🌹🌹JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT, GIFT DAN JUGA VOTE YA🌹🌹.
Sezha Arini, gadis cantik berusia 17 tahun yang masih duduk dibangku kelas 2 SMK harus menerima kenyataan jika masa depan dan cita-citanya tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
Akibat sebuah kesalahan fatal di malam itu.
Akankah Sezha dapat melewati beban hidup yang ia sendiri ciptakan?
Ikuti kisah Sezha Arini.
Mohon dukungannya 🙏.
Happy reading 😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah ajha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Sesampainya dirumah, Sezha langsung masuk ke kamar, karena percuma juga jika ia tidak langsung kekamar, ibu dan adiknya masih mendiamkannya tanpa mau mengobrol ataupun menyapa Sezha. Tempat yang paling nyaman bagi Sezha, ya hanya kamarnya saja.
Sezha bertekad untuk pergi ke persinggahan itu, ia benar-benar ingin melepas beban yang beberapa bulan ini menyiksa hidupnya. Ia ingin melupakan sejenak masalah hidupnya terlepas dari Deon dan juga kehamilannya.
Sezha membuka kontak person, disitu sudah ia simpan nomor ponsel dari persinggahan itu tertera nama Desi Prastiwi.
"Hm apa aku telpon dulu ya buat tanya-tanya ? soalnya kalo aku langsung otw kesana takutnya ntar gada kamar kosong lagi. Mending booking kamarnya dulu aja. Bodo' amat Nova gak mau ikut, aku pergi kesana sendiri juga gak masalah."
Sezha menghubungi Desi Prastiwi selaku operator dari persinggahan itu.
Desi (opr) : " Halo selamat siang. Disini persinggahan pondok mak Iyem. Ada yang bisa saya bantu ?''
Sezha : " Halo mbak, siang. Gini mbak, saya besok mau menginap disana. Kira-kira masih ada ruangan/kamar yang masih belum terisi tidak ?"
Desi (opr) : " Maaf sebelumnya, saya bicara dengan mbak siapa ?"
Sezha : " Owh iya mbak, saya Sezha. Gimana mbak masih ada ruangan yang kosong ?"
Desi (opr) : " Baik Sezha salam kenal dari saya. Disini hanya tersisa 2 kamar yang masih belum di pesan. Kalau boleh saya tau, mbak Sezha akan memesan untuk berapa kamar?"
Sezha : " Satu aja kok mbak, soalnya saya sendiri."
Desi ( opr) : " Baik kalau begitu mbak, harga sewa kamar untuk per harinya itu sebesar 100ribu rupiah ya mbak dan dibayar setelah mbak menerima kunci kamar dari saya sebagai operator sekaligus bertidak sebagai resepsionis di persinggahan ini. Kemudian untuk makan itu mbak menanggungnya sendiri bukan dari pihak kami yang menyediakan.
Sezha : " Woah murah banget mbak biaya sewanya. Oh ya mbak kalo boleh saya tau dengan biaya sewa semurah itu bisa dapet fasilitas apa saja mbak ? hehehe maaf kalo saya banyak tanya, soalnya saya ingin sekali kesana, udah gak sabar malah.
Desi (opr) : " Ah iya mbak tidak apa-apa, sudah kewajiban saya menjelaskan. Mbak Sezha tidak perlu khawatir dengan pelayanan ditempat kami. Tempat kami menyediakan pemandangan alam yang asri, jauh dari hiruk pikuk keramaian, 2 gerai tempat makan, dan juga kolam pemandian air hangat. Tentunya setiap kamar memiliki toilet didalamnya dan juga kasur yang empuk. Intinya mbak tidak akan kecewa dengan pelayanan ditempat kami."
Sezha : " Sepertinya recommended banget tempatnya. Yaudah deh mbak saya booking satu kamar ya, besok saya akan kesana. Terimakasih banyak mbak penjelasannya.
Desi (opr) : " Kami tunggu kunjungan mbak ditempat kami, Terima kasih kembali mbak Sezha.
Sezha : " Iya mbak."
Sambungan telpon pun terputus.
Begitu sambungan terputus Desi Prastiwi berjalan kesebuah ruangan.
Tertulis dipintu ruangan itu 'Mak Iyem'.
Desi mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan ini.
Tok.. tok... "Permisi Mak." Seru Desi dari luar pintu.
"Masuk." Titah Mak dari dalam.
Desi pun masuk kedalam ruangan ini, disitu duduk seorang wanita tidak terlalu tua sekitar usia 40 tahun, berpakaian adat Jawa dengan memakai sanggul dikepalanya dan juga tusuk konde.
"Ada apa hem ?" Tanyanya.
"Ada seorang wanita yang akan menginap disini Mak, dia sudah memesan satu kamar untuk besok." Tutur Desi.
"Bagus, pantas saja daritadi aku merasa sesuatu yang harum akan datang kesini. Rupanya benar. Kamu boleh keluar, perlakukan tamu kita dengan sebaik mungkin."
"Baik Mak, saya permisi."
Udah tahu tu laki ada istri dan anaknya eh malah mau jadi selingkuhan. Secara ngak langsung bukan 1 kesalahan lagi itu. Nih tambah lagi pikiran pendek. But ini novel segala hal bisa terjadi tergantung mood penulis. semoga nih jadi pelajaran juga mikir konsekuensinya sebelum berbuat dan bisa kuat jalaninnya.