NovelToon NovelToon
SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan dari novel BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN.



Semuanya masih menjadi misteri.
Revan, Revin, Reon dan Carlos memutuskan untuk pergi ke negara S dan menemukan seseorang yang mencoba untuk melukai keluarga mereka.


Dengan kepintaran yang menurun dari sang ayah, membuat mereka mudah untuk mencari petunjuk akan keberadaan orang tersebut.


Tapi siapa sangka, jika keputusan yang mereka ambil, malah membawa mereka pada penderitaan penuh dengan siksaan.


"Melindungi keluarga adalah keputusanku, melindungi wanita yang ku cintai juga adalah keputusanku, maka aku akan membunuh siapapun yang ingin menganggu ketenanganku dan juga keluarga." Revan Li.


"Rahasiaku hanya aku yang tahu, aku tidak menyangka kepergianku untuk meninggalkanmu demi menyelamatkan keluarga, justru membuatku percaya, bahwa hanya kau yang ditakdirkan untukku, maka aku akan menunggumu dewasa," Revin Li.


"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, dan ketika aku pulang, aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya," Carlos Sia.


"Ldr lagi, Ldr lagi. Tapi aku tidak masalah, karena aku percaya bahwa kau akan setia, tunggu aku kembali kesana, dan aku akan segera mengikatmu untuk berada disisiku selamanya," Reon Sang.


penasaran yuk liat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALL 3

Revin melompat dengan satu kaki saat Revan menginjak kakinya dengan keras hingga membuatnya berteriak.

"Ambilkan aku jus yang baru dan bawa ke kamar!" titah Revan pada Revin yang masih meringis kesakitan.

"Sadis banget dah," ucap Revin kemudian berjalan pinjang ke arah dapur dengan gelas kosong yang di berikan Revan tadi.

Beberapa menit kemudian.

Revin tengah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah tadi mengantarkan jus pada sang kakak.

"Jadi kakak kok sadis banget dah, aduh, kakiku masih ngilu aja," rintih Revin dengan kakinya yang masih cenat-cenut.

Pukul 5 sore.

Revin tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya hingga deringan ponselnya membangunkannya dari tidur lelapnya.

"Halo ...," ucap Revin dengan suara khas bangun tidur.

"Vin, temani aku ke mall," ucap orang di seberang telfon yang tidak lain adalah Reon.

"Buat apaan?" tanya Revin yang begitu malas beranjak dari tempat tidurnya.

"Mau beli sesuatu buat cewek, cepetan bangun atau mau aku minta sama Revan buat bangunin kamu!" ucap Reon di seberang telfon memgancam Revin.

Revin segera mematikan telfonnya kemudian beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri dari pada harus menunggu sang kakak masuk ke dalam kamarnya dan hal itu pasti akan berujung buruk baginya, terlebih lagi orang yang mengancamnya adalah orang yang akan melakukan apapun yang ia katakan.

Sepuluh menit kemudian.

Revin selesai berpakaian dan segera berjalan keluar dari kamar dan terkejut saat melihat sang kakak yang sudah berdiri di depan pintunya dengan penampilan yang rapi meski sedikit acak-acakan.

"Brother? Reon telfon Brother juga?" tanya Revin dan Revan pun mengangguk.

Revan dan Revin pun turun ke lantai dasar untuk segera pergi ke mall dimana Reon sudah menunggu mereka.

"Mommy, daddy, kami pergi dulu," ucap Revin pada Ana dan Arian yang duduk di ruang tamu.

Ana dan Arian mengangguk membuat Revan dan Revin tersenyum.

Revan dan Revin pun naik ke motor masing-masing dan bersiap untuk pergi ke mall.

Dua puluh menit kemudian.

Revan dan Revin tiba di parkiran mall, dimana sudah ada Reon dan Carlos yang menunggu mereka dengan wajah yang masam.

"Lama banget dah, mau bikin aku mati kepanasan baru sampai," ucap Carlos yang mulai berkeringat.

Revin hanya cengegesan sedang Revan hanya berwajah datar.

Mereka berempat pun masuk ke dalam mall dan berjalan mengelilingi mall untuk membantu Reon untuk memilih hadiah entah untuk siapa.

"Kamu mau beli hadiah apaan sih, Reon. dari tadi keliling tapi ngga ada yang kamu suka, pantas aja kamunya belum punya pacar, mana ada cewek yang mau sama orang yang ribet kayak kamu!" keluh Revin yang mulai lelah berkeliling tapi Reon belum juga menemukan Barang yang ia cari.

"Cerewet banget sih, Vin. udah kayak mulut perempuan aja," ucap Reon santay sedang Revan masih dengan wajah datarnya.

Revin menghembuskan nafasnya, entah mengapa, lama-lama dia jadi kesal dengan Reon dan ingin sekali menceburkannya ke kolam renang di rumahnya.

"Reon, Van, Vin, aku pergi ke toilet dulu ya, kebelet," ucap Carlos berpamitan pada ketiga sahabatnya.

Ketiga orang itu mengangguk kemudian kembali melihat-lihat boneka yang terpajang di toko boneka itu.

Carlos berjalan cepat ke arah toilet di dalam mall itu dan tiba-tiba tidak sengaja ia di tabrak oleh seseorang membuat Carlos terduduk di lantai begitu pun dengan orang yang menambraknya.

"Aduhh, bokongku sakit," rintih seorang gadis yang menabrak Carlos.

Carlos segera berdiri dan memengang bokongnya yang sedikit sakit.

"WOY KALAU JALAN ITU PAKE MATA DONG!" teriak gadis itu pada Carlos dan kemudian berdiri dan menatap Carlos kesal.

Carlos yang mendengar ha itu mendadak tensi darahnya naik.

"HEY! YANG ADA ORANG ITU JALAN PAKE KAKI BUKAN MATA, DAN LAGI BUKANNYA MINTA MAAF KARNA UDAH NABRAK ORANG MALAH TERIAK-TERIAK KAYAK GITU, SITU WARAS!" teriak Carlos yang kesal.

Gadis itu mengepalkan tangannya karna kesal mendengar ucapan pria di hadapannya.

"DASAR COWOK SINTING," ucap gadis itu sedikit berteriak kemudian berlalu pergi dengan menghentakkan kakinya.

"DASAR CEWEK GILA!" teriak Carlos kesal kemudian pergi kembali ke tempat teman-temannya karna mendadak keinginannya untuk buang air kecil hilang seketika.

Sementara itu, Reon, Revan dan Revin tengah berada di sebelah toko boneka dan melihat-lihat sesuatu yang membuat Revin menepuk keningnya pelan bingung dengan jalan fikiran Reon.

Carlos berjalan mencari para sahabatnya dengan suasana hati yang kesal minta ampun.

Carlos menoleh dan melihat Ketiga sahabatnya yang berada di dalam toko di sebelah toko boneka, Carlos pun masuk dan segera menghampiri ketiga sahabatnya itu.

Revan hanya berwajah datar kemudian menoleh saat Carlos berjalan memasuki toko dan mendekat ke arah mereka.

"Sudah selesai?" tanya Revan yang heran karna Carlos yang begitu cepat dari kamar mandi.

Carlos mendekat dan kemudian berdiri di samping Reon dan meremas barang yang ada di hadapannya dengan kesal.

Revan, Revin dan Reon terkejut melihat apa yang di lakukan oleh sahabatnya itu hingga menjadi pusat perhatiaan dari para pembeli yang masuk ke toko itu untuk membeli.

"Astaga lihat apa yang dia lakukan"

"Astaga apa yang di lakukan pria itu,"

Begitulah bisik-bisik para pembeli yang hendak membeli di toko itu ketika melihat Carlos meremas benda di tangannya.

Revin kembali menepuk keningnya dan megusap wajahnya kasar.

'Mati aku, urat maluku serasa sudah putus,' ucap Revin dalam hati malu semalu-malunya.

Revan dan Reon menatap Carlos dengan tatapan tidak percaya, Setelah merasa kekesalannya suda sedikit mereda karna meremas benda di tangannya, Carlos menatap ketiga sahabatnya di mana Revan dan Reon menatapnya hingga mematung di tempatnya sedang Revin sudah seperti kehilangan urat malunya.

"Kalian kenapa?" tanya Carlos yang belum melihat apa yang ia remas kesal di tangannya.

"Mati aja sana!" ucap Revin kemudian keluar dari toko itu karna sudah begitu malu akibat ulah dua sahabatnya.

Carlos bingung dengan apa yang di katakan oleh Revin, Carlos kembali menatap kedua orang yang masih menatapnya terkejut itu.

"Apaan sih?" ucap Carlos semakin penasaran pasalnya ia tidak melakukan kesalahan tapi Revin malah mengatakan hal seperti itu.

Revan dan Reon menunjuk ke arah tangan Carlos dan Carlos pun mengikuti arah pandang kedua sahabatnya itu dan terkejut.

"ASTAGA!" ucap Carlos dan refleks melepaskan hal yang ia remas tadi.

Revan dan Reon mengelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Carlos.

"Tidak sengaja," hanya itu yang keluar dari mulut Carlos.

1
Wita Arym
Jngan2 ank angkat kakek nya lg musu nya
sulastri kartawi
haaaaaa
Handriyani
cerita yng menegangkan seru serta bkin ngakak😊
onalis
penisirin eehh penasaran
onalis
jadi bapeeeerrr
onalis
jadi bapeeeerrr
Handriyani
seru....sungguh thor...aku br dpt novel yng membuat aku ngakak habis hhhhh🤣🤣
Ita Nusta Mega
aku suka karakter Arian sebagai seorang ayah
yg menjadikan anak-anak nya seperti seorang temen, dan aku juga suka dengan anak-anak Arian mereka sangat menghormati orang tua terutama ibu... sukses untuk karya mu Thor
Asphent Lina
lol orangtua nya arian & ana ga pernah nongol lagi ya, sementara kakek gaul masih nongol
Tan
bagus banget epribadihhh
Tan
mantap
Riza Anggelina
🤣🤣🤣🤣 dasar bebek
nur_aziyani_noviana
NCT best parah 🙏🗿
helga
dion juga playboy
makanya revin gak suka
helga
keren daenji
helga
🤣
helga
kemungkinan besar kimso
tp ap motiv nya
hmmm
makin penasaran
helga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
helga
somplak emg sih kembar
helga
best brother
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!