Emily Nelson yang baru lulus dari kuliahnya dengan nilai berprestasi dipaksa menikah dengan seorang CEO ternama di London Allen Dawson. Sedangkan Allen Dawson sudah memiliki seorang istri yang sangat dia cintai bernama Bella Martin.
Emily harus terjebak dalam drama balas dendam masa lalu yang tidak terungkap dari keluarga Allen Dawson.
Akankah ada cinta diantara Emily Nelson dan Allen Dawson? dan sanggupkah Emily Nelson mempertahankan pernikahannya dengan Allen Dawson yang sama sekali tidak mencintainya?
penasaran??
selamat membaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Takdir
..."siapa yang harus dikasihani saat ini? "....
...Allen Dawson...
Emily pulang ke rumah dengan susah payah karena langkahnya yang goyah tidak terlalu kuat menopang tubuhnya akibat meminum minuman alkohol di klub malam selepas pulang dari kantor. Emily sungguh tidak kuat memikirkan semua masalahnya karena itu ia berpikir untuk melepaskan semua pikirannya sejenak .
Emily merebahkan tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi di atas ranjangnya. Sedangkan Allen menyadari hentakan yang tercipta di kasur karena ulah Emily membuat ia membuka matanya dari tidurnya.
"Dia baru datang? ". Gumam Allen melihat istrinya tengkurep dengan masih mengenakan stelan lengkap kerjanya.
Dengan hati-hati Allen membalikkan tubuh Emily dan menyadari bahwa saat ini Emily sedang mabuk terlebih bau alkohol yang menyengat dari tubuh Emily.
Allen melepaskan sepatu yang masih dipakai hingga di atas kasur tidurnya. Allen memanggil pelayanan untuk membersihkan tubuh Emily dan untuk mengganti bajunya yang sudah basah.
Allen memandangi wajah sempurna istrinya yang memiliki semua keindahan tiada tara untuk seorang wanita. Bulu mata lentik bibir merah muda natural pipi tirus membuat perpaduan sempurna dari yang Maha Kuasa.
" Siapa yang harus dikasihani saat ini? ". Gumam Allen di samping Emily yang memejamkan matanya dengan nafas teratur. Allen juga kembali merebahkan tubuhnya dengan memiringkan ke arah Emily yang seperti anak kecil.
" Takdir sedang mempermainkan kita. " Ujar Allen tersenyum sinis pada dirinya.
"Kita bisa apa? Kita hanya bisa berandai saja dan selebihnya Tuhan menentukannya. " Allen dengan kesadarannya tidak bisa bicara banyak ketika bersama Emily. Karena ia masih merasa kehilangan Bella dan ia menyalahkan dirinya atas kematian tersebut.
Allen menyadari bahwa saat ini Emily juga mengalami masalah besar dalam hidupnya karena harus terikat dengan dirinya yang sampai saat ini belum bisa menerima kehadirannya.
"Aku harap kamu jangan putus asa dalam hal ini. " lanjut Allen sebelum ikut memejamkan matanya menyusul mimpi Emily.
Emily dengan masih kantuk karena akibat mabuk yang sepertinya masih sampai saat ini efeknya membuat ia menabrak orang yang berjalan berlawanan dengan dirinya dan hal tersebut membuat keduanya jatuh ke lantai kantor Lauren.
"aduh, punya mata gak sih? ". Gumam Callista yang tertabrak Emily . ketika Emily menyadari bahwa Callista yang ia tabrak ia hanya meminta maaf dan ingin cepat-cepat pergi dari sana karena ia tahu bakal terjadi keributan jika ia meladeni Callista.
Namun, Emily yang baru akan melangkah dijegal kembali oleh Callista hingga terjatuh kembali. Emily berusaha menahan emosinya agar tidak tersulut karena tindakan Callista kepadanya. Hanya saja Callista juga tidak terima jika Emily tidak meladeni semua tindakannya.
"enak saja hanya minta maaf. " Callista mencekal lengan Emily yang ingin meninggalkan nya
"Bersujud dulu lah kepadaku. " Callista mendorong tubuh Emily hingga menyentuh kakinya.
"ayo." Bentak Callista hingga membuat semua mata karyawan tertuju pada dirinya dan Emily yang hanya diam saja dibawah.
"Kamu itu tuli ya? ". Callista mengangkat tubuh Emily dengan menjewer kupingnya.
Emily yang merasa kesakitan atas tindakan Callista langsung mendorong tubuh Callista hingga terjatuh tersungkur dan pelipisnya menatap meja salah satu karyawan membuat mengeluarkan darah.
Emily kaget dengan apa yang telah ia buat pada Callista tanpa sadar ia terbawa emosinya yang telah ia tahan sedari tadi.
" Callista ". Lewis yang baru datang menghampiri Callista dan melihat darah yang keluar dari pelipis Callista. Lewis menatap tajam Emily yang ketakutan.
" Lewis ini semua karena ketidaksengajaan. " ujar Emily berusaha menjelaskan apa yang telah terjadi.
"oh ya? ". Tanya Lewis yang merangkul pundak Callista
" i-iya. aku tidak sengaja mendorongnya. " Balas Emily gugup karena melihat kemarahan di wajah Lewis.
"Kamu percayakan dengan ku Lewis? ". lanjut Emily meyakinkan Lewis
ayo tor semangat2
emily dan lewis ...cinta...jeadaanlah yang membuatnya begitu
ini juga bagian dari keusila penulisnya
tor.....semangat dan upnya yang buanyak ya
sakit ati kan........