aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di warung bakso
pagi harinya aku dan naura melakukan rutinitas seperti biasanya,dimana naura sibuk mempersiapkan segala keperluan rindu dan memasak saparan untuk kami bertiga
"mas, rindu ayo cepat sarapan dulu nanti telat"naura berteriak dari dapur
aku dan rindu keluar bersamaan dari kamar yang berbeda menuju meja makan di dapur
"pagi bunda" kata rindu mencium pipi naura
"pagi sayang" aku pun ikut mencium pipi naura
"selamat pagi juga semua,ayo dimakan dulu,sudah jam setengah tujuh lo ini" kata naura menuangkan susu ke dalam gelas rindu
" bunda rindu mau nasi goreng ya" rindu berkata sambil memegang sendok
"baik komandan"jawab naura sambil meletakkan tangan di dahi seperti tentera memberi hormat kepada komandannya
setelah itu naura juga menyajikan nasi goreng dipiringku,tidak ada banyak pembicaraan saat acara sarapan berlangsung,hanya detingan sendok dan piring yang terdengar
selesai makan kami berangkat ke tujuan masing masing,aku membawa motor ke warung bakso,dan naura mengendarai mobil mengantar rindu ke sekolah,karena jalannya berbeda arah jadi kami tidak bisa berangkat bareng
saat sampai di warung bakso aku langsungvke dapur melihat karyawan memasak,dan memastikan sumua sudah hadir
walaupun aku sudah mempunyai warung tapi tetap beberapa karyawan aku pekerjakan memakai gerobak keliling
"selamat pagi"kata seorang wanita dari luar warung dan tak lain adalah anjani
"oh selamat pagi,kami langsung bekerja saja ya"jawab ku pada anjani
"perhatikan semua kenalkan ini adalah anjani,mulai sekarang dia ikut bekerja bersama kita,dan dia akan menggantikan posisi saya di kasir,karena saya akan sering ke kantor orang tua" kata ku kepada semua karyawan yang ada di sana
anjani tersenyum dan ikut nimbrung bersama karyawan yang lainnya
diam diam aku melirik gerak gerik anjani,wanita berkulit hitam itu sungguh sangat menggoda jiwaku
singkat cerita anjani sudah bekerja selama beberapa bulan di warung baksoku,aku masih suka curi curi pandang padanya
aku juga sudah mulai dekat dengan anjani,walaupun sebenarnya hatiku juga takut untuk kehilangan naura
malam itu aku mengajak anjani malam malam di luar,aku membicarakan tentang kepulangannya ke negara asalnya
"bagaimana dengan kamu,apakah masih ingin untuk kembali ke negaramu anju" aku bicara padanya di meja kasir
"masih pak,saya saat ini mengimpulkan uang untuk kembali ke negara saya,tapi bagaimana dengan arman? jawan anjani dengan mata yang berkaca kaca
"kita bicara di luar saja,supaya pembicaraan kita lebih enak"kata ku sedikit menggoda
tawaranku di terima oleh anjani,aku menitipkan tempat kasir kepada salah satu karyawan dan memberi alasan mau mengantar anjani pulang ke rumahnya karena tiba tiba anaknya sakit
kami tiba di salah satu restoran,aku dan anjani berbincang bincang sebelum sampai ke pokok pembahasan
"apakah kamu masih ingat dengan tawaran kamu tempo hari beberapa bulan yang lalau,anju? aku memberi pertanyaan kepada anjani
"tentang apa?pertanyaan ku di jawab dengan sebuah pertanyaan juga
"masalah arman" kata ku datar
"jika bapak mau aku akan menyerahkan arman,tapi bukan berarti aku menjual nya,karena biaya yang sangat besar pak" jawab anjani masih sangai
"aku memang menginginkan anak laki laki tapi itu dari darah dagingku,bagaimana kalau kita menikah saja,tapi jangan sampai istriku tahu,kamu bilang saja nanti akan memberikan anak yang kamu kandung pada kami asalkan membiayai hidupmu selama kehamilan dan memberikan uang untuk kembali ke negaramu,aku tidak akan memaksa kami akan menjawab sekarang kamu pikirkan dulu tawaranku" kataku dengan wajah serius pada anjani
sangat lama anjani menjawabnya,setelah menunggu hampir setengah jam dia menjawab dengan anggukan
hati ku sangat lega tapi juga takut dan bersalah pada naura,semoga saja rahasia ini tidak akan di ketahui oleh naura
****
aku dan anjani akhirnya melangsungkan pernikahan tertutup hanya aku dan dia yang tahu masalah status kami sebagai suami istri,bahkan karyawan warung pun tidak mengetahuinya
anjani ku persilakan untuk pulang dari warung lebih cepat dari yang lainnya,agar aku bisa ke rumahnya sebelum pulang pada naura
beberapa bulan berlalu anjani sudah mengandung anak ku dan usia kandungannya sudah menginjak tujuh bulan,dan saat ini lah aku akan mempertemukannya dengan naura
setelah mengetahui anjani mengandung dia tidak ku perbolehkan lagi untuk bekerja agar tak ada yang mengetahui kebusukan ku
"naura aku mau bicara sama kamu"kataku pada naura yang sudah menarik selimut hendak mau tidur
"bicara saja mas kok pakai minta izin segala" jawan naura dengan santai
"aku kenal seorang wanita india ,saat ini dia sedang mengandung,dia di tinggal suaminya dan ingin kembali kenegaranya,aku mau mengadopsi anak yang ada di kandungannya,tapi dia memberi syarat untuk membiayai acara persalinannya dan biaya keberangkatan ke negaranya" aku bicara pada naura dengan jantung deg degan ,aku sangat takut kalai naura curiga padaku
naura menatap dingin padaku,tatapannya tak bisa di ungkapkan ,apakah dia curiga padaku? hanya itu pertanyaan yang ada di otakku
" dimana dia? " jawab naura datar
"ada di kontrakannya nau,bagaimana" kata ki sedikit gemetar
" terserah kamu mas ,membentu orang kan bagus tapi kenapa kaku gemetar dan pucat gitu seperti melihat hantu saja" jawab naura dengan heran
akus secepat mungkin mengubah ekspresi wajahku
" oh tidak sayang itu mungkin karena aku terlalu deg degan takut kamu tidak menyetujuinya" jawabku sudah sedikit santai
" kalau begitu kamu bawa saja dia ke sini besok aku mau melihat wajahnya" jawab naura sambil membelakangi ku dan bersiap tidur
aku mengambil hp di atas meja di sampingku dan mengirimkan pesan pada anjani
" ok" hanya itu yang ku kirim dan ku letakkan hp di atas meja dan bersiap tidur memeluk naura
esok malamnya aku membawa anjani ke rumah kediaman aku dan naura,arman tidak ikut aku tidak amu dia sampai kecoblosan
di perjalanan aku mengajari anjani apa saja yang tidak boleh di katakan pada saat bertemu naura,karena naura sangat pintar mencari kebenaran dengan berbagai pertanyaan
" nanti kalau istriku bertanya,kapan suami mu pergi bilang saja beberapa bulan yang lalu,jangan bilang kamu pernah bekerja denganku,dan tetap bersikap biasa,jangan terkecoh dengan pertanyaan naura" kataku sedikit deg degan
anjani hanya tersenyum dan mengangguk,aku menggenggam tangannya untuk mempersiapkan diri
aku mengetuk pintu rumah dan membunyikan bel,tak lama naura datang membuka pintu,dan di iringi rindu berlari padaku
" silahkan masuk" kata naura tersenyum pada kamu sebelum sempan menjawab naura rindu sudah memeluk dan minta di gendong ,aku langsung menggendong rindu,sebisa mungkin aku harus berperan sebagai suami yang baik untuk menutupi pengkhiatan dan kebusukan sikapku
kami semua berjalan ke ruang tamu dan naura ke dapur mempersiapkan minuman,aku duduk bersebrangan dengan anjani
"papa siapa tante itu" kata rindu menunuuk anjani
" dia yang akan memberi kamu seorang adik nak,kamu mauakn punya adik " jelas ku pada rindu
tapi sepertinya rindu kurang suka melihat anjani dan hanya diam dengan wajah datarnya
"silahkan di minum dulu " kata naura pada anjani
aku sudah deg degan melihat wajah naura,tapi semua di luar dugaanku naura tidak bertanya apapun pada nya
"kalau ada apa apa telpon saja nomor ku,aku akan datang secepat mungkin yang ku bisa" kata naura memulai percakapan
" baik nyonya,terimakasih banyak" kata anjani dengan senyuman manisnya
" sebaiknya kamu pulang sekarang,dan aku sudah menelpon taksi untukmu,tidak baik wanita hamil di luar malam malam,dan maaf sudah mengganggu malammu,aku hanya ingin bertemu denganmu sajaa" kata naura dengan senyum ramahnya
" terimakasih banyak nyonya,kalau begitu saya pamit pulang dulu" jawab anjani merapatkan ke dua tangannya di dada
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏