NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Di

ruangan lain Robert terlihat memaksa Catherine untuk menandatangi berkas.

"Cepat!"

bentak Robert.

"Aku

tidak akan melakukannya." Catherine tetap pada pendiriannya.

"Kau

sungguh keras kepala!" pekik Robert sudah habis kesabaran karena

Catherine.

"Ah!"

pekik Catherine saat Robert menjambak rambutnya membuat kepala Catherine

mendongak ke atas.

"Kau

sungguh tidak takut. Kau pikir ancaman ku hanya ucapan belaka," bisiknya

dengan tajam.

"Bawa

masuk ular itu," seru Robert.

Tak

lama dua orang anak buahnya membawa kotak besar yang terbuat dari kaca. Di

dalamnya terlihat seekor ular boa berukuran besar.

"Ular

itu sudah lama tidak makan. Kalau kamu masih tidak menandatangi berkas ini.

Maka kamu akan jadi santapannya," seru Robert.

"Kau

pikir aku takut," seru Catherine dengan nada tajam dan sedikit meringis

karena jambakan Robert semakin kuat.

"Kau

masih ingin bermain-main yah. Baiklah kalau begitu, kita bermain dulu sebelum kamu

menjadi santapan ular boa itu," seru Robert menyeringai.

Melihat

seringai itu Catherine langsung menjadi ketakutan. Ia memiliki firasat buruk.

"Ah!"

Robert

tiba-tiba saja menarik kemeja Catherine di bagian lengannya hingga sobek.

Kemudian ia melepaskan jambakannya dan melepaskan ikatan Catherine.

Setelah

itu ia melemparkan tubuh Catherine hingga tersungkur di lantai tepat di hadapan

10 anak buahnya.

"Aku

memberikan bonus untuk kalian. Nikmatilah tubuh ****** ini bersama-sama,"

seru Robert membuat kedua mata Catherine melebar.

"Kau

biadab! Berengsek!" teriak Catherine.

"Hahaha"

Robert tertawa puas saat para anak buahnya sudah mengerumuni Catherine yang

berusaha menepis setiap tangan yang ingin menyentuhnya.

"Lepaskan!

Pergi!" teriak Catherine terisak.

'Tolong

siapapun selamatkan aku. Lebih baik aku mati daripada di lecehkan seperti ini,'

batin Catherine.

Tubuhnya

di dorong hingga terlentang di atas lantai.

"Biar

aku dulu yang mencoba bagaimana rasanya Nyonya besar ini,"  tawa salah satu anak buah Robert.

"Menjauh!"

teriak Catherine berusaha mencari sesuatu untuk melindungi dirinya.

"Nikmatilah

******." tawa Robert menggelegar.

Catherine

berusaha menghindar walau sulit. Kemudian dua orang dari mereka memegang kedua

tangan Catherine yang terus melawan. Kemudian dua orang lagi menahan kedua kaki

Catherine. Kini posisi Catherine sangat tersudut dan ia tidak bisa melakukan

apapun.

Seorang

pria mulai membuka sabuk celananya di depan Catherine membuatnya memalingkan

wajahnya diiringi isakan.

Bagaimana

ini....

Bug

Pria

yang sudah membuka celananya itu tiba-tiba terlempar ke belakang karena

tendangan seseorang.

Catherine

menoleh saat mendengar suara tendangan itu. Dan matanya melebar penuh rasa

bahagia dan syukur.

"Aiden..."

gumamnya.

Aiden

melihat kondisi Catherine yang penuh luka dan pakaian sobek. Emosinya memuncak.

Ia

langsung menendang ke empat orang yang tengah menahan Catherine. Sedangkan

Harry dan dua orang anak buahnya sudah berkelahi melawan musuh yang lain.

Robert terlihat melarikan diri dengan membawa berkas. Tetapi sebelum itu, ia

melepaskan ular besar itu dari kandangnya.

Aiden

melepaskan mantel hitam yang ia gunakan. Kemudian ia berjalan mendekati

Catherine. Ia berjongkok di hadapan Catherine.

"Kamu

tidak apa-apa?" tanya Aiden membantu Catherine terbangun dan memasang kan

mantelnya di tubuh Catherine.

"Aiden..."

Catherine langsung memeluk tubuh Aiden dan terisak.

"Maafkan

aku karena terlambat menolongmu," ucap Aiden.

Catherine

hanya menggelengkan kepalanya dan tetap terisak.

"Sudahlah.

Semuanya baik-baik saja," ucap Aiden.

"Aiden

awas!"

Catherine

mendorong tubuh Aiden menjauh darinya saat seseorang memukulkan kursi kayu

dengan keras ke arah mereka.

"Ah!"

"Catherine!"

pekik Aiden saat pukulan kursi itu mengenai punggung dan kepala bagian belakang

Catherine.

Tubuh

Catherine ambruk dengan darah mengalir dari bagian belakang kepalanya.

Pandangan

Catherine mulai kabur. Aiden terlihat berkelahi dengan penjahat yang memukul

Catherine.

Catherine

berkeringat dingin dan darah terus mengalir membuatnya memegang kepalanya yang

terasa sakit.

Seekor

ular terlihat mendekatinya. Pandangan Catherine semakin lama semakin kabur dan

ia tidak begitu jelas melihat ular yang semakin mendekatinya.

Ular

itu sudah dekat dengan kaki Catherine. Ular itu mulai melilit kaki Catherine

yang sudah tak bertenaga.

"Oh

God!" pekik Aiden saat melihat setengah tubuh Catherine sudah di lilit

ular boa besar itu.

Tanpa

pikir panjang Aiden mencengkram bagian leher ular itu dan menusukkan pisau

lipat di tubuhnya. Ular itu meronta dan melepaskan lilitannya di tubuh

Catherine.

Aiden

sempat berguling dengan masih memegang kuat ular itu. Dan berusaha melawan ular

yang semakin agresif dan berbahaya.

Dor

Aiden

mampu menghela napasnya saat Harry menembak tepat sasaran dan ular itu langsung

mati.

Dengan

cepat Aiden beranjak dan berlari mendekati tubuh Catherine yang sudah terkulai

di lantai.

"Cath."

Aiden membawa tubuh Catherine ke dalam dekapannya. "Bertahanlah. Aku akan

membawamu ke rumah sakit."

"A-aiden..."

Catherine menatap Aiden dengan tatapan sendu.

Mata

Aiden memerah melihat Catherine yang sudah terluka parah.

"Bertahanlah

aku mohon," seru Aiden dan air matanya luruh membasahi pipi.

"Kamu

menangis?" gumam Catherine tangannya terangkat mengusap air mata di pipi

Aiden.

"Aku

mencintaimu... Aiden..."

Catherine

kehilangan kesadarannya setelah mengatakan itu.

"Catherine!"

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!