NovelToon NovelToon
Aku & Kamu Berbeda

Aku & Kamu Berbeda

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Indigo / Mata Batin / Roh Supernatural / Hantu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ummiqu

Menceritakan sisi kehidupan seorang Faiq sebagai anak indigo.

Berbeda dengan saat di novel 'Guna Guna', kali ini kehidupan Faiq akan dikupas secara detail sejak ia kanak-kanak hingga dewasa.

Kisah Faiq menjalani hidup yang harus bersinggungan dengan dunia lain yang baginya antara ada dan tiada.

Juga serunya persahabatan Faiq dengan mekhluk ghaib yang enggan meninggalkannya.

Kisah apa lagi yang akan dijalani Faiq ?.

Penasaran, ikuti kisahnya yuk....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 ( Cerita Karin )

Sore itu Karin menghampiri papanya, yang bernama Karyadi, di ruang kerjanya.

" Papa...," panggil Karin.

" Iya Nak. Sini masuk...," sahut Karyadi sambil tersenyum.

Karin melangkah masuk setelah mengunci pintu. Melihat hal itu Karyadi nampak mengerutkan keningnya. Ia merasa jika putri sulungnya akan mengatakan sesuatu yang tak ingin diketahui orang lain. Karyadi menghentikan pekerjaannya dan menatap intens kearah Karin.

" Ada apa Kakak Sayang...?" tanya Karyadi lembut.

" Mmm, Aku mau bilang sesuatu tapi Papa janji jangan marah ya...," pinta Karin.

" Insya Allah...," sahut Karyadi sambil tersenyum.

" Apa Papa percaya sama sesuatu yang ghaib...?" tanya Karin hati-hati.

" Tentu. Kan itu salah satu bukti kekuasaan Allah, menciptakan sesuatu yang ghaib dan yang nyata...," sahut Karyadi mantap.

" Ada yang niat jahatin keluarga Kita Pa, tapi pake sesuatu yang bersifat mistis...," kata Karin.

" Maksudmu, santet...?" tanya Karyadi.

" Iya Pa. Aku sering nemuin piring sajen berisi bunga dan kemenyan di pojok kamarku tiap pagi. Tadinya Aku pikir cuma obat nyamuk bakar. Tapi pas Aku perhatiin, ga taunya itu sesajen. Dan pas Aku ceritain sama temanku yang kebetulan indigo, dia bilang ada seseorang yang mau nyelakain Aku dan keluarga Kita, terutama Papa...," sahut Karin lirih.

Karyadi tersentak kaget. Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejamkan matanya. Ia tak menyangka jika keluarga kecilnya harus mengalami hal ini. Karena Karyadi bukan lah jenis orang yang gampang cari musuh.

" Tapi Kamu gapapa kan Nak. Apa yang Kamu rasain...?" tanya Karyadi sambil menatap Karin.

" Aku, cuma lemes dan ga konsentrasi aja Pa. Terus kemaren Aku dibawa ke klinik kampus karena Aku jatoh dan pingsan...," sahut Karin.

" Pingsan, apa Kamu sakit Nak...?" tanya Karyadi cemas lalu beranjak memeriksa tubuh Karin.

" Aku gapapa kok Pa. Makanya dari situ Aku tau kalo ada sesuatu di rumah ini. Teman Aku yang indigo itu ikut nganterin Aku pulang dan ngeliat ada yang ga beres di rumah Kita...," sahut Karin.

" Mmm, sebenernya Papa udah ngerasa ada yang ga beres di rumah Kita belakangan ini. Semula Papa pikir karena Papa kecapean aja. Tapi Papa rasa ini udah ga wajar...," kata Karyadi lirih sambil kembali duduk di kursinya.

" Jadi Papa udah tau. Emang Papa ngalamin apa...?" tanya Karin.

" Mmm, Papa sering mimpi aneh. Tapi janji jangan cerita ini sama Mama ya...," pinta Karyadi.

" Iya Pa...," sahut Karin sambil mengangguk.

" Papa sering mimpi bercinta sama Tante Vonni. Rasanya ga mungkin, tapi itu nyata. Makanya Papa malas kalo harus makan malam bersama dan ada Vonni di sana. Papa khawatir hubungan Kami jadi ga baik, apalagi Kami cuma saudara tiri. Tapi tetap aja Papa ga nyaman kalo ngeliat dia gara-gara mimpi itu...," kata Karyadi sambil memijit keningnya.

" Oh, pantesan. Faiq juga kasih tau Aku kalo Tante Vonni ada hubungannya sama keanehan yang selama ini terjadi. Sebenarnya Neneklah orang yang udah nyuruh si Mbok naro sajen di kamarku. Kata Faiq, Tante Vonni cinta sama Papa. Waktu Aku nyangkal, Faiq malah nyuruh Aku periksa kamar Tante Vonni buat cari bukti...," kata Karin hati-hati.

" Terus Kamu nemu sesuatu di sana...?" tanya Karyadi penasaran.

" Iya Pa. Ini...," sahut Karin sambil memperlihatkan rekaman video yang memperlihatkan barang temuannya di kamar Vonni.

Karyadi terkejut. Ia tak menyangka jika Vonni dan ibunya yang telah dianggap sebagai keluarga sendiri justru tega mencelakai diri dan keluarga kecilnya.

" Ini ga bisa dimaafkan...!" kata Karyadi marah dan bersiap melabrak Vonni.

" Papa jangan...," cegah Karin sambil memeluk sang papa dari belakang.

" Ini ga bisa didiemin Nak. Mereka udah membahayakan Kamu, Anak Papa. Kalo cuma Papa yang dijahatin, Papa masih bisa terima. Tapi kalo udah Anak dan Istri Papa, jangan harap ada maaf untuk mereka...," kata Karyadi lagi sambil mengepalkan tangannya menahan emosi.

" Iya Pa, Aku ngerti. Tapi jangan gegabah, Kita bisa minta tolong Faiq buat menyelesaikan ini semua. Gimana Pa...?" tanya Karin sambil menatap kedua mata Karyadi.

" Baiklah Nak. Papa percayakan ini sama temanmu. Bisa Kamu pertemukan Papa sama dia, Papa harus bicara sama dia. Penting...," pinta Karyadi.

" Baik Pa. Aku coba hubungi dia dulu ya...," sahut Karin lalu mulai mendial nomor ponsel Faiq.

Faiq yang saat itu sedang serius menonton film action pun tak mendengar jika ponselnya berdering. Hingga Efliya melemparkan bantalan sofa ke wajahnya dan mengejutkannya.

" Angkat dulu sih tuh HP. Berisik tau...!" kata Efliya galak.

" Iya sabar...," sahut Faiq sambil meraih ponselnya.

" Sabar, sabar. Enak aja. Sampe lupa ngapalin udah halaman berapa gara-gara suara tuh HP...," sungut Efliya yang sedang menghapal materi pelajaran untuk besok.

" Assalamualaikum Rin, kenapa...?" tanya Faiq sambil keluar dari ruang tengah.

" Wa alaikumsalam. Bokap Gue mau ketemu sama Lo bisa ga...?" tanya Karin.

" Ada apaan emangnya...?" tanya Faiq tak mengerti.

" Mau ngebahas soal Tante Vonni. Sekalian mau minta bantuan Lo juga...," sahut Karin.

" Insya Allah bisa. Ntar Gue share lock deh ya tempatnya...," kata Faiq.

" Ok, makasih ya Iq...," sahut Karin tulus.

" Sama-sama...," kata Faiq lalu mengakhiri pembicaraannya dengan Karin.

\=\=\=\=\=

Seperti biasa Faiq tak bekerja sendiri. Kali ini dia mengajak Fatur dan Kyai Syakir untuk membantu keluarga Karin. Erik tak bisa ambil bagian karena sedang ada pekerjaan di propinsi lain.

Kyai Syakir, Fatur dan Faiq menoleh kearah datangnya mobil. Ternyata Karin dan papanya. Mereka sengaja bertemu di kediaman Kyai Syakir karena itu adalah tempat yang netral dan bersih dari aura negatif.

" Assalamualaikum Faiq...!" seru Karin sambil melambaikan tangannya.

" Wa alaikumsalam, sini Rin...," sahut Faiq sambil memberi kode agar Karin dan papanya mendekat.

" Nah Pa, kenalin ini Faiq, teman yang Aku ceritain ke Papa itu...," kata Karin memperkenalkan Faiq pada sang papa.

" Apa kabar Om...," kata Faiq ramah sambil mengulurkan tangannya.

" Alhamdulillah baik, ini siapa...?" tanya Karyadi sambil membalas jabat tangan Faiq.

" Oh, ini guru Aku Kyai Syakir dan Om Aku, Om Fatur...," sahut Faiq.

" Silakan duduk Pak...," kata Fatur.

" Iya, makasih Mas...," sahut Karyadi sambil tersenyum.

Lalu Karin mulai menceritakan pengalamannya dan mimpi sang papa. Semua mendengarkan dengan serius.

" Maaf sebelumnya, hubungan Bapak sama Vonni ini apa ya...?" tanya Kyai Syakir.

" Dia Adik tiri Saya. Papa Saya menikahi Mama Vonni. Dan sekarang mereka tinggal di rumah Saya bersama Anak dan Istri Saya...," sahut Karyadi.

" Wanita ini mencintai Anda dan ingin menyingkirkan orang-orang yang dianggap telah menghalanginya. Dan rupanya Ibunya juga membantu menjalankan rencananya...," kata Kyai Syakir.

" Iya Pak Kyai. Saya baru tau dari Karin tadi. Makanya Saya mau minta tolong supaya Kyai bisa bantu Saya dan keluarga Saya lepas dari pengaruh santet itu...," pinta Karyadi dengan sungguh-sungguh.

" Insya Allah Kami bantu. Sekarang sebaiknya Kita mulai aja proses ruqyahnya Pak, tapi sebelum itu Bapak dan putri Bapak berwudhu dulu ya...," kata Kyai Syakir sambil menunjuk ke tempat wudhu.

Karyadi dan Karin pun berwudhu. Setelahnya Karin mengenakan mukena yang dibawanya dari rumah. Semua pun bersiap di posisinya masing-masing dan ruqyah pun dimulai.

bersambung

1
Lisa Yacoub
sekarang nbsp ditambah span span, thor...
any Sulistiani: mohon maaf atas ketidak nyamanan ya kak 🙏🏻🙏🏻
(author udh sampein keluhan ini tp blm direspon smpe skrg)
total 1 replies
Lisa Yacoub
nbsp nya ngganggu bener, thor
Rizky Rahma Aulia Akbar
aku takutnya Anya jadi asha dan asha jadi Anya. masih dugaan sihhh
any Sulistiani: in syaa Allah siaapp ... /Smile/
total 7 replies
Sweett SumMina
Lumayan
andi widya
Luar biasa
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏😊
total 1 replies
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
Thor pelaku dlm cerita kok bisa berubah, seharusnya Fatur kok jadi faiq
Cinta Kedua
Lumayan
Cinta Kedua
Biasa
Cinta Kedua
Buruk
Cinta Kedua
Biasa
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
mantab
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
Biasa
Pamod Raharjo
Bagus membacanya bisa terhanyut persaann penulis membawakan penulisannya dengan bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏
total 1 replies
Hariyanti Katu
masya Allah thoorr🥰🥰karyax bagus banget👍👍
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya say 🙏😘
total 1 replies
Hariyanti Katu
🥺🥺
Hariyanti Katu
knp banyak kata2 span thor
any Sulistiani: iya, mhn maaf atas ketidak nyamanannya Krn sdg berusaha direvisi 🙏
total 1 replies
Dementor
Luar biasa
Hariyanti Katu
astaga🫢🫢
Dementor
Luar biasa
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya ya kak 🙏😊
total 1 replies
Hariyanti Katu
kasihan jg sm harlan😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!