Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.
Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.
Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.
Sedangkan hubungan antara Tristan dan juga Bintang malah sebaliknya, selama menjadi Istri Tristan ia tidak pernah mendapatkan perilaku baik mau pun dihargai oleh Suaminya sendiri.
"Darimana aja kamu? Apa kamu gak lihat ini sudah larut malam sampai kapan kamu akan terus seperti ini, jika kamu masih menganggap ku sebagai Istri kamu harusnya k
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29" Siapakah yang menolong Bintang"
Hari yang harusnya dipenuhi dengan kebahagiaan, tapi semua kebahagiaan itu nyatanya gak berpihak pada gadis cantik bernama Bintang. hidup bahagia itu adalah suatu impian besar baginya, tapi dia sadar jika bahagia itu bukanlah haknya.
Memaksanya masuk kedalam satu kamar yang sudah disiapkan. Dengan kasar kedua pria itu segera mendorongnya hingga tubuh Bintang tersungkur diatas ranjang.
Tak lama setelah kedua pria itu pergi, hadirlah sesosok laki-laki berkulit sawo dan bertubuh kekar memasuki ruangan ini. Melihat akan kehadirannya segera Bintang bangkit dari ranjang tersebut.
"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu bangkit dari sana sayang. Apa kamu belum siap untuk melayaniku?"tanya laki-laki itu dengan mencengkram dagu Bintang dengan kasar.
"Maaf bukannya aku belum siap untuk melayani anda, tapi aku memang tidak ada niat untuk melakukannya," tegas Bintang yang kemudian ia yang hendak akan pergi, tangannya pun ditarik oleh laki-laki itu lantaran merasa sangat yg tidak terima akan perlakuannya.
"Apa maksud anda. Saya sudah membayar akan tubuhmu jadi sekarang sebagai gantinya kamu harus menurut akan Permintaanku ini.
"Terus jika aku tidak mau gimana?" timpal Bintang dengan menantang.
"Berarti anda sendirilah yang inggin aku melakukan pemaksaan ini .
Secara langsung Pria itu memberikan pukulan kasar pada wajah Bintang yang seketika tubuh Bintang pun tersungkur diatas ranjang, belum mampu Bintang bangkit dari ranjangnya, seseorang itu dengan langsung ia melepaskan sabuk yang dikenakannya dan beberapa kali menebaskan sabuk itu tepat ke tubuh Bintang beberapa kali hingga menjadi luka memar pada sekujur tubuhnya.
Tubuhnya yang mulai melemah karena cambukan itu, laki-laki itu pun mulai memaksa Bintang dan mendorongnya hingga tubuh Bintang pun jatuh terpental diatas ranjang yang motif putih tersebut.
Bintang yang mulai tertekan melihat ekpresi wajah laki-laki itu ia pun lantas menggambil sebuah botol alcohol lagi-lagi yang berada diatas nakas, tak memikirkan masalah yang akan tejadi kedua kalinya ia langsung mengambilnya memukul Laki-laki itu hinga darah pun keluar deras dari kepala laki-laki tersebut.
Melihat laki-laki itu terkapar bertumbah darah, Bintang yang tidak mau memperdulikannya ia segera pergi tanpa meninggalkan ruangan jahanam ini
Akan tetapi nasib baik belum berpihak pada Bintang lantaran belum juga ia berhasil keluar dari tempat karaoke ini.
Seseorang pun terlebih dulu meneriakinya"Jangan kabur" mendengar suara teriakan itu bergegas Bintang pun berlari sekuat tenaganya menghindari akan kejaran mereka, tubuhnya yang habis mendapatkan luka cambukan membuatnya tak tahan untuk berlari lebih jauh lagi.
"Astaga kemana lagi aku harus lari dari kejaran mereka, tubuhku rasanya sakit sekali akibat cambukan tadi. Aku tidak mau tertangkap dipenjara aku tidak mau!"
Merasa sangat bingung dan panik dan baru selangkah ia akan pergi, langkahnya pun terhenti setelah adanya seseorang yang tiba-tiba menarik lengan tangannya dari samping.
Aku harus segera pergi dari sini aku gak mau sampai tertangkap lagi oleh mereka," ucapnya sembari berlari sekuat tenaganya tapi nyatanya tenaga yang ia dapatkan belumlah cukup akibat mendapat luka cambukan tadi.
Dan tepat di perbatasan kampung yang jalannya terbilang sangat sempit, tiba-tiba ada seseorang yang langsung menarik tangan kanannya dan membawanya digang sempit yang terlihat sepi dan sedikit gelap karena kurangnya lampu penyinaran nya.
BERSAMBUNG.
Ceritanya juga bagus dan menarik...
Semangat menulis kak 💪💪