slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Calon Istri
Setelah pelayan
wanita pergi, Rena senantiasa senyum-senyum sendiri membayangkan jika nanti
rencananya akan berjalan lancar.
Vanya yang merasa sedikit takut dengan rencana Rena itu, berusaha untuk
membujuknya untuk membatalkan rencana itu. Lagi pula ia tak mau jika harus berurusan dengan laki-laki itu.
"Aduh, aku enggak mau kalau nanti dibawa-bawa. bisa-bisa aku juga kena." batin Vanya sambil pandangannya menatap ke arah Arga yang kebetulan ia juga sedang menatap ke arahnya.
seketika membuat Vanya mengalihkan pandangannya dari laki-laki yang mampu membuatnya tak bisa mengendalikan dirinya itu.
“Kamu yakin, Ren? Aku takut jika nanti mereka akan marah sama kita,
kalau tahu kita yang mengerjainya.” Ucap Vanya kepada Rena.
“Sudahlah, tenang saja. Aku yang akan bertanggung jawab nanti” ucap
Rena dengan santai sambil terus menikmati makanannya.
Setelah beberapa saat kemudian, keduanya selesai dengan makanan mereka.
“Kenapa enggak dihabiskan? Itu ayammu masih banyak sekali.” Ucap Vanya
sambil menunjuk ayam betutu milik Rena yang masih banyak sekali.
Mendengar itu, Rena hanya geleng-geleng kepala sambil menyandarkan
duduknya sambil memegangi perutnya yang terasa sangat penuh itu.
“Tidak. Aku sudah tidak kuat lagi.” Ucap Rena sambil menghela nafasnya.
Ia merasa kalau perutnya seperti mau meledak saat ini karena kekenyangan.
“Makanya, jadi orang jangan rakus. Mentang-mentang lagi stres, tapi enggak
begitu juga caranya. Sekarang bagaimana? Makanannya masih banyak seperti ini”
ucap Vanya sambil menunjukkan makanan yang masih tersisa di atas meja mereka. Rena
hanya bisa nyengir, memperlihatkan deretan giginya.
Saat keduanya tengah mengobrol terdengar teriakan dari salah satu sudut
restoran tersebut hingga membuat seluruh pengunjung mengalihkan pandangan
mereka ke sumber suara, begitu juga dengan Renata dan Vanya.
“PELAYAN!”
Terlihat 2 pelayan berlari tergopoh-gopoh menuju ke arah seorang
laki-laki yang saat ini tengah berdiri di tempat duduknya. Dia adalah David.
“Hahaha, Yes.” Ucap Rena yang melihat rencananya berjalan sesuai
keinginannya. Apalagi saat ini saat ini ia bisa melihat David yang tengah
berdiri sambil memasang wajah datarnya menahan amarahnya.
Vanya yang merasa takut langsung sedikit menggeser duduknya ke arah
Rena.
“Mampus kita, Ren.” Ucap Vanya sambil berbisik di telinga Rena. Sedangkan
Rena hanya tersenyum kepadanya.
Keduanya pun melihat interaksi antara pelayan itu dengan David.
“Kenapa makanan ini menjadi seperti ini? Apa aku memerintahkan kalian
untuk membuat makanan se pedas ini?” ucap David sambil melipat kedua tangannya.
Sedangkan Arga yang masih duduk di sana, mengedarkan pandangannya melihat
pengunjung di sana.
Beberapa saat kemudian senyuman tercetak di kedua sudut bibirnya saat
pandangannya berhenti pada satu titik yang lumayan jauh dari mejanya itu.
Ia melihat dua wanita yang saat ini juga tengah melihat ke arahnya itu.
“Sepertinya ini ulah mereka. Kamu harus mendapatkan hukuman, Sayang!”
batin Arga sambil pandangannya lurus menatap seorang wanita yang berhasil
mengobrak-abrik hatinya itu. Vanya Avriella.
“Pasti ada yang menyuruh mereka” ucap Arga tiba-tiba. David yang
mendengar perkataan itu langsung menatap tajam ke arah pelayan yang saat ini
tengah menunduk di depannya itu.
“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya David dengan nada dinginnya.
Pelayan itu hanya bisa saling tukar pandang tanpa berani menjawab
pertanyaan itu.
“KATAKAN!” bentak David yang seketika membuat kedua pelayan itu gemetar
ketakutan. Bahkan beberapa pengunjung di sekitarnya bisa mendengar bentakan
dari David itu.
“I-itu, Tuan.” Ucap salah satu pelayan. Lalu pelayan itu menyikut lengan temannya
yang berada di sampingnya itu.
Arga yang sudah tak tahan lagi langsung berdiri dari duduknya sambil
menghampiri kedua pelayan itu.
Bugh
Dengan keras, Arga memukul perut salah satu pelayan yang pria itu.
pelayan itu seketika tersungkur ke belakang mendapatkan pukulan itu. Setelah memukul pelayan itu, Arga berdiri di samping David.
Melihat temannya yang sudah terjatuh itu, membuat pelayan yang wanita
itu langsung menjawabnya meski dengan suara gemetarnya.
“I-itu, Tuan. Ca-calon istri Tuan yang memerintahkan kami untuk
mengubah pesanan Tuan. Katanya Tuan menyukai makanan yang sangat pedas.” Ucap pelayan
itu.
Mendengar ucapan itu , seketika David mengerutkan dahinya. sedangkan Arga terlihat menahan tawanya mendengar ucapan dari pelayan itu.
“Siapa yang kalian maksud?” tanya David sambil melipat kedua tangannya.
Pelayan yang mendengar pertanyaan itu langsung memutar tubuhnya mencari
keberadaan orang yang telah memerintahnya itu.
“I-itu, Tuan.” Ucap pelayan itu sambil menunjuk ke arah dua wanita yang
berada lumayan jauh tempatnya berada.
David pun mengikuti arah telunjuk pelayan itu. Seketika ia menaikkan
sebelah alisnya saat melihat keberadaan calon istrinya di sana.
Apalagi saat ini Rena tengah tersenyum dan melambaikan tangannya kepada
David, disertai tawa bahagianya.
David menyunggingkan senyum devil nya saat mengetahui ternyata Rena-lah dalang
di balik makanan pedasnya itu.
“Sepertinya aku harus pergi. Aku harus memberikannya pelajaran” ucap
David sambil berjalan meninggalkan meja itu.
........ TBC ........
**hai purple 💜
terimakasih sudah berkenan mampir dan membaca cerita yang masih amburadul ini ya 🙏🙏
jangan lupa kasih like, dukungan dan komentar kalian ya, agar membuatku semakin bersemangat lagi 😘😘😘
borahae 💜💜💜
with love,
A.Ayumie🌹**