NovelToon NovelToon
7 Life Crystals Book I

7 Life Crystals Book I

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Koibumi Alana

Demi perdamaian Crymane, terbentuklah sebuah tradisi mencari Tujuh Kristal Kehidupan beserta pengendalinya, dan yang mengadakannya ialah adidaya Crymane, Kerajaan Woerlt.

Yula Athhra, putri bungsu Kerajaan Hearthose yang berusia 12 tahun, terpilih menjadi rekan pertama Putri Kerajaan Woert, Lacus Wallt, untuk menemukan ketujuh kristal kehidupan tersebut.

Bagaimana perjalanan Yula dalam mengumpulkan ketujuh kristal kehidupan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koibumi Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 : Thief Skilled

Esha dan Yoshizu terkejut luar biasa. Apa mereka harus menolong Yula yang terjatuh atau harus menyelesaikan sesuatu di depan mereka. Lacus cepat keluar dari bilik, juga terkejut saat melihat kondisi di luar.

Sekelompok laki-laki yang mencurigakan telah menghalang jalan mereka. Sekitar sepuluh orang dengan senjata tajam masing-masing di tangan mereka. Berkemungkinan benda itu memiliki percikan magica karena bisa terlihat ada yang menyelimuti benda-benda tersebut, seperti gumpalan asap transparan dengan berbagai warna sesuai dengan magica yang dipakai. Mereka mengeluarkan gumaman tawa yang tidak mengenakkan.

Yula mengaduh kesakitan. Ia kesal tak ada yang langsung membantunya berdiri. Dengan langkah tertatih ke depan, bermaksud memarahi Yoshizu yang tak benar menjalankan kereta hingga ia terjatuh. Namun begitu tiba di samping kiri kereta, Yula tercengang melihat sekelompok laki-laki di depan kereta mereka. Ia baru mengerti kalau kudanya berhenti mendadak menghindari kelompok itu.

Ia pun mengelus leher Lovely, karena kuda betina itu terlihat lebih terkejut dari pada kudanya. Hearty mengeluarkan suara geraman ke kelompok itu, ia terlihat sangat kesal telah menghalangi jalannya.

Salah seorang dari kelompok itu maju. Tubuhnya gempal dan lebih pendek dari yang lain. Ia tertawa sambil memamerkan senjatanya. “Hahaha ... berani-beraninya kalian memasuki wilayah kekuasaanku! Kalau kalian mau lewat, kalian harus meninggalkan uang!”

Yula menggertakkan gigi. Ia ingin membalas.

“Dan seorang gadis cantik di sana!” tambah laki-laki itu menunjuk ke arah Lacus.

“Perampok, ya?” terka Esha.

“Ya ampun, masa merampok di siang bolong?” ejek Yoshizu.

“Ah tidak~, aku mau dijadikan sandera!” ujar Lacus malah tak terlihat takut.

“Kenapa Anda terlihat senang?” heran Esha pada Lacus. Lacus hanya tertawa kecil. “Kau juga Yoshizu, mentang-mentang kau perampok profesional,” timpalnya pada Yoshizu.

“Hee, tidak~. Aku hanya mengatakan hal yang umum. Biasanya orang yang berniat merampok itu harus ada tiga syarat!”

Esha mengerutkan dahi. “Memangnya merampok harus ada syarat?”

“Tentu! Pertama, harus di tempat yang sunyi atau suasana sangat senyap. Kedua, lebih baik di malam hari. Dan ketiga, harus tepat memilih mangsa!”

“Heh, jadi kau bilang mereka telah salah memilih mangsa, bukan?”

Kelompok perampok itu bergumam kesal saat mangsa mereka tak terlihat takut akan kehadiran mereka. Saat laki-laki yang bicara tadi melangkahkan kaki, Yula langsung menghentikan langkah orang itu dengan tangan kanan yang diluruskan ke depan.

“Lebih baik sampai di situ, Paman,” Yula memperingati dengan suara berat. “Jika Paman sekalian ingin berlaku kasar pada Putri Lacus, Paman sekalian akan mendapat sangsi yang berat dariku!”

Para perampok bergumam sesama mereka. “Katanya putri, lho! Berarti bangsawan! Mereka pasti punya banyak uang!”

“Maaf, Paman!” Yoshizu meloncat turun. Ia melangkah lalu berdiri di samping Yula. “Muatan kami bukanlah koin emas atau pun berlian, namun lebih berharga dari pada itu. Gadis cantik yang paman lihat ialah seorang putri kerajaan, Tuan Putri Lacus Wallt. Kalian pasti tahu Kerajaan Woerlt? Tak mungkin kalian tak tahu.” Yoshizu memperkenalkan Lacus, dan Lacus melambaikan tangan kepada para perampok. “Jika Paman semua tak mau mendapat masalah, lebih baik mundur dengan kesadaran diri dan memberi kami jalan.”

Salah seorang perampok menyolek pundak laki-laki gumpal di depannya. “Bos, katanya Putri Woerlt! Lebih baik kita mundur,” bisiknya dengan suara menggigil.

Namun bos mereka menghiraukan perkataan itu. Ia berusaha menyembunyikan ketakutannya. “Apa kalian tak mengenal Thief Skilled, hah?!” Ia berusaha meyakinkan calon korbannya agar terlihat lebih ganas, dan mengancam. “Lebih baik kalian yang meninggalkan harta kalian, atau kalian akan kehilangan nyawa!”

“Thief Skilled? Huh, jadi Paman yang merampok uang pedagang itu?” tebak Yula.

“Iya! Itu kami! Sekarang serahkan—”

“Thief Skilled? Jangan membuatku tertawa!” Tapi Yoshizu sudah tertawa. Ia tertawa geli mendengar pengakuan para perampok sebagai kawanan perampok terkenal Thief Skilled. Kemudian kedua matanya menatap tajam para perampok. “Kuharap kalian jangan mencemarkan nama kelompok lain dalam bertindak! Thief Skilled bukanlah sekelompok orang ceroboh yang tak mengenali siapa korban mereka.”

Yula menatap Yoshizu heran. “Kenapa dia marah?” herannya.

“Ah, itu karena dialah ketua Thief Skilled,” ungkap Esha.

Baik Yula maupun Lacus terkejut mendengar hal tersebut. Yoshizu tak bersuara, tetap menatap sekelompok perampok di hadapannya dengan tatapan remeh.

Kali ini para perampok bergidik ngeri. Mereka sendiri tak tahu Thief Skilled itu seperti apa. Dan lagi hasil rampokan mereka semalam digagalkan oleh seseorang yang tak terlihat wajahnya dan berhasil membuat mereka babak belur.

“Ja-jangan mau ditipu oleh mereka! Lagipula kita punya senjata! Ka-kalian semua, serang!”

Suara gagap bos mereka membuat para perampok ragu. Namun mereka tetap memutuskan untuk tetap mengikuti perintah bos. Para perampok menaikkan senjata dan melangkah maju.

Yula langsung maju selangkah dan menghempaskan para perampok dengan magica angin yang keluar dari kedua telapak tangannya. Seluruh perampok itu terjatuh mundur. Tak puas, Yoshizu mencoba memamerkan kekuatan magica-nya, tangan kirinya mengadah ke langit, sekumpulan awan gelap muncul di atasnya mengeluarkan bunyi gemuruh, seketika tangannya di luruskan ke para perampok awan gelap itu melayang ke atas para perampok dan petir keluar menyambar tubuh mereka. Para perampok tak berkutik, mereka hanya bisa menerima kekalahan.

“A-aku baru ingat ... di-dia yang telah mengambil hasil rampokan kita semalam...,” ungkap bos perampok itu dengan suara bergetar.

“Heh, Paman! Makanya lain kali jangan pernah merampok! Apalagi mengatasnamakan Thief Skilled! Thief Skilled bukanlah kelompok yang senang merampok, tapi kami punya misi!” ucap Yoshizu memperingati. “Jika kalian sudah mengerti, silakan menyingkir dari jalan kami!”

Dengan tertatih para perampok berusaha berdiri, melangkah pergi dan berlari sejauh mungkin. Bahkan ada yang tak sanggup berdiri harus merangkak masuk ke dalam hutan, berusaha mengikuti temannya.

Yoshizu berkacak pinggang. Ia sangat senang bisa memberikan pelajaran kembali kepada para kawanan perampok itu.

“Tidakkah itu berlebihan?” ungkap Yula agak kesal pada Yoshizu.

“Apanya Tuan Putri?”

“Serangan barusan. Itu pasti sangat sakit! Apalagi mereka hanyalah rakyat biasa, mereka tak memiliki magica besar!”

“Tapi mereka mengancam keselamatan Tuan Putri Lacus, mereka memiliki senjata magica dan kita tak tahu senjata itu seperti apa,” Yoshizu membela dirinya.

“Aku setuju dengan Yula,” ungkap Lacus.

“Tuan Putri....”

“Aku juga. Kau berlebihan Yoshizu,” tambah Esha.

“Esha juga?” Yoshizu menundukkan kepala, sedih. Ia tak menyangka tindakannya tak disukai oleh teman seperjalanannya, terutama oleh Lacus.

“Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan. Aku malah berpikir jika kita bisa membuat mereka mengelak mundur saja telah memberi pelajaran agar tidak merampok lagi di kemudian hari. Kau tak lihat mereka telah ketakutan saat mendengar kata Thief Skilled,” ucap Yula menasihati. Ia terdiam saat dirinya mengatakan Thief Skilled. “Tunggu sebentar! Kamu ketuanya Thief Skilled? Benarkah?”

Yoshizu terdiam sesaat. “Itu benar.”

Lacus terkejut, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. “Yoshizu….” Ia tak tahu harus mengatakan apa.

“Maafkan aku, Tuan Putri, jika itu membuat Anda kecewa,” ucap Yoshizu pada Lacus.

“Aku hanya ... terkejut,” ungkap Lacus. “Kamu tak menjelaskan padaku sebelumnya kalau kamu salah satu anggota Thief Skilled, bahkan ketuanya? Apa kamu yang mendirikan kelompok tersebut?”

Yoshizu menghela napas. “Kenyataan yang membuat Tuan Putri kecewa. Ya, memang itulah yang sebenarnya.”

“Sejak kapan?”

“Dalam perjalanan pertamaku keluar dari kerajaan. Awalnya tak ada niat, tapi keadaan yang mendesak. Tapi tenang saja, Tuan Putri, kami tak akan berbuat seperti perampok rendahan seperti itu!”

Lacus terlihat tak percaya lagi dengan ucapan Yoshizu, meski laki-laki itu mengatakan hal yang sebenarnya. Yoshizu sangat menyesal pada dirinya sendiri saat Lacus tak mau menatap dirinya.

“Percayalah Tuan Putri, aku.....”

“Kau mengecewakanku! Kenapa kau tak mengatakannya dari awal. Apa tujuan yang kamu katakan padaku hanyalah kebohongan belaka?” Lacus agak emosi mengucapkan perkataannya.

“Hamba tak pernah berbohong pada Anda, Tuan Putri. Kumohon percayalah.....”

Namun Lacus mengacuhkan penyesalan Yoshizu dan ia langsung masuk ke dalam bilik, menutup pintu, tak bersuara.

Yoshizu benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Wajahnya sangat sedih akan penolakan Lacus terhadap apa yang ingin ia jelaskan.

Waah, Kak Lacus benar-benar marah, gumam Yula dalam hati.

“Baiklah,” Yula menghampiri Yoshizu. “Aku memang pernah mendengar rumor tentang Thief Skilled, aku mengerti setiap orang atau kelompok memiliki tujuan masing-masing. Selama hal itu baik, meski tak semuanya baik di mata hukum. Aku tak akan memintamu menceritakan kenapa Thief Skilled dibuat, atau tujuan kalian dengan para bangsawan. Jika kamu benar-benar berniat membantu Kak Lacus dalam perjalanan ini, aku tak melarang apa pun. Itu juga keputusan Kak Lacus.”

Untuk beberapa saat mereka semua terdiam. Hembusan napas Hearty memecah keheningan. Yula pun harus menemui Tuan Putrinya karena mereka harus terus bergerak melanjutkan perjalanan. Yula pun melangkah, menaiki kereta dan mengetuk pintu bilik, membukanya dan menemui Lacus di dalam.

“Kita harus melanjutkan perjalanan. Menurut kakak, apa kita harus meninggalkan Yoshizu?”

Lacus tetap terdiam, namun kemudian menatap Yula seakan bertanya bagaimana menurut rekan pertamanya.

Yula mengerti dan menjawab, “Menurutku lebih baik Yoshizu ikut dengan kita. Ia berada di sini bukan atas kelompoknya, bukan? Ia menemui kakak seorang diri berarti ini urusan di luar pekerjaan Thief Skilled. Mungkin.”

“Baiklah,” ucap Lacus kemudian. “Kita lanjutkan perjalanan.”

Yula membalas dengan senyuman. Ia pun keluar. “Kita lanjutkan perjalanan. Yoshizu, cepatlah naik,” titah Yula.

Yoshizu mengangguk lemah. Ia naik ke kereta, duduk di tempat sebelumnya.

“Cari penginapan untuk malam ini, ya, Yoshizu,” perintah Yula kembali sebelum masuk ke bilik.

Yoshizu hanya mengangguk dan mulai menarik kekang kuda untuk menarik kereta. Dalam suasana seperti ini, mereka yang ada di luar mau pun di dalam bilik kereta tak ada yang bicara, tak juga dengan Yula yang selalu bisa mencairkan suasana. Hanya ada suara derakan kereta, suara tapak kuda dengan tanah, suara burung yang berkicau di langit, dan angin yang mendesir dedaunan.

1
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
kasian esha
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangatt semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
ko we jadi sedih
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat Semangat Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Nayla Syberia
namanya lacus tapi aku baca nya berkali-kali salah malah Lucas 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!