NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: NCY

Calina Sanders menikahi seorang putra mahkota karena ingin mencari keadilan atas kematian ibunya.

Sedangkan Kama El Barrak menikahi Calina karena ingin mencari seorang pendonor yang sesuai untuk penyakit langkanya.

Siapa yang menyangka, Calina malah terjebak didalam istana megah itu seperti seorang tahanan. Sedangkan Kama perlahan mulai mencintai wanita yang dinikahinya.


Bagaimana mereka bersama setelah kehadiran orang ketiga diantara keduanya? Sedangkan sang Ratu begitu membenci Calina yang hanya seorang wanita dari kasta terendah.

Yuk Simak bersama Kisah Cinta menarik antara Kama dan Calina.
Jangan lupa dukung author berupa like, koment dan vote ya gaes. Jiayou 💪🏻🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Sengit

Dalam mobil. Vania Lupita dan Dita telah tertidur. Kama tak banyak bicara, hanya fokus pada jalanan yang masih lumayan ramai malam itu.

Calina yang masih sadar dari oengaruh alkohol meminta Kama mampir disebuah toko kue dan apotik untuk sekedar membeli minuman penghilang mabuk.

Usai memberi penghilang mabuk pada teman temannya, Vania terlihat mulai duduk dengan rapih dibangku belakang.

"Ca, maaf gue minum kebanyakan. Jadinya gue ngantuk," ucap Vania.

"Haha gapapa Van, lu cuman tertidur bentar doank kok," ucap Calina sembari menghadap ke arah Vania.

"Eh ini dua orang kenapa tidur disini? Bangun bangun woi, gak enak dong ama pangeran," ucap Vania sambil menepuk nepuk punggung Dita dan Lupita agar terbangun.

"Ueek, Dit gue puyeng pengen muntah," ucap Lupita.

"Hah muntah? Pit jangan malu maluin dong. Telen lagi muntah lo. Ada pangeran Kama Pit," ucap Vania membantu mengusap usap punggung Lupita.

"Berapa banyak yang kalian minum?" tanya Kama.

Calina mengangkat 2 jarinya pada Kama.

"Dua gelas?" tanya Kama.

"Entahlah aku minum berapa gelas, yang pastiny kami berempat minum 2 botol," sahut Vania.

"Haha, luar biasa. Toleransi alkohol kalian sangat tinggi," ucap Kama.

"Yang mulia, biar saya yang mengemudi," pinta Calina.

"Kenapa?" tanya Kama.

"Biar mereka bisa segera sadar," jawab Calina.

Kama berhenti dipinggir trotoar jalanan yang agak lengang. Calina membenahi jaket Kama dan memakaikannya sebuah kupluk.

Begitu duduk dibalik kemudi, Calina langsung melajukan mobinya dengan kecepatan tinggi.

"Ca, gue mau muntah ca, lu apa apaan ini?" ucap Lupita mulai protes.

"Ca, gue belum pengen mati. Please jangan ngebut seperti itu dong," ucap Dita.

"Jadi lu akhirnya bangun, ayo minum lagi minuman penghilang mabuk dikantong biar kalian bener bener sadar. Aku akan mengantar kalian ke rumah Vania," ucap Calina.

Ketiga temennya telah duduk manis dikursi belakang hingga Calina mulai menurunkan laju kendaraan. Kama pun terlihat mulai rileks akibat laju kendaraan tidak sekencang tadi.

"Yang mulia maaf, kami hanya sekedar merayakan ultah jadinya ...," ucap Dita dengan wajah sedikit menyesal.

"Ya gapapa," jawab Kama datar.

Beberapa saat mereka tiba dirumah Vania.

"Yang mulia pangeran, terimakasih sudah mengantar kami pulang," ucap Dita.

Kama hanya tersenyum menatap ketiga orang wanita yang turun dari mobil itu.

"Saya turun sebentar," ucap Calina sambil mengambil Kue disampingnya.

Calina memasang lilin diatas kue itu. Dengan sambil bernyanyi happy birthday Calina berjalan menuju teras rumah Vania. Dimana mereka berdiri.

Setelah meniup lilin, keempat orang sahabat itu berpelukan. Kama menyaksikan tingkah Calina dan teman temannya itu. Sebuah kebahagiaan yang tudak ada pada dirinya. Suport dari seorang teman mungkin memiliki arti kebahagiaan tersendiri di dalam hati mereka.

Calina akhirnya kembali ke mobil setelah beberapa menit membiarkan Kama menunggu.

"Kita akan menunggu Harley? Dia akan datang menjemput kita." ucap Kama.

"Pakai mobil ini aja dulu, besok baru dikembalikan," ucap Calina.

"Tunggu tunggu, kamu akan menyetir ugal ugalan seperti tadi?" Kama mengulurkan tangannya. "Sini berikan kuncinya," pinta Kama.

"Saya akan mengantar yang mulia dengan aman sampai tiba dikediaman yang mulia," ucap Calina sambil menundukkan kepalanya.

Calina langsung duduk dibalik kemudi mobil itu kemudian meluncur meninggalkan rumah Vania.

"Next time jangan bawa teman teman kamu minum minum didalam istana lagi!" ucap Kama datar.

Calina hanya diam tak menggubris ucapan suaminya itu, dia terlarut dalam pikirannya sendiri.

Beberapa hari ini Kama berubah. Sikapnya menjadi dingin dan menghindar dariku. Pengaruh ibunya terlalu besar bagi dirinya. Ini pasti ada kaitannya dengan perceraian yang dikatakan Ratu padaku kemaren. Jika saja dia memiliki sedikit rasa keadilan didalam tembok istana itu. Tapi sepertinya mereka semua sama. Mereka berusaha terlihat baik dimasyarakat untuk menutupi keburukan dalam hati mereka.

"Calina, Calina?" panggil Kama.

"Ah, ya yang mulia?" jawab Calina sedikit kaget.

"Bukankah kamu juga minum tadi? Kenapa kamu tak meminum ini?" Kama menyerahkan sebotol minuman penetralisir allohol pada Calina.

"Yang mulia tenang saja, saya baik baik saja," ucap Calina.

Aku malah jadi ingin minum yang banyak. Aku bosan hidup terhormat seperti kalian yang hanya menjadikan kehirmatan sebuah kedok. Batin Calina,

Setiba diistana waktu sudah jam 11.30.

"Istirahatlah, besok masih banyak kegiatan penting," ucap Kama sambil meninggalkan Calina yang masih duduk dibalik kemudi.

Maafkan aku Calina, aku tak bisa bermurah hati terhadap mu lagi. Semakin besar rasa cintaku padamu akan semakin sulit buatku melepaskanmu. Batin Kama.

"Dasar aneh, tiba tiba cuek. Tiba mesra," ucap Calina pelan sembari membanting pintu mobil.

...

"Nona, mandilah dulu. Saya sudah menyiapkan air dan pakaian anda didalam." ucap Rosa begitu Calina memasuki pintu.

"Rosa, ambilkan aku makanan. Aku butuh tenaga lebih untuk mulai berperang," ucap Calina.

"Hah? Anda lapar? Baiklah, saya akan kedapur sekarang." Rosa segera berlalu dari hadapan Calina.

Calina menuju ruang tengah berbaring diatas sofa sambil menyetel drama saeguk.

Rosa tiba dengan seporsi nasi goreng seafood.

Calina menyantap nasi gorengnya sambil menyimak drama dihadapannya.

"Nona, sudah hampir jam 1. Apa nona nggak ngantuk?" tanya Rosa.

"Rosa, besok bangunkan aku jam 12 siang. Jika ada yang mencariku bilang aja aku begadang tidur jam 5 pagi," ucap Calina.

"Baik, tapi sekarang sebaiknya nona mandi kemudian istirahat dikamar?" bujuk Rosa.

Calina yang merasa dirinya berbau miras, langsung menuruti ucapan Rosa.

Calina berlama lama berendam dalam air hangat.

Sambil memikirkan beberapa ide yang akan dilakukannya hari esok.

Dengan pikiran yang telah matang, akhirnya Calina bergegas menuju pembaringan.

Jelang pukul 4 Calina baru benar benar tertidur pulas.

Sesuai perintah, Rosa bahkan tak berani membangunkannya hingga siang hari.

Pukul sebelas siang itu seorang pelayan Ratu datang ke kediaman Calina. Ratu sedang menunggu Calina diruangannya.

Selang sejam, pelayan itu menemui Rosa lagi.

"Yang mulia putri sudah ditunggu Ratu sejak sejam yang lalu. Kenapa belum juga tiba?" ucap pelayan itu.

"Putri sedang tak enak badan, setelah minum obat dia akan menemui Ratu," jawab Rosa asal.

Jika aku mengatakan nona tidur jam 5, Ratu akan sangat marah dengannya. Jika mengatakan nona sakit, ratu pasti akan sedikit kompromi.

Pikir Rosa.

"Non, non?" Panggil Rosa pada Calina dicepan pintu kamarnya.

"Rosa masuklah." teriak Calina.

"Yang mulia ratu sudah menunggu anda sebelum makan siang. Bergegaslah mandi kemudian pergi ke ruangannya," ucap Rosa.

"Sebaiknya aku makan dulu. Mandi baru menemui Ratu. Oh ya Rosa. Aku ingin makan porsi doble siang ini. Bawakan aku makanan yang agak berkuah dan pedas," pinta Calina.

"Baiklah," Rosa meninggalkan Calina dan kembali dengan soup ikan porsi besar ditangannya.

Calina makan dengan lahap dan menghabiskan semua isi dalam mangkok itu.

"Nona seperti orang yang kelaperan banget. Padahal semalam kan nona makan banyak," ucap Calina heran.

"Biar ada tenaga extra untuk melawan Ratu dan Odette. Hari ini sepertinya musuhku bertambah. Dia tak berniat sedikitpun membelaku karena ibunya sudah menyihirnya."

"Maksud nona, pangeran?"

"Ya, akhir akhir ini dia berubah menjadi seseorang yang sangat tak berperasaan."

Jam dua siang itu Calina menuju ruangan ratu, namun Ratu tak berada ditempatnya. Calina mencari ke beberapa tempat hingga ketemu.

Ratu sedang berada didigaleri lukisan menemani beberapa tamu dari luar negara.

Calina masuk galeri itu hanya dengan mengenakan celana jeans dan kaos oblong yang dimasukkan rapih kedalam celana. Ruangan Mewah itu berisi berbagai macam lukisan. Tamu tamu dalam ruangan itu sibuk menatap lukisan lukisan yang menempel didinding.

Ternyata ada ruangan seperti ini diistana ini. Koleksi lukisan mereka begitu lengkap. Batin Calina.

Sebentar saja Calina mencari, sosok Ratu sudah tertangkap oleh matanya. Sosok wanita dengan gaya dan busana yang selalu sempurna.

Calina menghampiri Ratu yang saat itu tengah berbincang bincang dengan tamunya.

"Yang mulia mencari saya tadi?" sapa Calina sambil menundukkan badannya.

"Calina? Mr. Chou, Mr Ma and Miss Lucia excusme a moment," pamit Sophia pada beberapa orang duta besar dihadapannya.

Sophia menarik lengan Calina mencari ruangan yang agak sepi. Kama yang melihat hal itu kangsung menyusul kemana ibunya membawa Calina.

"Apa apaan kamu? Ada apa dengan pakaianmu hari ini?" ucap Ratu.

Ratu meremas tangan Calina dengan begitu kasar kemudian mendorongnya hingga ke dinding.

"Ughhh," Calina memekik kesakitan.

"Saya tak ingin kompromi lagi dengan mu sekarang. Selesai festival ini, segera donorkan stemcell mu untuk Kama dan keluar dari istana ini. Atau aku mungkin saja bisa membunuhmu diam diam disini! Tak ada satu orang pun yang akan tau jika kamu mati disini," ucap Sophia.

"Ya seperti kematian ibuku, tak ada satupun yang tau kematian naasnya disini. Kalian menutupinya dengan sangat baik, kalian orang orang terhormat disini sangat tidak berperasaan. Akhlak kalian lebih dari strata yang kalian sandang," gumam Calina.

Kama yang sudah berdiri dibelakang Calina dan ibunya yang masih meremas pergelangan tangan Calina.

"Ada apa ini? Bu? Apa yang kalian bicarakan?"

"Segera ceraikan wanita rendah ini Kama. Segera siapkan meja operasi itu dan lakukan operasi transplantasinya sesegera mungkin. Sebelum dia membunuhku karena kesal," ucap Sophia marah.

"Bukankah tadi anda yang mengatakan akan membunuhku diam diam diistana ini? Kenapa sekarang anda yang akan mati? Dan operasi? Jadi kalian telah merencanakan sesuatu yang aku sendiri tak tau? Kalian membutuhkan ku disini hanya untuk jadi pendonor? Kalian sungguh tercela," ucap Calina dengan mata yang haus akan penjelasan.

Bersambung...

1
[🦉]Susi Soemarsi
puas bgt sama alurnya ceritanya. recommand bgt buat yg suka baca novel🤗🤗
[🦉]Susi Soemarsi
yeyy akhirnya selesai juga bacanya😍. suka sama alurnya plus konfliknya yg nggc mbulet jadi nggc pening bacanya.thank' dan
semangat terus ya thor berkaryanya💪😇
[🦉]Susi Soemarsi
sudah kuduga kalo shopia itu selingkuh sama adipati. soalnya kek gitu bgt sih ngebelanya😌😌
[🦉]Susi Soemarsi
wahh nggc nyangka ternyata calina itu anak bangsawan😍😍
[🦉]Susi Soemarsi
semoga calina cepet hamil, biar nggc jadi cerai🤗
Nurma sari Sari
hadiah Rio mungkin aquarium yg pernah di beli Rio waktu dipelelangan barang antik di kerajaan
Nurma sari Sari
ya ampun sampai segitunya, kok yg lebih berperan memberi perintah adalah ratu, kemana rajanya. kok rajanya seperti GK ada fungsinya di dlm istana
Nurma sari Sari
lanjut
Nurma sari Sari
seru...😊
Nurma sari Sari
lanjut thor 👍
Nurma sari Sari
oooh....sombong nya....
Nurma sari Sari
semangat Carlina karena kamu lah pilihan Kama sang pangeran
Nurma sari Sari
sekolah tinggi bahkan sdh menjadi dosen dan model, diusia yg sdh 27 th Carlina baru merasakan ciuman untuk yg pertama kalinya ???? 🤔
Nurma sari Sari
mampir...
Nurma sari Sari
menyimak
🫧Alinna 🫧: Selamat membaca, semoga terhibur 😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
jadi penasaran deh, pangeran cinta beneran pa nggak
🫧Alinna 🫧: Terima kasih sudah mampir 🙏🏻😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
kapan malam pertamanya
🫧Alinna 🫧: Udah deket 🤭
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
ikut bahagia deh tapi juga sedih gimana lanjutnya..
R Ghofur Hidayat
l@njut Thor..
R Ghofur Hidayat
penasaran jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!