Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.
Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.
Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11: Puncak Menara dan Penghakiman Kaisar
Udara di pusat Hutan Ilusi mendadak menjadi sangat tipis. Di hadapan Wang Tian, menjulang sebuah struktur megah yang seolah membelah langit—Menara Sembilan Langit. Menara ini terbuat dari batu hitam meteorit yang memancarkan aura kuno, dengan sembilan lantai yang melambangkan tingkatan ujian sebelum seseorang dianggap layak menginjakkan kaki di panggung utama Arena Agung.
Wang Tian mendarat di pelataran menara dengan keanggunan yang menakutkan. Di belakangnya, pepohonan kristal yang ia lewati telah hancur menjadi serpihan berkilauan akibat kecepatan Langkah Bayangan Kematian. Namun, ia tidak sendirian. Hanya dalam hitungan detik, desiran angin tajam mendarat di sampingnya. Sui Ren muncul, napasnya sedikit memburu, namun matanya berkilat penuh semangat.
"Kau... benar-benar monster dalam hal kecepatan," ucap Sui Ren sambil menyarungkan pedang tipisnya. Ia menatap Wang Tian dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa hormat dan rasa ingin tahu yang mendalam.
Wang Tian hanya menatap pintu besar menara yang masih tertutup rapat. "Kecepatan hanyalah alat. Di dalam sana, yang dibutuhkan adalah fondasi."
Tiba-tiba, suara tawa yang kasar dan penuh nada merendahkan terdengar dari arah tangga menara. Sesosok pemuda dengan jubah emas yang sangat mencolok melangkah turun. Ia adalah Jin Da, jenius peringkat pertama dari Klan Jin, klan yang menguasai elemen Logam murni dan dikenal sebagai klan terkaya di antara 12 Klan Kuno.
"Hanya dua orang? Dan salah satunya adalah pengembara rendahan?" Jin Da meludah ke samping. Di belakangnya, berdiri sepuluh murid elit Klan Jin yang semuanya berada di Ranah Pemurnian Qi Tingkat 7. "Sui Ren, aku kecewa padamu. Putri Angin Barat yang agung harus bekerja sama dengan sampah demi mencapai menara? Benar-benar memalukan."
Sui Ren melangkah maju, auranya meledak menjadi badai angin perak. "Jin Da, jaga bicaramu. Jika bukan karena dia, Hutan Ilusi ini akan menjadi kuburan bagi orang-orangmu yang tidak kompeten."
"Dia?" Jin Da menunjuk Wang Tian dengan jari yang dilapisi cincin emas. "Dia hanyalah keberuntungan yang berjalan. Di lantai pertama menara ini, ada Gerbang Penekan Jiwa. Tanpa darah bangsawan atau akar spiritual tingkat tinggi, tubuhnya akan hancur menjadi bubur daging dalam satu detik."
Wang Tian maju selangkah, melewati Sui Ren. Wajahnya tetap datar, namun Pusaran Primordial di Dantiannya mulai berputar dengan arah berlawanan—tanda bahwa ia sedang mempersiapkan serangan balik yang menghancurkan. "Bangsawan? Darah murni? Kalian terlalu banyak bicara tentang silsilah, hingga lupa bahwa langit tidak peduli pada nama belakangmu."
"Lancang!" Jin Da berteriak. "Pengawal! Patahkan kaki pengembara ini dan lemparkan dia kembali ke hutan!"
Dua pengawal elit Klan Jin melesat maju. Tangan mereka berubah menjadi warna emas solid, memancarkan tekanan elemen Logam yang sangat berat. Mereka menyerang dari dua arah, mengincar persendian Wang Tian.
Wang Tian tidak menghindar. Ia bahkan tidak mengangkat tangannya. Saat kedua pukulan emas itu hampir menyentuh tubuhnya, ia mengaktifkan elemen Logam Primordial. Berbeda dengan logam emas Klan Jin yang berkilau, logam Wang Tian berwarna abu-abu kusam namun memiliki kepadatan yang tidak masuk akal.
TING!
Bunyi benturan logam melawan logam bergema di seluruh pelataran. Kedua pengawal itu terbelalak; tangan emas mereka tidak bisa menembus kulit Wang Tian. Sebaliknya, mereka merasakan getaran balik yang sangat kuat hingga tulang lengan mereka retak seketika.
"Apa?!" Jin Da tertegun.
Wang Tian menarik napas pendek. "Giliran saya."
Ia hanya menghentakkan kaki kanannya ke lantai batu meteorit. Sebuah gelombang kejut berwarna abu-abu merambat melalui tanah. Tanah di bawah kaki para pengawal Klan Jin mendadak berubah menjadi cair, lalu membeku kembali menjadi paku-paku logam tajam yang mengunci kaki mereka.
"Arghhh!" teriakan kesakitan memenuhi udara.
Jin Da gemetar. Ia belum pernah melihat seseorang memanipulasi elemen logam dengan cara yang begitu liar dan instan. "Kau... kau menyembunyikan basis kultivasimu! Kau bukan Ranah Pembersihan Tubuh!"
"Aku adalah apa yang kau takuti," jawab Wang Tian dingin.
Tepat saat itu, pintu Menara Sembilan Langit terbuka dengan suara dentuman yang menggetarkan seluruh Kota Giok. Di atas langit menara, sebuah proyeksi raksasa menampilkan wajah sang Kaisar Kota Giok.
"Seratus peserta telah mencapai pelataran! Ujian Gerbang Penekan Jiwa dimulai sekarang! Siapa pun yang berhasil mencapai lantai sembilan akan langsung berhadapan dengan Sembilan Jenius Langit di Arena Agung!"
Wang Tian melirik ke arah Sui Ren. "Ayo. Jangan biarkan sampah emas ini menghambat jalanmu."
Sui Ren mengangguk, sedikit tersenyum. Mereka berdua melesat masuk ke dalam menara, meninggalkan Jin Da yang masih terpaku dalam kemarahan dan ketakutan.
Ujian Lantai Sembilan
Di dalam menara, tekanan gravitasi meningkat secara eksponensial di setiap lantai. Di lantai lima, sebagian besar peserta mulai tumbang, paru-paru mereka meledak karena tidak kuat menahan tekanan Qi yang luar biasa. Di lantai tujuh, hanya tersisa sepuluh orang, termasuk Sui Ren yang wajahnya sudah pucat pasi.
Wang Tian berjalan dengan langkah stabil, seolah-olah tekanan itu tidak ada. Di setiap lantai, ia secara diam-diam menyerap tekanan tersebut ke dalam Pusaran Primordialnya, menjadikannya bahan bakar untuk memperkuat Inti Pemurnian Primordial-nya.
Saat mencapai lantai sembilan—puncak menara—hanya Wang Tian yang berdiri tegak. Sui Ren tertinggal beberapa anak tangga di bawah, berjuang dengan setiap tetes keringatnya.
Di tengah ruangan lantai sembilan yang luas, terdapat sebuah singgasana kosong yang terbuat dari kristal transparan. Di depan singgasana itu berdiri seorang pria paruh baya dengan aura yang sangat menyesakkan. Dia adalah Penatua Penghakiman, perwakilan langsung dari Kaisar.
"Satu orang... seorang pengembara," Penatua itu menyipitkan mata. "Kau telah memecahkan rekor waktu tercepat dalam sejarah turnamen ini. Namun, ada laporan dari luar bahwa kau menggunakan teknik terlarang untuk membunuh Harimau Angin dan melukai murid Klan Yan."
Wang Tian berdiri dengan tangan di belakang punggung. "Dunia kultivasi adalah tentang yang kuat memangsa yang lemah. Apakah klan-klan besar itu menangis karena mereka kalah dari seorang 'sampah'?"
"Beraninya kau!" Penatua itu melepaskan aura Ranah Nascent Soul-nya. Tekanan itu membuat dinding menara bergetar. "Berlutut dan akui dosamu, atau kau tidak akan pernah keluar dari menara ini hidup-hidup!"
Wang Tian merasakan tekanan itu mencoba menekan lututnya ke lantai. Namun, di dalam pikirannya, bayangan Lin Xia muncul, tersenyum mengejek. 'Apakah kau akan berlutut pada manusia biasa setelah mencicipi kekuatan primordial?'
"Aku... tidak akan pernah... berlutut pada siapa pun!" Wang Tian meraung.
Ia melepaskan seluruh samaran kultivasinya. Aura Ranah Pemurnian Qi Tingkat 9 yang murni meledak keluar, namun kualitas energinya jauh melampaui itu. Energi abu-abu primordial membentuk pusaran di sekelilingnya, menabrak aura Penatua Penghakiman.
BOOM!
Lantai sembilan berguncang hebat. Cahaya abu-abu menembus atap menara, melonjak ke langit dan membentuk naga abu-abu raksasa yang bisa dilihat oleh seluruh penduduk Kota Giok.
Di Arena Agung, ribuan orang berdiri. Kaisar Kota Giok berdiri dari singgasananya, wajahnya penuh keterkejutan. "Aura itu... itu bukan elemen biasa! Itu adalah Kekosongan Primordial! Siapa anak itu?!"
Di balkon penonton, Lin Xuelan menutup mulutnya dengan tangan, air mata haru mengalir di pipinya. "Dia melakukannya... dia benar-benar melampaui langit."
Sementara itu, di tempat yang tidak terlihat, Lin Xia menyandarkan tubuhnya di pilar bangunan. "Drama yang bagus, Wang Tian. Sekarang, mari kita lihat bagaimana kau menghadapi seluruh dunia yang akan mengejarmu karena kekuatan itu."
Di lantai sembilan, Penatua Penghakiman terlempar mundur tiga langkah. Ia menatap Wang Tian dengan ngeri. "Kau... kau adalah ancaman bagi keseimbangan dunia!"
"Aku bukan ancaman," ucap Wang Tian sambil melangkah menuju balkon yang menghadap ke Arena Agung. "Aku adalah penguasa baru yang akan menulis ulang hukum kalian."
Wang Tian melompat dari lantai sembilan menara, melayang di udara dengan jubah hitamnya yang berkibar, mendarat tepat di tengah-tengah Arena Agung di hadapan ribuan pasang mata yang terpaku.
Ia menunjuk ke arah barisan kursi 12 Klan Kuno dengan jarinya yang masih memancarkan kilat abu-abu. "Kalian menyebutku sampah selama sepuluh tahun. Sekarang, siapa di antara kalian yang berani maju dan membuktikannya?"
Keheningan yang mencekam menyelimuti arena. Tabuhan genderang berhenti. Sejarah baru telah resmi dimulai.
Statistik Bab 11:
Karakter: Wang Tian, Sui Ren (Kekaguman), Jin Da (Pecundang), Penatua Penghakiman.
Lokasi: Menara Sembilan Langit -> Arena Agung.
Pencapaian: Memecahkan rekor menara, melawan tekanan Ranah Nascent Soul tanpa berlutut.
Status Kultivasi: Mengungkapkan kekuatan asli (Pemurnian Qi Puncak dengan kualitas Primordial).
Efek Dunia: Seluruh klan kini menyadari keberadaan "Anomali" bernama Wang Tian.
Bab 12 akan menceritakan pertarungan pertama Wang Tian di panggung utama melawan salah satu dari Sembilan Jenius Langit...Lanjut ngga..?
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah