NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia
setelah tamat, akan dilakukan revisi ulang dan memperbaiki kesalahan-kesalahan.
sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngajak Mereka ke Pantai

Pagi itu Surabaya cerah sekali. Langit biru tanpa awan, matahari bersinar hangat, dan angin berembus lembut. Cuaca yang sempurna untuk ke pantai.

Olyvia sudah bangun lebih awal. Ia mandi, memakai pelembap dan tabir surya, lalu memilih pakaian yang paling nyaman: kaos biru lengan pendek berbahan katun tipis dan celana pendek selutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus. Rambutnya diikat ekor kuda tinggi. Tidak ada riasan. Hanya lip balm rasa strawberry.

Ngapain ribet. Ke pantai itu buat basah-basahan. Baju renang? Buang-buang waktu.

Ia turun ke ruang makan dan mendapati teman-temannya sudah berkumpul. Liu Meixiang memakai bikini merah dengan rok pantai transparan. Sun Xiaowen memakai tank top dan celana pendek. Zhao Lihua memakai baju renang one-piece hitam yang elegan. Wu Yating memakai rash guard lengan panjang. Zhang Wei dan Wang Junjie hanya memakai celana pendam selutut dan kaos oblong.

Xiao Han duduk di sudut, memakai kemeja linen putih dan celana pendek krem. Ia tidak membawa perlengkapan renang. Hanya sebuah buku bersampul biru di tangannya.

Liu Meixiang langsung berseru begitu melihat Olyvia. "Oly! Lo gak pake baju renang?"

Olyvia menggeleng santai. "Ngapain? Aku orang Indonesia. Nyemplung aja langsung."

Semua tertawa. Zhang Wei mengacungkan jempol. "Keren. Gue suka gayanya."

Mereka berangkat dengan dua mobil. Kali ini Olyvia menyetir BMW-nya dengan Liu Meixiang, Zhao Lihua, Sun Xiaowen, dan Wu Yating. Zhang Wei, Wang Junjie, dan Xiao Han naik taksi online di belakang.

Tujuan mereka: Pantai Kenjeran, salah satu pantai ikonik di Surabaya. Perjalanan memakan waktu sekitar empat puluh menit. Sepanjang jalan, para gadis bernyanyi riang mengikuti lagu Mandarin yang diputar Olyvia dari ponselnya.

Begitu tiba, mereka langsung disambut hamparan pasir putih kecokelatan dan deburan ombak yang tenang. Pantai ini tidak seindah pantai di Bali, tapi punya pesona lokal yang khas. Warung-warung tenda berjejer di pinggir pantai, menjual kelapa muda dan makanan laut. Beberapa keluarga terlihat bermain air di tepian.

Mereka menyewa sebuah gazebo untuk meletakkan barang-barang. Olyvia langsung melepas sandal jepitnya dan berlari ke arah air.

"WOY! AIRNYA HANGAT!" teriaknya.

Liu Meixiang dan Sun Xiaowen langsung mengikuti, menjerit kegirangan begitu ombak kecil menyentuh kaki mereka. Zhao Lihua dan Wu Yating berjalan lebih pelan, menikmati suasana. Zhang Wei dan Wang Junjie sudah lebih dulu menceburkan diri dan saling mendorong.

Hanya Xiao Han yang tetap di gazebo. Ia duduk di bangku kayu, membuka bukunya, dan mulai membaca. Tapi matanya tidak benar-benar fokus pada halaman. Sesekali ia mendongak, menatap ke arah air. Tepatnya ke arah satu orang.

Olyvia berdiri di tepian, air laut setinggi betisnya. Kaos birunya basah dan menempel di tubuh, memperlihatkan siluet rampingnya. Celana pendeknya memperlihatkan kaki jenjang putih yang kontras dengan pasir kecokelatan. Rambut ekor kudanya basah, beberapa helai menempel di pipi dan lehernya. Ia tertawa lebar saat Sun Xiaowen menyiramkan air ke arahnya, lalu membalas dengan percikan yang lebih besar.

Liu Meixiang berteriak, "OLY! JANGAN NAKAL!"

Tapi Olyvia sudah tidak peduli. Ia berlari ke arah ombak yang lebih dalam, melompat saat ombak datang, dan tertawa seperti anak kecil. Keempat temannya ikut bermain, saling dorong dan siram. Zhang Wei dan Wang Junjie bahkan berenang lebih jauh ke tengah.

Xiao Han menatap Olyvia dari kejauhan. Matanya teduh, tapi ada kehangatan di sana. Ia memperhatikan setiap gerakan Olyvia. Setiap tawa. Setiap helai rambut yang menempel di pipinya.

Dia bahagia. Itu yang penting.

Ia menunduk dan kembali membaca bukunya. Tapi beberapa detik kemudian, matanya kembali terangkat.

Setelah dua jam bermain air, mereka semua kembali ke gazebo dengan tubuh basah kuyup dan perut keroncongan. Olyvia memesan makanan dari warung tenda terdekat: ikan bakar, cumi goreng tepung, udang saus padang, nasi putih, dan es kelapa muda untuk semua.

Total harga: Rp38 untuk delapan orang.

Tiga puluh delapan rupiah. Di dunia normal mungkin tiga ratus delapan puluh ribu. Di dunia gue sekarang? Cukup buat jajan sehari.

Mereka makan dengan lahap. Ikan bakarnya segar, bumbunya meresap. Cumi gorengnya renyah. Udang saus padangnya pedas menggigit.

Liu Meixiang mengunyah dengan mata berbinar. "Oly, makanan laut di sini enak banget! Segar! Di Shanghai mahal banget!"

Olyvia tersenyum. "Makanya, kalian harus sering-sering ke sini."

Zhang Wei menimpali sambil mengunyah. "Sering-sering? Lo yang bayarin tiket pesawat, ya."

Semua tertawa.

Xiao Han duduk di sebelah Olyvia. Ia makan dengan tenang, sesekali menatap Olyvia dari sudut mata. Olyvia tidak menyadarinya. Ia terlalu sibuk melayani celotehan Liu Meixiang dan Sun Xiaowen.

Setelah makan, mereka beristirahat sejenak. Beberapa tiduran di gazebo. Beberapa berfoto-foto di tepi pantai. Olyvia duduk di tepi gazebo, kakinya menjuntai, menatap laut lepas.

Xiao Han mendekat dan duduk di sebelahnya. Tidak terlalu dekat, tapi cukup untuk membuat Olyvia sadar akan kehadirannya.

"Kamu suka pantai?" tanya Xiao Han pelan.

Olyvia mengangguk. "Suka. Laut itu... menenangkan. Kayak gak ada masalah."

Xiao Han tidak menjawab. Ia hanya ikut menatap laut.

Mereka berdua duduk dalam diam. Bukan diam yang canggung. Tapi diam yang nyaman. Seolah tidak perlu kata-kata untuk mengisi ruang di antara mereka.

Matahari mulai condong ke barat saat mereka memutuskan untuk pulang, mereka sudah berganti pakaian kering yang dibawa. Semua orang kelelahan tapi bahagia. Di dalam mobil, Liu Meixiang tertidur di kursi penumpang depan. Zhao Lihua, Sun Xiaowen, dan Wu Yating tertidur di kursi belakang, saling menyandar.

Olyvia menyetir dengan tenang. Matanya mulai berat, tapi ia bertahan. Sesampainya di istana, semua orang langsung menuju kamar masing-masing untuk mandi dan beristirahat.

Olyvia juga mandi, berganti piyama katun longgar, lalu berjalan ke ruang kerjanya. Ia menatap laptop yang masih menyala, menampilkan baris-baris kode yang belum selesai.

Gue harus lanjutin. Proyek ini gak bisa nunggu.

Ia duduk dan mulai mengetik. Jemarinya menari di atas keyboard, tapi kali ini pikirannya sedikit terbagi. Seharian di pantai membuat tubuhnya lelah, tapi semangatnya masih menyala.

Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk pelan.

"Masuk."

Xiao Han muncul di ambang pintu. Ia sudah berganti pakaian: kaus putih polos dan celana training abu-abu. Rambutnya masih sedikit basah.

"Maaf mengganggu. Kamu mau lanjut proyek?"

Olyvia mengangguk. "Iya. Masih banyak yang harus dibereskan."

Xiao Han melangkah masuk. "Aku bisa bantu. Kalau kamu tidak keberatan."

Olyvia hendak menolak, tapi ia teringat sesuatu. Xiao Han lulusan terbaik. Dia satu-satunya dari kita yang udah lulus lebih cepat. Dia pasti lebih jago dari gue.

Ia mengangguk pelan. "Boleh. Sini."

Xiao Han duduk di kursi sebelah Olyvia. Ia menatap layar laptop, membaca baris-baris kode dengan cepat. Sesekali ia menunjuk bagian tertentu.

"Ini. Di modul CNN-nya. Kernel sizenya terlalu besar. Bikin overfitting."

Olyvia membaca ulang kodenya. Benar juga. Ia terlalu fokus pada akurasi sampai lupa soal overfitting. "Oh iya. Aku gak sadar."

Mereka berdua mulai bekerja bersama. Xiao Han menjelaskan dengan sabar setiap kali menemukan kesalahan. Suaranya tenang, penjelasannya jelas. Olyvia mendengarkan dengan saksama, sesekali bertanya, dan mengangguk paham.

Jam di dinding terus berputar. Pukul sepuluh malam. Pukul sebelas. Pukul dua belas. Bu Sri datang mengantarkan kopi dan pisang goreng, lalu pergi tanpa banyak bicara.

Olyvia mulai menguap lebar. Matanya semakin berat. Kepalanya terasa seperti diisi kapas.

"Kamu ngantuk. Istirahat saja," kata Xiao Han.

Olyvia menggeleng. "Bentar lagi selesai. Tinggal dikit."

Tapi lima menit kemudian, kepalanya terkulai di atas meja. Ia tertidur.

Xiao Han berhenti mengetik. Ia menoleh dan menatap Olyvia yang tertidur pulas. Wajahnya yang biasanya waspada dan penuh perhitungan kini tampak damai. Bulu matanya yang lentik menyentuh pipi. Bibirnya sedikit terbuka, mengeluarkan napas halus.

Xiao Han menatapnya lama sekali. Ia mengulurkan tangan dan dengan sangat hati-hati memainkan sehelai rambut Olyvia yang lepas dari ikatannya. Rambut itu halus, masih sedikit lembap karena sisa air mandi.

Dia cantik. Bukan cantik yang mencolok. Tapi cantik yang membuat orang ingin terus memandang.

Ia menarik tangannya dan menatap Olyvia lagi. Dua puluh menit berlalu. Olyvia masih tertidur pulas. Akhirnya Xiao Han berdiri. Ia mengangkat Olyvia dengan hati-hati, satu tangan di bawah lutut, satu tangan di punggung. Tubuh Olyvia ringan. Kepalanya bersandar di bahu Xiao Han.

Xiao Han berjalan pelan ke ranjang dan meletakkan Olyvia di atasnya. Ia menarik selimut dan menutupi tubuh Olyvia hingga ke dada. Lalu ia duduk di sisi ranjang, menatap wajah Olyvia yang tertidur damai.

Tangannya terulur lagi. Kali ini ia menyelipkan sehelai rambut Olyvia ke belakang telinganya. Gerakannya lembut, seolah takut membangunkan.

"Aku tahu kau terlihat mati rasa terhadap laki-laki," bisiknya dalam bahasa Mandarin, suaranya hampir tak terdengar. "Aku tidak tahu apa yang dilakukan mantanmu padamu. Tapi aku ingin berusaha membuatmu menyukaiku."

Ia menatap wajah Olyvia yang tetap tenang. Tidak ada reaksi. Gadis itu masih dalam mimpinya.

"Mimpi indah, Olyvia Arabella."

Xiao Han berdiri. Ia berjalan ke pintu, mematikan lampu, dan menutup pintu pelan-pelan.

Di dalam kamar yang gelap, Olyvia tetap tertidur pulas. Ia tidak mendengar bisikan itu. Ia tidak tahu bahwa di balik pintu, ada seorang pria yang diam-diam sedang mendobrak dinding yang ia bangun untuk melindungi hatinya yang pernah hancur.

Ia hanya tidur. Damai. Tanpa beban.

Dan mungkin, di dalam mimpinya, ia tersenyum.

1
irena
lanjut thor.. dikit amat
cloudia: maaf ya, otak author lagi gak sinkron banget. otak sama fisik gak sejalan, ntar jalan ceritanya jadi sad ending yeah gak seru dong😔
total 1 replies
irena
emaknya harus diikutin dong thor kasian.. klo pun ga ikut, ga lama juga kali bapaknya di Beijing.. klo bisa sebulan aja gitu. kasian sama si ibunya
aku
napa emaknya gk ikut? gilang kan laki. bs lah jaga diri cm setahun. yg rawan malah klo si bpk sendiri kesana. aplg ahk ganjil pas gmg in mama mei. haiss nethink aq tor. jgn smpe ada masa lalu blm kelar antara mreka ya. kesian ibuk nya 🙄
Noey Aprilia
Mau bwa istrinya,tp ksian ank2 ga ada yg jgain....tp kl ga d bwa jg bkln glau krna msti pisah lma.....
reader ikutn galau....😁😁😁
sasa adzka
kenapa harus pisah setahun kak itu bp sama emak nya oliv.. kan kasihan juga itu ibu nya.. jangan sampai pisah loh kak.. perjuangan banget itu bp nya...
semangat up trus😍😍😍
sukensri hardiati
Rp kan singkatan dari rupiah....jadi Rp 1,- = 1 rupiah = 100 sen...jadi
setahuku Rp 500,- = 500 rupiah ..bukan 500 sen
klo 500 sen ya = Rp 5,-....
gitu nggak sih thor?
cloudia: iya, berarti kalau 10.000 jadi 50.000. kadang author malas ngehitung jadi asal aja, pas tamat baru di revisi ulang supaya lebih enak dibaca😍
total 1 replies
sukensri hardiati
bapak beliin sawah...biar nggak jadi buruh disawah orang
Marsya
waw,olyvia gercep bgt👍👍👍👍
irena
lanjut thor
memayu
menurut sih ya, renovasi rumah ortu dulu biar nyaman di tinggali baru deh dibeliin mobil, tapi langsung dua duanya juga bisaa
terus si bapak bisa tuh berhenti garap sawah, bisa jadi ojek mobil kaya orang kaya gabut tapi nge grab gitu, toh ga terlalu capek karna memang cuma nyetir, itupun bisa ambil orderan sesuka hati, yaa istilahnya biar si bapak ada kerjaan aja kalau ga betah nganggur, si ibu juga boleh jualan kalau ga betah nganggur tapi kasih karyawan dan bikinin toko yang lebih gede, nanti di ibu nya jadi kasir aja tapi ya sesuka hati jadi kalau lagi capek bisa di gantiin orang si karyawan
Noey Aprilia
Elaaahhhh....
pdhl kn olyvia cma pgn sntai sjenak,jd orng biasa gt yg bebas....ni mlah ktmu sm s pecundang.....🙄🙄🙄.....
ingt y jun... skp songongmu itu,bkln d beli sm oly d msa dpn....sklian sm prshaan yg d bnggakn...
Diah Susanti
berarti ada 2 universitas dong, kan di bab sebelumnya ada universitas dirgantara biru
cloudia: awalnya memang mau Mahardika, tapi dipikir-pikir itu kampus nya ada jadi di ganti dirgantara biru. kayaknya saya lupa ganti di note saya, jadi masih ada beberapa yang mungkin Mahardika, terimakasih atas koreksinya.
total 1 replies
Noey Aprilia
Coba ksih 1 aja kk ky olyvia......dia mlkukan apa aja dmi bkin kluarganya bhgia....tntunya pke uang dia yg ga bkln hbis 7 trunan,7 tnjakan.....😁😁😁
Kirina
cuma mau kasih saran sih kak, tentang kalau olivia sedang dalam urusan bisnis tolong pakai bahasa formal aja kak jangan pakai bahasa gaul, itu kesan nya agak gimana gituh😄
cloudia: okay terimakasih masukan nya, saya usahakan uptade selanjutnya akan diperbaiki 😍
total 1 replies
Ain Safira
tu bukan sahabat klu malar traktir🤭
Noey Aprilia
Wooowww.....
dr gdis lmah,skrng bs mmecat skian orng dlm wktu sngkat....tp kl holang kya mh bebas lh,pnya kuasa jg....lgian,mreka emng pnts d tendang.....abs ni siap2 buat rnovasi kntor besar2an.....smnggttt olyvia.....
Cty Badria
up nya jgn lm2 thor💪💪💪💪
irena
banyak banyakin update nya thor.. greget klo cuma satu bab sehari
irena
bereskan dulu Arjuna.. terus balik ke Beijing bersama bapak ibu dan yg lain.. kasian kakeknya mumpung masih hidup harus dipertemukan dulu
RaMna Hanyonggun Isj
Kasih banyak Update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!