NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta

Elena melirik kearah jam yang ada di sudut layar monitor laptopnya. Terlihat, jam digital di layar itu menunjukkan pukul 4.30 sore. Lebih tepatnya satu jam berlalu mereka menghabiskan waktu di tempat itu. Tetap saja, Darren dengan argumennya bahwa pria yang mirip dengan Xander, dan pria yang di bicarakan oleh detektif Felix adalah memang Xander. Dengan kata lain menurut Darren, bahwa mereka memang berdua dan telah merencanakan itu.

“Sepertinya memang mereka orang yang berbeda!” ujar Darren dengan raut wajah serius, dan menoleh kearah Elena serta Lucy yang ada di sampingnya.

“Ya, bisa saja dia membuka plestermya sewaktu-waktu! Itu kan hal yang tak aneh?” tutur Lucy kemudian.

“Hmm, benar juga sih! Jika plesterkan masalah kecil. Dia bisa saja membukanya sewaktu-waktu! Ya, meskipun... kita tak tahu ia membukanya kapan?” tambah Elena yang menyetujui argumen Lucy.

Tetapi, Darren tetap berkilah. Ia benar-benar yakin bahwa komplotan dari Xander telah merencanakan situasi genting seperti tadi. Dan Darren pun berpikir bahwa memang Xander pergi keluar negeri mempunyai tujuan lain, “Sepertinya memang ia pergi, setelah menimbulkan banyak masalah dan ia memang merencanakan semuanya ini dari awal!” ujar Darren dengan tiba-tiba menggebrak meja.

Seketika kedua sahabatnya itu pun terkejut. Elena mulai menenangkan Darren, karena itu hanya persepsi dari Darren. “Mungkin saja, memang ia harus pergi karena suatu hal. Dan memang salah ku juga jika ia tak puas denganku,” ujar Elena yang terlihat kecewa.

“Tidak! Ini bukan salahmu! Memamg sedari awal, pria itu menargetkanmu untuk tujuannya yang lain,” jelas Darren dengan menunjukkan sebuah cuplikan rekaman video pada layar laptop di hadapannya itu kembali.

“Kau bilang jika sang kaki tangan dari detektif Felix tak memotong rekaman ini kan? Dari awal wajah Xander ter lihat sampai datangnya aku, dia selalu mengikuti Xander, benarkan?” tanya Darren yang memastikan bahwa rekaman itu benar adanya.

Elena mengangguk mantap. “Kau lihat saja, tak ada bagian yang janggal kan? Dari menitnya saja beraturan,” jawab Elena lagi.

 Darren mengangguk tanda mengerti lantas, ia pun kembali memutar rekaman itu. Dari awal hingga, akhir rekaman itu memang mengikuti kemanapun Xander pergi. Aktivitas yang di tinjukkan Xander hanya duduk di kursi tunggu, sambil memainkan ponselnya. Lantas, ia pergi ke toilet pria dan kembali duduk di kursi itu. Ia membuka tas ransel yang di pakaiannya di punggung,  dan mengambil air minum lantas meminumnya.

“Astaga! Aku bosan melihatnya! Kau sudah memutarnya beberapa kali! Tidak, sepertinya mungkin kita menontonnya sudah puluhan kali! Aku bahkan hafal semua hal yang ia kerjakan!” celetuk Lucy dengan kesal. Lucy mengalihkan pandangannya, dari layar monitor laptop itu.

Ia mempraktikkan semua hal yang di kerjakan Xander di rekam itu. Dari mulai memainkan ponsel, mengunyah permen, hingga mengambil botol untuk minum. Bahkan Lucy pun mempraktikkan cara berjalan, Xander. Tak terkecuali ketika Xander akan msuk ke dalam toilet dan terhenti tepat di depan pintu, karena seseorang tengah keluar dan menghalangi jalannya.

 Elena yang sedari tadi memperhatikan Lucy, sedar tadi itu pula Elena menahan tawanya. Dan akhirnya Elena pun tertawa terbahak-bahak tak kuasa lagi. Tetapi, Darren masih enggan untuk mengalihkan pandangan dari layar laptop terebut. Bahkan ia tak terpengaruh, dengan suara tawa Elena. Hingga, tiba-tiba Darren mengagetkan kedua sahabatnya itu.

“Ini dia!” ucap Darren dengan nada sedikit keras. Lantas, Lucy pun berjalan kembali menuju meja. Ia menatap kearah layar laptop begitu pula dengan Elena. “Apa? Aku tak melihat hal yang aneh?” tanya Lucy yang masih memperhatikan layar.

“Ini, disini! Ketika kau menarik lengan pria itu. Apa kau tak melihat sebuah tato di daerah lengan kirinya?” tanya Darren pada Elena.

Elena memperhatikan layar laptopnya. Karena seingatnya ia tak memperhatikan sebuah tato di lengan yang mirip dengan Xander. Elena pun menggeleng seraya berkata tidak. “Ah, mungkin keadaanmu saat itu sedang genting, kan? Wajar saja kau tak memperhatikannya,” ucap Darren yang tiba-tiba jari tangannya menunjuk kearah layar laptop.

Terlihat pria yang Elena tarik mempunyai tato di lengan kirinya. Meskipun samar, namun tato itu berukuran lumayan besar, berada di lengan pria yang mirip dengan Xander tersebut. Cuplikan video itu menampilkan ketika Elena menarik pria itu dan seorang wanita tua, yang mengusir pria itu serta Elena, dari sebuah barisan. “Dan yang paling jelas adalah dibagian akhir,” ujar Darren dengan menekan kursor pada laptop.

Darren pun memajukan ke menit terakhir di mana rekaman itu berakhir ketika Darren tiba dan menolong Elena. Saat itu, tangan kanan dari pria yang mirip Xander tersebut, sedang memegang lengan Elena. Karena ia telang membuka maskernya dan tak ingin Elena kabur setelah menuduhnya yang macam-macam.

“Ini, di bagian ketika ia ingin menukul kepalamu dan tak jadi!” ujar Darren yang terlihat kesal.

“Ah, ya! Dia benar! Disana terlihat sekali gambar tatonya!” ucap Lucy yang heboh seperti biasanya. Elena menatap layar itu dengan teliti.

“Tapi, kenapa ia ingin memukulmu? Sepertinya pria itu arogan! Apa dia tak takut di perhatikan orang banyak? Bahkan jika pemukulan itu terjadi, dia bisa dilaporkan dan dimasukkan kedalam penjara karena kekerasan! Ckckckck... masih saja, ada seorang pria yang dirinya menyebut pria sejati padahal suka sekali memukul wanita!?” gumam Lucy dengan wajahnya yang sedikit kesal.

Darren pun memperlihatkan menit awal ketika rekaman itu pertama di buat. Terlihat Xander yang tak memakai maskernya. Ia mengambil permen dari dalam tas dan segera mengunyahnya. Sambil terus memainkan ponsel. Tetapi, tiba-tiba Xander menoleh ke kiri dan kanan. Ia terlihat mencari seseorang. Dan kejadian itu sekitar 5 menit ia terus duduk dan berdiri sambil memperhatikan sekitar. “Nah, disini! Sepertinya ia bukan mencari seseorang! Tetapi lebih tepatnya, ia diberitahu seseorang bahwa, ia sedang di Ikuti,” tutur Darren.

“Oh... benar! Ia mengambil permen dari tasnya dan ia kemudian memakan permen itu sambil berdiri. Sepertinya di sini terlihat jelas, ketika ia membuka topi dan menyeka keringat di dahinya... di tangan kirinya tak ada tato atau pun tanda sedikit pun di lengan kirinya,” ujar Elena dengan wajah datarnya.

“Baiklah! Jadi dugaanku benar, kan?” tanya Darren yang kemudian menekan kusor di laptopnya dan mematikkan laptop itu. Darren mengajak kedua sahabtnya itu untuk pergi dari sana. Karena mereka telah menghabiskan waktu banyak di ruangan tertutup itu. Wajah Elena berubah datar. Tak seperti ketika tadi ia sedang tertawa. Akhirnya mereka pun pergi dari ruangan itu.

“Kau tak perlu memikirkan begitu keras! Aku yang akan mencari dan membereskan semuanya, ok!?” tutur Darren yang berada di samping Elena. Ia  memegang bahu Elena, dengan kedua tangannya dan mengelusnya perlahan seolah ia sedang menghibur hati Elena yang sedang gundah.

To be continue...

 

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!