Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu Galuh
" Iya, dia memang anak mu. Tapi kau kan telah menyakitinya."
" Setelah kau katakan, aku jadi ingat momen di saat mereka semua memutuskan untuk pergi meninggalkan aku dan Xander."
" Sorry membuat mu teringat, tapi aku hanya khawatir dengan Galuh."
" Kondisi Galuh bagaimana? Jujur aku sangat merindukannya."
" Sejauh ini kondisinya baik, tapi yang lebih mengenalnya adalah Winda dan juga Valen."
" Mengapa mereka berdua, apakah kau tidak memperhatikan Galuh?"
" Aku belum lama pulang ke Yogyakarta, jadi yang selalu ini selalu bersama dengan Galuh adalah mereka berdua." ucapnya dan Aerin menjadi teringat dengan kata-kata Valen.
" Galuh tidak ingin bertemu dengan ku ya?" tanya yang khawatir.
" Untuk itu aku tidak tau, tapi dia masih belum mau membahas tentang mu. Sehingga aku belum memberitahukan kepadanya tentang kedatangan mu ke sini."
" Apa dia sangat tersakiti ya, hingga akhirnya ia tidak ingin bertemu dengan ku?"
" Kalau untuk itu aku juga tidak mengetahuinya, tapi dia masih belum mau membahas tentang mu."
" Apa selama ini aku dan Xander sudah sangat keterlaluan dengan mereka ya, hingga tidak ada satupun dari mereka yang mau bertemu dengan kami."
" Untuk hal itu aku juga tidak mengetahuinya, karena kau lah orang tua mereka. Dan yang selama ini selalu bersama dengan mereka juga kalian, jadi aku tidak mengetahuinya."
" Yang kau katakan pemasangan genap tapi sepertinya aku dan juga Xander sudah sangat keterlaluan dengan mereka."
" Aku akan mencoba membantumu untuk memperbaiki hubungan dengan Galuh, tetapi aku tidak bisa memastikan kalau dia akan bisa memaafkan dan mau bertemu denganmu."
" Setidaknya kau sudah memberikan peluang kepadaku untuk bertemu dan juga dekat lagi dengannya itu adalah kabar yang sangat bahagia, aku sudah tidak memperdulikan bagaimana hasil akhirnya nantinya. Yang terpenting aku bisa bertemu dengan Putri bangsaku itu terlebih dahulu, dan setelahnya biar aku pikirkan nanti."
" Baiklah setelah ini, Aku akan mencoba untuk berbicara dengan Galuh. Semoga saja dia mau mendengarkan perkataanku, dan satu yaitu kain berdua bisa bertemu kembali."
" Tolong dibujuk ya agak dia mau bertemu denganku, jujur saja aku sudah sangat merindukannya. Sebenarnya aku merindukan mereka bertiga, tetapi aku tidak bisa bertemu dengan mereka bertiga secara bersamaan karena mereka berada di daerah yang berbeda-beda."
Mereka berdua terus melanjutkan perbincangan, tentunya mereka berharap bisa bertemu dengan Galuh. Aerin hanya ingin bertemu dengan Putri bungsunya itu, walaupun ia tahu pastinya akan mendapat banyak rintangan setelah ini. Tapi ia berharap kalau putrinya itu mau bertemu dengannya, karena ia ingin meminta maaf kepada putrinya itu atas keegoisannya selama ini.
Iya sadar kalau apa yang telah Ia dan juga mantan suaminya lakukan selama ini telah menyakiti ketiga putrinya, tetapi mereka tidak ada yang berani mengutarakan rasa bersalah itu. Bahkan keputusan yang mereka ambil saja tanpa persetujuan ketika Putri kembarnya itu, dan mereka merasakan rasa sakit dan teramat dalam ketika di masa sidang perceraian. Tentunya mereka tersakiti karena tidak menemukan keberadaan para putrinya, jangankan ketiganya salah satunya saja tidak ada yang muncul di sidang perceraian mereka.
...🐠🐠🐠...
Farah akhirnya memutuskan untuk bertamu dengan Aiswara dan juga Ajirawan, tentunya ia sangat mengenal temannya dan juga Ayah dari temannya itu. Ajirawan adalah sahabat dari sang ayah, dan karena itu ia juga sering bertemu dengan pria paruh baya itu. Tentunya pria paruh baya itu mengetahui kalau temannya berpisah, tetapi ia tidak mengetahui kalau ketiga Putri kembarnya berpencar.
" Mengapa kau bisa sampai di Jakarta, Farah?" tanya Ajirawan
" Sekarang Aku sudah tinggal di sini Om."
" Kau tidak tinggal di Bandung lagi, Tapi beberapa hari yang lalu Om masih bertemu dengan ayahmu."
" Aku memutuskan untuk tinggal di daerah Jakarta dan meninggalkan kota Bandung, tentunya aku pergi ke sini tidak bersama dengan orang tuaku."
" Apa maksudmu Kau pergi tanpa orang tuamu, apakah mereka tidak akan khawatir jika Kau pergi tanpa mereka?"
" Mereka saja sudah tidak pernah memperdulikan kami lagi Om, dan bahkan mereka memutuskan berpisah tanpa meminta pendapat kami bertiga terlebih dahulu."
" Xander dan Aerin berbisa?" tanyanya yang memang tidak mengetahui kabar tersebut.
" Mereka berdua memutuskan untuk berpisah, dan kemarin adalah sidang perpisahan final mereka."
" Kau dan juga yang lainnya tidak ada yang datang menemani?"
" Kami sudah tidak ingin bertemu dengan keduanya Om, sebab selama ini perkataan kami tidak ada yang pernah didengarkan. Kami selalu berusaha untuk menyatukan mereka berdua kembali, tapi pada akhirnya mereka berdua memutuskan berpisah tanpa memikirkan."
" Tidak kusangka mereka memilih sikap egois seperti itu, lalu kau tinggal di Jakarta bersama dengan Gabriel dan juga Galuh?"
" Aku tinggal di Jakarta seorang diri om, sedangkan Gabriel dan Galuh memutuskan untuk tinggal di Surabaya dan Yogyakarta."
" Kalau kebal gitu kalian tinggal di daerah masing-masing sendirian tanpa pengawasan siapapun?"
" Lagian untuk apa sih kami diawasi, dengan keberadaan orang tua kami selama ini Di Bandung saja mereka tidak pernah mengawasi kami bertiga."
" Tetapi kalian bertiga masih membutuhkan pengawasan Farah, apalagi saat ini kau berada di Jakarta. Jakarta ini sangat berbahaya Farah, di sini adalah tempat sarangnya bahaya dan Om tidak ingin kamu terluka."
" Om tidak usah khawatir dengan semuanya, aku jamin kalau aku akan baik-baik saja di sini. Lagian di sini aku memiliki teman-teman yang baik dan juga menyayangiku, sehingga aku tidak perlu merasa khawatir kalau akan ada orang yang menyakitiku."
" Baiklah kalau itu memang adalah keputusanmu untuk tetap tinggal di Jakarta, tetapi jika kau memang membutuhkan sesuatu maka kau bisa menghubungi Om atau Aiswara ya." ucapnya dengan menggenggam lengan Farah.
" Baiklah jika nantinya ada sesuatu atau Aku membutuhkan bantuan maka aku akan menghubungi Om atau Aiswara, sebelumnya terima kasih ya Om Karena Om begitu sayang dan juga peduli padaku."
" Om sudah melihat kalian bertiga tumbuh sejak kalian masih kecil, karena itu Om sudah menganggap kalian bertiga seperti anak Om sendiri. Dan Om tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian bertiga, Jadi jika kau atau kedua adik kembarmu itu membutuhkan bantuan. Om akan selalu menjadi garda terdepan untuk kalian, kalian bisa langsung hubungi Om saja ya." ucapnya
" Baiklah om... terimakasih ya Om." ucapnya
' Sepertinya ia sudah sangat kecewa dengan keluarganya sendiri, bahkan Iya dan juga saudara kembarnya memutuskan untuk pergi dari rumah. Semoga saja kehidupan mereka baik-baik saja, terutama Farah. Aku sangat tidak ingin melihat dia terluka, karena aku sudah lama jatuh hati kepadanya.' batin Aiswara.
" Jadi Farah di sini bekerja sebagai apa?"
" Farah memutuskan untuk tetap menjadi model di sini, dan kebetulan para juga telah menandatangani kontrak dengan semua agensi yang berada di sini."