Rose seorang gadis muda yang terjebak di dalam sebuah novel akan tetapi bukan menjadi pemeran utama, antagonis,ataupun pembantu melainkan hanya menjadi seekor kupu-kupu. Rose harus berusaha bertahan hidup di dunia yang bahkan sangat aneh baginya dalam bentuk kupu-kupu.
Tapi tanpa ia sadari jatuh cinta pada dewa kehancuran yang sedang menjalani ujian. Sedangkan sang dewa karena berhutang budi pada Rose dan memutuskan untuk menikahi gadis tersebut. Akan tetapi, dewa tersebut sudah memiliki rencana akan meninggalkan gadis itu suatu hari.
Hei pembaca setia untuk novel karya Aif kali ini author pingin ala ala fantasi gitu wkwk bosen aja romansa modern tapi tenang aja kok romansanya pasti ada dong wkwk jadi silahkan baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aif04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Pernikahan
''Menangislah Rose, keluarkan semua.'' Bisiknya pada gadi sayang saat ini tengah berada di pelukannya bahkan tanpa pria itu sadari air mata juga jatuh dari kedua matanya.
''A-aku lelah Ithel...hiks ke-kenapa ha-rus aku hiks hiks a-aku juga ma-nusia hiks hiks a-aku bisa sakit....'' Gumaman kecil terus saja keluar dari bibirnya hingga suara itu mulai menghilang. Gadis itu tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
'Ku harap kamu akan bahagia untuk kedepannya Rose, mungkin apa yang akan ku lakukan nanti akan menyakitimu tapi memang kamu dengan Ithel tidak bisa untuk bersama selamanya...'
#######
Hingga sore tampak gadis itu masih tertidur di dalam dekapan Ithel yang saat ini tengah sibuk memilih rambut biru tersebut.
''Hngg'' Leguhnya
Mata yang sedari tadi tertutup itu kini kembali terbuka walau agak bengkak dan merah tapi tidak menghilangkan pesona dari gadis tersebut..
''Sudah baikkan ?'' Tanya pria tersebut dengan sangat lembut.
''hmm'' Hanya itu yang dijawab oleh gadis, sebenarnya ia bukan cuek atau sedang marah akan tetapi karena kesadarannya belum terkumpul 100 persen.
''Mau pulang atau tetap disini ?'' Tanyanya lagi. Sedangkan gadis itu tampak masih bersandar ke dada milik pria tersebut.
''Mau pulang.'' Jawabnya dengan suara seraknya.
''Baiklah mari kita pulang sekarang karena kamu pasti sudah sangat lelah.''
Gadis itu perlahan mencoba menjauhkan dirinya dari pria tersebut namun dengan cepat ditahan dengan Ithel.
''Aku akan menggendongmu.'' Ujarnya yang langsung saja mengangkat tubuh itu.
''I-ithel aku bisa sendiri.'' Ujar gadis itu karena sekarang kesadarannya sudah mendekati seratus persen.
''Aku tidak akan mengizinkan kamu lelah, sudah ikuti saja kemauanku oke.''
''Baiklah dan maaf telah merepotkanmu.'' Ujar gadis itu lalu menyandarkan kepalanya pada dada pria itu kembali.
''Tidurlah lagi nanti jika sudah sampai rumah aku akan membangunkanmu.'' Ujarnya.
''Hmm baiklah.'' Gadis itu kembali tertidur dan entah bagaimana saat ia bangun sudah berada diatas kasur dan itupun sudah pagi. Sepertinya ia benar-benar sangat lelah kemarin.
''Tok,tok,tok.'' Tampak beberapa orang wanita telah memasuki kamarnya.
''Anda sudah bangun nona ?'' Tanya salah satu dari wanita yang baru saja datang tersebut.
''Iya aku baru saja bangun tapi kalian ini siapa ? kenapa bisa ada disini ?'' Tanyanya yang tampak kebingungan.
''Kami adalah pelayan yang di tugaskan untuk merias anda untuk acara pernikahan anda.'' Ujarnya.
''Pernikahan ?'' bingungnya.
''Iya nona hari ini adalah acara pernikahan anda dan juga tuan Ithel.''
Rose terdiam sejenak lalu kemudian ia menepuk dahinya pelan saat menyadari jika hari ini ia akan menikah dengan Ithel.
''Nona mari kita bersiap.''
''Baiklah.'' Ujar gadis itu dengan senyuman dibibirnya.
Gadis itu tampak cantik dengan gaun putih yang melekat pada badannya. Sebenarnya gaun itu cukup sederhana tapi sangat indah jika digunakan oleh gadis tersebut. Rambut Rose di gulung lalu sebagai mahkotanya terbuat dari bunga yang sangat indah. Di hari pernikahannya ini ia tampak seperti peri bunga.
''Anda benar-benar cantik nona, saya yakin tuan akan terpesona jika melihat anda.''
''Terima kasih ini semua berkat kerja keras kalian semua.'' Ujarnya dengan menatap pantulan dirinya yang berada di dalam cermin tepat didepan gadis itu.
''Ayo nona ini sudah saatnya kita pergi karena tuan sudah menunggu anda.'' Pinta seorang wanita yang menggunakan baju pelayan dengan sopan.
''Baik aku akan pergi.''