NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teman yg konyol

Saat malam tiba.

Sementara aku, Elina, Dony dan Maya dan juga teman yg lainya, kami menyalakan api unggun, kami berkumpul melingkari api unggun itu, mereka tampak begitu senang sambil bernyanyi bersama, saat itu Dony yg bermain gitar, mereka bernyanyi riang canda tawa bersama sambil menikmati suasana malam di tempat itu, malam semakin larut satu persatu teman teman ku masuk ke dalam tendanya masing masing, kini hanya tersisa aku dony, elina dan juga Maya,dan tak lama kemudian Maya mulai merasa ngantuk, lalu Maya mengajak elina masuk ke dalam tenda untuk tidur, namun elina menyuruh Maya duluan saja, karena ia belum ngantuk dan masih ingin berada di luar bersamaku. Maya pun masuk ke tenda dan tidur, kini hanya tersisa kami bertiga di luar.

Dony merasa lapar, lalu ia menaruh gitarnya di dekat ku dan mengambil sosis untuk ia bakar.

" Laper gue, bntar gue ngambil makanan dulu.." sambil berjalan Dony mengambil makanan dari tenda.

" Gue juga mau don..!" aku.

" Kamu laper kang..?" Tanya elina di sampingku.

" Iya lin, kamu gak laper emang..?" Ucap ku.

" Iya sama, bentar ya aku ambil makanan dulu.." ucap elina, lalu ia mengambil makanan siap saji dari dalam tenda.

Tak lama kemudian Dony datang membawa makanan, Dony menusuk sosis itu untuk membakarnya.

Kemudian elina datang membawakan makanan, lalu elina memberikannya kepadaku.

" Gue mau dong.." Dony.

" Udah loe itu ajah bakar.." aku sembari mengunyah makanan yg elina berikan.

" Ini makan ambil ajah don..!" elina.

" Nah gitu dong.." Dony sambil mengambil makanan dari elina.

Setelah itu Kemudian Dony membakar sosinya itu di api unggun hadapanya, Tak lama kemudian Elina mengambil minum dan membuatkan kopi untuk ku.

" Bentar ya kang aku ambil minum dulu, kamu mau ngopi kang..?" Elina.

" Iya boleh lin..!!" Aku.

Dony malah mengejek elina saat elina menawarkan kopi kepada ku, Dony mengejek dengan gerakan mulut, elina tidak melihatnya.

" Don kamu mau ngopi juga.." elina.

" Hehe, iya boleh lin..!" Dony berpura pura tidak mengejeknya.

Tak lama kemudian elina membawakan kopi kepadaku dan Dony, lalu ia kembali lagi untuk mengambil teh hangatnya, setelah itu Elina duduk di samping ku sambil menggenggam teh hangatnya.

Aku meminum kopi itu, lalu aku mengambil roko di saku dan membakar rokok itu, kemudian Dony mengambil rokok ku itu dan membakarnya, kemudian aku mengambil gitar di dekat ku, aku memetik senar gitar itu dengan alunan tenang dan syahdu, seketika Dony memejamkan matanya sambil menghisap roko menikmati alunan gitar yg aku mainkan, elina pun meresapi alunan gitar yg aku mainkan.

Kemudian aku bernyanyi dengan perlahan, elina teridam saat mendengar suara ku, itu adalah pertama kalinya elina mendengar ku bernyanyi, elina menatap wajah ku yg sedang bernyanyi, elina tidak menyangka menurutnya aku memiliki suara yg merdu, aku bernyanyi membawakan lagu tentang cinta, lalu elina bersandar di bahu ku dan memeluk diriku, sambil menikmati dan meresapi lagu yg ku nyanyikan.

Dan sementara Dony perlahan mengikuti alunan lagu yg aku nyanyikan, ia ikut bernyanyi menjadi backing vokal sambil membakar sosisnya itu.

Setelah selesai aku bernyanyi, Dony kaget saat melihat ternyata sosis yg ia bakar gosong, ia terdiam melongo melihat sosisnya hitam gosong tak karuan, aku mengetawainya.

" Suara loe membawa bencana..!" ucap Dony menatap ku sambil memegang sosis nya yg gosong.

Sementara elina, ternyata elina tidur bersandar di bahu ku, lalu aku membangunkan elina.

" Lin, yah tidur, bangun lin.." aku menepuk lembut pipinya.

" Hmm, " gumam elina terbangun dari tidur.

" Udah malem kamu masuk tenda gih, tidur istirahat..!" suruh ku.

" Iya kang, aku ngantuk banget, aku tidur duluan ya.." elina.

Kemudian elina berdiri dan berjalan masuk ke tenda melanjutkan tidurnya.

" Udah malem, kamu masuk tenda gih, tidur istirahat nanti kamu masuk angin di luar Mulu.!!." Dony mengejek ku setelah elina masuk tenda. Dony mengejek ku dengan berbicara kepada pohon di sebelahnya, sementara aku mengetawainya lagi.

Kemudian aku meminum kopi lagi dan menghisap rokok ku.

" Don, loe mau kuliah apa langsung kerja..?" Tanya ku.

" Gue juga gak tau sat, gimana orang tua gue ajah, ya kalau gak lanjut gue mau langsung kerja ajah kayaknya.." Dony.

Setelah Dony berbicara seperti itu, tiba tiba riko yg tadi ikut mencari kayu bakar itu terbangun dari tidur dan langsung keluar dari tenda seperti ketakutan.

" Kenapa loe.?..." Tanya ku dengan penasaran, Riko langsung menghampiri ku dan Dony.

" Gue liat pocong.." riko.

" Pocong..?" Aku.

" Pocong..?" Dony.

" Shutttt,,, " Riko sambil menutup mulut ku dan dony.

" Jangan kenceng kenceng bilang pocongnya.." Riko dengan ketakutan. Seketika suasana menjadi hening dan mencekam, mereka menjadi merinding bulu kuduk.

" Loe liat pocong di mana..?" Tanya ku dengan pelan penasaran, Lalu Riko mendekati wajah ku dan dony, dan berbicara dengan bisik bisik.

" Di..di .di mimpi...!" Riko sambil melihat lihat ke sekelilingnya.

" Hehhhh,,, sialan loe, makan nih pocong..!! " Ucap Dony sembari menjejali sosis gosong miliknya ke mulut riko.

" Hehh, kampret kirain gue bneran..!!" Ucap ku dengan kesal.

Riko malah mengunyah sosis yg Dony jejalkan ke mulut nya itu, namun kelamaan ia merasa aneh dengan makanan yg ia kunyah itu.

" Apaa sih nih, pait banget..? Riko.

" Taik kucing..!" Dony.

Lalu riko mual mual dan memuntahkan makanan itu dari mulutnya, kemudian ia minum, meminum minuman ku.

" Baru tau gue taik kucing rasanya pait.!." ucap Riko dengan konyolnya setelah minum dan duduk di sampingnya Dony.

" Tapi enak kan,..?" Dony.

" Lumayan sih..! " Riko.

" Loe mau lagi...?" Dony.

" Gak ah, paitt..? Riko.

Sementara aku mengetawainya sambil menikmati kopi dan sebatang rokok.

" Kalian lagi pada ngapain sih jam segini belum pada tidur..?" Riko.

" Pake nanya lagi, gue lagi jagain loe pada, entar kalau ada dinosaurus kemari gimana..? " Dony.

" Iya iya bner..gue bagi roko dong.." riko.

" Nih.." ucap ku sembari membagi rokok kepada riko.

" Nah gituh dong.!." Riko sambil mengambil roko yg ku berikan, ia membakar dan menghisapnya.

" Gue mau curhat sama kalian boleh gak..?" Ucap riko dengan serius.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!