NovelToon NovelToon
Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Semua orang tau bila Jessica sangat membenci musim dingin, terlebih-lebih ketika salju turun. Jika bagi orang lain salju adalah sebuah keajaiban, bagi Jessica salju adalah petaka. Jessica pernah kehilangan segalanya ketika salju turun. Ibunya meninggal di bawah rintik salju. Dan kekasihnya menghianatinya ketika musim dingin tiba.

Dan sejak itulah ia sangat membenci musim dingin. Karena musim dingin sangat identik dengan salju.

-

Hay Kak..

Jangan lupa tinggalkan like komentnya ya 🤗🤗🤗 bantu novel ini lebih maju dan berkembang🙏🙏🙏. Tinggalkan vote dan rate juga. Jangan lupa tambahkan ke daftar favorit biar gak ketinggalan bab barunya.

Dukung terus karya Author Lusica Jung 2. Di usahakan sehari up dua bab...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

"Apa?? Menikah??"

Hans dan Jackson memekik sekencang-kencangnya setelah membaca pesan singkat yang baru saja dikirimkan oleh Ken pada mereka. Bagaimana mereka tidak terkejut, karena Ken mengatakannya secara mendadak.

Hans tidak habis fikir dengan adiknya itu, bagaimana bisa Ken ingin melakukan pernikahan tanpa adanya persiapan. Setidaknya dia harus memiliki cincin. Dan parahnya lagi, Ken meminta Ara agar menemukan cincin pernikahannya dengan segera.

Tak memiliki banyak waktu, Ara dan Nyonya Zhang pun bergegas pergi ketoko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan Ken dan Jessica. Keterkejutan juga dirasakan oleh Tao, Ben dan Zee.

Tidak hanya pada keluarganya dan keluarga Jessica saja, Ken juga mengirimkan pesan pada ketiga pemuda itu jika ia akan menikah hari ini. Dan Ken meminta Tao serta Ben untuk mencarikan gereja yang akan ia gunakan untuk menikah dengan Jessica.

Tidak perlu gedung mewah atau acara yang sangat meriah untuk pernikahannya, karena yang terpenting untuk Ken adalah kehadiran mempelai wanitanya dan sepasang cincin sebagai simbol pengikat janji suci mereka berdua.

Ken juga tidak butuh ribuan tamu undangan karena kehadiran keluarga serta sahabat terdekatnya itu sudah lebih dari cukup.

Seperti hal nya Ken, Jessica pun tak mengharapkan itu semua dan yang terpenting untuknya adalah Ken, karena hanya dia satu-satunya yang Jessica inginkan.

Dan mungkin terdengar aneh jika putra putri seorang konglomerat seperti mereka melakukan sebuah pernikahan secara sederhana. Tapi itulah pilihan mereka, dan keluarga tentu harus menghargai keputusan mereka berdua.

Tepat pulul 7 malam, gereja yang akan menjadi tempat pemberkatan mereka sudah penuh dengan keluarga kedua calon mempelai serta beberapa teman terdekat Ken. Saat ini Ken sudah berdri diatas altar menunggu kedatangan mempelai wanitanya yang sebentar lagi akan segera tiba.

Tao, Ben dan Zee sangat penasaran dengan sosok wanita yang mampu meluluhkan hati seorang Ken Zhang dan membuat dia sampai menutup rapat-rapat hatinya selama empat tahun.

Dan lama kemudian, terlihat sosok jelita berparas ayu dalam balutan gaun pengantinnya memasuki altar dengan pria setengah baya yang tak lain dan tak bukan adalah ayah Jessica.

Tao, Ben dan Zee begitu terpukau dengan kecantikan Jessica sampai-sampai ketiga pemuda itu tak berkedip saat melihat wajah cantiknya. Sangat berlebihan memang reaksi mereka. Tapi Jessica memang sangat cantik. Tidak heran bila Ken sampai tidak bisa membuka hatinya untuk wanita lain selama empat tahun dan mempertahankan perasaannya untuk gadis itu.

Jessica begitu sempurna dan kecantikannya melebihi kecantikan bunga, dan bahkan keindahan salju pun tak mampu menandingi keindahannya.

Ken tersenyum lebar menyambut kedatangan pempelai wanitanya.

"Ayah, serahkan Jessica padamu, Nak!" Ken mengangguk.

"Siap?" Jessica menerima uluran tangan Ken dengan tangan sedikit gemetar. Keduanya berjalan beriringan menaiki altar.

"Aku gugup, Ken!" bisik Jessica, gadis itu meremas gaun pengantinnya dan berusaha menyembunyikan kegugupannya.

"Tenanglah, Sayang! Aku bersamamu!" bisik Ken.

Ken meraih tangan Jessica lalu menggenggamnya, meyakinkan pada gadis itu jika semua akan baik-baik saja.

Acara pemberkatan pun selesai dengan lancar. Jessica dan Ken saling berdiri berhadapan untuk bertukar cincin, riuh tepuk tangan mengakhiri acara sakral tersebut.

Dan suara lonceng yang menggema, menandakan adanya kebahagiaan baru. Kebahagiaan itu adalah milik Ken dan Jessica. Karena sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.

"Ge! Tunggu apa lagi, cepat cium pengantinmu!" teriak Ben dan Tao begitu heboh.

Tak ingin kalah dari Ben dan Lay, Hans dan Jack pun melakukan kehebohan yang sama.

"Tunggu apa lagi, bocah! Cepat cium, Jessica!!" seru Hans dan Jack yang lebih heboh dari kedua sahabat Ken. Dan tingkah mereka tentu saja membuat Ara dan keluarga Zhang menghela napas, dan menggelengkan kepala.

"Cium!"

"Cium!"

"Cium!"

Blushh....!!!

Wajah Jessica memerah mendengar teriakan-teriakan itu. Jessica gugup setengah mati ketika Ken mendekatkan wajahnya dan membunuh jarak diantara mereka. Salah satu tangan Ken memeluk pinggang ramping wanita yang sejak beberapa menit lalu itu menjadi istrinya, sedangkan tangan satu lagi menekan tangkuk Jessica agar ciuman itu tidak mudah terlepas.

Sepasang mata hazel itu perlahan-lahan tertutup ketika merasakan benda lunak nan basah menyentuh permukaan bibirnya diikuti pagutan-pagutan kecil. Menyaksikan hal itu membuat Tuan Zhang histeris sendiri.

"Kkkyyyyaaaaa!!! Putraku kau sungguh luar biasa, segera buatkan cucu untuk Papa dan Mama!!"

Nyonya Zhang yang merasa malu dengan tingkah suaminya menarik lengan pria itu untuk duduk kembali. Victoria melotot pada suaminya dengan bibir bergerak mengintrupsikan agar ayah dua anak itu segera duduk. Nyali tuan Zhang pun langsung menciut, laki-laki setengah baya itu pun kembali duduk ditempatnya semula.

"Yakkk! Ibu, kemapa harus menghalangiku, aku kan juga ingin melihat adegan itu!!"

Sementara itu, Laura tampak tidak terima ketika Ara menutup matanya ketika live kiss itu berlangsung. Ara tidak ingin mata putrinya ternodai oleh scene menyesatkan pasangan pengantin baru tersebut.

Kebahagiaan tidak hanya tampak diwajah kedua mempelai, namun juga semua yang hadir dalam acara sakral itu.

Rasa rindu yang Jessica pendam selama empat tahun, hari ini terbayar lunas. Rasanya dia masih tidak percaya jika akhirnya ia bertemu kembali dengan Ken, dan yang terjadi saat ini rasanya seperti mimpi. Ia dan Ken akhirnya bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan, dan hari pernikahan mereka dilaksanakan tepat dihari ulang tahun Ken.

Dan Jessica percaya, jika tidak ada kebahagiaan yang dapat diraih tanpa adanya perjuangan.

-

Setelah acara pernikahan mereka selesai, akhirnya mereka pun bisa beristirahat. Saat ini pasangan pengantin baru itu telah tiba di rumah baru mereka.

Rumah itu adalah rumah yang memang Ken persiapkan untuk masa depannya. Karena setelah menikah, dia ingin hidup dan tinggal di rumah yang terpisah dengan keluarganya. Alasannya adalah mandiri, di samping itu Ken tidak ingin membuat Jessica merasa tak nyama jika harus tinggal satu atap dengan orang tuanya.

Dengan semangat Ken memasuki rumah tersebut diikuti Jessica yang berjalan disampingnya. Jessica benar-benar tidak menyangka jika Ken telah mempersiapkan sebuah rumah untuknya, rumah itu memang tidaklah sebesar mansion keluarga Zhang atau rumah keluarga Kim, tapi lebih dari nyaman untuk di tinggali.

"Kau pasti lelah, sebaiknya kau istirahat. Aku masih harus memeriksa beberapa hal." Ucap Ken sambil mengusap kepala coklat Jessica.

"Haruskah kau bekerja di malam pertama kita?" Jessica menatap Ken dengan tatapan sendunya.

"Tidak akan lama, Sayang. Hanya sepuluh menit saja. Aku akan segera menyusulmu." Ken mengecup kening Jessica dan pergi begitu saja.

Jessica mendesah berat. Meskipun kecewa, tapi dia mencoba untuk mengerti. Lagipula Ken bekerja juga demi dirinya. Dan Jessica tidak akan mempermasalahkannya. Dengan senyum mengembang, Jessica melangkahkan kakinya menuju kamar pengantinnya yang berada di lantai dua.

-

Bersambung

1
Nurul Laila
sudah kuduga 😌 ternyata benar dugaanku
moureza
bagus bgt karyanya thor
Anita Tumundo
bagus jes hempaskan tu ulat bulu👍👍
Anita Tumundo
wow ken kecil ya..semoga mereka saling ingat🤗
Vina Pembriyani
happy end...makasih De😍😍🥰🥰😚😚semangat terus berkarya ya....sukses utkmu De
xhina_aritiama
extra part donk thor, rasanya lom ikhlas klo dah tamat
Franda Frans
dan tamaaaaattty
Sumawita
ikut merasakan kebahagiaan nya sica dan Ken
Mella Putri
Kasian si Tao sama Ben tapi ngakak 🤣🤣
Naura Permata
Ya allah kasian si Ben dan Tao. Sica ada² aja bawaan hamilnya 🤣🤣
Rebbeca Kim
Semangat kak Jess, aku selalu padmau 😘😘
Jessline Wang
Ini kenapa pembacanya gak ada sih. Jelas ceritanya sangat bagus. Sedih aku kalau ada cerita sebagus ini tapi pembacanya gak asa
Baby Sya
Ya Allah sica lu tega banget ya. Tapi ngakak 🤣🤣
Franda Frans
waaaaaahhh siapa tuh ko Ken ga tau kalau temannya yg baru dateng dari China itu punya niat buruk sama dia
Junjun
Semangat terus Kak buat next partnya
Bunga
Ceritanya bagus banget Thor dan bikin nagih
Mella Putri
Siapa yang nantinya akan jd korban dari kejahilan Bumil. Masih menantikan 🤣🤣
Juniel
Nunggu korban bumil 🤣
Astian alda Laroe
akhirnya hamil juga
Vina Pembriyani
aksi duo kocak Ben dan Tao meramaikan suasana....
lanjut De🥰🥰😙😙kebahagiaan Ken dan Sica....semangaatttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!