Mengkisahkan seorang bernama Kikan yang wanita yang mencintai Pria Introvert,Tapi Cinta nya seperti bertepuk sebelah tangan,karena pria itu tidak menunjukan rasa suka dan ketertarikan pada Kikan.
Tapi sebuah kejadian membuat mereka akhirnya bersatu, tapi tentu saja tidak membuat Kikan merasa di cintai setelah memiliki nya,tapi ia merasa sangat jauh meski mereka sangat dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 - Ke Bangka
Pagi itu.
Naura dan yang lain sedang bersiap untuk menuju ke bandara, karena mereka akan berangkat ke Bangka untuk liburan mereka kali ini.
"Naura, Kamu sudah hubungin Kikan dan Nayla?." Tanya Bu Sisil.
"Sudah Ma, nanti kita ketemuan di bandara."balas Naura.
Tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki halaman rumah mereka, Evan pun keluar untuk melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah Aldo.
"Sudah siap belum Van?." Tanya Aldo.
"Sudah. ayo bantu aku keluarkan koper."balas Evan.
"Siapa Bos."Balas Aldo tersenyum.
"Hai Do."Sapa Naura.
"Hai Ra, berangkat sekarang?." Balas Aldo.
"Iya, ayo."Balas Naura.
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil Aldo dan berangkat menuju ke bandara, dimana di sana Kikan dan Nayla serta Jerry dan kedua orang tua nya sudah sampai lebih dulu di bandara.
Nayla tampak lengket dengan Jerry, Kikan yang melihat pun tersenyum melihat kedua pasangan itu, dan diam-diam mengfoto moment yang belum pernah terjadi.
Setelah beberapa saat kemudian rombongan keluarga Evan sampai di bandara dan bertemu dengan Kikan dan yang lain.
"Kikan cantik banget."Ucap Aldo yang berdiri di samping Evan.
Evan yang mendengar pun melihat ke arah Kikan yang sedang di bicarakan. namun ia tak mengatakan apa pun.
"Hai Tante Kikan."Sapa Tomi.
"Hai Tomi, dimana sisi?." Balas Kikan.
"Itu Tante, Sisi tidur di gendongan Om Evan "Tunjuk Tomi ke arah Evan yang mengendong Sisi.
Mata Kikan mengikuti telunjuk manis Tomi dan akhirnya berhenti pada Evan, Evan menatap nya namun Kikan lekas mengalihkan pandangannya dan mengajak Tomi dan yang lain nya untuk masuk.
Di Dalam Pesawat
Di dalam pesawat, Kikan duduk bersampingan dengan Evan dan Aldo, entah ini kebetulan atau sudah di rencana kan, karena semua yang mengurus adalah Nayla sahabat nya.
Namun Kikan sangat tidak nyaman apa lagi harus duduk di samping Evan, rasanya akan membuat Kikan tidak leluasa bergerak.
"Gak sabar pingin segera sampai di Bangka ya Kin."Ucap Aldo.
"Iya, ini pertama kali nya aku kesana, aku sudah tidak sabar."Balas Kikan.
Obrolan mereka tentu saja di dengar oleh Evan yang duduk paling pojok dekat jendela, namun Evan hanya mendengar namun tak bereaksi apa-apa.
Aldo lalu mengeluarkan kamera kecil dari dalam tas yang di gendongan nya. "Kikan, aku boleh ya ambil foto kamu."Ucap Aldo meminta Izin.
Kikan tersenyum dan mengangguk tanda mengizinkan. Aldo yang mendapat Izin pun mengfoto Kikan beberapa foto, saat wajah Evan tersorot, Aldo tersenyum.
"Van, liat sini bentar Van, foto bareng Kikan, jadi kan kenangan."Ucap Aldo.
Evan yang tidak bisa menolak pun melihat ke arah Kamera Aldo, sementara Kikan salah tingkah karena foto berdua dengan Evan.
Aldo pun mengambil foto mereka berdua lalu mengambil foto selfie bertiga.
"Lihat Ki, baguskan." Aldo menunjukan hasil jepretan nya pada Kikan, Kikan pun mendekat ke arah Aldo untuk melihat hasil foto. Evan hanya menoleh sejenak lalu kembali melihat ke arah luar jendela, dimana Kini mereka sudah terbang di ketinggian ribuan kaki.
Saat sampai di Bangka, Nayla memesan Penginapan hotel untuk mereka semua yang dekat dengan pantai, karena mereka pencinta Pantai.
"Nay, aku mau keluar sebentar ya, mau liat pantai."Ucap Kikan.
"Gak mau istirahat dulu."Balas Nayla.
"Engak, aku mau nikmati."Balas Kikan menyengir.
"Oh ya udah, tapi aku gak ikut ya, mau baring bentar, soal nya kan nanti agak sore kita mau jalan ramai-ramai."Ucap Nayla.
"Iya sayang, aku keluar dulu."Balas Kikan dan bergegas keluar dari kamar dan menuju keluar hotel, ia memandangi pantai yang terlihat oleh mata, karena tidak jauh dari penginapan nya itu.
"Ya ampun, pemandangan nya indah banget."Batin Kikan.
Tampak Angin menerbangkan helaian rambut nya, membuat Kikan merasa lebih rileks, tanpa Kikan sadari, Evan juga berada di sana tidak jauh dari Kikan berdiri saat ini. Ia memandang wanita itu tampak sangat menikmati angin-angin pantai yang menyentuh kulit dan menerbangkan rambutnya. Evan tampak tersenyum tipis, sangat tipis, hingga tak ada yang mengira kalau ia sedang tersenyum.
tiba-tiba Aldo datang menghampiri Kikan, mengajak Kikan beranjak untuk ke pantai, Kikan pun menyetujuinya dan berjalan ke arah pantai, sementara Evan hanya melihat kedua itu beranjak pergi meninggalkan hotel.
"Kamu anak pantai banget ya." Ucap Aldo dan mereka duduk di atas sebuah batu.
"Kenapa memang nya?." Tanya Kikan tak mengerti.
"Iya, keliatan kamu menikmati banget soal nya."Ucap Aldo dan Kikan tersenyum.
"Kamu kalau senyum manis Kikan."Ucap Aldo, Kikan pun tersenyum ragu mendengar ucapan Aldo yang seperti mengombal.
"Do, kamu suka foto juga kayak Evan?." Tanya Kikan.
"Kok kamu tahu kalau Evan suka foto-foto juga, padahal dia gak pegang kamera loh tadi."Ucap Aldo tersenyum heran.
"Em, soalnya....., Naura pernah cerita."Balas Kikan gugup.
"Oh gitu." Aldo tersenyum melihat Kikan.
"Kita berdua memang suka foto-foto, foto-foto pemandangan dan hal-hal yang indah."Ucap Aldo sembari menatap Kikan dengan penuh damba.
"Apa si do, kok liat kesini, Keliatan banget kamu tu cowok suka gombal."Ucap Kikan dan tertawa.
"Engak kok, enak aja, kata siapa aku gitu."Ucap Aldo mengelak.
"Kata aku lah "Saut Kikan.
"Haha, tapi memang iya sih."Balas Aldo dan kedua nya pun terlarut dalam tawa.
hari minggu, Evan ke kantor ya?