Reina tak menyangka kalau pria bernama Gerald itu berani melamarnya, Pria abg itu berani melamar wanita itu di depan teman-teman sekolahnya.
Gerald memang tergila-gila pada Reina,Tetangga nya yang bekerja sebagai notaris di kantor pemasaran Grand wisata Bekasi.
Siapa yang gak tertarik pada Reina? Cantik, baik, pintar, dan lembut hal itulah yang membuat Gerald jatuh cinta pada Reina.
Awal nya Gerald dapat penolakan dari Reina tapi tak menyerah dan pantang mundur.
Pada akhir nya, Reina luluh juga oleh kekuatan cinta abg tampan itu dan mau menerima lamaran pria muda itu dengan hati bahagia.
Tapi kebahagiaan itu tidak di rasa oleh Risa gadis abg yang memiliki hati buat Gerald.
Diam-diam dia ingin menyingkirkan Reina dari kehidupan Gerald.
Bagaimana nasib Reina selanjutnya? Kebahagiaan apa yang di rasa Reina setelah menikah dengan abg? Apa yang membuat Reina kagum pada Gerald?
Penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmanika Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelang Hari H
Hari terus berganti tak terasa hari bahagia itu akan datang, semua sibuk sana-sini karena sore ini Gerald dan keluarga nya datang membawa seserahan.
Rheina sekarang dalam tahap pingitan jadi.dia selama ini hanya.di dalam kamar saja tidak boleh kemana-mana.
Terpaksa dia minta izin untuk cuti beberapa hari, untung lah Marcel sang atasan mengerti.
"Trus..makanan nya gimana, ma?" tanya Irina, bingung.
"Oh..iya..ya, mama lupa, Rin, duh..Gusti." bu Handoyo memukul kening nya.sendiri.
"Ada apa, ma?" tanya Rheina, cemas.
Kediaman keluarga Wira.
Bu Wira , saudara kandung dan ipar nya sedang sibuk membungkus hantaran yang akan di berikan pada keluarga Handoyo serapi mungkin.
Tetangga pun tak sedikit yang ikut membantu hanya sekedar meringankan beban.
Isi hantaran itu berupa tas, make up Maybeline, sepatu, handuk, dan lain-lain.
Dikamar..
Gerald sedang serius belajar kadang mengajarkan adik-adik nya yang susah menyeselesaikan pekerjaan rumah nya.
Dengan sabar dia menuntun adik-adik nya mengerjakan soal nya.
"Begini caranya." ungkap.Gerald.
Kemana nih sekarang?
Apartement dulu ya...aa.
"Kayak nya semakin medekati hari H nih." Dani tersenyum semringah.
"Rheina, tunggu aku, sayang ku akan membawamu sejauh mungkin walaupun kau tak menginginkan nya." sambung nya sambil memiringkan bibir tipisnya.
"Yang pasti aku tak ingin ada pria lain yang boleh mencintaimu selain aku terutama anak sekolah itu, Gerald!" tekan nya.
"Bagaimana raut nya saat.calon istri nya.di bawa lelaki lain?" Dani membayangkan sambil tersenyum picik.
Kediaman keluarga Handoyo.
"Oh..kalau.begitu aku pesan dulu ya, ma." Rheina pun memesan katering.
"Hen, aku pesan makanan ya sama minuman nya sekalian, yang paket A ya." pesan Rheina pada sang teman sekolah dulu.
Hendri adalah teman sekolah Rheina, dulu.dia pernah punya.cita-cita menjadi koki karena masakan nya memang enak.
Pernah menjadi koki di hotel dan menjadi kepala koki dan pada akhirnya memiliki katering sendiri yang selalu sibuk pesanan sana sini.
Bukan hanya acara pernikahan tetapi acara sunatan, arisan, bahkan wisuda.
"Oke, terima kasih ya..Hen." ucap Rheina sambil menutup percakapan nya.
"Bagaimana?" tanya Irina dan bu Handoyo, kepo.
"Bisa." jawab Rheina, mantap.
Di teras rumah..
"Rencana ke Bogor bulan depan saja, setelah menghadiri acara pernikahan adik saya, baik nya nanti kita rapatkan saja." putus Ivran.
"Ada apa, mas?" tanya.Irina sambil duduk di sebelah Ivran.
"Biasa, ada proyek yang harus aku selesaikan di Bogor tapi kataku bulan depan saja setelah pernikahan Rheina, sayang kan kalau di lewatkan begitu saja?"
"Iya..ya, mas."
"Lantas, bagaimana denganmu?" tanya Ivran lembut.
Irina menarik napas lalu menghempaskan nya kembali.
"Sejauh ini aku belum mendapat keluar kota, mas." jawab Irina sambil tersenyum.
"Oh.." Ivran manggut-manggut sambil menatap sang istri dan menggenggam erat tangan nya.
"Ehem..ehem...ehem.." mereka tak merasa kalau pak Handoyo sudah berdiri di tengah dua sejoli.
"Eh..papa."
"Eh..papa....eh..papa, pada lupa ya kalau lagi asyik heh!" protes nya sambil manyun.
Ivran dan Irina tertawa kecil apalagi Irina tertawa sambil menutup mulut, takut.dosa katanya.
"Maaf, pa." Irina langsung mencium tangan mertua nya.
Kediaman Risa..
"Hari mu bersama kak Rhei akan berakhir, Gerald sebentar lagi kau akan menjadi milikku, selama nya." tekan Risa yang berakhir dengan dentingan tawa lepas nya.
"Pas hari H akan datang, kita siapkan semua." perintah Risa ketika menyambut pertanyaan anak buah nya.
Di tempat lain...
"Halo, Gerald." sapa Silwi dalam percakapan di hp dengan nada cemas.
Kediaman keluarga Wira.
"Ya..Silwi, ada apa ya?" balas Gerald, tenang.
Gerald mengkerut kan dahinya.
"Sepertinya Silwi, cemas ada apa ya?" tanya Gerald dalam batin.
Enatah, mengapa dia merasakan ada sesuatu yang ganjal pada sang kekasih Rheina, dia mencemaskan Rheina.
Di tempat lain..
"Besok bisa kita bicara sebentar?" tanya Silwi, hati-hati.sambil tengok kanan kiri siapa tahu ada mata-mata Risa.
Bersambung..