Jasmine?!!" Panggil Justine saat melihat siapa yang mencarinya
"Justine, aku..."
"Untuk apa kamu kesini??! Apa ayah mu atau ibumu yang menyuruhmu?" Tanya Justine langsung
"Justine, maaf" Jasmine mendekati Justine dan memeluknya. Justine terkejut dengan apa yang Jasmine lakukan, sampai-sampai dia tidak membalas pelukan dari Jasmine
Jasmine merasa sangat sedih, saat Justine tidak lagi mau membalas pelukannya, air matanya lolos begitu saja tanpa di komando
Jasmine mengusap wajah nya yang basah karena air matanya, dia melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah kekasihnya yang kini berada tepat di hadapannya
"Justine aku akan mengatakan satu hal, entah itu akan membuatmu semakin menjauh dari ku, aku tidak peduli, aku hanya ingin mengatakan segalanya padamu" ucap Jasmine, namun Justine masih berdiri menatap Jasmine tanpa mengatakan apapun
"Aku tidak peduli jika kamu mau mendengarkan aku atau tidak,aku tetap akan mengatakan nya. Justine, kami tahu ibu tiri ku selalu meminta ku untuk mendekati mu, agar aku bisa bersama mu dan dia bisa menjadi bagian dari keluarga mu, dan dia ingin menguasai seluruh harta mu" Jasmine berhenti sejenak sebelum melanjutkan nya kembali
"aku awalnya tidak mau melakukan nya, namun ibu ku terus memaksa ku, hingga pada akhirnya aku lah yang mendekati mu karena keinginan ku sendiri, karena aku telah jatuh cinta pada mu, ini mungkin terdengar menjijikan, tapi inilah yang kenyataannya, kamu boleh untuk tidak percaya padaku, aku tidak memaksamu, aku hanya ingin mengatakan semuanya pada mu" tambah Jasmine
Jasmine menatap wajah Justine yang masih tidak bergeming sama sekali, bahkan kini tatapan matanya begitu dingin dan sangat sulit untuk diartikan, Jasmine merasa jika, Justine kini sudah membencinya, jadi akan lebih baik jika dia pergi dari sana
"Terimakasih sudah mendengar kan ku" Jasmine melangkahkan kakinya mulai menjauh dari Justine
"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" Tanya Justine menghentikan langkah kaki Jasmine
"Aku..."
"Aku tidak menyuruhmu pergi kenapa kamu begitu ingin pergi?" Tanya Justine pada Jasmine yang kini sudah berhenti melangkahkan kakinya
"Justine, aku tidak mau pergi dari mu..." Jawab Jasmine dengan derai air matanya
"Dasar bodoh!" Justine membawa Jasmine masuk ke dalam pelukannya, Jasmine membalas erat pelukan Justine dan kini tangisannya menjadi semakin keras
"Berhentilah menangis, atau seluruh keluarga ku akan kemari dan menghajarku karena mengira aku melakukan kejahatan padamu" bujuk Justine pada Jasmine yang masih saja menangis
Justine melepaskan pelukannya dan menatap wajah Justine yang kini hanya berjarak sekitar lima centimeter saja
"Apa kamu tidak marah padaku?" Tanya Jasmine sembari mengusap wajah nya yang basah karena air matanya
"Tentu saja aku sangat marah, kenapa masih bertanya?" Jawab Justine berbohong untuk mengerjai Jasmine
"Sungguh?" Tanya Jasmine dengan mata yang sembab
"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Tanya Justine balik dengan nada yang datar
"Aku....lalu apa yang kamu mau, agar kamu tidak lagi marah?" Tanya Jasmine memberanikan dirinya, dia hanya ingin Justine tidak lagi bersikap dingin padanya
"Kalau begitu, buat aku senang" pinta Justine
"Caranya?"
"Cium aku"
"Apa?!" Teriak Jasmine saat mendengar syarat dari Justine, dia tidak menyangka jika Justine akan meminta hal seperti itu
"Baiklah kalau kamu tidak mau, maka pergilah dan jangan pernah kembali!" Ucap Justine dengan ketus
Jasmine tidak mengatakan apapun, entah mengapa tubuhnya bergerak dengan sendirinya melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Justine, dia sungguh tidak tahu harus bagaimana saat ini, tapi pikiran nya mengatakan untuk pergi saja dari sana
Justine sedikit panik saat melihat Jasmine justru pergi meninggalkan nya, dia tidak mengira hal itu akan terjadi, dia pikir Jasmine akan melakukan permintaan nya
Tiba-tiba ada sedikit rasa sakit di hati Justine, dia yakin jika yang dikatakan Jasmine tadi adalah kebohongan, dimana saat dia mengatakan jika dia mencintainya, namun Justine terperanjat saat tiba-tiba Jasmin berlari kearahnya dan dengan cepat menyambar bibirnya
Perasaan yang tadinya sempat meredup kini kembali bersinar dalam gelap, Justine menggerakkan tangannya untuk memeluk pinggang ramping Jasmine yang sudah mengalungkan tangannya di leher Justine, Jasmine memejamkan matanya untuk menikmati setiap ******* lembut yang Justine berikan, hingga suara deheman mengagetkan keduanya
"Ekhemmmm!!!"
Justine dan Jasmine melepaskan ciumannya dan bergerak menjauhi satu sama lainnya, Justine menatap sebal pada wajah wanita muda yang ada dihadapannya
"Kenapa kalian di luar? Masuklah, Kayla dan Davin sedang dalam perjalanan pulang, kita harus memberikan nya surprise bukan?" Kata Jessy pada dua sejoli didepannya
"Mommy, kamu mengganggu saja!" dengus Justine pada Jessy yang sudah mengganggu aktivitas nya
"Mommy bukan mengganggu mu, mommy menyelamatkan kalian berdua, cepat kamu masuk kedalam! Dan kamu tetap disini!"
"Mom, Jasmine..."
"Masuk!!!" Bentak Jessy pada putranya yang masih enggan untuk masuk kedalam, mau tidak mau Justine menurutnya.
"kamu gadis yang waktu itu ada diruang kepala sekolah bukan? Jadi sekarang kamu sudah bisa menikmati ciuman dari putraku?" Sindir Jessy, namun Jessy hanya ingin menggodanya, dia tidak peduli siapapun gadis yang dipilih Justine nantinya,ndia hanya ingin jika putranya bersama dengan orang yang dia cintai
"Maaf nyonya Anderson Smith, saya..."
"Sudah lah, ayo sekarang masuklah, acaranya akan segera dimulai" ucap Jessy tanpa mendengarkan Jasmine yang akan memberikan penjelasan
"Baik nyonya" Jasmine hanya bisa mengikuti Jessy yang berjalan di depannya
"Namamu Jasmine bukan?"tanya Jessy masih dengan nada angkuh nya
"i-iya nyonya, nama saya Jasmine" jawab Jasmine agak gugup
"Apa kamu menyukai Justine? Atau kamu menyukai keluarga Justine yang penuh dengan kekuasaan?" Tanya Jessy penuh selidik, meskipun Jessy tahu,bahwa Jasmine tulus menyukai Justine
----------
mana jempolnya 😉