Orang Jahat adalah orang baik yang merasa sakit hati dan kecewa akan suatu hal yang membuatnya merasa tidak adil.
Perjuangan Axel dalam membalas dendam kepada Eric yang telah membunuh seluruh keluarganya.
Apa saja yang akan dilalui Axel ketika menjalankan misinya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Laiseu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Bersama
Sudah cukup lama pria itu berdiri di depan pintu, hanya terus menatapnya dengan lekat. Membayangkan bagaimana kabar sosok gadis di balik pintu itu.
Sudah 10 menit berlalu, tetapi Axel masih belum memberanikan diri untuk mengetuk pintu itu.
"Bagaimana kalau dia sedang tertidur? kehadiranku hanya akan menganggunya saja" mengurungkan niatnya kembali untuk mengetuk.
Saat hendak berbalik dirinya mendengar suara isak tangis.
BRAK.
Suara pintu yang terbuka mengejutkan gadis cantik itu, menoleh ke arah sumber suara. Jean tampak sangat menyedihkan, dengan kelopak mata yang sudah membengkak serta hidung yang merah.
"Axel" ucapnya dengan sesegukan.
Hendak berdiri untuk menghampiri Axel tetapi kaki gadis itu keram karena terlalu lama duduk di lantai, tubuhnya terhuyung hampir jatuh.
"Je hati-hati" ucap Axel spontan, langsung berlari dan menangkap tubuh Jean.
Dalam dekapan tubuh Axel, Jean kembali menangis. Rasa hangat serta nyaman yang dia rasakan mungkin tidak akan perna dia rasakan lagi, begitulah pikirnya.
"Aku tidak mau kehilanganmu Axel, tolong jangan pergi" ucapnya dalam hati.
Melihat gadisnya yang tidak berhenti menangis Axel pun memegang dagu gadisnya itu, menatapnya dengan intens. Pandangan mereka bertemu.
"Tolong jangan seperti ini Je, melihatmu seperti ini membuatku hatiku sakit"
Deg.
Axel mendekap gadis itu dengan erat, menghirup aroma shampo yang masih terasa di rambutnya.
"Aku hanya mencintaimu, jadi tolong batalkan pertunanganmu itu. Aku dan Widia hanya teman"
Jean mengongakan wajahnya, menatap Axel dengan perasaan lega kemudian memeluknya kembali.
"Kita baikan ya?" pinta Axel dengan tulus.
"Hm" menganggukan kepala.
Di ruang tamu, Amber terus memikirkan apakah Axel berhasil menjelaskan kesalahpahamannya dengan Jean. Sudah hampir 1 jam tapi Axel tak kunjung kembali.
"Anak itu tidak mungkin kesasar kan? kenapa lama sekali"
Berniat untuk menyusul, Amber pun beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar putrinya. Membuka pintu dengan hati-hati, Amber dapat melihat Putrinya sedang berpelukan dengan Axel.
"Syukurlah, untuk apa aku merasa cemas jika sudah Axel. Aku tau Jean pasti akan senang, tidak sia-sia aku menyuruh pria itu kesini" gumamnya pelan lalu kembali turun.
Hubungan Jean dan Axel kian membaik, bahkan Bram pun sudah merestui hubungan mereka.
"Axel aku seneng banget"
"Aku juga demikian"
Axel mengajak Jean kesebuah taman, berada di tepi danau yang indah semakin menambah kesan romantis.
Mengambil sesuatu didalam jaket kulit yang dia kenakan, Axel menyodorkan sebuah kotak perhiasan berisikan cincin kepada Jean.
"Axel ini?"
"Je, sudah begitu lama kita menjalin hubungan dan melewati berbagai rintangan hingga sampai sekarang kita bersatu lagi, maukah kau menikah denganku. Aku ingin menjagamu selama aku hidup"
"Axel hiks"
"Jangan menangis sayang"
Menganggukan kepalanya Jean pun mengiyakan ajakan Axel.
Lalu bagaimana dengan Widia yang sudah menaruh hati kepada Axel?
Saat sedang memesan cake di sebuah restoran, Widia mendapat sebuah telepon dari sosok laki-laki yang dia kagumi, siapa kali kalau bukan Axel. Widia tampak senang seperti mendapat sebuah lotre.
"Halo Axel"
"Halo Wid, aku dan Jean akan menikah. Aku harap kau bisa datang kepernikahan ku nanti"
Deg.
Bagai disambar petir, senyum Widia pun kian memudar. Kabar yang begitu mengejutkan bahkan menjadi kabar yang tidak ingin Widia dengar sama sekali.
"Wid kau mendengarku tidak"
"Ah iya, selamat ya"
"Terimakasih, yasudah aku tutup dulu teleponnya"
Menyuapkan satu sendok yang baru sampai di mejanya, perlahan air mata Widia pun turun.
"Jika itu yang membuatmu bahagia, aku rela Axel. Aku tidak akan menganggumu lagi"
Tanpa Widia sadari ada sosok yang terus memandanginya, seorang pria yang duduk di dekat jendela kafe.
"Siapa gadis itu, kenapa dia menangis"
Beranjak dari duduknya dan mulai mendekati meja Widia, pria itu duduk di di sebelah Widia tanpa menunggu persetujuannya.
"Siapa kau"
"Aku? aku adalah calon masa depanmu"
"Gila" kemudian pergi meninggalkan pria itu.
"Hei gadis tunggu, kita belum berkenalan"
"Pergi sana kenapa kau mengikutiku"
Menampilkan smirk andalannya pria itu berkata, "Aku tertarik padamu"
Tanpa menjawab perkataan pria itu Widia langsung pergi begitu saja.
"Hei jangan pergi, ingat namaku adalah Gio"
┎┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┒
Kk saya sudah membawa
like👍“30”
jgan lupa back📖 ya💪
like nya👍
Komentar💬
Dan jgan lupa tingalkan jejak👣
Di-Novel “Wanita Raja Hantu😍👌
Saya tunggu✨ kehadiran nya🖤
Skian trimakasih👋
̲┖┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┚.