NovelToon NovelToon
Kelahiran Sang Penguasa

Kelahiran Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:595.7k
Nilai: 4.4
Nama Author: Badtisstha Nafta

halo guys disini saya mau memperkenalkan novel yang baru saya tulis, dan ini novel pertama saya tentang kultivator.

banyak novel tentang kultivator yang ada di sini, dan karena novel-novek itu juga yang membuat saya ingin membuat cerita tentang kultivator ini maka dari itu, jika nantinya ada sedikit kemiripan dengan beberapa novel itu karena saya menjadikan beberapa novel itu menjadi contoh atau inspirasi saya.

namun ini benar-benar murni dari pemikiran saya sendiri, semoga teman-teman pembaca suka dan selamat membaca.
jangan Lupa Kasih Like serta votenya ya agar saya dapat bersemangat lagi dalam melanjutkan cerita ini.

jika teman-teman menemukan kesalahan dalam pengetikan kata atau kalimat, mohon untuk berkometar saja, itu nantinya bisa membantu saya agar bisa berkembang lagi serta saya tau dan dapat merevisi ceritanya nanti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Badtisstha Nafta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semifinal Kedua 2 : akhir perlawanan Lin Biao

maaf buat teman-teman pembaca yang harus kecewa karena saya tidak terlalu bisa membuat alur tentang pertarungan sehingga banyak hal yang saya skip, dan diganti dengan kata-kata yang mungkin membuat teman-teman semua merasa cerita ini membosan kan.

saya meminta maaf sebesar-besarnya, karena tidak bisa memberikan alur cerita yang lebih menarik lagi.

...Selamat Membaca......

...

Lin Tian yang masih tidak ingin membalas serangan Lin Biao pun, cukup senang melihat jika Lin Biao sudah mulai menggunakan tenaga dalamnya untuk menambahkan kecepatan serangannya, namun bagi Lin Tian serangan Lin Biao ini masih dapat dia tahan, karena perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh, Lin Tian sendiri yang sudah berada di tahap Jendral bintang 5, melawan Lin Biao yang baru berada di tahap Surga Bintang 2 pun sebenarnya cukup mudah untuk mengalah kan Lin Biao, namun Lin Tian masih tetap ingin melihat sejauh mana kekuatan saudaranya ini.

dengan kecepatan yang mulai bertambah, serangan Lin Biao pun terlihat lebih bervariasi dari pada sebelumnya, namun lagi dan lagi Lin Tian masih dapat menahan serangan-serangan itu, yang membuat Lin Biao mulai semakin menambahkan kecepatannya lagi dan lagi.

"sial, jika begini terus menerus, nantinya aku akan kalah kelelahan, kuat sekali pertahanan dari saudara Lin Bertopeng ini, tidak ada celah yang bisa aku manfaatkan sama sekali" ucap Lin Biao dalam hatinya.

namun disisi lain, Lin Tian pun akhirnya mulai membalas serangan dari Lin Biao, yang membuat Lin Biao mau tidak mau harus mengubah ritme serangannya, bahkan dia juga harus mulai memfokuskan diri untuk menahan bertahan juga.

"cukup Saudara Biao, aku sudah puas melihat perkembanganmu sejak terakhir kali kita bertemu, namun untuk saat ini kamu belum bisa membuatku terluka, ini sudah terlalu lama kamu mengeluarkan tenaga dalammu" ucap Lin Tian.

"mungkin aku sudah terlalu lama menggunakan tenaga dalam, namun aku masih bisa mengeluarkan tehnik terakhir dan terkuat yang aku miliki, mohon untuk saudara Lin agar mau memberikan kesempatan terakhir untuk aku memperlihatkan kemampuanku" balas Lin Biao.

"Baiklah, satu serangan terakhirmu akan ku terima dengan senang hati" ucap Lin Tian.

"mari saudara, meskipun nantinya aku akan kalah, aku tidak akan menyesal, karena aku sudah berjuang dengan sekuat tenaga yang ku miliki hingga sampai dibabak ini" ucap Lin Biao, yang langsung mengambil jarak untuk melepaskan serangan terakhirnya.

"Jurus Amukan Api, Cakaran Rajawali Api" ucap Lin Biao mengeluarkan jurus terkuatnya.

dari tenaga dalam Lin Biao yang berelemen api, Tercipta siluet se ekor rajawali yang siap mencabik-cabik lawannya menggunakan cakarnya.

"Rajawali serang" teriak Lin Biao.

setelah teriakan dari Lin Biao itu, siluet rajawali tadi langsung menyerang kearah Lin Tian.

Lin Tian yang melihat serangan dari Lin Biao pun juga ikut memberikan perlawannya, namun itu bukan tehnik terkuatnya, melainkan hanya untuk menahan serangan dari Lin Biao saja.

"tebasan Halilintar tingkat 1" ucap Lin Tian tenang bersamaan dengan ayunan pedang Halilintar Miliknya yang membentuk bulan sabit mengarah ke serangan milik Lin Biao.

saat kedua serangan bertemu, Terjadi ledakan yang cukup besar, yang membuat seluruh arena bergetar dan tertutup oleh debu hasil ledakan itu.

perlahan demi perlahan debu pun mulai menghilang, terlihat sosok pemuda yang masih berdiri dengan tenang tanpa ekspresi apapun diwajahnya, sedangkan disisi yang lain, Lin Biao sudah terduduk lemas, lantaran dia sudah mengeluarkan jurus terkuatnya serta menggunakan tenaga dalamnya untuk bertahan dari hasil ledakan yang terjadi setelah tehnik serangan terkuatnya bertemu dengan serang milik Lin bertopeng atau Lin Tian.

"sungguh serangan terkuat dari Lin Biao saja bukan apa-apa dihadapannya, dia memang terlalu kuat untuk menjadi lawan dari Lin Biao saat ini, bahkan dari semua serangan yang Lin Biao berikan tidak ada satupun yang bisa membuatnya tergores oleh ujung pedang dari Lin Biao, bahkan bisa dikatakan pedang Lin Biao tidak dapat menyentuh sehalai rambut dari pemuda itu" ucap tetua pertama dalam hatinya.

begitu pun juga isi pikiran dari para tetua yang lainnya, namun karena hal itu, mereka tidak menyadari akan sebuah senyuman tipis yang dikeluarkan oleh patriak Keluarga Lin.

kedua orang tua Lin Tian yang sudah mengetahui bahwa itu Lin Tian yang sedang menyamar pun cukup senang karena melihat kemampuan anak mereka yang sudah meningkat cukup jauh, dibandingkan saat dulu Lin Tian sebelum berpamitan untuk berlatih di Gunung Petir.

semua orang di tempat itu sama sekali tidak bisa mengenali pedang yang saat ini digunakan oleh Lin Tian, lantaran pedang tingkat legenda itu sangat jarang ada yang mengetahuinya, hanya Patriak dan Leluhur sekte Gunung Pedang serta penguasa-penguasa dari Alam Dewa atau Alam Langit saja yang mengetahui tentang identitas pedang milik Lin Tian ini.

di sekte Gunung Pedang sendiri memang para murid serta para tetua disana sangat memahami semua hal tentang pedang, karena disana memang semua anggotanya mayoritasnya pengguna pedang, namun ada beberapa murid dan tetua yang menggunakan senjata selain pedang.

...

Kembali ke Arena.

setelah melihat keadaan Lin Biao yang sudah kelelahan dan tidak bisa menlanjutkan pertandingan, tetua pertama pun maju ke tengah-tengah arena.

"karena Lin Biao tidak dapat melanjutkan lagi pertandingan ini, maka sudah dipastikan bahwa Lin Bertopeng yang akan melaju ke babak Final" ucap tetua pertama yang disambut dengan tepukan dan seruan meriah dari para penonton.

Lin Tian pun berjalan menghampir Lin Biao.

sesampainya didekat Lin Biao, Lin Tian pun mulai membantu Lin Biao untuk memulihkan tenaga dalamnya yang terkuras saat melawan Lin Tian tadi.

"tenang lah saudara Biao, aku akan membantumu memulihkan diri" ucap Lin Tian.

"terima kasih saudara sudah mau memenuhi tantangan ku meski sudah tau jika kamu dapat mengalahkanku dengan mudah" balas Lin Biao.

"itu tidak masalah buatku saudara Biao, aku ingin melihat kemampuan para pemuda-pemuda yang akan menjadi pilar bagi Keluarga Lin Kita, dengan melihat kegigihanmu tadi, itu sudah membuatku cukup puas" ungkap Lin Tian.

"ehhmm.. terima kasih" balas Lin Biao sekali Lagi.

setelah keadaan Lin Biao cukup membaik, Lin Tian dan Lin Biao pun kembali ke kursi mereka tadi, dan menunggu pertandingan selanjutnya yang pasti antara Lin Shen dan Lin Gong yang saat ini masih menunggu nama mereka dipanggil untuk bertanding.

...

...sampai disini dulu ya readers....

...maaf jika masih banyak kesalahan dan ceritanya tergolong sedikit ngak jelas, karena ini murni dari pemikiran author sendiri....

...semoga kalian suka, dan mohon maaf bila masih banyak kekurangan, jangan lupa like dan komen agar author dapat memperbaiki kekurangan, serta jangan lupa untuk vote biar author lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini....

...see you next bab readers, semoga hari kalian menyenangkan....

^^^salam dari penulis pemula.^^^

^^^^^^Mr. B^^^^^^

1
Imam Subekti
buruk
Dian Pravita Sari
kecewa kecewa selalu itu itu terus komen komen apa gak pernah ditanggapi kok komen
Dian Pravita Sari
para peminat cerita novel tolong tinggal saja aplikasi ini krn selalu dan selalu kl cerita naskah gak diulang pasti ce
ditanya putus di tengah jalan
Dian Pravita Sari: jgn bc novel tolong gak da tanggung jaeabnya
total 1 replies
Dian Pravita Sari
menjadikan males
Dian Pravita Sari
kl. gak niat buatnaskah dan blm tamat gak deah di buat kan menjadikan pembaca kece
ea
kualitas kontrol naskah mana????
Dian Pravita Sari
percuma kritik krn gak pernah ditanggapi quity control. naskah lah paling cerita diiulsmg ulang atau cerita putus tengah jalan gak taman mengesalkan gakhbonafode blas
Alan Banghadi
Bagus lin Tian semoga kamu tambah kuat
Alan Banghadi
Itu anak kamu Patriak lihat saja Dy sudah hebat hukan
Alan Banghadi
Wow Lin tian adalah penguasa semua berhasil jadi yg terkuat👍🏻👍🏻👍🏻
Alan Banghadi
Wow Lin tian adalah penguasa semua berhasil jadi yg terkuat
Alan Banghadi
Lin tian pasti bahagia ketemu adik yg tidak pernah Dy tau
Alan Banghadi
Akhirnya Lin tian sudah kuat dan siap untuk bertempur.semangat tua 👍🏻👍🏻
spooky836
mr babi ke
spooky836
alam plagiat
spooky836
bila plagiat begitu otak ada akal xde
spooky836
plagiat
Jim Mi
awal yg baik, asal jgn putus d tengah
Ihwan Udin
boleh lah
Alif
kalau bisa setiap bab tidak usah selalu di isi tanda tangan
Muhammadjefri
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!