NovelToon NovelToon
Senyum Berbalut Luka

Senyum Berbalut Luka

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Persahabatan / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Nadia anak tanpa identitas yang mencoba tetap tersenyum menghadapi kejamnya dunia.

Nadia hanya ingin hidup nyaman, mengubur semua duka masa lalu untuk melanjutkan masa depan yang lebih baik. Namun, suatu hari Nadia menabrak mobil milik orang kaya, sehingga Nadia harus membayar ganti rugi sebanyak ratusan juta.

Mampukah Nadia membayar uang ganti rugi atau Nadia memilih mengakhiri perjalanan hidupnya?

Update setiap (Senin, Rabu dan Jum'at)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di banding- bandingkan

Kevin tiba di Jakarta sejak subuh tadi. Dia punya waktu untuk bersiap sebelum menemui kekasihnya. Begitu merasa sudah cukup segar dan berpakaian rapi, Kevin langsung meluncur menuju kediaman Jeni.

Kedatangannya di sambut oleh Bik Mirna, orang yang di percayakan untuk menemani Jeni sejak kedua orang tua dan neneknya meninggal dunia.

"Pagi bik." sapanya begitu turun dari mobil.

"Pagi mas Kevin. Apa gak kepagian jemput non Jeni-nya?"

"Kangen bik. Beberapa hari gak ketemu bawaannya kangen banget."

"O walah, kangen toh. Yo wes, mari sini masuk, sekalian sarapan." ajaknya.

Tanpa rasa canggung Kevin mengekor, ikut masuk dan langsung di antar ke meja makan.

"Sarapan dulu, mas Kevin. Non Jeni sepertinya baru bangun."

"Iya bik."

"Saya permisi ke atas, bangunin non Jeni."

"Iya."

Mirna pun langsung ke atas menuju kamar Jeni.

"Non! Ada mas Kevin." serunya dari luar.

Jeni yang tadinya masih berbaring malas di atas tempat tidurnya langsung duduk mendengar panggilan itu. "Iya, bentar. Aku lagi bersiap!"

Setelah mendapat jawaban itu, Marni kembali ke dapur. Sementara Jeni segera mandi, lalu berdandan seperti biasa. Tapi, kali ini dia memilih untuk berpakaian yang sedikit lebih terbuka dari biasanya.

Sementara itu, di rumah megah di kamarnya, Rio masih tertidur pulas. Dia baru saja tidur jam tiga pagi ini karena pikirannya terus mengingat Laura.

"Rio, bangun!" Rosa menarik selimutnya secara paksa.

"Eung, apa sih ma. Ini masih gelap." menarik kembali selimutnya.

Dengusan kasar terdengar, Rosa benar-benar sudah habis kesabaran menghadapi anak semata wayangnya yang luar biasa pemalas ini.

"Masih gelap!" ulang Rosa sambil melangkah menuju gorden dan menyibaknya dengan cepat, sehingga cahaya pagi yang cerah itu menusuk masuk tepat ke tempat tidur Rio.

Matanya merasakan cahaya yang menusuk kuat itu. "Mama! Silau tau..." rengeknya kesal.

"Bangun! Cepat bangun Rio!" teriaknya dengan menarik paksa tangan Rio sehingga Rio terpaksa bangkit dari tidur nyamannya.

"Ma, ada apa sih. Aku masih ngantuk."

"Calon CEO macam apa kamu hah! Hampir dua Minggu gak pernah masuk kerja. Kamu itu calon pimpinan perusahaan, harusnya bisa belajar memberi contoh yang bagus untuk semua karyawan, bukannya malah malas-malasan seperti ini!"

"Ma, aku lagi kacau... aku gak bisa masuk kerja dengan otakku yang sedang kacau seperti ini."

"Kacau kenapa? Apa salah satu wanita kamu itu hamil!"

Rio bersungut malas dan kembali berbaring.

"Rio!" teriak Rosa tepat di dekat telinga Rio.

Rio yang tidak sempat menutup telinga pun kaget. "Mama... Sakit tau telinga aku."

"Makanya bangun! Harusnya kamu tu contoh Sean. Lihat dia, betapa Sean di segani dan di hormati sebagai pimpinan perusahaan. Sean bisa menghandle semuanya sendiri, dia pekerja keras."

Rio mendesis malas, bangkit dari posisi baring. "Ma, aku benaran lagi kacau. Lagian mama kenapa sih selalu saja banding-bandingin aku sama Sean. Sean ya Sean, aku ya aku."

Pupil mata Rosa membesar mendengar protes dari Rio. "Kalau kamu gak mau mama bandingin dengan Sean, kamu harusnya tunjukan sama mama kalau kamu bisa menghandle perusahaan bahkan bisa lebih baik dari Sean." Menjewer telinga Rio.

"Aduh, duh, duh.... Mama, sakit."

"Biarin mama gak peduli. Toh bukan kuping mama yang sakit." rutuk Rosa sambil ikut duduk di samping putranya.

"Ma, aku benaran lagi kacau banget beberapa hari ini."

"Kacau kenapa? Apa yang bisa membuat playboy mama ini sampai kacau seperti ini, hah?!"

Rio menghela napas, menatap wajah penasaran mamanya.

"Kamu benaran menghamili salah satu dari wanita-wanita itu?!" Selidik Rosa dengan perasaan was-was yang mulai mengganggu.

"Bukan itu, Ma." bantah Rio.

"Lalu apa? Apa yang bisa membuat kamu kacau!"

"Aku patah hati ma." gumamnya nyaris berbisik.

Alis Rosa menekuk, sebentar dia menatap wajah tak karuan putra semata wayangnya itu. Lalu, beberapa saat kemudian Rosa tertawa terbahak-bahak bahkan sambil memukul-mukul bahu Rio.

Rio sendiri bingung melihat mamanya yang malah tertawa lepas seperti itu.

"Ini lucu! Ini teh sangat lucu." ucapnya masih lanjut tertawa.

"Mama ih, apanya yang lucu. Anaknya lagi patah hati, sedih, galau gini malah dibilang lucu!" sungutnya tidak suka.

"Ya habisnya, laki-laki model kamu gini tiba-tiba patah hati. Ya lucu lah."

"Ma, aku manusia normal. Tentu aku bisa patah hati juga."

Rosa menggeleng-geleng tidak percaya. "Mama kenal kamu banget. Wanita bertekuk lutut hanya dengan rayuan murahan kamu itu. Lah gimana ceritanya bisa patah hati. Atuh, apa gak kebalik!"

"Mama..."

Rosa tersenyum, lalu merangkul pundak Rio. "Jadi, anak mama benaran lagi patah hati nih?" Rio mengangguk manja sambil merebahkan kepalanya di pundak mamanya.

"Awewe apes mana nu bisa nganyeyeri hate anak mama?" (Perempuan tidak beruntung mana yang bisa membuat anak mama patah hati?)

"Mama ih..."

"Ya maaf atuh. Tapi, siapa sih wanita yang akhirnya bisa meluluhkan hati kamu?"

Rio tersenyum lembut, membayangkan wajah Laura membuatnya merasa nyaman. "Namanya Laura, ma."

"Laura. Ngaran nu geulis. Pasti orangnya juga geulis, yah."

Lagi-lagi Rio merespon dengan anggukan kepala dengan wajah berseri-seri.

"Sepertinya anak mama benaran jatuh cinta. Jadi, kalau begitu, sekarang saatnya bangun, mandi, siap ke kantor!"

"Tapi, ma..."

"Gak ada tapi-tapi. Kalau kamu mau si geulis Laura cinta sama kamu, ya kamu harus jadi laki yang pekerja keras. Kalau malas-malasan begini teh, siapa yang mau."

Rosa mencoba menarik paksa lagi tangan Rio untuk membawanya ke kamar mandi. "Atuh, buru! Kamu harusnya contoh dong Sean. Udah mah gagah, pekerja keras, pintar pula."

"Mulai lagi, mama selalu aja bandingin aku sama Sean!" rutuk-nya malas, tapi akhirnya dia mau bergerak.

"Nih ya, kalau mama masih gadis, udah pasti mamah mah milih pria seperti Sean. Idaman."

Rio mendelik kesal. Dia melangkah dengan menghentakkan kakinya menuju kamar mandi. Rosa hanya bisa tersenyum gemas melihat kelakuan putra semata wayangnya itu yang kalau di rumah seperti bocah, kalau di luar seperti preman, garang.

Bersambung...

1
PrettyDuck
tapi kok lengket banget matanya ngeliatin nadia? /Doge/
PrettyDuck
duh, manisnya mulutmu kalo lagi kayak gini.
jangan aja lain di mulut, lain di hati.
RahmaYesi: enggak kok. percaya deh sama aku 😂😁
total 1 replies
PrettyDuck
jangan menggantungkan hidup kamu sama laki2 jeni. rugi.
apalagi ikatannya blm resmi.
PrettyDuck
lagian kevin aneh banget sih. udah punya pacar lirik2 cewek lain.
RahmaYesi: iya si Kevin emang dasar
total 1 replies
PrettyDuck
kamu tuh sebenernya bukan males lau.
cuma bingung aja sama perasaan sendiri.
kangen tapi sebel. sebel tapi kangen /Shy/
PrettyDuck
yang di jembatan bukann? /Chuckle//Chuckle/
RahmaYesi: Emm 🤔🤔
total 1 replies
PrettyDuck
iss gila kevin ini.
berani2nya dia ada jeni ngelirik nadia mulu.
PrettyDuck
iss kevin ini beneran suka nadia kali ya
PrettyDuck
tapi enak juga punya temen yuri. dia bad mood, temennya dibelanjain 😆
RahmaYesi: iya, jadi pengen punya teman kayak Yuri ya. biar bisa di traktir bakso aja deh lumayan 😂
total 1 replies
PrettyDuck
bukan udah jelek itu mah. kamu udah bosen /Facepalm/
PrettyDuck
yah, gak jadi cerita deh 🥲
PrettyDuck
sepinter itu dia nyimpen masalah.
curhat nad. katanya mendem masalah bikin autoimun 😭
RahmaYesi: Nadia gak tau mau mulai cerita dari mana?? 😭
total 1 replies
PrettyDuck
udah sih nad gausah diladenin. anggep2 aja gak pernah kenal.
PrettyDuck
emang serem kalo hutang budi sama orang npd. diungkit teross sampe lebaran monyet. padahal dia juga lebih banyak jahatnya daripada jasanya.
PrettyDuck
soalnya kamu masih sayang tuh 😖
PrettyDuck
semoga lauranya gak denial.
soalnya kan dia udah hidup bertahun tahun dengan kepercayaan bahwa rio pergi karena dia jahat
PrettyDuck
iya. harus ada perantara biar lauranya gak takut.
PrettyDuck
dasar kamunya aja yg playboy.
makin kaget si jeni kalo tau laura udah di apa2in sama rio 😖
PrettyDuck
gak kebayang kagetnya jeni kalo tau siapa sumber patah hatinya rio 🥴
PrettyDuck
wkwk sana cari pacar juga kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!