Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerberus
Ternyata ia berhasil. Bola api itu berhasil ia belah menjadi dua sehingga tak mengenainya.
"Kekuatan pedang ini sungguh luar biasa!" Gumam Arthur.
Untuk mengakhirinya pertarungan ini secara langsung tentunya ia harus langsung menyerang jantung musuhnya itu.
Arthur pun mendarat di atas pundak Cerberus.
Belum juga Arthur menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri, tiba tiba kepala bagian kanan dan kiri dari Cerberus itu menyerangnya secara bergantian.
Arthur pun menebas keduanya secara horizontal dengan bergantian dan berhasil merobek mata dari kedua kepalanya itu sehingga menghasilkan cipratan darah yang cukup banyak dan sedikit membasahi tubuh Arthur.
Kini Cerberus itu telah kehilangan seluruh penglihatannya.
Sekarang Arthur hanya cukup mengakhiri ini semua dengan menusuk jantung musuhnya itu.
Ia berdiri dan mencoba menyeimbangkan tubuhnya namun tetap gagal karena Cerberus itu terus mengamuk dan menyerang ke seluruh arah karena tak tahu keberadaan musuhnya.
Itu semua karena cerberus tak memiliki Indra peraba pada kulitnya sehingga ia tak bisa merasakan Arthur yang sedang berada di atas pundaknya namun tetap bisa merasakan sakit jika dilukai. oleh karena itu lah Cerberus menyerang ke segala arah.
.
.
.
.
"Sial! Ini terlalu sulit" Ucap Arthur yang masih berpegangan ke tubuh Cerberus.
Cerberus itu terus mengamuk, dan melompat lompat dan hingga akhirnya matahari pun terbit.
Cahaya matahari mulai menjalar ke seluruh tempat.
Tiba tiba kulit Cerberus mulai melepuh akibat terkena cahaya matahari.
Cerberus itu pun kembali mengeluarkan raungan yang cukup besar dan menggelegar sehingga membuat burung-burung yang sedang tidur di hutan beterbangan akibat teriakannya itu.
Kulitnya mulai melepuh ke segala sisi. Cerberus pun langsung berlari untuk menghindari cahaya matahari itu dan sialnya Arthur karena musuhnya itu akan membawanya kembali ke dalam hutan yang memiliki kegelapan abadi.
Arthur pun langsung mengambil belati kecil yang berada di pinggangnya dan menusukkan belati itu ke samping perut musuhnya.
Kemudian ia menjatuhkan dirinya ke samping dan menggantung sambil berpegangan pada belati dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya itu langsung menebas kaki bagian depan dari Cerberus itu.
Seketika Anjing raksasa yang dikutuk oleh Hades itu roboh. Karena telah kehilangan kaki depan bagian kanannya.
Namun karena tekad dan keinginan untuk tetap hidup yang kuat, anjing itu kembali berdiri meskipun telah kehilangan satu kaki dan tubuhnya penuh luka bakar akibat matahari.
Namun sebelum Cerberus itu berlari kembali, Arthur yang sedang berada di bawahnya langsung menyerang kaki depan yang satunya sehingga terputus kembali.
Cerberus itu pun kembali terjatuh ke samping dan kini ia tak bisa melakukan apapun lagi.
Suara raungan yang menyedihkan terdengar dari kedua mulut anjing itu. Ia meraung-raung seperti anjing yang sedang kesakitan sambil menghentak hentakkan kaki belakangnya.
Arthur yang melihatnya pun sedikit merasa kasihan dengan anjing itu. Bagaimanapun juga sebenarnya Cerberus itu berawal dari anjing biasa yang dijadikan monster oleh Dewa Hades untuk menghabisi manusia pada saat perang dahulu kala.
Arthur pun kemudian berjalan menghampiri Cerberus itu dan mengelus elus punggung anjing itu yang perlahan kehilangan energinya dan akhirnya diam.
Tubuh anjing itu perlahan dari bagian kaki terurai menjadi abu berwarna hitam yang berterbangan ke atas langit.
Seketika sebuah ingatan kembali muncul di kepala Arthur. Ia memegangi kepalanya yang kesakitan.
Sebuah ingatan itu memperlihatkan sebuah pemandangan yang sama dengan yang ia alami saat ini.
Ingatan itu memperlihatkan ia sedang berada seperti di taman kerajaan yang sedang mengelus elus kepala sebuah kuda berwarna hitam yang memiliki tanduk dan sayap di tubuhnya.
Kuda itu terlihat sedang sekarat. Bukan hanya kuda itu saja, bahkan di sekelilingnya juga dipenuhi oleh mayat mayat prajurit yang bergelimpangan bermandikan darah di lantai sehingga membuat lantai yang berwarna putih keemasan itu berubah menjadi berwarna merah akibat banyaknya darah yang mengalir dari mayat mayat itu.
"Ingatan apalagi ini?!" Arthur memegangi kepalanya yang kesakitan.
Ingatan itu pun menghilang.
Meskipun cuma sesaat tapi ingatan tersebut sangat membekas.
Arthur pun kembali melihat ke arah Cerberus itu. Ternyata anjing itu seutuhnya menjadi butiran abu. Namun, di antara gundukan abu itu terdapat sebuah batu permata berwarna ungu. Permata itu terlihat sangat indah.
Arthur pun kemudian mengambilnya.
"Apa ini?" Ucap Arthur. Ia sedang memandangi permata itu.
Permata itu adalah sumber kekuatan yang ada pada Cerberus tadi. Di dalam permata itu tentunya terdapat kekuatan dari dewa Hades.
Sungguh beruntung sekali Arthur dapat mengalahkan beast yang sangat langka sehingga ia bisa mendapatkan item kelas Dewa.
.
.
.
Tiba-tiba saja permata yang ia genggam terserap ke dalam telapak tangannya sama seperti saat ia membeli beli pedang pasar gelap.
Ia terjatuh. Tubuhnya langsung mengejang dan jantungnya pun berdetak sangat kencang seperti tidak kuat menerima kekuatan yang sangat besar itu.
"A-apa ini?! Sesuatu seperti sedang mengoyak ngoyak tubuhku dari dalam" Ucap Arthur dalam hati. Ia terus memegangi dadanya sambil meringis kesakitan.
Sebuah tanda muncul di tengah dadanya. Kemunculan tanda itu disertai dengan rasa seperti terbakar.
Arthur membuka sedikit kerahnya untuk melihat apa yang terjadi dengan dadanya, dan tampaklah sebuah tanda ✡.
"✡"
Namun ia tak mengetahui sedikitpun dari tanda yang muncul di tubuhnya itu.
.
.
.
.
Keheningan di pagi hari itu pecah ketika terdengar sebuah suara tepuk tangan yang berasal dari belakang Arthur.
Arthur pun langsung menoleh ke belakang.
Terdapat seorang pria dewasa yang terlihat seperti menggunakan pakaian hanfu berwarna putih.
Wajahnya terlihat rupawan dengan rambut hitam yang panjang. Pria itu memiliki ikatan kepala yang sama dengan Achilles.
"Hebat!, aku tidak menyangka pria itu akan mengirimkan anak semenarik ini" Ucap pria itu sambil tersenyum dan bertepuk tangan seolah mengetahui apa yang sudah Arthur lalui.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like dan komen yaaa.
Terimakasih🙏
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍