The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Aulus yang malang
Setelah Max mengatakan hal tersebut, tiba-tiba keluar seorang pria berbadan tinggi berkulit hitam dari arah bagian dalam hutan.
Dengan langkah tenang, pria itu berjalan ke tengah-tengah mereka semua.
Setelah berada di tengah-tengah di antara kedua kelompok yang sedang bertarung, pria itu menatap ke arah Max dengan tersenyum.
"Aku tidak menyangka akan menemukan pria yang memiliki kemampuan cukup tinggi di tempat ini." Ucap pria berbadan tinggi berkulit hitam.
"Aku rasa kau bukan bagian dari mereka?" Tanya Max yang berjalan mendekati pria itu.
Pria berkulit hitam itu menganggukan kepala. "Aku hanya petarung jalanan yang suka berpindah tempat. Aku tidak sengaja mendengar suara pertarungan di tempat ini,"
Max tertawa kecil. "Alasan klasik! Petarung jalanan tidak akan melewati tempat ini jika tidak memiliki kepentingan." Max dengan tatapan tajam.
Pria itu tidak terlalu memperdulikan pandangan tajam Max kepada dirinya. "Perkenalkan aku Aulus," Pria itu dengan penuh percaya diri memperkenalkan dirinya.
"Aku Max, kau bisa pergi dari tempat ini jika memang tidak memiliki kepentingan!"
Cleon dan yang lainnya hanya diam memperhatikan keduanya.
Aulus menatap ke arah Natasha yang sedang tidak sadarkan diri. "Aku menginginkan wanita itu. Apa kau bisa memberikan kepadaku?"
Max menggelengkan kepala. "Tunjukan kemampuan yang kau miliki kepadaku. Aku sangat muak dengan omong kosongmu itu!"
Ketika Max mengatakan hal tersebut, Aulus dengan tenang mengeluarkan senjata Nunchaku dari dalam pakaiannya.
Nunchaku adalah senjata yang berupa dua batang kayu atau besi yang dihubungkan dengan rantai atau tali. Atau biasa di sebut dengan Double stick.
Dengan daya hancur kuat, nunchaku dianggap sebagai alternatif senjata yang mematikan. Terlebih bentuknya relatif simpel dan kecil sehingga mudah disembunyikan
"Aku sangat berharap kau mampu membuatku terhibur." Ucap Aulus dengan memainkan senjata Nunchaku miliknya yang terbuat dari besi.
"Dan aku berharap kau mampu menggunakan senjata mu dengan baik!" Ucap Max yang kemudian berlari ke arah Aulus.
Aulus tersenyum, kemudian mempersiapkan diri untuk menghadapi Max.
Anggota The Strongest Warriors sendiri, segera menyelesaikan tugas nya untuk menyiksa anggota Black Tiger.
Pertarungan antara Max dan Aulus kini sudah saling jual beli serangan. Max mengepalkan tangannya untuk memukul Nunchaku yang terus mengarah pada bagian tubuhnya.
Merasakan Kekuatan tubuh Max yang sangat kuat, Aulus meningkatkan serangannya dengan menekan tombol yang ada di senjata Nunchaku miliknya.
Terlihat pisau kecil yang keluar di bagian ujung Nunchaku.
Max mundur beberapa langkah ke belakang untuk menjaga jarak saat melihat perubahan pada senjata yang di gunakan Aulus.
Setelah berhasil menjaga jarak, Max mengambil ranting yang ada di dekatnya. Dengan tenang Max menyentuh ranting sepanjang satu meter itu.
" Swusshh..." Sebuah cahaya muncul beberapa saat di bagian ranting.
Aulus yang melihat hal tersebut menatap dengan tidak percaya.
"Kemapuan yang hanya di miliki oleh orang-orang yang sudah memahami energi bumi. Dengan memfokuskan pikiran ke titik pusat yang ada di dalam tubuh, mereka akan mampu menggunakan energi alam di sekitarnya." Ucap Aulus dengan tubuh bergetar ketakutan.
Apa yang di katakan oleh Aulus memang benar. Max mempelajari hal tersebut dari gurunya. Saat masih bersama Guru Tian, Max di minta untuk duduk bersila dalam posisi lotus (teratai).
Hal itu sendiri bertujuan untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Hingga saat sudah mencapai hal tertentu, seseorang akan merasakan Meridian di dalam tubuhnya.
Setelah mengetahui titik-titik Meridian di dalam tubuh, maka secara perlahan membuka aliran Meridian untuk menyerap energi di sekitarnya.
Penyerapan energi itu sendiri memiliki beberapa teknik. Tanpa bantuan orang yang sudah ahli, maka akan sangat mustahil untuk mampu mempelajari hal tersebut.
Proses itu sendiri banyak memberikan manfaat kepada Max. Seperti, mampu menyuling atau membuat sebuah pil dari tungku, menjadi seorang tabib, dan memperkuat tubuh manusia melebihi manusia pada umumnya.
Bukan hanya itu saja, masih banyak rahasia yang hingga saat ini di sembunyikan oleh Max. Guru Tian meminta Max untuk tidak selalu menggunakan apa yang di ajarkan jika tidak dalam keadaan yang memaksa dirinya untuk mengeluarkan kemampuan sesungguhnya yang di miliki.
"Kau sebelumnya sangat percaya diri, aku akan memberikan kepadamu hiburan yang menarik." Ucap Max dengan berlari ke arah Aulus.
Udara disekitarnya tiba-tiba berubah, dedaunan di sekitarnya saling berterbangan.
Anggota The Strongest Warriors yang baru melihat kemampuan yang dimiliki Max menatap dengan tidak percaya.
"Kini aku mengerti mengapa pil yang di berikan oleh tuan Max mampu memperkuat tubuh kita ini." Ucap Swan dengan menatap ke arah yang lainnya.
"Tidak akan sulit untuk kita menuju puncak dengan kemampuan yang di miliki tuan Max." Vermin menimpali dengan pandangan tidak lepas dari Max.
Max sendiri terus mengayunkan ranting ke arah Aulus. Setiap ayunan ranting akan mengeluarkan efek angin di sekitarnya.
"Aku harus pergi!" Batin Aulus dengan tubuh bergetar, bahkan tangannya saat ini sudah mulai mati rasa.
Max hanya tersenyum tipis melihat raut wajah Aulus yang mulai kelelahan. Terlihat keringat yang membasahi tubuhnya.
"Kau tau? Aku tidak akan melepaskan siapa pun itu yang memiliki pikiran jahat kepada Natasha!" Ucap Max dengan berputar di udara.
Dengan berputar 360 derajat, Max melepaskan tendangan ke arah kepala Aulus.
"Brakk...." Aulus terlempar ke tanah sejauh lima meter.
Max kembali berlari ke arah Aulus, dengan tatapan tajam Max menusuk paha Aulus menggunakan ranting.
"Crasshh...."
"Arghhh..." Aulus berteriak kesakitan. Max tidak menghentikan dengan terus menusuk kedua paha, lengan, dan telapak tangan.
Aulus benar-benar tidak mampu menahan rasa sakit itu lagi, dia dengan bersusah payah meminta pengampunan dari Max.
"Aku membutuhkan alsanamu datang ke tempat ini! Bukan rengekanmu itu!"
"Tolonnggg...hentikannn.. aaakuuu... akaannn mmmeeenjelaskaaan..." Ucap Aulus dengan nafas berat dan rasa sakit di bagian tubuh yang mengeluarkan darah segar.
Max menghentikan gerakannya. Dia kemudian berjongkok di dekat Aulus. "Katakan!"
Dengan susah payah Aulus menjelaskan kedatangan nya ke tempat ini kepada Max.
Aulus mengatakan jika dia berniat bergabung dengan Black Tiger. Dia juga mengatakan ingin membalas dendam kepada seseorang hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Black Tiger.
Dia mengetahui jika di hutan ini terdapat markas cabang Black Tiger.
Max dengan tenang terus mendengarkan ucapan Aulus.
"Bodoh! Berhubungan dengan Black Tiger akan membuatmu menjadi musuh utamaku. Aku bisa saja membantumu untuk membalaskan dendam, tapi aku memiliki satu permintaan yang harus kau lakukan. Bagaimana?"
Max merasa prihatin dengan Aulus, tetapi dia sama sekali tidak menyesali hal yang di lakukan kepada Aulus.
Max memiliki pemikiran untuk tidak pernah bersikap lembek terhadap semua musuh, atau orang yang mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya.
Aulus menganggukan kepala dengan cepat. "Katakan tuan, sebisa mungkin aku akan melakukannya." Ucap Aulus dengan suara pelan.
Max tersenyum.