Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 28
Sore itu,Nyai Mabruroh datang berkunjung.Ia langsung menuju kamar Aisha karna ingin segera mengetahui bagaimana kondisi gadis cantik itu.
Nampak Aisha tengah tidur di pangkuan Nyai Masturoh sambil menangis.
" Dek Rur..!!"Nyai Masturoh nampak sangat bahagia dengan kedatangan adiknya itu,ia berharap Ibrahim Adlan-lah yang mengantar umminya itu ke Al Bustan.
" Gimana keadaannya nak??"
Aisha perlahan beringsut bangkit dan tersenyum.Nyai Mabruroh mengusap lembut kepala gadis itu.
Aisha langsung menunduk,mendapatkan perlakuan lembut dari wanita yang di harapakan akan jadi mertuanya itu membuatnya begitu terharu.
sepasang matanya berkaca-kaca.
" Cepat sembuh ya..nak!""
"..." Aisha mengangguk-angguk tak mampu berkata.
" Semangat ya untuk sehat kembali,Aisha pasti bisa,"
Nyai Mabruroh menepuk-nepuk lembut pundak gadis itu.Memberikan kepercayaan pada dirinya sendiri untuk mulai bangkit dari kekecewaan.
Aisha menangis.Bukan hanya merasa terharu tapi sekaligus juga merasa malu.Karna dari ucapan Nyai Mabruroh itu,beliau pasti sudah tau hal apa yang mempunyai andil cukup besar dalam membuatnya jatuh sakit seperti ini.
Sekali lagi,Aisha merutuki kelemahannya sendiri.
ia menangis,Nyai Mabruroh-pun memeluknya
seraya mengusap-ngusap lembut pundaknya.
" Dengan siapa dik Rur kemari??"
Nyai Masturoh bertanya pada adiknya itu,kini keduanya telah duduk berdua saja di ruang keluarga.
" Di antar sopir mbak".
" Adlan mana?,apa dia masih ada di Tuban??".
" Adlan sudah datang dari Tuban dua hari yang lalu".
" Kenapa dia gak kesini Dik Rur??".
" Masih banyak tugas mbak,sekarang dia masih di An-Nur."
" Gak ada waktu ya untuk datang kesini??"
Nyai Masturoh nampak kecewa.
Hmpir setiap hari sejak kepulangannya dari Tuban,Nyai Mabruroh mengingatkan putranya untuk datang ke Al Bustan.Tapi rupanya Ibrahim Adlan telah menata rapi jadwal tugas yang harus di kerjakannya,sebelum mulai aktif mengajar di Tuban minggu depan.Membuatnya belum ada waktu untuk segera pergi ke Al Bustan.
Sang ummi yang memahami itu semua juga tidak dapat memaksa.Namun saat di lihatnya raut kecewa di wajah kakaknya,ia pun berkata.
" Ia mbak..nanti saya minta Adlan untuk segera kesini"...tak ada salahnya untuk membujuk putranya itu sekali lagi..batinnya.
Nyai Masturoh mengangguk senang." kau pasti juga ngerasa kan,jika Adlan datang kesini,akan memberi pengaruh baik buat kesehatan Aisha??"
" ia..saya gak nyangka,Aisha akan jadi seperti ini mbak"..
" Aku juga tidak menyangka dik,rupanya Aisha sudah menaruh rasa yang sangat dalam pada Adlan..ketika ku tanyakan tentang Adlan dia bahkan tak mampu untuk bicara apa-apa,kecuali menangis.." Nyai Masturoh mendesah berkali-kali dengan sepasang mata berkaca-kaca.
" Apa yang harus aku lakukan untuk membantu Aisha dik rur??".Nyai Masturoh menatap frustasi.Lelah sekali yang ia rasakan selama berhari-hari ini melihat kondisi putri bungsunya.
Ia tak perduli dengan seberapa banyak waktu dan tenaga yang ia gunakan untuk merawat Aisha .Tapi yang membuatnya terpukul adalah sakitnya gadis itu sendiri yang bisa di katakan karna patah hati.
Tak kurang ia menasehati,membesarkan hati gadis itu.Meski Aisha tak pernah mengatakan secara langsung apa yang di rasakan.Namun dari air matanya yang langsung jatuh ketika di tanyakan perihal Ibrahim Adlan,itu sudah cukup memberitaukan bagaimana perasaan gadis itu saat ini.
Di satu sisi,Nyai Masturoh juga merasa telah gagal menjadi ibu yang baik buat Aisha.Gagal untuk menanamkan pendidikan tentang keiklasan dan tawakkal atas qodho dan qodar yang memang telah di tetapkan oleh Allah untuk setiap manusia.
Sehingga seharusnya Aisha mampu berbesar hati menerima kenyataan bukan malah terpuruk seperti ini.
" pertama mbak harus yaqin kalau Aisha akan segera baik-baik saja..kita bantu dia pelan-pelan untuk bisa keluar dari bebannya ini..".Nyai Mabruroh berkata lembut.
" Apa tidak ada kemungkinan,Adlan akan mengubah keputusannya??" akhirnya,Nyai Masturoh mengungkapkan apa yang menjadi pikirannya belakangan ini.Ia menatap adiknya itu penuh harap.
" Sepertinya,tidak mbak.." Nyai Mabruroh menjawab jujur
" Jadi??"
" Adlan sudah begitu yaqin dengan keputusannya.dan sepertinya tidak akan ada hal apapun untuk merubahnya." Nyai Mabruroh tentu paham bagaimana putranya.dan ia tidak mau memberikan harapan palsu pada kakaknya untuk sesuatu hal yang ia tau itu tidak akan terjadi.Meskipun ia juga menginginkan hal itu.
" Sekalipun kau yang memintanya dik Rur,Adlan tetap tidak akan berubah??"
" Maksud mbak..mbak meminta saya untuk membujuk Adlan agar menerima perjodohan ini??"
"...."Nyai Masturoh mengangguk.Meskipun ia tau.kalau adiknya itu bukan sosok yang suka memaksakan kehendak pada putra putrinya.Namun ia memiliki harapan meskipun tipis untuk saudaranya itu bisa membantunya.toh yang ia pinta adalah membujuknya,bukan memaksanya.
Najwa datang ke ruangan itu membawa nampan berisi minuman..yang di letakkan di depan Nyai Mabruroh." monggo minumannya Bu Nyai!!"
gadis itu menyilahkan dengan sopan seraya sedikit membungkukkan badan.
" Ia terima kasih ya nduk". Nyai Mabruroh tersenyum. dari sejak masih mengajar di Al Falah,dia memang selalu suka pada cara Najwa Aulia yang begitu santun itu.Bahkan tak jarang ia menjadikan sosok Najwa sebagai satu pribadi yang patut di contoh di hadapan santrinya bila sedang memberi pengajian.
" Enggehh..".Najwa menjawab dengan mengangguk.Selanjutnya ia menatap Nyai Masturoh.
" saya pamit..mau pulang dulu ummi.."
" Lho gak nginep lagi Najwa,bukannya besok kamu masih ada jadwal mengajar??"
" Nenek menelfhon..katanya mau minta anter kerumah kerabat". Najwa menjelaskan.
" Oo ia sudah..besok ke sini lagi ya..Ummi ada perlu sama kamu!!".
" Ia ummi.." selanjutnya Najwa bersalaman mencium tangan Nyai Masturoh dan Nyai Mabruroh bergantian.Sebelum beringsut pergi dengan sopan.
Tampak Nyai Mabruroh masih memandangi kepergian
wanita berparas ayu itu cukup lama..hingga bu Nyai Masturoh menegurnya.
" Dek Rur!!"
" Ia mbak??"
" Bagaimana menurutmu?" Nyai Masturoh kembali lagi pada topik pembicaraan yang sempat tertunda.
" Apa mbak yaqin,hanya dengan cara itu Aisha akan kembali baik-baik saja..??"
" Sepertinya ia, hanya kehadiran Adlan yang dapat membuat Aisha bersemangat lagi."
" Baiklah..saya akan mencoba bicara lagi pada Adlan,tapi saya gak janji apa-apa ya mbak..mbak paham kan maksud saya?".
Nyai Mabruroh bukannya takut pada anaknya sendiri.ia bisa saja memaksa Ibrahim Adlan untuk menuruti maunya. Toh putranya itu selama ini sangat patuh dan menghormati aba dan umminya.
Tapi bukan norma seperti itu yang di terapkan dalam keluarganya terhadap anak-anaknya.
Dan Nyai Masturoh paham hal itu.Karna demikian pula yang diterapkan Kyai Faqih Zayyad dalam keluarganya.Namun kembali lagi.ia hanya seorang ibu yang tak sampai hati melihat kepedihan putrinya.
Jika ada cara yang bisa di lakukan untuk membuat putrinya senang,selagi cara itu tidak melanggar aturan agama, kenapa tidak??.
nangiss bombay malam2 😭😭