Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes DNA
🌹🌹🌹
Ucapan Nadia berhasil mengganggu pikiran Rayyan, sepanjang malam tidurnya tidak tenang karena memikirkan Ayu dan juga bayi nya yang berbeda dan tidak memiliki kemiripan dengan nya.
" Apa benar anak itu bukan anakku dan Ayu selama ini menjebak ku. Bisa saja kan dia ingin harta keluarga nya kembali padanya dengan cuma cuma makanya dia melakukan ini "
Ucapan Nadia terus terngiang di telinganya sehingga merusak akal sehat nya. Sepanjang malam Ia berpikir hingga siang hari nya Ia mengambil keputusan untuk melakukan tes DNA pada bayi mungil tak berdosa itu.
" Bagaimana tindakanmu sekarang sayang, apa sudah kamu pikirkan. Kenapa tidak di lakukan tes DNA sayang, siapa tahu dia itu benar bukan anakmu kamu bisa mengambil tindakan padanya "
Nadia masih saja terus memprovokasi suami nya itu agar melakukan tes DNA, karena Ia yakin betul anak itu bukan anak dari Rayyan. Dengan itu Ia akan tetap menjadi satu satu nya karena Rayyan pasti akan mengusirnya dari rumahnya dan membuat Ayu hidup di jalanan.
" Ia sayang, aku juga sedang memikirkan hal itu. Baiklah nanti aku akan mengurus semua nya. Kamu tinggal di rumah saja dan jangan keluyuran. Jaga anak kita dengan baik " Pesan Rayyan dan Nadia pun mengangguk setuju.
Hari ini Rayyan mampir ke rumah Ayu dan Ayu sangat bahagia. Apalagi kali ini suaminya itu mau bergantian menenangkan Baby Hana yang rewel, Ia bahkan tidak merasa terganggu seperti sebelum nya. Ayu yang tidak pernah menaruh curiga pun akhirnya bisa bernafas lega karena Hana mampu tertidur ketika di tenangkan Rayyan.
Setelah tertidur Rayyan menjalankan aksinya dan tidak lama Ia pun berpamitan pulang demi melanjutkan rencana nya.
" Dia sudah tidur sayang, maaf ya aku jarang kemari, soalnya Nadia juga baru melahirkan beberapa waktu lalu dan butuh perhatian. Ia melahirkan dengan cara operasi jadi butuh perhatian lebih, kamu tidak apa apa kan. Disini juga ada Bi Surti yang menemani kamu ngurusin Hana, sedangkan Nadia. Kamu tahu Nadia tidak begitu mudah percaya pada orang lain p"
Apa yang harus di lakukan Ayu, rasa nya Ia juga ingin protes karena dia juga baru mengalami hal yang sama tapi suaminya itu tidak sama sekali mempedulikan nya, atau meluangkan waktu sebentar saja untuk dirinya dan juga bayi mereka berdua.
" Tidak apa apa Mas, pilihlah yang mana yang penting untukmu. Datanglah jika kamu merasa kami juga penting untukmu "
Kata kata yang lembut namun memiliki arti yang menusuk hati yang bersangkutan tapi sayangnya Rayyan tidak menyadari arti ucapan Ayu. Dia malah merasa bahagia karena Ayu bisa mengerti dan memahami keadaan dirinya.
" Makasih sayang, kamu memang sangat pengertian. Aku akan usahakan untuk mampir kemari nanti ya, tapi sekarang aku harus segera ke kantor karena ada pekerjaan yang penting "
Rayyan berpamitan dan seperti biasa Ayu mencium punggung tangan Rayyan. Ia memejamkan matanya berharap akan di beri kecupan seperti dulu namun harapan nya sia sia. Ketika membuka mata Ia melihat mobil sudah keluar dari halaman rumahnya dan membuatnya hanya bisa meredam rasa kecewa.
Rayyan melajukan mobil miliknya ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA, demi mengobati rasa penasaran nya akan ucapan Nadia.
Ia langsung menemui Dokter yang menangani semua yang Ia inginkan. Setelah berbincang lama akhir nya Rayyan memutuskan untuk kembali.
Hatinya was was menunggu waktu yang di janjikan sang Dokter untuk mengetahui hasil y
tes DNA itu. Ia juga bingung bagaimana harus bersikap nanti kalau ternyata anak itu bukan darah dagingnya.
Apa dirinya harus mengambil tindakan keras, pasti Nadia akan memintanya untuk meninggalkan wanita itu dan juga bayi nya yang masih merah. Tapi kalau memang itu benar, tega sekali Ayu menghianatiku, hamil dengan orang lain dan aku yang harus bertanggung jawab mengenai anaknya bersama orang lain.
Setiap hari Rayyan sebentar sebentar mengecek ponselnya memeriksa apa ada notif yang masuk atau belum. Ia begitu penasaran dengan hasil tes nya.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat