" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir
Tuan Surya begitu murka terhadap Mario. Permintaan maafnya tidak di terima, harga diri sudah ia taruhkan untuk memohon ampun pada Mario. Tapi Mario tetap dalam pendiriannya, mulutnya mengatakan memaafkannya, tetapi keputusan mengenai pencabutan donasi untuk sekolahannya tetap berjalan.
" Kurang ajar! " geram Surya. Hartanya terkuras habis untuk membayar semua alat elektronik yang sudah terlanjur masuk ke lingkungan sekolahan.
" Ada apa ayah? " tanya Wulan, istrinya belum mengetahui masalah yang tengah menimpa suaminya.
" Hanya masalah pekerjaan. " jawab Surya.
" Apa begitu buruk? sehingga membuatmu begitu marah? " Wulan.
Surya mengangguk. " Uang ku habis, untuk membayar ratusan komputer keluaran terbaru dan elektronik lainnya, untuk sekolahan kita. "
Wulan mengerutkan keningnya. " Bukannya ayah pernah bilang, ada Donatur yang menyumbang semua itu secara cuma-cuma? "
" Kesalahan ku tidak membuat hitam di atas putih dengan cepat. Mereka mengurungkan niatnya. Hanya sekolahan pemerintah saja yang mendapatkannya. " ujar Surya.
" Aneh sekali, tapi kenapa mereka membatalkannya? "
" Sudahlah jangan bahas masalah ini. Kepala ku serasa ingin pecah jika mengingatnya. " Surya berulang kali memijit keningnya yang terasa pusing.
" Aku buatkan teh hangat untuk mu. " Wulan.
" Iya cepatlah.. " Surya. " O iya.. peringatkan putri mu, agar tidak menemui pria itu lagi! jangan sampai mereka bertemu! " seru Surya. Wulan hanya menganggukkan kepala, menuruti perintah suaminya.
***
Selena begitu merindukan Arjuna, sudah seminggu lebih tidak bertemu dengan kekasihnya itu. Selena ingin sekali menemui Arjuna untuk melihat keadaannya. Tetapi gadis itu teringat akan ancaman yang di berikan oleh ayahnya. Ayahnya akan melakukan hal lebih, jika Selena nekat menemui Arjuna.
" Apa dia baik-baik saja? " lirihnya. Ingin sekali bertemu meski untuk yang terakhir kalinya. Selena takut, jika ia tetap bersama Arjuna, ayahnya akan melakukan hal buruk seperti malam itu, bahkan lebih parah.
Satu-satunya jalan agar Arjuna selamat dari perbuatan keji ayahnya, Selena harus mengakhiri semuanya. Meninggalkan kekasihnya, meski cintanya takkan hilang dari hatinya.
Sedangkan keadaan Arjuna mulai membaik. Milly merawatnya dengan baik. " Mom, aku ingin keluar sebentar. " Arjuna meminta ijin. Pria itu pun merindukan kekasihnya.
" Tidak boleh! keadaan mu belum sepenuhnya membaik. Mommy tidak mengijinkan mu keluar dari rumah! " Milly.
" Tapi aku sangat bosan mom! " keluh Arjuna.
" Ada Cintya yang selalu menemani mu! berbincanglah dengan nya agar kau tidak bosan! " setiap hari Cintya meluangkan waktu untuk menjenguk Arjuna. Menemani pria itu, meski hanya sikap acuh yang ia dapatkan dari Arjuna, Cintya tidak perduli.
Arjuna mendengus kesal. " Cintya, temani aku ke cafe. Aku sangat bosan di rumah. " Arjuna memanfaatkan keberadaan Cintya. " Bolehkan mom? aku pergi dengan Cintya? bodyguard juga boleh mengawasi ku jika itu akan membuat mommy tenang dan mengijinkan ku. "
Milly terdiam sebentar, memikirkan terlebih dahulu.
" Aunty, aku akan menjaga Juna. Aunty tenang saja. " Cintya ikut memohon agar Arjuna di berikan ijin untuk keluar rumah.
" Baiklah.. tapi hati-hati. Jangan terlalu jauh dari pengawasan para bodyguard.. " Milly.
" Baik mom. "
Arjuna di temani Cintya dan beberapa bodyguard keluar rumah. Tetapi bukan ke cafe tujuan Arjuna.
" Kita mau kemana? bukannya cafe yang kau sukai ke arah sana? " ucap Cintya yang menyadari jika Arjuna mengendari mobilnya bukan ke arah cafe.
" Diamlah.. dan ikut saja. " ucap Arjuna. Pria itu menuju ke rumah Selena. Para bodyguard mengikuti dari belakang.
" Kau tunggu si sini saja. " ucap Arjuna yang telah memberhentikan mobilnya tepat di sebuah rumah berpagar tinggi.
" Rumah siapa ini? " Cintya penasaran.
" Selena. " jawabnya datar.
Cintya bungkam, tidak bersuara lagi. Hatinya begitu sakit mendengar pria yang di cintainya menyebut nama wanita lain. Meski ia tahu, dirinya tidak berhak untuk marah. Karena Arjuna bukan kekasihnya lagi.
Cintya duduk di dalam mobil. Kedua matanya mengamati pergerakan Arjuna. Terlihat Arjuna berbicara pada penjaga, sepertinya meminta ini untuk masuk dan menemui Selena.
Penjaga berulang kali menolak Arjuna dan mengusirnya pergi dari sana. Tepat saat berdebat, Sebuah mobil akan keluar. Arjuna pun menoleh, lalu kedua matanya berbinar mendapati wajah kekasihnya. " Selena.. " teriaknya memanggil Selena. Kaca jendela mobil yang di tumpangi Selena sedikit terbuka.
Selena yang sedang melamun menghadap arah jendela terhenyak dengan suara yang begitu di kenalinya. Hatinya menghangat ketika melihat wajah kekasihnya yang ia rindukan selama ini. Belum sempat senyuman itu terbit, peringatan dari ayahnya terngiang di otaknya.
" Aku sangat merindukanmu.. " batinnya ingin berlari memeluk kekasihnya.
Senyuman Arjuna pun perlahan memudar tatkala Selena diam saja, tidak menghiraukannya.
Surya turun dari mobil itu, bersamaan dengan seorang ajudan muda di sampingnya. " Menjauhlah dari putri ku! " seru Surya. Rasa kesalnya terhadap Mario membuat Surya semakin membenci Arjuna.
Mendengar ayahnya meneriaki Arjuna, Selena bergegas turun dari mobil. Takut jika Ayahnya menyuruh para ajudan untuk memukuli Arjuna.
" Ayah.. " lirih Selena dengan tatapan memohon agar tidak menyakiti Arjuna.
" Putri ku akan segera bertunangan dengan pria lain. Pria yang lebih pantas bersanding dengan Selena. " ucap Surya. " Iya kan Selena? " tanya Surya meminta Selena untuk membenarkan ucapannya.
Selena mengangguk. " I-iya.. "
Arjuna menggeleng. " Tidak! aku tidak percaya. Kau hanya mencintai ku kan? Selena. "
Selena menundukkan wajahnya, tidak berani menatap kekasihnya. Hatinya pun terluka saat mengakuinya.
" Pergilah! jangan ganggu kami. Membuang waktu ku saja! " seru Surya yang sudah menyeret tangan Selena untuk masuk ke dalam mobil.
" Maafkan aku Arjuna.. " Selena.
Arjuna yang tak percaya begitu saja mengikuti kemana mobil Surya pergi. Cintya masih diam, tidak berani bertanya. Raut kesedihan terlihat di wajah tampan itu. " Tataplah aku Juna.. aku begitu mencintai mu.. "
Bodyguard yang mengawasi Arjuna pun masih mengikuti, mereka tidak melakukan tindakan apapun sebelum mendapatkan perintah dari tuannya. Dan tetap melapor kepada tuan Mario.
Di restoran bintang lima mobil Surya berhenti. Arjuna masih mengikutinya. " Kau tetap di sini. " ucapnya pada Cintya.
Arjuna begitu marah mendapati pemandangan di depan matanya. Perkataan Surya benar, Selena akan di jodohkan. Beberapa kalimat sempat Arjuna dengar.
" Hentikan semua ini! " teriak Arjuna. Pria remaja itu tidak peduli dengan keadaan sekitar. " Selena ikut aku! " Arjuna menarik tangan Selena.
" Hei! apa-apaan kau ini! " geram Surya.
" Tuan Surya yang terhormat! Saya mencintai putri anda! dan tidak akan membiarkan kekasih ku mengikuti perjodohan sialan ini! " seru Arjuna yang tak lagi memandang di hadapan siapa ia berbicara dengan nada tinggi. " Aku yang akan menikahi putri anda kelak. "
Surya terkekeh geli mendengarnya. " Jangan mimpi! aku tidak akan membiarkan mu menikahi putri ku! sebaiknya kau pergi! calon tunangan dan keluarganya sebentar lagi akan datang! jangan membuat onar! "
" Selena.. ayo pergi bersamaku. " ucap Arjuna.
Selena melirik ayahnya. Tuan Surya mendelik memberikan peringatan pada putrinya. " Maaf Arjuna.. aku tidak bisa. Tinggalkan aku! aku tidak mencintaimu lagi! "
" Kau bohong Selena! "
" Aku tidak bohong! dia lebih segalanya dari mu. Aku akan mencintainya.. pergilah.. tinggalkan aku! hubungan kita sampai disini saja. Kita berakhir! " Selena menahan jeritan di hatinya. Begitu sakit mengatakan itu semua.
Arjuna terdiam. Wajahnya terlihat sangat kecewa. " Jangan takut pada ayah mu. Aku bisa mengatasinya, percayalah.. ayo ikut dengan ku. Hidup bahagia dengan ku. " Arjuna terus berusaha membujuk Selena.
" Kau tidak dengar! putri ku sudah melepaskan mu! pergi dari sini! " suara Surya menggema, membuat orang sekitar memandangi mereka. Kejadian itu menjadi tontonan bagi pengunjung lain.
" Selena.. " Arjuna memohon. Selena memalingkan wajahnya. Air matanya sudah tak bisa ia tahan, sangat sakit melihat Arjuna begitu kecewa padanya.
" Pergi! " usir Surya.
Arjuna masih bergeming, menunggu Selena. Berharap kekasihnya itu memilih ikut dengan nya.
" Tuan muda. Mari kita pulang. " salah satu bodyguard menghampiri Arjuna. Sesuai perintah dari tuan Mario, yang harus membawa Arjuna pulang.
" Tidak mau! aku akan pulang dengan membawa Selena ku! " teriak Arjuna.
" Bawa anak ini! aku muak melihatnya! " ucap Surya. Meski ingin sekali menghajar Arjuna sedari tadi, Surya menahannya, takut jika Mario melakukan hal lebih. Sakit hati membuat Surya tidak mau lagi berhubungan apapun yang menyangkut dengan Mario.
Bodyguard terpaksa membawa Arjuna dengan paksa. Tentu sesuai perintah atasannya. Dengan sedikit memberikan obat bius pada Arjuna agar tidak memberontak.
" Selamat tinggal Arjuna.. " Selena menitikan air matanya, melihat kepergian Arjuna. Mungkin ini terakhir kalinya mereka bertemu. Bertemu dalam situasi yang buruk.
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak