NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Terutama karena Nadhira datang dengan menggandeng seorang pemuda tampan yang wajahnya sama sekali belum pernah terlihat di kalangan elit manapun.

"Siapa pemuda beruntung yang datang bersama Direktur Nadhira itu? Apa dia pewaris dari luar kota?" terdengar suara bisik-bisik dari para tamu yang penasaran.

Bara sama sekali tidak mempedulikan tatapan menyelidik dari orang-orang di sekitarnya dan terus berjalan santai.

Mata Bara menyapu seluruh penjuru ruangan untuk mencari target utamanya malam ini.

Tidak butuh waktu lama bagi Bara untuk menemukan sosok Aris yang sedang berdiri di dekat meja prasmanan makanan mewah.

Aris terlihat memakai setelan jas mahal berwarna putih, namun wajah pria itu terlihat sangat kuyu dan matanya memiliki lingkaran hitam yang cukup tebal.

Di sebelah Aris, berdiri seorang wanita bergaun biru ketat yang sedang sibuk memilih makanan dengan wajah pamer.

Wanita itu adalah Dela, yang entah bagaimana caranya masih berhasil menempel dan ikut datang ke acara elit ini bersama Aris.

"Rupanya tikus got itu masih punya muka untuk datang ke acara seperti ini setelah aku usir dari apartemenku," gumam Bara dengan senyum sinis.

Nadhira yang menyadari arah pandangan Bara langsung berbisik pelan di telinga pria itu.

"Apa kamu ingin kita menghampiri mereka sekarang Bara?" tanya Nadhira menawarkan diri.

"Tentu saja Nadhira, tidak sopan kalau kita tidak menyapa musuh yang sedang sekarat di sudut ruangan," jawab Bara sambil membimbing langkah mereka berdua.

Saat Bara dan Nadhira berjalan mendekat, Aris kebetulan menoleh dan pandangannya langsung bertabrakan dengan mata Bara.

Wajah Aris seketika berubah menjadi sangat pucat pasi seolah baru saja melihat setan beringas muncul di tengah pesta.

"Kau... beraninya kau menampakkan wajahmu di acara orang-orang berkelas seperti ini Bara?!" desis Aris dengan suara bergetar menahan amarah dan ketakutan yang bercampur aduk.

Dela yang sedang mengunyah makanan langsung tersedak hebat saat mendengar nama Bara disebut oleh kekasihnya.

Wanita bergaun biru itu menoleh cepat dan matanya langsung melotot lebar melihat Bara berdiri sangat gagah berdampingan dengan direktur wanita yang jauh lebih cantik darinya.

"B-Bara? Sedang apa kamu ada di sini?" tanya Dela tanpa sadar dengan mulut yang masih penuh makanan.

Bara menatap Dela dengan pandangan sangat merendahkan dari atas ke bawah seolah melihat kotoran.

"Aku datang ke sini sebagai tamu kehormatan, bukan sebagai anjing peliharaan yang mengekor demi makanan gratis sepertimu Dela," jawab Bara dengan kata-kata yang sangat menusuk.

Wajah Dela langsung memerah karena malu hingga ke telinga saat beberapa tamu di sekitar mereka mulai menahan tawa mendengar sindiran telak itu.

"Tutup mulut kotor pantat pancimu itu Bara!" bentak Aris mencoba membela diri dan mempertahankan sisa-sisa harga dirinya di depan umum.

"Pasti Nadhira yang memasukkan namamu secara ilegal ke dalam daftar tamu kan?" tuduh Aris sambil menunjuk wajah Bara.

Nadhira langsung maju selangkah untuk membalas ucapan kurang ajar dari Aris tersebut dengan ekspresi sangat dingin.

"Bara adalah pemegang saham utama di perusahaan kosmetikku dan dia sangat berhak berada di sini Aris," balas Nadhira tegas.

"Justru aku yang merasa heran melihatmu masih bisa datang ke pesta malam ini setelah pabrikmu berhenti beroperasi total pagi tadi."

Sindiran masalah pabrik dari Nadhira langsung membuat nafas Aris tersengal-sengal menahan rasa sesak di dadanya.

Aris tahu betul kalau keluarganya sedang di ujung tanduk kebangkrutan karena ulah dua orang di depannya ini.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berat dan terburu-buru mendekat ke arah kelompok kecil mereka.

"Aris, apa yang sedang kau ributkan di sini membuat malu keluarga saja!" tegur sebuah suara bariton yang sangat berat.

Anton Aristha muncul dari kerumunan tamu dengan wajah yang jauh lebih mengerikan dan stres daripada anaknya.

Rambut pria paruh baya itu terlihat berantakan dan matanya sangat merah seolah tidak tidur berhari-hari.

Saat Anton menoleh dan melihat wajah Bara, seluruh otot di tubuh pria tua itu langsung menegang kaku.

"Jadi kau yang bernama Bara Pratama," desis Anton dengan suara pelan namun penuh dengan ancaman membunuh yang sangat pekat.

Bara membalas tatapan tajam pria tua itu dengan senyum miring yang luar biasa santai dan meremehkan.

"Senang bisa bertatap muka langsung dengan Anda Tuan Anton, wajah Anda terlihat jauh lebih jelek aslinya daripada yang ada di majalah bisnis," sapa Bara tanpa sopan santun sedikit pun.

Beberapa pengusaha yang kebetulan berdiri di dekat sana langsung tersentak kaget mendengar keberanian pemuda asing itu menghina Anton secara terang-terangan.

Urat di dahi Anton langsung menonjol keluar menahan ledakan amarah yang hampir menghancurkan kewarasannya.

Anton tahu betul bahwa pemuda berengsek di depannya inilah yang sudah merampok brankas baja utamanya semalam.

"Anak muda, kau benar-benar memiliki nyali yang sangat besar untuk mencari mati di wilayah kekuasaanku," bisik Anton dengan nada mengancam sambil melangkah mendekat.

"Kembalikan semua barang milikku yang kau ambil semalam sekarang juga, atau kau tidak akan pernah bisa keluar dari gedung ini hidup-hidup."

Anton mencoba menekan mental Bara dengan ancaman dunia bawah tanah yang biasa dia gunakan untuk mengintimidasi lawan bisnisnya.

Namun Bara sama sekali tidak bergeming dari posisinya, dia justru tertawa kecil mendengar ancaman murahan tersebut.

"Barang apa yang Anda maksud Tuan Anton? Sepertinya Anda sudah mulai pikun dan salah mengenali orang," balas Bara pura-pura bodoh dengan wajah tidak berdosa.

"Lagipula saya dengar dari berita kalau perusahaan Anda sedang kehabisan dana segar untuk membayar gaji karyawan bulan ini."

"Apa Anda datang ke acara pelelangan ini untuk mengemis pinjaman uang pada para pengusaha lain di sini?" ejek Bara dengan suara yang sengaja sedikit dikeraskan agar orang lain mendengarnya.

Wajah Anton seketika berubah menjadi ungu pekat karena harga dirinya diinjak-injak dengan sangat kejam di depan umum.

Aris yang tidak tahan melihat ayahnya dihina langsung mengepalkan tinjunya dan mencoba memukul wajah Bara.

"Mati kau gembel sialan!" teriak Aris sambil mengayunkan pukulannya secara membabi buta.

Namun sebelum tinju Aris sempat mengenai sasaran, Bara dengan sangat santai menangkap pergelangan tangan pria itu.

Krak!

Bara meremas pergelangan tangan Aris dengan sedikit tenaga fisik manusia supernya hingga terdengar suara tulang yang retak ringan.

"Arghhh! Lepaskan tanganku brengsek!" jerit Aris tertahan sambil berlutut menahan rasa sakit yang luar biasa di tangannya.

Kejadian singkat itu langsung memancing keributan di sekeliling mereka dan beberapa petugas keamanan hotel mulai berlari mendekat.

Bara melepaskan cengkeramannya dan mendorong tubuh Aris hingga terjengkang jatuh di lantai karpet merah.

"Tolong ajari anak anjing Anda ini cara bersikap sopan di pesta orang dewasa Tuan Anton," ucap Bara sambil membersihkan tangannya dengan tisu.

"Keluarga Aristha benar-benar sudah kehilangan taringnya jika hanya bisa menggonggong dan menyerang tamu lain tanpa alasan."

Anton menatap Bara dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam sambil membantu anaknya berdiri dari lantai.

"Kau akan menyesali perbuatanmu malam ini Bara, aku bersumpah akan mengirimmu ke neraka dalam waktu dua hari," ancam Anton dengan gigi gemeretak.

Bara hanya tersenyum dingin dan menepuk debu di bahu jas mahalnya dengan sangat tenang.

"Simpan saja sumpah kosong Anda itu untuk diceritakan pada sipir penjara nanti Tuan Anton," bisik Bara yang hanya bisa didengar oleh Anton dan Aris.

Tepat setelah kalimat Bara selesai diucapkan, suara sirine mobil polisi yang sangat keras dan bersahut-sahutan mulai terdengar dari arah luar gedung hotel.

Suara bising sirine itu membuat seluruh tamu di dalam ballroom langsung terdiam dan saling berpandangan kebingungan.

Nadhira yang berdiri di samping Bara langsung mengukir senyum kemenangan yang sangat cantik di wajahnya.

"Sepertinya tamu undangan kejutan kita sudah tiba lebih cepat dari jadwal Bara," ucap Nadhira dengan nada suara yang sangat puas.

Anton dan Aris perlahan menoleh ke arah pintu masuk utama ballroom dengan perasaan firasat buruk yang luar biasa kencang menghantam dada mereka.

Malam kehancuran total keluarga Aristha akhirnya telah tiba untuk menjemput mereka berdua di tengah keramaian.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!