Novel ini. Sekuel dari Novel (Mengejar Cinta Istri Yang Kabur)
Yang berfokus pada kehidupan anak-anak dari pada Tokoh-tokoh utama di Novel Mengejar Cinta Istri Yang Kabur.
Terutama Arga.
Dengan semua dendam yang menumpuk di dalam hatinya, karena suatu peristiwa yang merenggut seseorang yang ia sayanginya.
Arga pun terjebak dalam Cinta yang salah, semakin membuat rumitnya kehidupan yang harus ia jalani.
Arga juga memiliki kepribadian yang sama persis seperti Papahnya yaitu Kaisar. Kejam dan Sadis!
💮💮
Bagi yang belum membaca cerita Mengejar Cinta Istri Yang Kabur. Ntor sarankan untuk membacanya terlebih dahulu ya, agar tahu asal mula Arga dan seperti apa kehidupan waktu kecilnya.
Terimakasih 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini.
Mohon dukungannya 🤗🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acih Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Untuk Shi
Selamat! Membaca 🤗
"Jawab! Kenapa kau malah diam?"
"Maafkan saya Tuan."
"Huf. Sudah berapa kali kau mengucapkan kata maaf, saya bosan mendengarnya."
Bi Ida hanya bisa terdiam mendengar perdebatan mereka, ia tidak percaya jika Tuannya bisa berkata sekasar itu pada Istrinya, ini bukan Tuan Arga yang dia kenal. Lisa selalu mengajari dan mengingatkan Putranya agar menghormati dan bersikap lembut pada Wanita, dan yang lebih membuat Bi Ida tercengang lagi adalah! Sih memanggil suaminya itu dengan sebutan Tuan, Bi Ida sudah bisa menduga jika hubungan suami-istri ini, tidak baik-baik saja.
Shi menunduk, tidak berani menatap mata Arga yang menyala karena matah.
"Keluar!"
Satu kata, kembali meluncur dari mulut Arga dan itu membuat Bi Ida dan Shi saling pandang, karena bingung dengan kata Keluar yang Arga lontarkan untuk siapa?
Untuk Shi, atau Bi Ida?
"Saya bilang cepat keluar!"
1 oktaf sudah Arga naikkan nada suaranya, yang membuat Bi Ida dan Shi tersentak.
"Ba... Baik Tuan."
Sahut Bi Ida dan Shi secara bersamaan.
"Kau mau ke mana?"
Tanya Arga yang melihat Shi ikut melangkah mengikuti Bi Ida.
"Keluar. Anda sendiri yang meminta saya keluar kan!"
"Apa saya menyebut namamu?"
"Tidak!"
"Lalu, kenapa kau ikut keluar?"
"Mau anda apa Tuan? Jangan membuat saya bingung, bicara yang jelas,"Shi sudah mulai kesal.
"Bi Ida yang keluar, dan kau tetap di sini. Paham?"
"Anda tidak bilang seperti itu tadi, seharusnya Anda bilang dari tadi kan,"grutu Shi.
"Apa-apaan ini! dia berani menggerutu di hadapanku!"
"Bi keluar!"kata Arga, yang kali ini ia menunjukkan kata itu langsung pada Bi Ida.
"Tapi Tuan,"ragu Bi Ida, yang harus meninggalkan nonanya di sana dengan Arga yang dalam suasana hati buruk. Karena Bi Ida mengkhawatirkan Shi, kalau-kalau Arga melakukan sesuatu yang bisa menyakiti nonanya itu.
"BI."
Kata Arga dengan menekan kata BI, yang berarti ia benar-benar marah.
"Baik Tuan,"dan dengan berat hati, Bi Ida pun keluar dari Kamar imeninggalkan Shi dan Arga berdua saja.
BRAK!
Arga menutup pintu dengan cara membantingnya kuat-kuat.
"Astaga! apa yang dia lakukan pada pintu itu."
"Kau lihat kan, Bi Ida sudah pergi, jadi aku tidak bisa menyalahkannya lagi. Sebagai gantinya, karena kau juga membela Bi Ida tadi, untuk itu kau yang harus menerima hukumannya."
"Hukuman!"
"Apa-apaan ini, kenapa harus ada hukuman, dia bisa menghukum seseorang hanya karena masalah kecil seperti ini. Lagi pula ini bukan sepenuhnya kesalahanku dan Bi Ida kan! dia juga bersalah karena tidak memberi tahu sebelumnya."
"Iya, karena saya tidak pernah membiarkan begitu saja seseorang yang melakukan kesalahan."
"Dasar! Manusia kejam!"
"Apa kau sudah siap?"tanya Arga, dengan senyum mengerikan yang terukir di dua sudut bibirnya.
"Si.. Siap apa, Tuan?"Shi sudah mulai bergetar, takut jika Arga melakukan sesuatu padanya.
"Tentu saja siap untuk menerima hukuman atas kesalahanmu."
"Bukankah seharusnya saya keluar dari kamar ini saja sudah cukup, Tuan?"
"Tentu saja belum. Kau tidak boleh keluar sebelum menerima hukuman dari saya."
Shi menarik nafasnya dalam-dalam, ia sudah pasrah, menerima segala sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.
"Lalu apa hukuman untuk saya, Tuan?"
"Hukumannya adalah!"
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Ben dan Yolla baru saja menepi di Halaman luas Mansion.
"Bukankah ini mobil Kak Arga,"kata Yolla yang turun terlebih dahulu dari mobilnya dan melihat mobil Arga yang terparkir .
"Benar."
"Tapi, kenapa Tuan Arga ada di Mansion! bukankah ia tengah memindahkan Nona Shi di Markas, apa ia sudah selesai! tapi kenapa tidak langsung ke Kantor, padahal dia tahu kalau di Kantor tengah banyak masalah. Apa yang Tuan Arga lakukan di Mansion di jam kerja seperti ini. Ini sungguh di luar kebiasaannya."
Bi Ida yang mendengar suara mobil Ben lari dengan tergesa-gesa dari dalam Mansion menghampiri Lelaki itu.
" Bibi kenapa?"tanya Yolla yang ikut panik melihat wajah bibi yang juga panik.
"Tuan, Nona. Untung saja anda segera datang. Tuan Arga,"kata bibi dengan Panik sambil menunjuk ke arah dalam Mansion.
"Ada apa dengan Tuan Arga bi?"kali ini Ben yang khawatir.
"Tuan Arga ada di Kamarnya."
lagi-lagi Bi Ida bicara hanya sepotong-potong, karena mengatur deru nafasnya yang memburu pasca berlari dari lantai dua menuju pintu depan, membuat Ben dan Yolla semakin cemas.
"Ayo Bi katakan ada apa, Kak Arga kenapa?"
"Tuan Arga dan Nona Shi di dalam Kamar Tuan, Nona."
"Nona Shi?"
"Jadi! Anda membawa Nona Shi, ke Mansion."
"Memangnya kenapa kalau Kakak Ipar Shi dan Kak Arga ada di dalam Kamar?"bingung Yolla.
Melihat wajah bibi yang panik seperti itu, Ben jadi menyadari jika sesuatu terjadi diantara kedua orang yang berada di Kamar sana. Bukan sesuatu keromantisan ala suami-istri seperti yang dipikirkan Yolla.
"Nona Yolla dan Bi Ida tunggu di sini,"kata Ben, yang tidak mau jika Bi Ida dan Yola mengetahui hubungan sebenarnya antara Arga dan Shi.
"Kak Ben mau apa? Biarkan saja mereka tengah berdua jangan mengganggunya, mereka kan pasangan pengantin baru, jadi wajar jika berdua di dalam Kamar."
"Anda benar, dan saya hanya ingin memastikan itu. Saya permisi Nona, sebelum terjadi sesuatu yang darurat,"kata Ben dan segera melangkahkan kakinya dengan cepat menaiki lantai 2 menuju Kamar Arga.
"Ada apa dengan Kak Ben, kenapa dia bicara aneh seperti itu? Apa dia akan mengganggu Kak Arga dan Kakak Ipar?"
"Bibi tidak tahu Nona, lebih baik kita tunggu di sini saja, jangan naik ke lantai atas seperti yang dikatakan Tuan Ben."
"Tapi aku tidak bisa membiarkan, jika Kak Ben mengganggu kesenangan Kak Arga dan Kakak Ipar Shi, aku juga ingin melihat Om Farel di atas."
"Bersabarlah sebentar lagi Nona, jika Tuan Ben sudah turun, Anda bisa naik ke atas untuk menjenguk Tuan Farel. Dan bibi yakin Tuan Ben tidak akan mengganggu kesenangan Tuan Arga dan Nona Shi."
"Baiklah?"
Kata Yola dengan pasrah.
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
"Kenapa kau kerjanya lama sekali?"
"Tapi ini banyak sekali Tuan."
"Sudah jangan banyak mengeluh, cepat kerjakan saja apa yang saya perintahkan, waktumu tinggal 20 menit lagi, dan kau harus sudah menyelesaikan ini semua."
"20 menit? Bahkan 20 hari pun ini tidak mungkin selesai Tuan." Kesal Shi.
Bagaimana tidak kesal!
Ia mendapatkan hukuman yang benar-benar membuat otaknya ingin meledak dan ingin menendang Laki-Laki itu keluar dari Balkon.
Arga menyuruh Shi, mengeluarkan semua pakaiannya yang berbagai jenis dari 2 lemari besar yang ada di Kamarnya.
Setelah Shi mengeluarkan semua isi yang ada di lemari Arga.
Lelaki itu kembali menyuruh Shi, untuk memasukkannya dan menyusunnya dengan rapi sesuai warna pakaian dan ia hanya memberi waktu 30 menit.
Sungguh hukuman yang aneh dan tidak masuk akal, entah dari mana Lelaki itu mendapatkan ide untuk memberikan hukuman seperti itu pada Shi.
Padahal dia tidak suka jika ada orang lain yang memasuki kamarnya, tapi ini! ia malah memberi hukuman pada Shi, yang membuat Gadis itu berjam-jam bahkan mungkin berhari-hari berada di dalam Kamarnya. Karena harus merapihkan semua pakaiannya yang berada di 2 lemari besar, dengan susunan yang tidak boleh miring sedikitpun.
"Saya tidak mengizinkanmu untuk mengeluh, cepat kerjakan. Waktumu tinggal 19 menit 50 detik lagi."
Dengan hati yang dongkol dan mengomel Shi mengerjakan itu satu persatu.
"Semoga saja, para leluhur mengutuk Anda Tuan."
Tok.
Tok.
Tok.
Suara ketukan pintu dari luar membuyarkan gurutuan Shi, ia berharap jika yang mengetuk pintu itu seseorang yang bisa menolongnya. Paling tidak membantunya untuk merapikan semua yang berantakan di Kamar itu.
CKLEEK...
Arga yang membuka pintu dan ia melihat Ben berdiri dengan raut wajah panik.
"Ada apa? Kenapa kau pulang? Apa kau sudah menjemput dan mengantarkan Yolla pulang?"
" Sudah Tuan, dan Nona Yolla pulang ke Mansion ini,"sahut Ben.
Lulu ia menangkap kedua pundak Arga, "Tuan apa yang terjadi! Apa yang anda lakukan pada Nona Shi? Bukankah anda membawa Nona Shi ke Markas, tapi kenapa dia malah berada di sini? lalu apa yang anda lakukan di dalam, apa Anda tengah menyiksanya di dalam Kamar ini?"crocos Ben tanpa henti.
"Kau banyak sekali bicara Ben. Aku bingung harus menjawab yang mana? Sudah kau pergi sana Jangan menggangguku,"usir Arga yang tak menjawab satupun pertanyaan dari sekretarisnya itu dan melepaskan tangan Ben dari pundaknya.
.
"Tunggu Tuan!"Ben menahan pintu yang akan ditutup oleh Arga.
"Ada apa lagi? Aku tengah sibuk."
"Bisakah saya masuk sebentar?"
"Untuk apa?"
"Saya ingin melihat apa yang terjadi di dalam Tuan, apakah anda menyiksa Nona Shi dengan baik?"
"Tentu saja."
Arga melebarkan pintu Kamarnya, dan membiarkan Ben, melihat situasi yang seperti Pabrik pakaian di Kamar itu.
Ben membulatkan matanya,
ia melihat tumpukan pakaian yang sudah seperti gunung, bukan cuma itu, Ben juga melihat ceceran pakaian yang berserakan di lantai, ia melihat Shi yang tengah duduk di antara gunungan pakaian itu, badannya yang kecil hanya terlihat ujung kepalanya saja karena tertutup oleh tumpukan pakaian.
"Apa yang anda lakukan Tuan? Apa Anda ingin membuat Prakarya menggunakan pakaian Anda, lalu kenapa Nona Shi masih ada di tengah-tengah sana, apa ia bagian dari Prakarya itu?"
"Dia tengah merapikan dan menyusun semua pakaian itu di dalam lemari."sahut Arga dengan enteng.
"Astaga! Merapihkan! Sebanyak itu? Butuh waktu berapa hari Nona Shi menyelesaikan itu semua, Tuan?"
"Dia hanya butuh waktu 30 menit, dan sekarang waktu tersisa hanya 19 menit."
Ben kaget dengan waktu yang diberikan Arga.
"30 menit?"
"Iya, kau tidak usah terkejut seperti itu. Dan sekarang cepat keluar dari sini, kau bisa mengganggu pekerjaannya."
Bersambung.....
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🤗
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
tp up nya lambat bgt sih Thor ...
semoga bisa normal LG ya bisa up tiap hari LG
semoga cerita nya bisa sampe end
tp ko tumben dikit bngt ya Thor 🤭
padahal seru bgt nih cerita Arga dewasa