NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Margot Masuk Rumah Sakit

**Ruang Kerja Alistair**

Ruangan beraroma kayu cendana itu terasa sunyi meski ada dua orang di dalamnya. Alistair duduk di balik meja kerja mahoninya, sementara Liam duduk di sofa kulit di hadapannya. Tumpukan dokumen proyek properti tersebar di antara mereka.

Keduanya tampak fokus menatap angka-angka di atas kertas, namun pikiran mereka sebenarnya sedang melayang ke kejadian di ruang tamu tadi.

Alistair terus melirik Liam, bertanya-tanya apakah pria di depannya ini juga mendengar pujian liar dari pikiran adiknya. Alistair juga penasaran apakah semua yang dikatakan Eleanor benar akan terjadi di masa depan. Ia berpikir, "Apa mungkin keluarga Sinclair akan bangkrut kurang dari setahun? Siapa pengkhianatnya? Apa aku benar akan mati tanpa tubuh yang utuh? Bukankah imajinasi Eleanor ini terlalu liar, apa yang sebenarnya terjadi padanya?"

Di sisi lain, Liam sesekali mengusap telinganya, masih merasa aneh mengingat suara jernih Eleanor yang bergema di kepalanya tanpa Eleanor menggerakkan bibirnya sedikit pun tadi. Ia berpikir, "Apa yang barusan terjadi? Sejak kapan aku bisa mendengar suara hati Eleanor? Lalu soal nenek, apa itu benar? Aku jadi khawatir.."

Namun, demi profesionalisme, mereka tetap bungkam dan hanya membicarakan soal bisnis dan keuntungan.

Sekitar tiga puluh menit berlalu, ketukan lembut terdengar di pintu kayu yang kokoh itu.

"Kakak, Liam, aku membawakan teh dan camilan," ucap Eleanor dari balik pintu. Ia masuk membawa baki berisi teko porselen dan beberapa potong kukis.

Eleanor meletakkan baki itu di meja kopi. Begitu tugasnya selesai, ia mulai mengambil ancang-ancang untuk kembali mendekati Liam, berniat melakukan aksi "menempel" yang menyebalkan seperti sebelumnya. Namun, tepat sebelum jarinya menyentuh lengan Liam, ponsel di saku jas Liam berdering keras.

"Hm... Itu pasti dari kediaman Parker, kan," batin Eleanor seketika.

Liam tersentak. Ia segera mengeluarkan ponselnya. Matanya membelalak saat melihat nama "Kepala Pelayan Parker" di layar. Ia segera menggeser tombol hijau.

"Halo?" ucap Liam cepat.

"Tuan Muda, Nyonya Tua masuk rumah sakit. Kata dokter, Nyonya Tua mungkin terkena serangan jantung," suara di seberang telepon terdengar panik.

"Apa?! Apa yang terjadi?! Nenek tidak punya riwayat sakit jantung, mana mungkin tiba-tiba kena serangan jantung! Aku akan segera ke sana!" Liam berdiri dengan sentakan keras hingga kursinya bergeser.

Pandangan Liam langsung tertuju pada Eleanor yang berdiri diam di samping meja. "Bagaimana bisa suara hati Eleanor menjadi kenyataan? Tidak mungkin kan dia bisa melihat masa depan?" pikir Liam dengan jantung berdebar kencang.

Di sisi lain, Eleanor tampak menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah prihatin. "Ha... Kasihan sekali Nenek Margot. Dia diracuni anak angkatnya. Kalau tahu jadinya akan begini, dulu dia pasti tidak mau mengangkat anak sialan itu. Dasar anak tidak tahu terima kasih dan serakah!" batin Eleanor.

Liam merasa lututnya lemas. "Apa?! Apa Paman angkatku yang meracuni Nenek? Mana mungkin! Dia selalu baik dan berbakti selama ini. Dia bahkan rutin membuatkan ramuan herbal untuk Nenek dan dokter keluarga juga bilang tidak ada masalah dengan kandungan ramuan itu. Apa yang terjadi?! Apa Eleanor hanya terlalu liar dalam berimajinasi?"

Suara hati Eleanor kembali bergema, kali ini dengan penjelasan yang lebih detail. "Aku tidak bisa menyalahkan keluarga Parker karena ceroboh. Meskipun obat yang diresepkan dokter dan ramuan herbal yang dibuat pamannya itu diperiksa di laboratorium, tidak akan terdeteksi ada yang salah. Sebenarnya baik ramuan dari si Paman dan obat dari dokter sama-sama baik, tapi jika dikonsumsi bersamaan, reaksinya menjadi terlalu keras untuk jantung orang setua nenek Margot dan malah bisa menjadi racun bagi tubuhnya. Kalau tidak salah si Paman ini sempat belajar ilmu medis tradisional di luar negeri. Ck seharusnya dia menggunakan ilmu medis untuk menyelamatkan orang bukan malah membunuh. Sedangkan dokter keluarga adalah dokter medis modern, sepertinya dia tidak terlalu mengerti soal obat-obatan herbal. Jika kedua obat digabungkan di tubuh renta dan sudah terakumulasi cukup lama maka hasilnya akan terlihat seperti serangan jantung mendadak."

Eleanor tampak menggigit bibir, wajahnya terlihat ragu. "Nenek Margot sangat baik pada pemilik tubuh ini. Apa aku harus memberitahukan soal ini pada Liam? Tapi bagaimana caranya? Kalau aku tiba-tiba bicara soal ini, aku pasti dianggap gila atau dituduh memfitnah pamannya..."

Liam mengepalkan tangannya. Informasi ini terlalu spesifik untuk sekadar imajinasi. Ia harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Aku harus pergi sekarang," ucap Liam dengan nada suara yang bergetar.

"Baiklah, kita lanjutkan lain kali. Jika butuh bantuanku, katakan saja," balas Alistair yang juga tampak khawatir.

"Tentu, aku tidak akan sungkan," balas Liam singkat.

Sebelum melangkah pergi, Liam berhenti di depan Eleanor. Ia menatap gadis itu cukup lama dengan pandangan yang sulit diartikan, lalu secara tiba-tiba, ia mengulurkan tangan dan mengusap puncak kepala Eleanor dengan lembut sebelum bergegas keluar ruangan.

Eleanor terpaku di tempatnya, tangannya menyentuh rambut yang baru saja diusap Liam. "Eh, apa maksudnya ini?! Kenapa tiba-tiba dia jadi touchy begini?! Aku benar-benar tidak mengerti dengannya. Uh... tapi kenapa jantungku berdebar-debar begini? Apa jangan-jangan aku kena serangan jantung juga?! Aku harus periksa ke rumah sakit!" batin Eleanor panik sendiri.

Alistair yang berdiri di dekatnya hanya bisa menepuk dahi dengan telapak tangannya melihat tingkah absurd adiknya.

"Kenapa, Kak?" tanya Eleanor bingung.

Alistair menghela napas panjang sambil membuang muka. "Ng... nyamuk. Tadi ada nyamuk di dahiku," jawab Alistair asal.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!