"Aku akan membiayai pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinya......Aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku'' lelaki itu berucap dingin
"Setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami!" sambungnya
novel ini menceritakan seorang pria yang bernama bayu aditya nugroho seorang pengusaha sukses,tampan,dan berhati dingin.
lalu dia tanpa sengaja bertemu dengan Naila larasati,seorang gadis berumur 21 tahun yang rela banting tulang untuk berobat ayahnya.
ingin lebih dekat? plis add IG:_rinakim10 :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SELAMAT
Sudah tiga jam sejak terakhir kali bayu melihat naila,sejak itu pula dokter yang menangani naila tak kunjung keluar untuk memberi nya kabar,hanya terlihat beberapa suster yang keluar dari ruangan itu untuk mengambil beberapa kantung darah.
bayu terhanyut dalam pikiran nya sendiri.apakah naila akan selamat? apakah benar dia akan kehilangan bayi nya?.begitu lah sekira nya yang sedang dipikir kan oleh otak jenius milik nya ketika melihat suster dengan tergesa gesa berlari untuk mengambil darah.
tasya dan bram yang sudah tiba sejak tadi pun melihat anak nya dengan perasaan iba,bagaimana tidak? sejak tadi dia hanya terlihat bermenung tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan jangan lupakan penampilan nya saat ini,baju nya dipenuhi oleh darah segar naila yang sudah terlihat mengering.beberapa orang yang melewati nya pun terlihat mengasihani lelaki itu,tapi bayu sama sekali tak ambil pusing dengan semuanya,karna yang dia pikir kan saat ini hanya anak dan istri nya yang sedang bertaruh nyawa didalam sana.
Bayu perlahan mengangkat kepala nya saat suara seseorang yang sangat ia kenal tertangkap oleh pendengarannya.
"kau?! apa yang kau lakukan disini huh?!" tanya bayu dia berdiri dari duduk nya hendak menampar pipi mulus stevani.ya wanita itu adalah stevani dia tahu dari bibi yang menerima telpon dari tasya untuk mengantarkan baju ganti untuk bayu.stevani yang mendengar apa yang terjadi dengan naila pun sangat menyesal karna tindakan ceroboh nya itu dia bisa saja menjadi seorang pembunuh,dia memang ingin membuat bayu menjadi milik nya tapi dia juga tak ingin menjadi seorang pembunuh,terlebih jika itu adalah bayi yang sedang naila kandung.
"aku..aku minta maaf bay,aku tidak tahu jika semua akan jadi seperti ini" ucap nya dengan nada bersalah.
"jika saja kau tidak mengatakan hal gila seperti itu anak ku pasti bisa selamat!!! dan kami bisa hidup bahagia!!" ucap bayu yang kemarahan nya sudah mencapai ubun ubun,tasya dan bram yang melihat itu segera melerai pertengkaran itu.
"sudah bay ini rumah sakit" ucap tasya mengingat kan
"tapi ma dia sudah membunuh anak ku!!!!"pekik bayu
"mama tau kamu sekarang sangat marah,tapi ini rumah sakit berdoa saja jika mereka berdua bisa selamat,masih ada 10℅ kemungkinan bay,masih ada harapan "ucap tasya
"iya bay,kita selesaikan semua nya saat operasi naila sudah berhasil,lebih baik kita berdoa sekarang" bram menimpali.
"tidak pa! ini harus bayu selesaikan sekarang" ucap bayu tegas,stevani hanya bisa menunduk kan kepala nya.dia sangat menyesal saat ini.
"kau...pergi dari sini!! jangan pernah menampak kan wajah mu itu di hadapan ku lagi!!! jika tidak aku akan membuat mu menyesal!!!" ucap bayu,dia menggertak kan gigi nya pertanda dia sangat marah saat ini.
"ba baiklah,maaf kan untuk ini bayu,aku bersungguh sungguh aku benar benar minta maaf" ucap stevani bersungguh sungguh,bayu membuang muka nya saat stevani mengatakan itu.
setelah nya stevani pun memutuskan untuk pergi dan tidak akan pernah menemui bayu lagi.
"tante maafin stev ya,stev bener minta maaf" ucap stevani pada tasya sebelum dia benar benar berlalu dari hadapan mereka.
bayu membuang nafas nya kasar saat stevani sudah pergi dari sana.
tak lama setelah kepergian stevani dokter pun keluar dengan pakaian operasi yang masih menempel di tubuh nya.
"bagaimana dok?" tanya bayu,sesaat setelah dokter menutup pintu ruangan itu.tasya dan bram yang mendengar suara bayu pun segera menghampiri nya.
"gimana bay?" tanya tasya dan bram bersamaaan
"Alhamdulillah ibu dan bayi nya selamat,itu karna ibu naila sangat gigih untuk tidak menyerah dengan nyawa nya dan juga anak nya" ucap dokter itu,semua orang yang mendengar itu menghembus kan nafas nya lega.
"hanya saja bayi anda harus menjalani perawatan,karna benturan yang dialami oleh ibu naila cukup keras dan sedikit melukai nya" ucap dokter itu lagi,bayu menghembus kan nafas nya setidak nya mereka berdua Selamat pikirannya.
"cucu saya laki laki atau perempuan dok?" tanya tasya yang sudah tak lagi bisa menahan rasa penasaran nya.
"laki laki buk" ucap dokter itu.
"akhirnya kita punya cucu pa" ucap tasya pada bram sambil mengusap air mata bahagia nya.
bayu sedikit mengangkat sudut bibirnya,dia sangat senang karna pada akhirnya naila dan anak nya Selamat.
"dokter apa saya sudah bisa melihat anak dan istri saya?" tanya bayu.
"boleh,tapi harus dalam keadaan bersih " ucap dokter itu,bayu melirik penampilan nya yang sekarang terlihat sangat menggerikan.
"iya bay,mending kamu mandi dulu,nih baju yang sempat di bawain stevani tadi" ucap tasya menyodorkan paper bag yang memang dibawa oleh stevani tadi.
"oke ma! bayu mandi dulu" seru bayu bersemangat dia benar benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan naila dan juga anak nya.
"yaudah sana,mama sama papa mau nengokin naila sama baby boy duluan" ucap tasya.
bayu tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya itu,dia dengan tergesa gesa berlari menuju toilet rumah sakit dan mandi disana.
setelah selesai mandi bayu pun segera menghampiri mama nya yang sudah duduk di kursi tunggu didepan UGD.
"kok cepet banget ma?" tanya bayu.
"iya soal nya mereka mau dipindahin ke ruang rawat inap" saut bram karna sang istri tak kunjung menjawab pertanyaan bayu.
tak lama kemudian,sebuah box bayi keluar dari ruangan itu dengan di dorong oleh suster,bayu menatap wajah kecil itu dengan seksama,wajah yang sangat mirip dengan naila.
bayu perlahan menghampiri bayi itu,tangan nya ter ulur untuk menyentuh pipi gembul nya.dia dapat dengan jelas melihat bola matanya yang sangat sangat mirip dengan nayla.
"anak papa,kamu yang sehat ya sayang" ucap bayu lalu dia mengecup kening bayinya itu.bram dan tasya yang melihat kelembutan bayu pada bayi nya itupun merasa terharu.bahkan pada mereka pun bayu tak pernah bersikap selembut itu.dalam hati mereka bersyukur karna kehadiran bayi ini dan naila,hati bayu perlahan lahan luluh dan bisa melupakan reina.
setelah puas melihat anak nya,bayu pun akhirnya mengikhlaskan suster untuk membawa anak nya keruang incubator untuk merawat anak nya itu.
tak lama setelah anak nya pergi,pintu kembali terbuka dan menampak kan naila yang masih terbaring lemas diatas brankar dengan mata yang masih tertutup rapat,bayu kembali menghentikan suster yang akan membawa naila,dia mengelus rambut naila dan kemudian mengecup kening nya dalam.setetes air mata mengalir begitu saja dari pipi bayu.
"terima kasih karna sudah berjuang sampai akhir dan terima kasih juga karna sudah menghadir kan putra tampan untuk ku" ucap bayu sesaat setelah dia melepaskan ciuman nya.setelah mengatakan itu bayu pun membiarkan suster untuk membawa naila ke ruang rawat inap nya.
**NAH MANA NIH YANG KEMAREN MINTA DUA DUANYA DISELAMATIN?UDAH AUTHOR KABULIN NIH!
JADI JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YA**;)
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu