Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Saya Mampu"
Deg.
Hanya 2 kata saja mampu membuat Didi dan Cyla menelan ludah mereka dan menghadap ke arah pintu masuk ruangan dengan Pelan-Pelan dan Good mereka ketahuan menggosipi Pak Bos mereka ditambah Mengejek tidak Mampu.
"Aduh perutku sakit nih aku ke Toilet dulu ya, bye" ucap Didi tiba-tiba sambil memegangi perutnya. "Excuse me, sir" ucap Didi sopan yang hanya dijawab Oleh anggukan oleh Pak Alex yang membuat Didi langsung kabur dari musibah yang akan datang sebentar lagi.
"Kalau begitu saya permisi juga ya pak" ucap Cyla sambil berjalan keluar, hanya saja langkahnya berhenti hanya karena tangannya digenggam oleh tangan yang begitu kekar dan besar.
"Mau kemana?!" ucap Alex sambil mengeluarkan Smirknya.
"Hehehe ke si Huwaaa!!" teriak Cyla tiba-tiba saat Alex langsung menggendongnya ke atas pundaknya membuat Cyla meronta-ronta agar Alex melepaskan gendongan yang membuat Cyla sedikit risih dan membuat jantungnya tidak baik.
Tapi rontaan Cyla malah dibalas oleh pukulan Dipantatnya membuat Cyla meringis sakit.
"Awch, Pak turunin" ronta Cyla lagi ke Alex.
"Kalau saya turunin kamu angkat kaki dari perusahan saya, bagaimana" ucap Alex sambil menekan tombol luft menuji ruang parkir perusahaan.
Cyla hanya bisa diam dan mengumpati Alex, 'Subhannallah apalagi cobaan yang kau berikan ya Allah, tolong jauhkan saya dari lelaki Nang mesum hingga tidak tertandingi ini' ucap Cyla dalam hatinya sambil menutupi mukanya agar tidak terlalu terlihat oleh karyawan lain.
"Jangan kamu umpati saya dengan mulut manis anda nona, sebelum saya memakannya" ucap Alex sambil memasukkan Cyla ke dalam Mobil BMW hitamnya.
"Sabar"ucap Cyla sambil mengigit bibir bawahnya.
Cup
Ciuman singkat sangat singkat sampai-sampai Tidak terasa oleh orang yang dicium.
"Jangan berkata kasar Nona, sebelum saya mencium mu lagi" ucap Alex sambil mengeluarkan senyuman mesumnya yang membuat Cyla langsung menundukan kepalanya karena malu dan pipinya yang sudah merona bak Kepiting rebus.
'Jantungku harus kuat ini' batin Cyla mulai mencoba untuk menyadarkan Hati yang terlalu berbunga-bunga.
Tak berapa lama Mobil Alex sudah berada di jalanan New York yang begitu besar dengan beberapa kendaraan yang sedang melaju
"Tadi bilang kamu bilang saya tidak Mampu" ucap Alex sambil memandang ke arah depan.
"emm Ma mana ada pak, Mungkin bapak yang salah dengar" ucapku sambil terkekeh kecil.
"Saya tidak mungkin salah dengar, memang kamu pernah mencoba milik saya?!" Tanya Alex sambil melirik sekilas ke arah Cyla.
"Ehm" lidah Cyla kelu saat ingin mengutarakan Ucapannya.
"Tapi kalau kamu coba nanti ketagihan" lanjut Pak Alex sambil berbisik dan menghembuskam nafasnya lembut ditelinga Cyla.
Membuat Bulu kuduk Cyla merinding dan membuat Muka Cyla mulai memerah. Alex yang hanya melihatnya hanya tersenyum yang tanpa disadari oleh Cyla karena baginya Saat Cyla digoda selalu timbul warna Merah di pipinya membuat Alex kadang gemas dan ingit mengecup pipi manis itu.
"Kita Mau kemana Pak?!" tanya Cyla yang sudah menormalkan ekspresi dan hatinya.
"Ke Kamar saya mau?!" ajak Alex yang hanya dijawab oleh Pukulan Cyla ke tangan Alex yang baginya hanya terasa sedang dielus saja.
"Menjemput Rei" singkat Alex.
"Ooh ya udah pak, ayo" semangat Cyla yang hanya di respon oleh gelengan Kepala Alex yang merasa heran dengan Cyla yang nanti kekanakan dan kadang terlalu formal.
"Bisakah kamu tidak memanggil saya Pak, saya tidak setua itu" ucap Alex tiba-tiba karena Alex merasakan rasa aneh bila dipanggil oleh sebutan Pak padahal juga bukan Di Kantor tidak perlu sebutan formal kan.
"Kalau begitu kalau Om gimana?!" usul Cyla yang langsung dijawab oleh tatapan dingin dan tajam Alex.
"Ganti" ucap Alex dingin.
"Lah terus apa lagi pak, misalnya saya memanggil dengan sebutan Kak kan tidak mungkin bapak juga sudah tidak terlalu muda lagi. Kalau Nama tambahnya seperti kurang sopan sayanya atau " Cyla mulai memikirkan sesuatu dengan serius dan ...
"S - A - Y - A - N - G" eja Cyla pelan sambil menatap Alex dengan muka memelas bak anak kucing.
Chitttt