Cinta Marsha
Deskripsi
“Alga-Alga , kenapa Alga jahat banget sama Malsha , Alga kan tau kalau Malsha enggak suka sama cicak ,tapi ini ahhh Alga ” rengek Marsha sembari mengibaskan-ngibas kan rok pendek nya yang di tempelin cicak oleh Arga . Arga terkikik , “Siapa suluh kamu enggak mau jadi istli aku , kan aku udah lamal kamu” sahut Arga . “Enggak mau lah kita kan masih kecil” Marsha Adelina , gadis cantik nan lembut , harus memendam perasaan nya sedari dulu kepada seorang sahabat nya , Argantara Kusuma , bad boy tampan . Marsha selalu melindungi Arga dari segala kenakalan remaja nya , pria tampan itu selalu membuat ulah , “Kamu akan Mami hukum Arga , kamu sudah berani balapan liar , ! ” pekik Mami Reta- Mami Arga . Arga menggeleng kan kepala nya , “Enggak Mi , Arga tadi kerja kelompok kok di rumah Marsha , Arga ketiduran Mi , tanya deh sama Marsha , iya kan sha !!” Arga mengedipkan sebelah mata nya menyuruh Marsha untuk mengiyakan perkataan nya . Marsha yang faham langsung tersenyum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Hirup pikuk terjadi di kediaman keluarga Jordan , semua orang tampak bingung dengan ketidak ada nya Marsha . Semua orang menyusuri setiap sudut ruangan di rumah besar tersebut , namun hasil nya tetap nihil . Marsha tidak di temukan dimana pun .
"Pa gimana ini Pa , Marsha enggak ada dimana-mana . "
"Kamu udah telpon Reni Ma ?"
"Udah Pa , kata Reni , Marsha enggak ada di tempat dia . Mereka ketemu terakhir ya kemarin waktu di sekolah Pa . Pa gimana "
"Arga gimana Ma ? Udah di telpon ?" Tanya Jordan lagi , raut wajahnya sungguh sangat panik .
"Udah Pa . Arga bilang dia lagi di jalan mau kemari Pa "
Menghembuskan nafas kasar , Jordan memijit pelipisnya yang terasa sangat berdenyut . Pikiran nya sungguh sangat kacau , panik , memikirkan keberadaan sang Putri semata wayang .
"Mbok , tadi pagi emang enggak lihat Marsha ?" Tanya Jordan menatap ke arah sang pembantu .
Sang pembantu menggeleng kan kepala nya . "Maaf Tuan , saya emang enggak ada lihat Non Marsha dari pagi ."
Bahu Jordan melorot , tubuh nya sudah lemas bukan main . Memikirkan bagaimana keadaan sang putri saat sekarang ini .
"Om , Tante " Arga datang dengan langkah kaki yang tergesa-gesa . Di belakang nya ada Revan , kedua orang tua nya serta kakek dan Ony nya yang memasang wajah panik .
Jordan dan Nia menoleh menatap ke arah Arga dan anggota keluarga nya .
"Ga ," lirih nya .
"Gimana Nia , kok bisa Marsha enggak ada di mana-mana , udah coba tanya sama temen nya ?" Tanya Reta mendekat ke arah Nia sambil memeluk besan nya itu , Nia terisak di dalam pelukan Reta , sambil menggeleng kan kepala nya lemah .
"A--aku udah coba telpon ke temen nya , tapi ka--kata nya Marsha enggak ada di sana Ret , gimana ni . Aku khawatir banget sama kondisi nya . Aku takut terjadi sesuatu sama Marsha Ret" ucap Nia
"Kamu tenang dulu ya , nanti kami bantu cari, kita semua berdoa aja , semoga Marsha baik-baik saja " Reta mengusap punggung Nia yang masih terisak .
Ony berjalan mendekat , lalu menepuk pundak Nia . "Kamu tenang saja Nia , Ony juga sudah mengerahkan semua anak buah kakek Zayn untuk mencari keberadaan Marsha ."
Nia melepaskan pelukan nya lalu beralih memeluk Ony .
Sedangkan Arga , diri nya menatap Jordan . "Om di rumah ini ada om pasang cctv ?" Tanya Arga.
Jordan langsung mengangguk kan kepala nya . "Om sampai lupa Ga , di sini ada om pasang cctv , ayo kita ke ruangan pantau" ajak Jordan ,
Jordan , Darta , Arga dan Revan langsung berjalan menuju ke ruangan pantau .
"Pak , coba cek cctv tadi pagi" ucap Arga .
Bapak satpam mengangguk kan kepala nya , mengotak-atik laptop , dan lalu menampilkan kejadian pagi tadi .
"Pak mundurin dikit , " ucap Revan .
Bapak satpam mengangguk , lalu memundurkan tayangan cctv .
Dan mereka semua nya bisa melihat , di dalam layar laptop , jika Marsha keluar dari rumah pagi-pagi , dengan langkah yang tergesa-gesa .
"Marsha belum ganti baju tidur nya " seru Jordan , "padahal dia enggak pernah kayak gitu . Setau saya dia selalu menjaga penampilan nya , pasti ada yang tidak beres" ucap Jordan .
Arga mengangguk setuju . Sedari kecil berteman dengan Marsha , diri nya sangat hafal betul tentang sikap gadis itu . Marsha sangat menjaga penampilan nya . Gadis itu tidak akan suka jika keluar dengan menggunakan baju yang tidak sesuai . Apa lagi ini baju tidur .
"Om , aku sama Revan coba cari ke depan ya . Mana tau kita dapat petunjuk " ucap Arga .
Jordan mengangguk . "Om juga mau naik mobil , mau keliling "
"Gue ikut Jor" ucap Darta .
Jordan mengangguk , lalu mereka semua nya pergi dengan tujuan masing-masing .
____oOo___
"Ga , gimana ni kita udah muter-muter 1 jam an loh , tapi enggak nemuin juga bukti apapun" ucap Revan , mata nya menelisik ke sana kemari .
Arga menghembuskan nafas nya kasar . "Gue juga bingung banget Van , ini kok enggak ada jejak sama sekali ya" sahut Arga .
"Ga , kadang Marsha cuman ke minimarket ! Kali aja ya kan "
"Terus ? Lo kira ini udah jam berapa ? Ini udah hampir sore Revan . Ya kali Marsha ke minimarket enggak balik-balik , Lo juga kan tau gimana Marsha ." Ucap Arga berdecak kesal .
"Iya juga ya "
Arga menghembuskan nafas nya kasar , lalu pandangan nya tertuju kepada beberapa pengendara ojol yang mangkal tidak jauh dari rumah milik Jordan .
Arga melangkah kan kaki nya ke arah kumpulan beberapa ojol tersebut , meninggalkan Revan yang langsung berlari mengejar Arga .
"Lo ninggalin aja sih" ketus Revan .
Arga mengacuhkan nya , tidak ada guna meladeni omongan Revan , yang terpenting saat sekarang ini hanya lah mencari informasi keberadaan Marsha .
"Pak permisi" ucap Arga sopan kepada beberapa orang di sana.
Mereka semua menoleh , lalu menatap Arga . "Mas nya mau naik ojol ? Tapi harus pake aplikasi ya" ucap salah satu bapak ojol .
Arga menggeleng kan kepala nya . "Enggak pak , saya kemari mau tanya sesuatu . Apa bapak melihat gadis ini " ucap Arga sambil menunjukkan foto Marsha yang ada di ponsel milik nya .
"Eh ,Adek cantik pake baju tidur gambar beruang tadi kan , saya tadi antar dia mas " ucap salah satu bapak yang ada di sana .
Arga langsung sumringah , mendengar jika ada salah satu bapak ojol yang mengetahui keberadaan Marsha .
Arga menatap lekat bapak ojol tersebut . "Dimana Pak ? Bisa bapak tunjukin sekarang ?"
Bapak tersebut mengangguk kan kepala nya. "Ayo mas saya tunjukin , " ajak nya.
Arga lalu melangkah mendekat ke arah sang bapak ojol , naik ke motor bapak tersebut , lalu bapak tersebut melajukan sepeda motor nya .
"Woi Ga , tunggu gue ikut " teriak Revan berdecak kesal .
"Gini amat punya temen kayak Arga " gumam nya , lalu melirik salah satu bapak ojol .
"Pak anterin saya , " ucap Revan .
"Mau kemana mas ? "
"Ikuti ojol tadi aja "
"Tapi --"
"Nanti saya tambahin deh pak . Saya kasih bonus gede"
Sang bapak ojol sumringah , langsung menyuruh Revan naik ke sepeda motor nya , mengejar Arga di depan .
___oOo___
"Aku bakalan nyelamatin kamu Sha , Kamu tenang aja ," gumam Kavandra , melangkah kan kaki nya dengan lebar , lalu berhenti ketika pandangan nya tertuju ke arah seorang lelaki yang saat ini berdiri di depan nya .
Kavandra menghembuskan nafas nya kasar , penyelamatan Marsha harus tertunda .
"Vandra --"
"Lo siapa ?"
Tristan tertegun , lalu sedetik kemudian pria itu terkekeh . "Lo enggak usah pura-pura Van , Lo bisa bohongi semua orang , tapi enggak dengan gue !"
Kavandra tersentak, namun buru-buru menetralkan nya . Diri nya harus tetap melanjutkan peran nya .
"Lo siapa ! Gue enggak kenal sama Lo !"
Lagi-lagi Tristan terkekeh . "Lo enggak cocok ekting Van "
Vandra mengeryitkan sebelah alis nya . "Maks--"
", Enggak banyak waktu Van , sekarang Lo ikut gue . Kita harus selamatin Marsha ,", ajak Tristan langsung menarik tangan Kavandra , tanpa memperdulikan tatapan tajan Kavandra .