Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAMU TAK DIUNDANG
"Desriiii....!!!" Seru orang itu terbelalak. Dia tersenyum dan menyeringai. "Kenapa kamu ada disini, Des...?" Tanya orang itu seakan penuh ejek. "Tunggu... Tunggu... Apa jangan-jangan, kamu istri tuan Arkhan Ghani itu...?" Ujarnya seolah menerka-nerka.
"Wah... Wah... Kamu sungguh hebat sekarang ya, Des... Aku tidak pernah menyangka akan bertemu kamu lagi... Sudah lama juga, ya..." Ujar orang itu dengan angkuhnya.
Desri yang tadinya terkejut, berusaha mengambil dirinya lagi yang sempat melayang-layang di udara. Sejenak, dia bersikap santai. Dia menyembunyikan tangannya di bawah meja dan kemudian mengepalkan nya kuat-kuat.
Desri tak langsung menjawab pertanyaan orang itu. Dia meraih gagang telpon. Sedangkan orang itu tanpa disuruh langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan meja kerjanya.
"Mbak Lina, tolong masuk ke ruangan saya.." Perintahnya.
Tanpa menunggu sahutan, Desri meletakkan kembali gagang telpon itu.
Tok...Tok...Tok...
Terdengar suara ketukan dari luar. Tanpa disahuti, sekretaris itu langsung masuk dan menghadap kepada Desri.
"Permisi, Nona... Ada apa nona memanggil saya?" Tanya Lina sedikit ketakutan. Tak biasanya Desri bersikap dingin seperti itu, ditambah lagi karna kesalahan fatal yang telah dilakukannya.
"Bukankah tadi Anda bilang yang akan menemui saya adalah bapak Riko Regarto?" Tanya Desri dengan dahi mengkerut dan wajah kesal.
Mendengar nama Riko Regarto, orang itu seakan terkejut dan memucat, akan tetapi dia tahan sebisa mungkin agar tidak terlihat oleh Desri.
"Maaf, Nona... Tadi memang sudah berkali-kali saya mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Ketika nona memanggil saya tadi, ternyata pak Riko Regarto telah pamit kepada pak Rohan, karena beliau ada urusan mendadak. Katanya, besok dia akan kemari lagi, Nona." Jawab Lina menjelaskan dengan wajah pucat karena ketakutan. Dia tidak menyangka Desri bisa sekeras ini.
"Lalu kenapa tidak memberitahuku tentang itu, dan juga tentang orang ini?" Tanya Desri sedikit melirik kearah orang itu dengan geram yang tidak bisa disembunyikannya lagi.
Lina sang sekretaris benar-benar dibuat hilang akal karna melihat Desri yang yang ternyata tidak main-main dengan kekesalannya.
"Maaf, Nona... Sekali lagi maafkan saya... Saya tidak tau kalau ternyata yang masuk adalah orang ini. Saya pikir pak Riko Regarto, karna saya hanya melihat punggungnya saja tadi ketika dia hendak masuk. Tapi sedetik mungkin sebelum nona memanggil saya datang kemari, pak Johan menemui saya dan memberitahukan kalau pak Riko Regarto sudah pergi." Ujar Lina menjelaskan secara detail. Matanya sudah berkaca-kaca.
Melihat keadaan Lina seperti itu, desri mendengus kesal. Dia sedikit iba, dan segera menyuruh Lina keluar dari ruangannya.
"Ternyata kamu bisa marah juga ya, Des??? Pecat saja..." Ujar lelaki itu asal sambil menyeringai puas. Sebenarnya dia benar-benar ketakutan saat ini setelah mendengar nama Riko Regarto tadi. Riko Regarto adalah pengacara terbaik yang ada di negeranya.
Oh Tuhaannn... kenapa aku harus bertemu orang ini di saat yang tidak tepat begini???~ Gumam Desri geram.
Desri menggunakan table phonenya lagi.
"Mbak Lina, tolong panggilkan satpam untuk datang ke ruangan saya..." Perintah Desri ketus.
Setelah mendapatkan sahutan dari sekretarisnya, Desri pun meletakkan kembali gagang telpon itu.
Sedari tadi, dia tidak mengeluarkan kata-kata kepada lelaki yang masuk ke ruangannya itu.
Tidak memakan waktu lama, dua orang satpam masuk ke ruangannya setelah mengetuk pintu.
"Permisi, Nona... Apa nona memanggil kami?" Tanya salah seorang satpam itu.
"Iya, Pak... Terima kasih sudah cepat datang... Tolong usir orang ini keluar dari Ghani Group, Pak... Dan pastikan dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi kesini..." Perintah Desri tegas.
Tidak hanya orang itu yang terkejut dengan sikap keras Desri, bahkan kedua satpam yang telah mengenalnya sebagai perempuan lembut itu pun juga terperangah dibuatnya.
"Baik, Nona..." Sahut kedua satpam itu hampir bersamaan. Dia segera menarik kasar lelaki itu. Tetapi lelaki itu malah memberontak.
"Ayolah, Des... Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik." Sergahnya seolah memelas.
"Paak..." Panggil Desri kepada satpam itu setengah berteriak, kemudian mengangkat wajahnya kearah pintu seakan mengisyaratkan agar satpam itu tetap mengusir sang tamu yang tak diundangnya.
Satpam kembali mengiyakan perintah Desri.
"Lepasin saya... Saya bisa berjalan sendiri..." Teriak lelaki itu sambil menarik paksa tangannya dari genggaman kedua satpam.
"Lihat saja, Des... Kamu akan menyesal..." Ancam lelaki itu dengan bengis. Desri hanya bersikap tenang seolah tidak takut sedikitpun dengan ancaman lelaki itu. Dia melirik kearah pintu hingga mereka sudah tak terlihat lagi.
Desri menarik napasnya dalam-dalam seraya memejamkan mata. lalu mengeluarkannya dengan keras ke atas sehingga tampak poninya yang indah itu menjadi kacau.
Ayah... Tolong Desriii.... ~ Teriaknya dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.