NovelToon NovelToon
Transmigrasi Angel

Transmigrasi Angel

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Mafia / Badboy / Mengubah Takdir / Teen School/College / Dendam Kesumat / Chicklit
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Adella Putri R.

Dia adalah putri kesayangan seorang pengusaha terkenal dan juga mafia. Ibunya mantan Queen mafia, ayah nya pebisnis hebat, dan putri nya juga seorang pebisnis seperti ayahnya, namun juga bisa menggunakan pistol dan pisau seperti ibu. Ia bertransmigrasi ketubuh seorang gadis culun yang malang, dan berniat untuk membantu tubuh gadis yang ia tempati itu mengubah takdirnya. Keluarga yang tidak peduli padanya dan ratu drama yang sok polos, semua nya akan ia balas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adella Putri R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29-Vanya dan Ray

-Sementara itu disisi lain-

🌸🌸Dikantin🌸🌸

"Vanya ada masalah apa, ya!? Kenapa dari tadi dia murung mulu? Senyum juga.. dipaksa. Ada yang tau nggak, Vanya kenapa!?" Tanya Alvian ke yang lainnya.

"Nggak!!!" Jawab mereka semua serempak (kecuali Alvian, Elvora, Leon, dan Eva) setelah tadi saling tatap-tatapan.

"Oh iya, Va, Vanya kan paling dekat ama lu, masa dia gada ceritain masalah nya ke elu, sih!?" Ucap Vanissa.

"Emm... Nggak ada tuh. Nanti deh aku coba tanya ke Vanya, siapa tau dia mau cerita." Balas Eva.

Triing... Tring... (Bunyi bel masuk kelas)

"Yok cabut, dah masuk kelas, nih!" Ajak Alvian dan mereka semua pun bubar.

🌸🌸🌸

"Duh, udah bel masuk kelas. Kak Ray tau arah ke kelas, nggak, ya?? Jadi khawatir, tapi kalo aku balik lagi ke ruangan dia, nanti dia mulai lagi deh. Aku masih belum bisa maafin mereka, gimana, ya??"

"Arghh, auk ah, balik lagi aja deh, lagian udah tugas aku buat bantu kak Ray beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Aku gabisa gitu aja lepas dari tanggung jawab hanya karena masalah pribadi." Ucap Vanya yang akhirnya memutuskan untuk kembali keruangan Ray, setelah cukup lama berkelit dengan pikiran nya sendiri.

...****************...

Tok tok..

"Ya, masuk." Balas Ray dari dalam ruangan nya.

Ceklek..

"Kak.. Emm, maksud saya, Pak Ray, saya akan antar bapak ke kelas. Mari ikut saya." Ucap Vanya sambil terus memandang kebawah, ia tidak sanggup untuk melihat wajah orang yang telah menghianati kepercayaan nya itu.

"Ah, iya Van, ayo!" Balas nya yang agak canggung. Dan, mereka pun berjalan bersama menuju kelas Vanya.

"Vanya, kakak min--"

"Kak, jaga etika kakak, kita lagi dikoridor kelas, jangan sampai ada yang tau masalah pribadi kita. Aku yakin, kakak nggak mau dapat rumor yang kurang mengenakkan, bukan?" Balas Vanya cepat dengan memotong ucapan Ray.

"Oh.. Iya, sorry Van."

"..."

🌸🌸🌸

"Eh eh, gess, ada guru baru loh.. dikelas kita. Dan kabarnya, dia bakalan gantiin wali kelas kita yang lama. Dia juga masih muda loh.. umurnya sekitar 21 tahun." Heboh salah seorang murid perempuan dikelas.

"HAH!??? Seriusan lo, nyet? Kagak ngadi-ngadi, kan!??" Tanya murid lain yang ikut terkejut.

"Ya serius lah, ny*ng, yakali gue becanda." Balas nya dengan memutar bola matanya malas.

'ceklek' bunyi pintu dibuka.

Untuk sesaat semua siswa/i terdiam cengo, akan tetapi setelah itu mereka langsung sigap duduk kembali ke tempat duduk nya masing-masing.

Begitupun dengan Vanya, ia langsung pergi ketempat duduk nya tanpa mempedulikan sekitarnya.

"Selamat pagi, semua."

"Selamat pagi juga, pak!" Sahut semua murid serentak.

"Itu siapa aja yang nggak masuk?" Tanya Ray saat mengetahui ada beberapa bangku yang kosong, tapi ada tas sebagai tanda bahwa bangku-bangku itu memiliki penghuni yang entah sedang kemana.

"Itu mereka, pak!" Ucap Deo saat melihat rombongan Vanya didepan pintu. Mendengar itu, Ray pun menoleh dan mendapati keempat murid nya yang baru datang.

"Assalamualaikum, pak." Sahut Eva dan ketiga sepupunya.

"Waalaikumsalam..., silahkan masuk!" Ucap Ray mempersilahkan mereka untuk masuk. Mereka pun langsung masuk dan duduk dibangku masing-masing.

"Baiklah, perkenalkan saya Raynard Frederick, umur saya 21 tahun, saya akan menjadi wali kelas sekaligus guru matematika kalian yang baru."

"Baik, pak!!!" Balas siswa/i serentak.

"Yah... Ini sih kemalangan dibalik keberuntungan." Keluh para siswi dalam hati, akan tetapi wajah mereka tetap tersenyum manis memandangi wajah guru baru itu.

🌸🌸🌸

"Van, lo kenapa?" Tanya Eva khawatir.

"Aku nggak kenapa-napa." Jawab Vanya sambil tersenyum tipis.

"Itu berarti kamu kenapa-napa! Jawab! Ada apa?" Tungkas Eva.

"Maksud kamu?"

"Buktinya, kamu langsung jawab 'nggak kenapa-napa'. Padahal kalo kamu baik-baik aja, kamu bakal balik tanya dan bukan nya ngejawab kayak tadi." Jelas Eva yang sudah mengenal kebiasaan Vanya.

"Aku... Tolong kasih aku waktu sedikit lagi, Va. Aku masih butuh waktu untuk ceritain ini semua kekalian termasuk kamu. Please!?" Pinta Vanya dengan memelas.

"Fyuh, okey. Aku bakal kasih kamu waktu, tapi ingat! Kami semua apalagi aku, akan selalu ada untuk kamu, okey?!" Terang Eva. Mendengar perkataan sahabat nya itu, Vanya merasa terharu dan mengangguk sebagai jawaban.

......................

"Baiklah, sampai disini saja pelajaran hari ini. Tugas yang saya kasih akan dikumpulkan Minggu depan, mengerti!?" Ucap Ray.

"Mengerti, pak!" Jawab para murid, serentak.

"Vanya, tolong nanti kamu ke kantor saya. Ada beberapa barang pak Herman yang masih tertinggal diruangan saya, sekaalian kamu bantu saya untuk beradaptasi." Perkataan Ray itu berhasil membuat semua siswa/i disana terkejut bukan main.

"Baik, pak." Balas Vanya yang membuat Ray pergi dengan senyum lega karna mengira Vanya akan menolak, tapi ternyata tidak.

"Bentar deh, si Vanya, kan, baru Seminggu jadi mubar disekolahan ini! Kok, dia bisa dipilih jadi pemandu pak Ray, sih? Pak Rendra yang udah pikun apa gimana, nih!?" Bisik salah seorang siswi.

"Tauk, mungkin kebetulan aja, kali!" Balas salah satu siswa, acuh.

"Benar kata mereka, ada yang aneh!" Sadar akan hal yang ganjil itu, akan tetapi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan nya.

"Van, yuk ke kantin!" Ajak Eva.

"Oke!"

🌸🌸🌸dikantin🌸🌸🌸

"Van, lo kenapa disuruh kekantor pak Ray cuman untuk ngembali'in barang pak Herman, sih? Kan, ada satpam disekolah kita!" Ujar Vian bingung.

"Aku juga nggak tau, yang jelas aku dikasih tanggung jawab untuk bantu ka-pak Ray beradaptasi disekolah ini." Jawab Vanya tersenyum tipis.

"Kak?!!!? Lu kenal dengan guru baru itu?!?" Tanya Nissa curiga.

"Ng.. ya-ya gitu deh." Balas Vanya gagap. Setelah menjawab seperti itu, semua hanya bisa diam memikirkan topik apa yang harus mereka bicarakan.

"Jadi, dia yang buat Vanya murung kek gini!?" Eva pun mulai berpikir. Xafier yang memperhatikan wajah serius nya Eva yang sedang berpikir, tau bahwa Eva pasti memikirkan tentang alasan kenapa Vanya sampai murung hanya karena kehadiran Ray.

Via chat on*

Anda

{*mengirim foto}

{Chris, tolong cari tahu tentang dia!}

Crhis

{Oke, Xafier.}

Via chat off*

"Vian!" Panggil Alvira. Setelah hening sesaat, akhirnya Alvira angkat suara.

"Pa'an?" Tanya Alvian.

"Muka lu ngerusak pemandangan, tau, nggak?!" Jawab Alvira dehgan wajah santai.

"Enak aja lu, muka cakep kek gini lu katain 'ngerusak pemandang'? Really!?" Balas Vian dengan tatapan tak percaya.

"Idih, sok inggris, sok kecakepan, sok-sok an lu!!" Balas Vira sarkas.

"Lu napa, sih, Vira? Tetiba ngatain gue? Ngajak gelut lu?" Heran Vian.

"Adyuh~, atut adek!" Ucap nya dengan nada mengejek.

"Pufft, bwahahahaha." Seketika tawa mereka semua pecah, begitu juga dengan Vanya. Menyaksikan Vanya yang kembali tertawa membuat mereka semua merasa senang.

-15 menit kemudian-

Via chat on*

Chris

{Nama : Raynard Frederick

Umur : 21 tahun

Lulusan terbaik dari univ ternama di Amrik, sempat

tinggal beberapa tahun di Indonesia namun pindah ke

Amrik untuk alasan pendidikan. Namun, pak, saya

merasa alasan nya untuk pindah ke Amrik karena

pendidikan sedikit ganjil.}

Anda

{Ganjil bagaimana, maksudmu?}

Chris

{Dikatakan bahwa alasan nya pindah ke Amrik adalah untuk pendidikan nya. Padahal, dia masuk ke kampus ternama di indonesia ini. Dan, sebelumnya juga tidak ada rencana untuk sekolah di universitas luar negeri. Terasa seperti perencanaan yang mendadak, Xafier.}

Anda

{Kerja bagus, Chris. Terima kasih.}

Chris

{Bahasa formal lo kumat lagi!}

Anda

{Kan, lu juga pakai bahasa formal!}

Crhis

{Gue ngikut lu.}

Anda

{Alasan.}

Chris

{Serah!}

Via chat off*

1
Habibah Romina
tambah membingungkan Thor
bagus ceritanya tapi kurang dengan penjelasannya ,, 🙏🙏😅😅
azka aldric Pratama
smpe lupa alurnya 🤧🤧🤧
azka aldric Pratama
semangat Thor 👍👍👍
ETERNAL: iya, makasih.😊
total 1 replies
Iza Mahriza
Semangat Thor
Diva Wulandari
Karya kamu keren banget
aku selalu suport kamu
kamu yang rajin ya up cerita nya
Diva Wulandari
cerita nya menarik banget,bagus
Diva Wulandari
semangat
ETERNAL: makasih
total 1 replies
Diva Wulandari
keren banget
sering sering up ya
ETERNAL: iya, kaget saya mbak. mbak Diva yang saya kenal kah??
total 1 replies
787 Erni
muter bacanya buat stress
Lislus Lues
lanjooooot.... semangat...
ETERNAL: makasih
total 1 replies
Rasya Amanda
kerennnn
C1nt4
aku sampe hampir lupa ceritanya thor lama g up
ETERNAL: mohon maaf ya, bagi para redears yang sudah lama menunggu update-an terbaru dari novel "Transmigrasi Angel"
total 2 replies
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
Lanjut lanjut
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁: Ok nanti redblack mampir kalau ada waktu luang😊
total 2 replies
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
Lanjut baca
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
Tinggalin jejak
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
Setangkai mawar agar author lebih semangat
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
redblack mampir lagi ni, baru ada waktu luang
Nadine Wulans
lanjutt
ETERNAL: oke😊👌
total 1 replies
Nadine Wulans
lanjut dobel up hhh🌹
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak😀
total 1 replies
Nadine Wulans
trims udah ip n di tunggu up lanjutnya🌹
Nadine Wulans: sama" n semangat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!