NovelToon NovelToon
Keinginan HQQ

Keinginan HQQ

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:90.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wanita Biasa

Anna adalah Seorang gadis berusia 25 thn, putri dari Pak Ahmad dan Ibu Yuni, Anna perempuan yang sangat Baik, Sholeh, tegas, dan Kekeh atas Pwndirian nya.

Devan, Devan (27 Thn) dia adalah calon Bos besar di perusahaan, yang sangat di Impikan oleh Anna, namun Devan aladah orang yang sangat tidak suka dengan cara berpakaian Anna yang tertutup Sempurna, Devan ingin Anna merubah Penampilan nya,

Akan kah Anna menuruti Kemauan Devan untuk Mengubah cara Berpakaian nya ?? hanya Karna Anna sangat menginginkan sekali , berkerja di perusahaan Devan.

Yo lanjut unguk Membaca, Semoga Suka dan di tunggu vote, like dan coment nya.

Kisah mereka sangat menguras air mata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesabaran Anna.

BAB 28

Anna sangat telaten sekali mengurusi Devan.

"Sayang maaf ya ?? Papah udah banyak ngerepotin kamu !! " Devan sangat sendu memperhatikan setiap gerak Anna.

"Papah tuh ngomong apa sih ?? aku itu istri mu. Kewajiban aku untuk jagain kamu. Mau sakit atau pun sehat. " Anna ta henti membersihkan seluruh tubuh Devan.

"Sampai kapan, Papah harus di rawat ?? bagai mana pekerjaan kantor !! " Devan seperti orang LingLung.

Anna pun kaget melihat sikap suami nya itu, Anna segera menenangkan Devan.

"Sayang, jangan dulu pikirin urusan kantor ya? tenang semua sudah di atur, dan semua nya insya Alloh baik baik saja. " ucap Anna sambil memegang tangan Devan.

"Terima kasih sayang, aku ga salah mempertahan kan kamu, untuk akhirnya kita di per **satuka**n !! " Devan berkaca-kaca.

"Pah, Alloh itu maha adil. Jadi jangan khawatir ya ?? " Anna pun memeluk Devan.

"Bawa Papah pulang Bun, Papah kangen Putri. " Devan meminta pada Anna.

"Iya Pah, Insya Alloh secepat nya, Papah bakalan pulang. " Anna terus menyentuh Devan dengan penuh kehangatan.

Tak terasa, Devan sudah 2 pekan berada si rumah sakit.

Anna pun minta ijin kepada Devan, untuk pulang sebentar melihat Putri dan membawakan pakaian untuk Devan.

"Mas, aku pulang sebentar ya ?? Nanti, Ayah

mau kesini, berhubung Ayah mau kesini, aku liat Putri dulu ya? sambil bawa baju ganti !"

Devan pun dengan cepat, memberikan ijin pada Anna, dan menitip kan salam kangen untuk Putri.

Devan pun di temani oleh Sang Ayah.

"Pah? Bagai mana kantor ?? " Tanya Devan pada Ayah nya.

"Tidak Usah khawatir Nak, istri mu selalu mengontrol, meskipun itu lewat Hp. setidak nya dia bisa mengatur dan mengurus kantor dengan baik. " jawab Ayah Devan.

"Pah?? kalau aku di panggil terlebih dahulu sama Alloh, tolong jagan biarkan Anna dan Putri tidak mendapatkan Hak nya, sebagai keluarga Papah. Anggap saja mereka Pengganti aku Pah. Berikan Hak ku, kepada mereka, jangan biar ken mereka merasa kekurangan. " ucap Devan lemas.

Ayah Devan pun terharu melihat nya.

"Ngomong apa, kamu nak ?? kenapa kamu sampai berpikir sejauh itu ?? " Tanya Ayah Devan.

"Aku, khawatir Pah. Aku mau Lihat mereka Bahagia. Walau pun aku sudah tiada, dan sudah tidak bersama mereka lagi. " Devan pun menangis pilu.

Ayah Devan pun, meneteskan air mata nya, dan langsung memeluk Devan.

"Nak, jangan khawatir. Ayah tidak akan membiarkan mereka kekurangan, Tanpa kamu minta pun, Ayah sudah memikirkan nya Jauh-jauh hari. Umur tidak ada yang tau Nak !! bisa jadi, Papah yang akan di panggil terlebih dahulu !! " Ayah Devan pun menenangkan Devan dengan lembut.

"Terima kasih, Pah?" Ucap Devan sambil memeluk Ayah nya.

"Ayah akan memberikan salah satu perusahaan kepada kalian, Yaitu perusahaan yang kamu pegang. Berserta salah satu investasi Papah yang lain nya, Papah percaya pada Anna. Toh kalau pun Papah, berpulang terlebih dahulu. Siapa yang bakalan urusin semua nya? kan Anak Papah cuma Kamu seorang Nak! semua nya ,Milik cucu Papah!" Ayah Devan pun semakin Pilu.

Mereka pun hanyut dalam kesedihan,sehingga mereka pun saling, menguatkan satu sama lain nya.

"Syukur lah Nak, Papah lihat keadaan kamu semakin membaik!" Ucap Ayah Devan, sambil memperhatikan ke arah tubuh Devan.

Devan pun tersenyum. "Alhamdulilah Pah. Mudah-mudahan semua nya Baik-baik saja!"

Dokter Heru pun datang, untuk memeriksa keadaan Devan.

"Selamat Pagi Pak Devan? wah ternyata ada Pak wijaya juga, Selamat Pagi Pak?" Sapa Dokter Heru,

"Pagi Dok, " jawab Devan dan Ayah Devan.

"Wah, Pak Devan kelihatan nya segar sekali?" ucap Dokter Heru,sambil memeriksa keadaan Devan.

"Iya Dok, Istri saya yang sudah membuat, saya segar seperti ini," jawab Devan, terus memperhatikan Dokter Heru

"Wah, subhanalloh Pak, baruntung sekali Pak Devan ini. Biasa nya semua istri yang suami nya di rawat, suka minta tolong suster buat, bersihin suami nya itu. Tapi Ibu Anna, menolak mentah-mentah, saat suster menawarkan bantuan nya untuk membersihkan Pak Devan," Ucap Dokter Heru sambil menggelengkan kepala nya.

Semua nya pun tertawa,termasuk Devan.

"Memang istri saya itu, beda dari yang lain Dok, Semua nya, Pasti dia jawab. "bisa."

Mereka pun,tertawa kembali.

Dokter Heru pun telah selesai memeriksa tubuh Devan, Dokter Heru sebenar nya dari tadi, memperhatikan cara bicara Devan, Daya tanggap pikiran Devan, semua respon Devan di perhatikan.

"Syukurlah, Pak Devan semakin membaik. Tapi saya masih mengkhawatirkan nya." gumam Dokter Heru dalam hati nya.

Dokter Heru pun,menjelaskan tentang semua kondisi Devan, dan memberikan semangat untuk kesembuhan tangan dan kaki Devan yang patah.

"Baik lah, Pak Devan yang semangat ya? sabar ,sampai menunggu tangan dan kaki ,Pak Devan, sehat seperti semula. Sehingga Pak Devan, di haruskan untuk menggunakan kursi roda, untuk sementara," Dokter Heru, menyampaikan nya dengan teliti dan jelas.

"Baik lah dok, terima kasih banyak atas bantuan Dokter ?" Ungkap Devan sangat sopan.

"Baik lah, kalau begitu saya permisi. tapi sebelum nya, apa saya boleh berbicara sebentar pada Pak Wijaya?" Tanya Dokter Heru.

"Silahkan Dok," jawab Devan.

"Mari ikut saya Pak?" ajak Dokter Heru.

"Sebentat ya Nak? kamu istirahat saja dulu!"

"Iyah Pah."

Devan pun tertidur lelap,

Selang beberapa lama kemudian, Anna pun tiba,

Anna melihat Devan, sedang tertidur pulas.

Anna pun melangkah secara perlahan, agar Devan tidak mendengar nya, Anna meraih kursi yang ada di samping ranjang Devan, untuk di duduki nya.

Anna dengan sendu melihat Wajah Tampan suami nya itu.

Perasaan Anna tidak bisa di pungkiri, saat memperhatikan wajah Devan, rasa sakit itu datang kembali, seolah-olah Anna merasakan sakit yang Devan rasa kan.

Anna pun kembali meneteskan Air mata.

Anna takut Devan terbangun, karna mendengar isakan tangis nya, Anna segera keluar sejenak untuk menenangkan hati nya.

Sesampai di depan pintu, ruangan Devan,

Anna duduk di sebuah sofa yang di sediakan oleh rumah sakit, dan Anna memecahkan kesedihan nya seorang diri. sambil menutupi muka dengan kedua tangan nya. dan terisak menangis.

Sampai akhir nya, seseorang memanggil nya.

"Ann?."

Anna pun menoleh, "Pah ?" Anna pun sibuk mengusap air matanya.

"Papah tau, apa yang sedang kamu rasakan dan khawatirkan, Dokter sudah menceritakan semua nya !" Ucap Ayah Devan pada Anna.

Anna pun semakin tak kuat menahan air mata nya, Anna kembali terisak.

"Ya sudah, kamu tenangngin diri kamu dulu. Papah mau lihat Devan dulu, sambil pamit."

"Iya pah, terima kasih,"

Ayah Devan pun masuk ke dalam ruangan Devan.

Devan pun terbangun.

"Pan ? apa yang dokter bilang?" tanya Devan penasaran.

"Ga papa ko nak! biasa saja." jawab ayah Devan tenang.

"Ayah pamit ya? kamu cepet sembuh, kasian istri kamu nak!" ucap ayah Devan.

"Iya pah, memang istri ku sudah kembali ke sini?" tanya Devan.

"Sudah nak, dia sedang diluar.".

"Nanti, ayah panggil kan ya?" Ayah Devan pun pergi meninggalkan Devan.

"Nak ,Devan menanyakan mu. temani lah dia, papah pamit dulu ?"

"Iya Pah, hati-hati di jalan."Anna pun segera menemui Devan.

"Assalamualaikum?" sapa Anna pada Devan,yang sedang menunggu nya.

Anna pun mencium tangan Devan.

"Waalaikumsalam." jawab Devan,sambil mencium kening Anna.

"Makam dulu Mas," Ucap Anna sambil mengambil makanan di meja, namun di tangan Anna di tarik oleh Devan.

"Sebentar, sini duduk," Devan pun melihat Mata Anna.

"Kenapa nangis?" Tanya Devan.

Anna kaget, "Loh, ko tau sih?" gumam Anna dalam hatinya.

Anna pun tidak bisa berbohong.

Anna langsung memeluk Devan, dan Lagi-lagi menangis.

Devan menghela nafas panjang, "Mulai deh, kata mas apa kemarin? ko istri mas, jadi ga mau denger suami nya sih?"

"I***h mas, ko gitu sih ngomong nya? Aku kangen Mas, aku ga mau jauh dari kamu." Anna sangat kesal namun terdengar manja.

"Iya, mas bercanda ko sayang. kamu itu tetap menjadi, bidadari hidup ku yang sholehah, yang selalu berbakti pada suami nya," ucap Devan sambil, memeluk punggung Anna yang dari tadi memeluk nya.

1
Anis Rinah
Ceritanya bagus AQ suka....✌️....👍👍👍
Rika Azzahra
masyaa Allah... Anna
Diasita Duwihayati
😭😭😭😭
Diasita Duwihayati
😂😂😂
Lili Adelia
Devan gk bsa tegas,yah jalani aja
ani nurhaeni
wanita sholeha
Lisna Rahayu
lanjut thor
Lisna Rahayu
subhanalloh 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lisna Rahayu
lanjut
siti
lanjut ka
Quora_youtixs🖋️
hadir kak semangat 👍
Putri Handayani
semangatt kakak
mampir juga di karya ku kakak dan semoga bermanfaat kakak 🙏
Dewi Puspitayani
ceritax 👌👌👌
ditunggu kelanjutanx🙏🙏🙏
Neti Jalia
semangat kk🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Vie
lanjut tor...
salam dari kamulah harapanku
Andropist
Semangat Kakak,Jangan Lupa mampir dinovelku
BELUM SIAP MENIKAH(BADBOY VS GOODGIRL)
5 like untukkmu
Nona Kos Anjani
mampir kak author
mari kita lanjut baca lagiiiiii
Siti nurjanah: Siapp ... dukung juga karya ku yang lain ya ?? 🤗🤗
total 1 replies
Febriyanti🍫🍭
semangat yaa aku udah fedbeck sebelum mksih udah mampir di karya ku😉
Dindin Syarefudin
up truss
Neti Jalia
lanjuttt againnn
*HUJaN DIBALIK PUnGGUNg
*SUAMiKU CEO GANAS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!