Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 27
○○○
Setelah Deva dan Maura pamit pulang pagi ini. Dengan santai dan menikmati, Nana duduk sambil membaca novel. Taman pekarangan rumahnya yang asri dipenuhi bunga matahari beserta angin sepoi yang bertiup membuatnya tampak nyaman melakukan kegiatannyan.
"Duh, Mbak Nana yang punya rumah gayanya sudah kayak berada ditaman bunga." Yuyun menghampiri Nana dan duduk disebelahnya.
Memang walau cuma taman pekarangan rumah yang mini. Tamannya dilengkapi kursi taman yang nyaman untuk bersantai atau sekedar minum teh dan kopi. Pemandangan yang disuguhkan pun cukup memanjakan mata bagi pecinta bunga matahari. Sebab, tamannya hanya diisi dengan bunga yang menghasilkan kuaci itu saja.
"Mbak, Nana!" Ulang Yuyun tersulut kesal memnyebabkan nada suaranya meninggi oleh Nana yang belum menjawabnya.
Tanpa sengaja Yuyun menangkap sebuah benda yang terpasang ditelinga dan itu membuatnya sadar. Pantas saja Kakak Iparnya tak mendengar suaranya rupanya dia mengenakan headset.
Sontak saja Yuyun melepaskan headset Nana sambil mencebik kesal, "iihhh ... Mbak keterlaluan!"
"Kamu kenapa sih?" Tanya Nana tersadar dan menyadari keberadaan Yuyun.
"Kenapa Mbak bilang? Asal tahu saja dari tadi aku berbicara, tapi mbak gak dengar."
Nana menghela nafasnya sedikit merasa bersalah, "maaf."
"Baiklah aku memaafkan Mbak, tapi sekarang beri aku uang." Yuyun mengulurkan tangannya bersiap menerimanya.
Sebenarnya Yuyun meminta uang padanya bukan karena gak punya uang. Tetapi, karena sikap serakahnya berharap agar uangnya tambah banyak. Makanya walau mama dan papanya sudah memberikannya uang, tetap saha Yuyun merasa tak cukup dan kalau ada Marcel sudah pasti dia memintanya kesana. Dan berhubung sedang tidak ada, jadi Yuyun minta saja kepada keistrinya saja, kakak iparnya Nana.
"Apa katamu?" Tanya Nana sedikit kaget.
"Uang Mbak, berikan aku uang."
"Oh, minta ke Masmu saja."
"Sudah minta ke Mas Marcel tapi katanya suruh minta ke mbak," bohong Yuyun berkilah berharap Nana segera memberikannya uang.
Dan benar saja entah dari mana Nana mengeluarkan dompetnya lalu menyodorkan uang. Tetapi, anehnya hal itu malah menyebabkan Yuyun mengerut sebal.
"Yahh, kok cuma lima ribu Mbak! Ini sih beli permen saja nggak cukup ..." Protes Yuyun berhasil membuat Nana membuka kembali dompetnya dan menyodorkan lima lembar uang lagi.
"Permen apa yang ingin kamu beli hingga harganya mahal dan nggak cukup dengan uang lima ribu. Tetapi, baiklah nih, buatmu sudah banyakkan. Jadi sudah sana, pergilah dan berhentilah menggangguku." Nana kembali menyimpan dompetnya lalu memakai headsetnya dan membaca bukunya mengabaikan Yuyun.
Menyebabkan Yuyun tak terima hal itu begitu saja. Lantas diapun melepas headset dari telinga Kakak Iparnya itu.
"Tunggu dulu Mbak, lihat uang yang kamu berikan. Memang banyak, tapi jumlah nomonalnya sedikit kerena uangnya pecahan dua ribu."
"Terus kenapa?"
Yuyun melotot kesal tak habis pikir, "apa Mbak bilang? Tanya kenapa ... astaga, duit sedikit ini mana cukup membeli semangkuk bakso."
Yuyun terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab, "jadi kamu merasa itu belum cukup."
Yuyun mengangguk dan Nana melanjutkan ucapannya. "Mbak mau nambahin ..." harapnya.
Nana mengangkat bahunya acuh tak peduli, "kalau begitu minta saja kepada Masmu."
"Yahh, astaga! Sekalinya punya kakak ipar kenapa pelitnya minta ampun," cibirnya Yuyun sambil mengambil ponselnya dan terlihat berusaha menghubungi seseorang.
Dan ketika terhubung, Yuyun langsung saja melayangkan protesannya membuat Nana melotot terkejut tak menyangka.
"Mas kenapa isterimu pelit sekali. Hhhuuuuaa, dia tak memberikan aku uang. Jadi sekarang tolong transferkan aku uang." Yuyun merengek membuat Nana mendengus kesal.
Yang benar saja, ucapannya tak benar sebab Nana memberikan Yuyun uangkan meskipun sedikit.
"Mas kenapa diam saja, jawab dong!" Rengek Yuyun menyebebkan suara Marcel diseberang sana terdengar menahan geramannya.
"Mas sedang kerja, lagi pula kenapa kamu meminta uang kepada isteriku. Kenapa kamu tak minta saja kepada mama dan papa?"
Tiba-tiba saja tanpa diduga Nana mendekat dan merampas ponsel Yuyun. Bagus, ya, Mas. Giliran telepon dari adek sendiri dijawab. Tetapi, kalo aja istrinya yang nelepon diabaikan bahkan pesan whatsapp saja nggak diread!" Protes Nana mencebik kesal menyebabkan Marcel diseberang sana sedikit kaget tiba-tiba suara adiknya Yuyun berganti dengan suara isterinya.
Namun, walau begitu Marcel tak memutus sambungan telepon. Pria itu masih saja mendengarkan ocehan isterinya layaknya seperti mendengar irama yang menengkan. Padahal Nana mengoceh loh, mengomelinya!!
"Mas!!" Panggil Nana.
"Sudah selesai protesnya atau masih ada lagi yang ingin disampaikan?" Tanya Marcel menyebabkan Nana cemberut dan meringis merasakan ulu hatinya perih.
"Kok Mas ngomongnya begitu sih?" Tanya Nana balik dengan suara serak dan Marcel menyadari hal itu.
"Sssstt ... jangan menangis."
"Terus aku harus bagaimana Mas?"
"Pokoknya jangan menangis saja sebab Mas tak suka mendengarnya."
Nana mengangguk dan hal itu tak luput dari perhatian Yuyun. Yah, drama suami isteri lagi dan hal tersebut membuat Yuyul mual menyaksikannya jadi biarlah dia memanen kuaci ditaman ini saja.
TO BE CONTINUED
14-08-2020
○○○
Jika ada salah kata dalam penulisan semisalnya typo ataupun kalimat yang kurang dimengerti, mohon infonya.
Author akan senang jika disapa ramah lewat sosmed😊😊🥰
Facebook : Saiyaara saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..