NovelToon NovelToon
Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Genius / Romantis / Tamat
Popularitas:527.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Jangan lupa kasih dukungan kalian, Like, komen, vote, hadiah dan juga kasih bintang rate 5 ya.. 😇

Mimpi itu selalu menghantuinya selama 4 tahun belakang ini. Yudha Abimana Walton, selalu di hantui rasa bersalah. Kehidupan Yudha yang hampa tanpa ada warna kehidupan. Gelap tanpa cahaya, hidup rumah tangganya yang tidak ada keharmonisan sama sekali.

Di saat semuanya terasa sangat berat untuk seorang Yudha Abimana Walton. Seorang gadis desa yang menjadi pengasuh putrinya lambat laun berhasil mengisi kekosongan hatinya.

Kegelapan itu mulai menemukan titi cahaya kebahagiaan di hidupnya. Meski banyak sekali rintangan yang harus dia hadapi.

"Kaulah Cahaya Hidupku. Light Of My Life"


Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Ayahnya?

Di dalam mobil menuju perjalanan pulang, suasana terasa snagat hening dan mencekam. Pak Supir juga merasa heran, tadi sewaktu dia mengantar Tuannya dan juga calon Nona Mudanya tidak terjadi apa apa. Semuanya terasa baik baik saja.

Namun, saat Tuannya menelpon dan ingin di jemput lebih cepat dari waktu yang di tentukan tadi. Pak Supir sudah merasa heran.

Anista bingung harus bagaimana sekarang. Mengingat bagaiamana sikap Yudha tadi. Dia tidak banyak bicara, hanya sesekali menjawab pertanyaan Ibu Nina saja.

"Dia adalah anaku"

Deg

Yudha terdiam, dunia seolah berhenti berputar. Benarkah apa yang di katakannya? Selama ini yang Yudha ketahui jika Anista belum pernah menikah. Lalu kenapa dia bisa mempunyai anak?

"Aku tidak akan meminta penjelasanmu sekarang. Aku menghargai Ibumu, aku tunggu semua penjelasanmu nanti"

Begitulah yang Yudha katakan sehingga membuat Anista menjadi gelisah sekarang. Saat mobil yang mereka tumpangi sampai di pekarangan rumah mewah ini.

Kepala Anista langsung berdenyut, bingung harus menjelaskan darimana pada Yudha. Sementara Anista pun tidak ingin mengingat apapun lagi tentang kehadiran Evan dalam rahimnya 4 tahun lalu.

Yudha menarik tangan Anista menuju kamarnya. Dia ingin tempat yang aman untuk mendengar penjelasan dari wanitanya. Tidak ingin terganggu oleh pelayan di rumah ini.

Yudha duduk di sofa, menatap Anista yang berdiri gugup di depannya. Bahkan Yudha tidak menyuruh Anista untuk duduk, dia sudah merasa kecewa karna merasa di bohongi dan di bodohi oleh Anista. Gadis polos yang dia kira tidak akan membuatnya kecewa.

Yudha mengingat pada pesan yang muncul di ponselnya beberapa hari lalu. Namun, dia tidak menghiraukan nya karna Yudha sangat sangat percaya pada gadisnya. Tidak menyangka jika Anista akan membohonginya seperti ini.

Kekasihmu itu wanita tidak baik, dia memiliki anak yang tidak jelas ayahnya siapa. Mungkin dia memang seorang ja*lang.

Yudha bahkan sempat tertawa membaca pesan yang masuk ke ponselnya itu. Dia mengganggap jika itu hanya orang iseng atau saingan bisnis nya yang ingin menjatuhkan nya.

Aku tidak akan percaya apapun jika tidak aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Tapi, sekarang aku tidak mungkin tidak percaya. Saat aku mendengar sendiri faktanya dari mulut wanita yang sangat aku cintai.

Yudha menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan bersidekap dada, menatap tajam pada Anista. Tatapan yang penuh dengan kekecewaan dan Anista cukup mengerti itu.

Mas Yudha pasti merasa di bohongi olehku. Dia pasti sangat kecewa dengan semua ini. Lalu, apa yang harus aku lakukan.

"Siapa Ayahnya?" Tanya Yudha dingin dan datar.

Tidak ada lagi senyuman di wajahnya, hanya ada wajah datar dan dingin. Ekspresi yang sama seperti pertama kali Anista datang ke rumah ini.

Anista menggeleng dengan tubuh yang bergetar, sungguh saat ini dia tidak ingin mengingatnya lagi.

Yudha tersenyum sinis "Hah.. Kau bahkan tidak tau siapa ayahnya. Memangnya berapa banyak yang menidurimu sampai kau tidak tahu siapa ayah dari anak har*am mu itu"

Deg

Anista merasa dunianya runtuh seketika, dadanya begitu sesak. Tidak pernah menyangka jika pria yang dia cintai akan berkata kotor seperti itu padanya.

Yudha berdiri dan menghampiri Anista yang masih berdiri mematung "Cukup kau berpura pura menjadi gadis polos menyedihkan. Jika pada kenyataan nya kau tidak sepolos itu. Kau tidak lebih baik dari wanita panggilan"

Plakkk...

Tamparan keras mendarat di pipi kanan Yudha. "Dengar Tuan, saya tidak sehina itu. Apa haknya anda menilai saya? Anda tidak tahu apa yang saya alami selama ini" teriak Anista dengan air mata mengalir deras

Yudha mencengkram bahu Anista dan membalikannya hingga Anista terpojok di meja kecil dengan laci kecil di bawahnya.

"Beraninya kau menamparku? Lalu jika kau bukan wanita panggilan lalu siapa ayah anak itu?" Teriak Yudha frustasi

"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu" teriak Anista tak kalah kerasnya

Tangan Anista membuka laci kecil di belakangnya. Meraba raba berharap ada sesuatu yang bisa dia pakai untuk melarikan diri dari Yudha.

Tangannya meraba sebuah kotak kecil di dalam. Mengambilnya dan melemparkan ke arah Yudha. Namun, sayang Yudha sempat menghindar sehingga lemparana Anista meleset dan tidak mengenainya.

Kotak itu terjatuh di lantai sudah terbuka memperlihatkan sebuah jam mahal yang ada di dalamnya. Yudha maupun Anista diam mematung menatap jam tangan itu.

Itukan jam tangan... Tidak.. ini tidak mungkin... Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi.. Tidak...

Anista langsung berlari dan menabrak bahu Yudha yang masih berdiri mematung melihat kotak jam tangan yang tergeletak di lantai.

Anista menangis sesenggukan, berlari keluar dari rumah ini tanpa arah tujuan. Tubuhnya bergetar, dadanya begitu sesak. Hidupnya seolah kembali hancur seperti saat itu.

Tidak ini tidak mungkin...

...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...

Bima baru saja menyelesaikan semuanya, dia sudah tahu siapa wanita itu. Dengan di temani Hasna, Bima mencari pemilik Laundry yang dulu karna Laundry itu telah berpindah pemilik.

"Apa Ibu masih mengingat saya? Saya yang mengantarkan pegawai Ibu pada malam itu. Kejadian 4 tahun lalu" kata Hasna

Ibu paruh baya itu terlihat berfikir dan menatap intens pada Hasna "Oh iya saya mengingatnya. Apa kau pernah bertemu lagi dengan Anista?"

Deg

Bima terdiam, benarkah apa yang dia curigai selama ini. Benarkah apa yang Bima fikirkan setelah mendengar ucapan Anista saat di taman waktu itu.

Trauma? 4 tahun lalu?

Sejak mendengar kalimat itu, Bima sudah menyangka jika Anistalah yang di carinya selama ini. Namun, Bima mencoba untuk menyangkal pemikiran itu.

"Anista? Apa namanya adalah Anista?" Tanya Bima

*Ibu itu mengangguk "Iya, dia gadis dari kampung yang bekerja disini untuk membantu perekonomian keluarganya"

"Namun, sayangnya nasib buruk malah menimpanya. Setelah malam itu, Anista langsung pamit pergi ke kampung nya dan tidak lagi kembali ke sini dan aku pun tidak mendengar kabarnya lagi" jelas Ibu itu*

Jadi selama ini orang yang dia cari sudah sangat dekat dengannya dan Yudha. Bima ingin segera sampai dan memberi tahukan kenyataan ini pada Tuannya.

Hasna melirik pria tampan dan dingin yang sedang menyetir di sampingnya. Apa dia yang telah memperkosa gadis itu. Lalu kenapa baru sekarang dia mencarinya?

"Tuan" panggil Hasna pelan

"Hmm" jawab Bima tanpa mengalihkan pandangan nya yang lurus menatap jalanan di depan nya.

"Kenapa Tuan baru sekarang mencari gadis yang telah Tuan perko*sa itu? Apa Tuan tidak ingin tanggung jawab pada dia" kata Hasna

Bima langsung mendelik tajam pada Hasna "Jika tidak tahu apa apa, diamlah"

Ish.. Aku kan tahu. Buktinya dia saja bertanya padaku karna aku saksinya. Aku laporkan baru tau rasa kau.

Bersambung

Jujur aku juga nyesek pas nulis bagian ini. Ngebayangin sendiri gimana sulitnya hidup Anista selama ini.

1
Erna Riyanto
Semoga cewe yg ditunggu bima berkhianat....dan saat itu pula Hasna menjauh....biar tau rasa si bima ...kasihan Hasna😭
Erna Riyanto
apa mungkin Safira bukan ank yudha
Erna Riyanto
Evan anakmu juga yud
Erna Riyanto
bagus bgt ceritanya...baru bc 15-12-2025
Erna Riyanto
ayo bim...gercep cari informasi
Erna Riyanto
siapa Evan...manggilnya bunda...TPI pas interview SM Yudha...bilang belum menikah...hahhh
Yuliawati Sajo
Evan anak yudha
Ros Yusmiasih
terimakasih author ......tetap semangat untuk berkarya lebih keren lagi.....🙏🏻🙏🏻
Nita.P: mampi di karya terbaruku, judul HANYA WANITA KEDUA.
total 1 replies
Dedeh Rokayah
Luar biasa
reza indrayana
menarik..., tp miris nichh...😥😥
Yeti Karniati
Luar biasa
Fawaz Al ashy
yudha pasti ayah evan. ya kan Thor
Bunda Puput
bahagia bgt seorang istri klo punya suami yg kaya gini, tp ga semua suami yg peka akan hal² sprti ini.
Nita.P: bulan depan realis karya baru. Pantengin terus ya.. pastinya gak kalah seru
total 1 replies
Wati Isna
Lumayan
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Erina Situmeang
jangan" Evan, anis, berhubungan dlm pencarian yuhda selama 4 thn ini🤔tunggu cerita outhor nya aja deh
Jum Neni
ayo anista..mau ya...
Utamy Utamyy
kayaknya Yudha ayah dari evan
Jum Neni
jgn2 Evan anakx Yudha..
Jum Neni
kayaknya menarik ceritanya..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!