NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Pertemuan

Tak terasa waktu terus berjalan, matahari yang tadinya masih memberikan kehangatan sekarang perlahan ingin segera terbenam, menampilkan sunset yang begitu memanjakan mata para pengunjung.

Tidak terkecuali Esya yang matanya kini telah berbinar- binar memandang sunset, sedangkan ketiga gadis dan lelaki remaja lainnya hanya menatap tingkah Esya yang menurut mereka begitu menggemaskan itu.

Karena dari mereka yang termudah adalah Esya, umur Esya sekarang baru 14 tahun namun beberapa bulan kedepan ia baru akan berumur 15 tahun. Di posisi pertama ada Zee yang lebih dulu lahir diantara mereka, lalu disusul Ginta, lalu Eve barulah urutan yang keempat diisi oleh Esya.

Jangan tanya darimana mereka mengetahui hal itu, karena jawabannya ada pada Dion yang sudah mengumpulkan banyak informasi tentang Esya.

Dan disinilah mereka, masih setia dengan apa yang sedang mereka nikmati, karena Tuhan menciptakan dunia ini untuk kita jaga dan tentunya untuk dinikmati, bukan malah di rusak.

"Sangat indah bukan?" Tanya Eve pada teman-temannya itu

"Benar, bagaimana kalau kita berfoto disana?" Jawab Zee seraya bertanya kembali dan menunjuk jalanan yang sedang ramai di lalui pengunjung.

"Ah, iya ayo"

Ketiga gadis itu mulai berdiri dari duduknya, menatap Esya lalu menarik  Esya agar ikut bersama denga mereka. Mengabaikan ketiga lelaki yang hanya menatap mereka dengan tatapan datar.

"Ayo Sya," ucap Eve.

Esya masih diam dan hanya mengikuti kemana arah langkah ketiga gadis itu pergi. Setelah tiba di sana mereka dengan antusiasnya ingin segera berfoto bergantian, kecuali Esya yang memang tidak terlalu menyukai hal itu.

"Ayo Sya, sekarang giliranmu" ucap Ginta sembari menarik tangan Esya

"Ehm, i-tu tidak usah"

"Tidak apa, untuk sekali ini saja"

Esya mulai melangkah ke arah dimana Ginta sedang berdiri, ada rasa getar yang sekarang sedang melanda dirinya sekarang ini, yah Esya malu jika harus di foto karena Esya memang tidak terbiasa dengan hal itu.

"Tidak usah bergetar seperti itu Sya, santai saja"

"Oh-em... Baiklah"

Sekarang Esya mencoba sesantai mungkin, menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskannya. Esya sekarang sudah siap meskipun masih sedikit bergetar, karena merasa seluruh mata sedang memandangi dirinya.

Cekrek

Esya mulai bernapas lega karena  kegiatan itu sudah selesai, ia kini berjalan menuju ketiga sahabatnya itu. Ingin melihat hasil fotonya, yang menurutnya pasti sangat buruk.

"Ah, Kawaiii" ucap ketiga gadis itu secara bersamaan

"Ayo kita berfoto bersama"

"Benar juga,Ayo"

Merekapun memutuskan untuk berfoto ria bersama, kecuali Esya yang hanya mengikuti kegiatan ketiganya saja. Esya baru sadar jika sahabatnya itu memiliki pribadi yang sulit ditebak, terutama Ginta yang sifatnya sering berubah-ubah.

Setelah selesai berfoto, Esya memilih untuk kembali lebih dulu ke tempat dimana mereka tadi berkumpul, meninggalkan Zee, Ginta, serta Eve yang masih ingin mengambil gambar.

Selepas tiba di sana, matanya hanya menemukan sosok Dion saja tidak ada Gion dan juga Kenned. Esya mulai menghampiri Dion dan memilih untuk duduk samping lelaki itu.

"Princess, sudah selesai?" tanya Dion yang menanyakan mengenai kegiatan para gadis tadi.

"I-ya, Su-da-h k-ak," jawab Esya dengan terbata karena mendengar Dion memanggilnya seperti itu.

Tut...Tut...

Dering ponsel itu membuyarkan lamunan Dion yang baru sesaat, ternyata ketika telah mengeceknya itu adalah panggilan dari orang kepercayaan Dion

"Ehm, Sya kakak kesanaran sebenar,yah" ucap Dion yang hendak berpamitan dengan Esya untuk mengangkat telpon.

Esya hanya tersenyum sambil memandang Dion yang dengan perlahan telah menjauh dariya, tanpa ia sadari, sedari tadi ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan kagum.

Esya mulai memejamkan matanya malas, kalau begini lebih baik ia bersama dengan ketiga sahabatnya itu, setidaknya bersama dengan mereka masih bisa berceloteh, Gion dan ken juga entah pergi kemana, padahal Esya ingin menghabiskan waktu bersama mereka.

Yah, dengan bersama mereka Esya bisa menemukan sosok kakak yang sesungguhnya, Esya merindukan hal itu, terlebih ingin merasakan Bagaimana rasanya berada didalam lingkungan keluarga yang sudah sejak lama ia mimpikan.

"Boleh aku bergabung?" Ucap orang itu dengan lembut

"Ah, iya silahkan" ucap Esya yang sudah membuka matanya lalu memberikan senyuman pada orang yang ada di depannya itu.

Untuk sesaat, orang itu semakin tertegun kagum dengan gadis yang ada di hadapannya kini, terlebih ketika ia melihat mata gadis itu dan kedua ukiran lesung pipi miliknya.

"Ah, iya terima kasih. Kenalin aku William Stevand Shakespeare, panggil saja Steve atau Evan atau panggil sayang juga bisa" ucap Evan yang sedikit ingin menggoda gadis di sampingnya ini

"Aku Esya,Queenesya"  Ucap Esya dengan cueknya

'Gila, ini pertama kalinya aku dicuekin cewek, mana atmosfernya dingin lagi' Batin Evan,  sambil memandang lekat wajah Esya yang sekarang hanya memandang ke depan dengan datarnya.

"Esya"  panggil Gion yang kemudian datang menghampiri Esya

"Iya,kak ada apayah"

"Ayo balik, yang lain sudah menunggu kita di mobil," ucap Gion yang sekarang sudah memeluk pinggang Esya sambil menatap Evan 

"Baik kak. Van pulang dulu"

Gion pun mulai menarik tangan Esya seolah takut jika gadis itu akan hilang di keramaian. Evan menatap kepergian kedua remaja itu dengan tatapan tidak suka.

"Siapa laki-laki itu beraninya menyentuh milikku," Ucap Evan sebelum pergi dari sana.

Sekarang prioritas Evan hanya satu mencari informasi tentang gadis manis yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali dirinya memandang Esya.

Yah, katakanlah Evan sedang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sesosok gadis manis yang sangat terlihat sempurna dimananya, berkulit putih, hidung mancung, bibir tipis, mata yang indah, senyum yang menawan dan jangan lupa keimutan gadis itu yang sangat menggemaskan.

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonim
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!