NovelToon NovelToon
Suamiku Pura-pura Buta

Suamiku Pura-pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?

Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.

Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 29 Acara Pernikahan

Untuk kesekian kalinya, pelukan Yeon, benar-benar menenangkan hati Yuna yang diselimuti dengan kegalauan akut tingkat dewa. Hatinya serasa sesak kala memikirkan orang yang dicintainya tak dapat lagi dimilikinya. Bahkan untuk mengucapkan kata perpisahanpun tidak bisa. Itulah yang sangat disesalkan Yuna, ia tak mungkin punya muka lagi bertemu dengan Yeon untuk selama-lamanya.

Di sisi lain, Yuna merasakan kenyamanan tersendiri saat calon suaminya ini merengkuhnya ke dalam pelukannya yang hangat. Mungkin Yuna butuh waktu lagi untuk melupakan Yeon dan mencoba belajar mencintai pria asing yang tak terasa asing baginya. Beberapa jam lagi, hidup mati Yuna akan menjadi milik pria tampan ini selamanya.

“Bisa … lepaskan aku? Kau … memelukku terlalu erat. Aku … serasa sesak napas,” gumam Yuna dalam dekapan Yeon.

Tanpa suara, Yeonpun merenggangkan pelukannya tapi tak ingin melepaskan Yuna. “Biarkan aku memelukmu seperti ini, sebentar saja. Biarkan begini 5 menit saja.” Yeon masih memejamkan mata merasakan apa yang dirasakan Yuna. ia sangat mencintai gadis cantik ini.

Sejak pamannya melemparnya ke dalam lintas waktu beberapa tahun silam di hari pernikahan kakak sepupunya, yaitu Rey dan Rhea,Yeon memutuskan untuk memilih jalan ini. Jalan terjal, dan menyakitkan, tapi berujung bahagia. Keputusan Yeon untuk tak segera memberitahu Yuna tentang siapakah dia sebenarnya, ada hubungannya dengan kejadian yang sudah digambarkan Refald padanya, sebab itulah ia menahan segala rasa meskipun harus menyakitinya dan juga Yuna.

Dua insan ini saling berdekatan, tapi serasa jauh, mereka saling mencintai satu sama lain, tapi bagai orang asing. Takdir ini memang harus dijalani Yeon dan Yuna jika mereka berdua ingin hidup bahagia selamanya.

Begitu kau menjadi milikku, akan aku bereskan semua batu yang menghalangi kebahagiaan kita berdua satu persatu. Akan kuganti penderitaanmu dengan kebahagiaan bersamaku. Aku janji padamu, my dear Yuna. batin Yeon.

“Ini sudah lima menit, lepaskan aku. Bukankah kau ingin bicara padaku? Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Yuna mulai ingat tujuan Yeon datang kemari menemuinya.

“Ah … hampir lupa. Nanti malam saja, setelah acara pernikahan kita selesai di gelar.” Yeon sudah terlihat biasa tanpa memperlihatkan kesedihannya pada Yuna.

“Tapi kau bilang, malam ini aku bisa bertemu dengan kepala desa.”

“Kau memang akan bertemu dengannya dan membicarakan banyak hal. Sekarang, tulis semua mahar yang kau inginkan di kertas. Aku belum menikah sebelumnya, jadi aku tidak tahu mahar apa yang diinginkan wanita di hari pernikahan. Biar anak buahku membisikkannya padaku saat ijab qobul nanti.” Enteng sekali Yeon berkata seperti itu seolah kebutaannya bukan menjadi masalah besar. Benar-benar akting yang luar biasa.

“Sudah kubilang, aku tak ingin mahar apapun, terserah kau mau berikan mahar apa,” ujar Yuna lirih dan semakin sedih.

“Katakan saja, apa yang kau butuhkan. Tidak mungkin aku menikahimu tanpa mahar apapun. Aku beri waktu kau 10 menit untuk menuliskan maharnya sebelum emak-emak triple S itu datang.”

Yuna berpikir sejenak dan memerhatikan sekeliling. Tiba-tiba terlintas dipikirannya mahar apa saja yang diinginkan Yuna dan gadis itu langsung menuliskannya di atas kertas.

“Ini.” Yuna menyerahkan secarik kertas berisi deretan mahar yang ia inginkan pada calon suaminya. “Jangan dibuka sekarang!” larang Yuna.

“Meskipun kubuka sekarang, aku tak bisa lihat, kan aku buta.”

“Tetap saja. pokoknya aku tidak mau kau membukanya sekarang. Jangan didepanku. Aku … ma-lu.” Yuna menundukkan wajahnya sambil memainkan kakinya sendiri.

Yeon hanya tersenyum melihat Yuna bertingkah seperti anak kecil yang baru saja meminta hadiah ulang tahun. Iapun memasukkan kertas pemberian Yuna ke dalam kantong saku celananya. “Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi … miss Leon.”

“Tunggu! Kenapa kita tidak menikah berdua?” pertanyaan Yuna jadi ambigu karena gugup.

“Yang menikah memang hanya kau dan aku saja, apa …. kau ingin ada wanita lain dalam pernikahan in?”

“Tidak!” jawab Yuna cepat. “Bukan begitu … ehm … maksudku … aku duduk disampingmu saat kau mengucapkan ijab qabul,” terang Yuna. “Tapi …,” lanjutnya ragu-ragu. “Jika kau … menginginkan wanita lain untuk kau nikahi … aku …,”

“Kau tenang saja my dear Yuna,” potong Yeon langsung sebelum bidan cantik ini melanjutkan kata-katanya. “Aku adalah tipe orang yang Sabtu,” ujarnya ambigu.

“Sabtu? Apa maksudmu?”

“Sabtu itu … Serius, Aku … BuTuh kamU. Kalau disingkat kan jadi SABTU,” kekeh Yeon. Sungguh candaan yang garing untuk Yuna. “Aku tak butuh wanita lain selain dirimu. Itu maksudku, aku romantis, kan?” Yeon tersenyum manis dan sangat menawan kalau dipandang.

“Romantis apaan? Dasar tukang gombal! Jawab pertanyaanku tadi, kenapa aku tidak bisa duduk disampingmu saat kau mengucapkan ijab qabul?”

“Apa … emak-emak triple S tidak memberitahumu soal peraturan pernikahan di desa ini?” Yeon malah balik bertanya

“Iya, mereka memberitahuku, tapi kau sendiri melanggar peraturan itu. Harusnya kau tak boleh menemuiku sampai hari H itu dilangsungkan.”

“Aku pengecualian my dear Yuna. Lagian aku tidak melanggar. Aku tak bisa melihatmu. Jadi, peraturan itu masih tetap kupatuhi.” Dasar Yeon tukang cari alasan.

“Kau tak bisa melihatku, tapi kau bicara dan memelukku? Apa bedanya itu?” sanggah Yuna.

“Ya itu tadi, aku … pengecualian. Kenapa begitu? Kepala desalah yang akan menjelaskan.” Calon suami Yuna ini tetap tidak mau kalah bila berdebat dengan Yuna. Ada saja alasan yang Yeon ungkapkan untuk mengelabuhi Yuna sehingga gadis itu tak bisa berkata-kata lagi.

Karena sudah tak ada lagi yang dibicarakan, Yeon bersuit memanggil anak buahnya yang ternyata berada di belakang rumah lalu melompati jendela kamar Yuna masuk ke dalam kamar begitu saja tanpa permisi pada pemilik penghuni rumah ini. Tentu saja bidan cantik itu tersentak melihat tingkah orang-orang ini, mirip seperti maling rumahan saja.

Bagaimana tidak? Pengawal itu membimbing Yeon melompati jendela kamar Yuna untuk keluar dari kamar supaya tidak diketahui penduduk desa. Gila nggak sih? Ada ya, orang mau nikah, mempelai prianya melompati jendela mempelai wanitanya dulu? Dasar bengek banget si Yeon ini. Seandainya seluruh kelakuan bengeknya diketahui Leo dan Shena, mungkin si Yeon ini sudah dibikin dadar gulung sama kedua orangtuanya yang terkenal dengan julukan ‘nggak ada akhlak’.

Sebelum pergi, Yeon sempat balik badan menghadap jendela yang baru saja dilompatinya. Atau lebih tepatnya, ia menatap Yuna yang berdiri tertegun kearahnya. “Oh iya … siapa nama lengkapmu? Aku … hanya tahu kalau kau bernama Yuna,” tanya Yeon.

“Namaku … Ayuna Feray Eugic. Nama ayah kandungku adalah … Hector Eugic.”

Yeon manggut-manggut. “Oke, namamu bagus. Bye!” Yeon melambaikan tangan sambil tersenyum lalu dituntun pergi oleh pengawalnya.

Dasar begundal, nanyain nama lengkap calon istri seperti pertanyaan yang ditanyakan para penagih hutang! Batin Yuna.

Tak berselang lama setelah kepergian Yeon, emak-emak triple S itu datang dan langsung masuk ke dalam kamar Yuna. Awalnya, gadis cantik itu sempat kaget mendengar suara berisik mereka yang terlhat sangat bahagia, tapi Yuna mencoba bersikap normal agar tidak dicurigai kalau calon suaminya baru saja pergi dari sini.

“Kami datang, Non bidan. Anda sudah selesai membersihkan diri, kan? Mari, duduklah di sini. Kami bertiga akan mengubah wajah cantik anda ini bak bidadari yang turun dari kahyangan.” Shin Ni Mas membawa 1 koper besar berisi alat make up dan pakaian pengantin yang akan dikenakan Yuna.

Wajah Yuna hanya bisa melongo menatap koper hitam besar itu dibuka. Iapun pasrah didudukkan dan dijadikan boneka percobaan para emak-emak triple S ini.

***

Acara ijab qobulpun dilangsungkan di KUA. Yeon beserta saksi dan wali hakim yang mewakili Yuna, telah hadir di gedung putih yang terletak tak jauh dari lokasi balai desa Malingmati. Semua warga tampak antusias menghadiri acara sakral dari orang yang paling penting bagi seluruh warga desa Malingmati. Usut punya usut, Yeon bukanlah sembarang orang bagi penduduk desa. Calon suami Yuna ini merupakan salah satu maskot desa yang sangat orang-orang ini hormati dan hargai. Sebab itulah begitu Yeon datang, semua orang menyambutnya dengan meriah.

Terlepas dari itu, tak sedikit pula wanita yang terpaksa haru mengalami patah hati massal karena sang belahan jiwa akan melepas masa lajang bersama wanita lain yang baru saja datang ke desa ini. Namun, mereka semua sadar diri bahwa wanita yang dipilih Yeon memang jauh lebih cantik dan berpendidikan dari pada mereka semua. Apalagi Yuna, adalah bidan desa. Jelas para wanita yang ada di kampung ini kalah saingan. Alhasil, para kaum hawa, hanya bisa menangis dipojokan meratapi nasib ditinggal idola nikah.

Wajah Yeon begitu tampan ketika memakai pakaian pengantin adat yang biasa dikenakan di desa ini. Ditambah lagi, ia memakai blangkon istimewa dengan nuansa terang, semakin berkilaulah wajah Yeon sehingga menyilaukan mata setiap orang yang melihat ketampanan paripurnanya. Benar ciptaan makhluk Tuhan yang sempurna.

“Pak Leon memang tampan sekali … beruntungnya wanita yang bersuamikan dirinya,” ujar para wanita yang meyaksikan momen sakral ijab qobul yang dilakukan Yeon saat mempersunting Yuna untuk mejadi istri sahnya.

“Saya terima nikahnya, Ayuna Feray Eugig binti Hector Eugig dengan mas kawin seperangkat alat solat, panci, teflon, kompor gas, kulkas, alat pembersih rumah, serta peralatan dapur, dan juga semua benda-benda yang dibutuhkan di rumah dinas, dibayar tunai.” Yeon agak aneh saat mengucapkan semua mahar yang diminta Yuna sampai ia bingung apakah ia melanjutkan qabulnya atau tidak.

Untungnya, penghulu bisa menerima semua mahar itu dan iapun berseru, “Bagaimana para saksi? Sah?” tanya pak Park To No.

Semua orang langsung saling pandang tatkala mendengar mahar yang diberikan Yeon untuk Yuna. Namun, mereka akhirnya mengerti dan langsung berteriak lantang, “SAH!”

“Sah!” seru semua warga yang lain ikutan para pelopor mereka.

“Alhamdulillah, selamat pak Leon. Kalian berdua sudah sah sekarang.” Pak Park To No langsung menjabat tangan Yeon yang menutup wajahnya dengan satu tangan kerena geram dengan mahar yang dituliskan Yuna padanya.

Yuna ... apa yang kau lakukan? batin Yeon.

BERSAMBUNG

****

DILARANG TERTAWA! TITIK!

1
Siska Sutartini
untung gak pindah alam tuh dua pemuda gegara keonengan mereka sendiri 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
mau juga dong dibelikan sawah sama ayang beb.. tapi ayang bebnya masih ntah dimana keberadaan nya 😂😂 ikut menghaluu juga
Siska Sutartini
hadeh Yuna, itu namanya berlebihan. membantu sih membantu tapi ga gitu jg konsepnya. ya udah skrg giliran kalian yg jualan barang dagangan td biar ada duitnya lg 😁😁
Siska Sutartini
astaga dragon itu nama...wow keonengan yg kasih nama ruar biasaa. haluuu nya udah tingkat tinggi ini 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
ampun dah bengek bener dikatain bekantan 🤣🤣🤣. hayoo yuna palsu ketemu sama. yeon palsu cucok. meong 😆
Siska Sutartini
ya ampun bisa bengek kita kalo ngeja nama penduduk desa ni satu-satu 🤣🤣🤣
Teh Yen
haha Shena keren rasain emng enk d timpuk pake sandal ada hak tingginya pula hihiii 😁
Teh Yen
xixiii kalian lucu sekali
Teh Yen
waduh kecolongan siapa tuh yg brnai nembak Yeon ????
Teh Yen
baru ngeeh saat ayah mertuamu blng kalau suamimu itu engg buta pdhl td Yeon udh d ngaku d bilang kalau dia engg buta malah d sangka bercanda hihii
Teh Yen
itu pasti ayahmu yah Yeon
Teh Yen
siapa dia Yuna ??? bukan Pana refald yah hemm tebakan ku salah ternyata hehe 😁✌️
Teh Yen
knp aku merasa ini ada yg janggal ,,jangan" ini perbuatan biksu tong (paman refald ) yg ingin menggelar suprise pesta pernikahan Yeon d Yuna benarkah itu ???
Teh Yen
haah rasain hajar lagi sheina wanita seperti Ida memang harus d beri pelajaran huh 😤
Teh Yen
nah loh tau rasa makanya jangan berlebihan Yuna kasih saja seperlunya engg ush nguras dompet jg hadeuuh
Teh Yen
ah aku penasaran apa yg d lakukan Shena pad wanita jalang itu yah ???
Teh Yen
akhirnya pedang naga Geni nya bisa masuk sarangnya wkwkkk 🤭
Teh Yen
xixii kasian Yeon d dorong ampe jatuh dari kasur 🤭🤭
Teh Yen
wah hilang lah sudah masa depanmu mike bisa bisa d potong habis tuh burung hihiii
Teh Yen
hahahaa rasain mike enk jg yah pura pura buta c yeon bisa melakukan sesuatu tanpa tau d depan ada apa kan engg bisa liat kalau kena orang blng aj engg sengaja 🤭 kan engg liat haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!