NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Terkuak 3.

...~•Happy Reading•~...

Maya tidak jadi meneruskan langkahnya ke ruang belakang untuk mengambil minuman. Dia merasa heran dan penasaran, sehingga kembali mendekati Philemon di ruang tamu.

"Philee, dari mana kau tau nama kecilku?" Maya heran dan makin heran melihat Philemon hanya menatapnya, tanpa menjawab. Tatapannya seakan tidak percaya melihatnya. Maya jadi ikut terdiam dan bingung dengan sikap Philemon.

"Tolong ambil minuman untuku, K'may." Philemon tidak menjawab, tapi meminta Maya mengambil air minum untuknya.

Walaupun hatinya sangat penasaran, Maya segera berjalan ke belakang untuk mengambil air mineral. Dia jadi khawatir melihat wajah Philemon yang belum pernah dilihatnya.

Setelah Maya masuk ke dalam ruangan yang lain, Philemon segera keluar dari ruang tamu lalu berjalan cepat menuju mobilnya. Dia naik dan duduk dalam mobil sambil meletakan kepalanya pada jok kursi di depannya karena dia duduk di kursi belakang.

'Kakek, Kakeeekkk... Maafkan aku.' Philemon berkata pelan sambil memeluk sandaran kursi di depannya. Dia sangat terguncang, menyadari Maya adalah gadis yang dijodohkan dengan dia.

'Ya, Tuhan... Tolong ampuni aku yang sudah membuat banyak orang menderita, karena emosiku.' Philemon terus membatin sambil mengingat Kakeknya dan Tuhan bergantian karena sangat merasa bersalah.

Dia mengetahui nama kecil Maya dari Kakeknya. Karena saat dia tiba di rumah sakit dan melihat Kakeknya terbaring lemah, Kakeknya mengulurkan tangan untuk memeluknya. Sambil mereka berpelukan, Kakeknya berkata pelan padanya.

'Cucuku, tolong Om Andreas cari anaknya. Walaupun kau tidak mau menikah dengan Putri, tapi tolong temukan dia. Bawa dia pulang ke rumah dengan selamat. Kakek yang bersalah, bukan Putri. Jadi jangan marah padanya.'

'Hormati Om Andreas yang tidak berdaya melawan keinginan kami orang tua yang berpikiran pendek. Kami hanya mau menjaga hubungan baik kami dengan meneruskan kepada cucu-cucu kami.'

'Jika kau tidak menikah dengan Putri, tidak apa-apa. Tapi kau harus tetap menjaga perjanjian kami tentang perkebunan. Semuanya adalah milikmu dan Kakek sudah simpan di tempat yang kau tau.'

Lanjutkan dan pegang terus perjanjian Kakek, karena Om Andreas selalu pegang janji Papanya. Hormati dan sayangi mereka, karena mereka sudah sangat menderita karena keinginan kami yang renta ini.'

"Kakek, aku sudah temukan Putri. Terima kasih, Kakek. Terima kasih Tuhan, sudah merestui harapan Kakek dengan mempertemukan kami." Philemon berkata dan bergumul dengan hatinya yang terus bergolak memikirkan kasih sayang Kakeknya dan Tuhan yang sangat menyayangi mereka.

"Tuhan, tolong aku untuk selesaikan ini. Tolong kami berdua." Philemon berkata dalam hati lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan kuat.

Ketika melihat Maya keluar dari rumah untuk mencarinya, Philemon mengusap wajanya dengan kasar dan kembali menghembuskan nafasnya dengan kuat untuk menenangkan hatinya.

Dia segera turun dan berjalan cepat mendekati Maya yang kebingungan mencarinya dengan melihat sekitar halaman rumahnya.

"Yaaa, amplop, Philee... Aku kira kau sudah meluncur kemana. Ada yang tertinggal di mobil?" Maya berkata sambil mengurut dadanya yang merasa lega.

"Sorry, mari masuk. Aku pingin minum." Philemon berkata cepat setelah bisa mengendalikan hati dan pikirannya.

"Itu minumannya. Kalau kurang, aku bawain teko." Maya coba bercanda, karena melihat perubahan wajah Philemon yang dia tidak bisa gambarkan.

"Tanggung, galon aja sekalian." Ucap Philemon, lalu meneguk air mineral dalam sekali tarikan nafas. Hal itu membuat Maya terkejut, dan hendak mengambil lagi air mineral untuknya, karena mengira Philemon sangat haus.

"Mau ke mana?" Tanya Philemon yang melihat Maya hendak beranjak dari tempatnya berdiri.

"Mau ambil air lagi untukmu." Jawab Maya sambil tersenyum.

"Ngga usah... Mojok yuuukk..." Ajak Philemon dengan wajah serius.

"Mojok? Apa ini bukan kita lagi mojok?" Tanya Maya tidak mengerti maksud Philemon.

Bagi Maya, walaupun di ruang tamu, mereka dibiarkan berdua, tanpa diganggu oleh yang lain. Terutama kedua orang tuanya tidak datang untuk bertanya atau melihat mereka.

"Ngga ada tempat mojok yang lebih mojok dari ini?" Tanya Philemon lagi, membuat Maya melihatnya dengan serius. Ketika melihat Philemon tidak berubah wajahnya, Maya coba bercanda.

"Ada, siiih... Tapi harus lewatin 4 mata ranjau." Jawab Maya yang mulai keluar asalnya.

"Mata ranjaunya ngga bisa meledak, kan?" Tanya Philemon lagi yang mengerti maksud Maya dengan 4 mata ranjau, yaitu pasti harus lewatin orang tuanya.

"Ngga sih, hanya mata ranjaunya lebih terang." Jawab Maya sambil tersenyum, karena Philemon mengerti maksudnya.

"Ooh, kalau hanya itu, aman'lah. Yuuuk, pindah mojok." Ajak Philemon lagi, karena dia ingin bicara dengan Maya di tempat yang lebih pribadi. Dia yakin, rumah Maya sebesar ini, pasti punya tempat santai yang lebih pribadi.

"Yuuukk..." Maya mengajak Philemon berdiri untuk mengikutinya. Walaupun dia tidak mengerti maksud Philemon untuk mengajaknya mojok, tapi dia yakin ada sesuatu yang mau dibicarakan dengannya di tempat dan suasana lebih santai.

Maya mengajak Philemon melewati ruang makan, dimana kedua orang tuanya sedang duduk. "Permisi Om, Tante." Philemon berkata, saat melihat orang tua Maya yang terkejut melihat mereka melewati ruang makan.

Orang tua Maya tidak berkata apa pun atau protes. Hanya wajah mereka yang tiba-tiba jadi kaku. Jadi benar seperti yang dikatakan Maya, mata orang tuanya makin terang melihat mereka. Maya hanya mengangkat dua jarinya ke arah Mama Papanya di depan perut, sebagai isyarat dan tanda peace.

Maya terus berjalan bersama Philemon yang mengikutinya dari belakang ke halaman belakang yang luas dan ditumbuhi dengan beberapa pohon buah. Di sana ada 2 gazebo yang 1 cukup besar, sedangkan yang 1 lebih kecil.

"Kau mau kita mojok di mana?" Tanya Maya sambil tersenyum dan menunjuk 2 gazebo tersebut.

"Yang kecil saja." Jawab Philemon sambil menunjuk gazebo yang kecil.

"Kau benar, benar pingin mojok, yaa..." Maya berkata sambil menepuk pelan lengan Philemon.

"Yoooiiii..." Jawab Philemon lalu berjalan di sisi Maya.

"Naahh... Silahkan duduk, aku akan minta Bibi buat minuman untuk kita." Maya mempersilahkan Philemon duduk di lantai kayu gazebo yang terawat baik, dengan beberapa bantal empuk.

Kemudian Maya hendak beranjak kembali masuk ke rumah. Tetapi tidak jadi meneruskan langkahnya, karena melihat Bibi sudah membawa nampan berisi cangkir dan teko minuman, juga cemilan. Maya tersenyum dalam hati. Dia yakin itu atas perintah, Papanya.

"Ngga jadi, kita sudah dibawain minuman. Terima saja yang disediakan, ya." Maya berkata pelan sebelum Bibi tiba di tempat mereka.

"No complain..." Jawab Philemon singkat sambil terus berpikir, mulai dari mana membicarakan apa yang terjadi di antara mereka.

Setelah Bibi meletakan semua yang dibawa di lantai gazebo, Maya dan Philemon mengucapkan terima kasih secara bersamaan. Bibi mengangguk hormat, lalu kembali masuk ke rumah, meninggalkan mereka berdua.

"Astagaaa. Philee... Kita mojok di sini, di malam minggu, seperti orang pacaran." Ucap Maya yang baru menyadari, lalu menutup mulutnya dengan tangan untuk mengerem ucapannya.

"Ooh, iya. Kita belum pacaran, ya. Pacaran yuuuk..." Philemon menanggapi candaan Maya dengan serius. Membuat Maya melihatnya dengan mata membulat.

"Ada apa?" Tanya Philemon yang kembali melihat reaksi Maya saat pertama kali melihatnya melepaskan helm dan melihat rambut gondrongnya. Maya hanya menggelengkan kepalanya.

"Apa perlu aku lepaskan kuncirku?" Philemon tersenyum dalam hati, bisa menetralkan suasana hati sebelum bicara tentang mereka.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Erti💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Katrin💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hehe gak semua orang mampu bersikap seperti tak terjadi apa - apa walau hati ber api - api
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang kalau liat gak Selo kadang - kadang ya, bikin lawan mereka jadi gak enakin sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, lebih enak identitas belum terbongkar jadi gak akan ada yang manfaat aja tau yang mana tulus yang mana enggak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pasti kalau orang yang udah biasa gak merem di rumah itu adalah larangan yang sungguh berat, tentunya untuk di patuhi
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Liat bunga yang mekar terawat, harum indah bikin suasana tenang banget terus susah berpaling ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!