NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Mentari pagi menyinari istana kerajaan Arcadia dengan megah.

Pilar-pilar marmer putih menjulang tinggi. Tirai merah tua bergerak pelan tertiup angin musim semi. Para pelayan berjalan cepat membawa dokumen, teh, dan laporan kerajaan dengan wajah tegang.

Karena pagi ini… Suasana istana sangat tidak damai.

BRAK.

"DELAPAN HARI?"

Suara Raja Valdis Arkwright menggema keras dari ruang kerja utama kerajaan.

Beberapa pelayan di luar ruangan langsung refleks menegang.

Sedangkan di dalam… Cain berdiri tegak dengan wajah profesional sempurna sambil membawa setumpuk laporan kerajaan.

"Ya, Yang Mulia."

Valdis menunjuk dokumen di tangannya dengan ekspresi tidak percaya. "Putra mahkota tinggal di mansion Vane DELAPAN HARI?"

"Benar."

"Dia tidak pernah betah tinggal di mana pun lebih dari tiga hari."

Cain diam. Dan itu ternyata kesalahan besar. Karena Valdis langsung menyipitkan mata curiga. "Kenapa kau diam?"

"…Karena saya sedang mempertimbangkan jawaban yang aman."

"Itu berarti ada jawaban tidak aman."

Cain dalam hati mulai mempertanyakan hidupnya sendiri.

Sudah cukup ia menjadi korban majikan yang tidak mau pulang. Sekarang ia juga harus menghadapi ayah majikannya yang dramatis.

"…Mungkin Yang Mulia merasa nyaman di sana."

Hening.

DEG.

Valdis terlihat terkena emotional damage secara langsung.

"Lebih nyaman dari ISTANA?"

Cain diam lagi.

Valdis langsung menunjuknya penuh tuduhan. "KAU DIAM LAGI."

"Karena itu pertanyaan jebakan, Yang Mulia."

"JAWAB."

Cain menarik napas kecil. "…Sedikit."

DEG.

Raja kerajaan terbesar itu sekarang terlihat seperti ayah yang baru mengetahui anaknya lebih betah di rumah temannya.

Dan situasi semakin buruk karena…

"Ternyata benar." Suara wanita terdengar santai dari dekat jendela besar ruangan.

Ratu Calista Arkwright berdiri di sana sambil menikmati teh pagi dengan elegan. Rambut perak panjangnya jatuh lembut di bahunya, sementara senyum tipis terlihat jelas di wajah cantiknya.

"Zevian memang jauh lebih sering tersenyum akhir-akhir ini."

Valdis langsung menoleh dramatis. "ISTRIKU MEMIHAK MEREKA."

Calista mengangkat alis kecil. "Karena kau memang menyebalkan."

"Itu fitnah."

"Itu fakta."

Cain perlahan menatap langit-langit spiritual dan bergumam dalam hati. 'Keluarga kerajaan ini benar-benar melelahkan.'

Valdis berjalan mondar-mandir sambil memegangi pelipis. "Aku tidak mengerti. Cassius tidak kembali. Silas juga tidak kembali. Sekarang bahkan anakku ikut menetap di sana."

Calista tersenyum kecil di balik cangkir tehnya. "…Mungkin karena mansion Vane terasa seperti dulu."

Hening kecil muncul. Langkah Valdis perlahan berhenti. Dan untuk pertama kalinya di pagi itu… ekspresinya sedikit melunak.

"…Ya."

Dulu. Sebelum semuanya berubah. Sebelum perang abyss. Sebelum kematian Lyra. Sebelum mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sibuk memikul kerajaan.

Dulu mereka selalu bersama.

Valdis. Cassius. Silas.

Tiga monster muda kerajaan yang selalu membuat masalah ke mana pun pergi.

Dan para wanita yang selalu mengikuti kekacauan mereka.

Calista. Seraphina. Ophelia. Dan Lyra.

DEG.

Valdis perlahan menghela napas kecil. "Sudah lama sekali sejak semuanya berkumpul seperti ini."

Calista menatap suaminya beberapa detik sebelum tersenyum tipis. "Dan kau iri karena tidak ikut."

"Aku tidak iri."

"Kau sangat iri."

"…Sedikit."

Cain sekarang benar-benar yakin seluruh generasi tua kerajaan ini sebenarnya hanya kumpulan orang tua rusak yang kebetulan sangat kuat.

Namun suasana santai itu perlahan berubah saat Cain menyerahkan laporan lain.

"Yang Mulia."

Valdis menerima dokumen itu. Tatapannya perlahan berubah serius.

"…Retakan abyss di wilayah utara meningkat lagi?"

"Ya."

Calista perlahan menurunkan cangkir tehnya.

Cain melanjutkan datar, "Selain itu, Night Vanguard menemukan beberapa kelompok mencurigakan bergerak diam-diam."

"Pengikut Lilith?"

"Diduga awal memang begitu."

Hening. Atmosfer ruangan langsung berubah berat.

Valdis membaca laporan itu beberapa detik sebelum akhirnya berkata rendah, "…Mereka mulai bergerak lagi."

Cain mengangguk kecil.

"Dan ada rumor lain yang mulai menyebar."

Valdis mengangkat kepala perlahan.

"…Crimson Flame telah bangkit."

DEG.

Untuk sepersekian detik… seluruh ruangan menjadi sunyi.

Calista perlahan memejamkan mata kecil.

Sedangkan Valdis hanya diam cukup lama sebelum akhirnya berkata tenang, "Panggil Cassius dan Silas ke istana."

"Baik."

"Dan suruh Zevian pulang."

Cain diam.

Valdis langsung menatap tajam. "Kenapa kau diam lagi?"

"…Karena saya merasa tujuan utama Yang Mulia sebenarnya yang terakhir."

"FITNAH."

Cain memutuskan menyerah pada hidup.

Sementara itu…Mansion keluarga Vane jauh lebih damai. Atau setidaknya… terlihat damai.

Freya duduk santai di taman belakang bersama Aria sambil menikmati teh pagi.

Burung-burung kecil berkicau di atas pohon. Angin musim semi bertiup lembut. Bunga putih bergoyang pelan.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini…Freya merasa tenang.

"…Aku suka suasana pagi di sini."

Aria tersenyum kecil. "Aku juga."

Crimson Valkyrie melayang malas di udara dekat mereka. "Kalian terdengar seperti pasangan lansia."

'*Itu bukan sesuatu yang romantis*.'

"Itu justru romantis."

Freya mendecih kecil.

Namun sebelum ia sempat membalas… Suara roda kereta terdengar dari arah depan mansion.

TOK TOK TOK.

Beberapa pelayan langsung bergerak cepat membuka gerbang.

Freya mengangkat alis kecil. "Tamu?"

Aria perlahan menoleh ke arah suara itu. Dan beberapa detik kemudian… matanya membesar kecil.

"…Ayah? Ibu?"

DEG.

Freya langsung duduk tegak.

Sebuah pasangan turun dari kereta hitam elegan di depan mansion.

Pria paruh baya dengan rambut cokelat tua dan aura hangat namun profesional.

Dan seorang wanita cantik berambut cokelat lembut dengan senyum penuh kasih.

Tom Elowen dan Mary Elowen. Orang tua Aria.

DEG.

Freya langsung panik internal kecil. '*OH TIDAK*.'

Crimson Valkyrie menyeringai kecil. "Kau terlihat seperti anak yang takut teman bermainnya dipulangkan."

'*KARENA SEPERTINYA MEMANG ITU YANG AKAN TERJADI*.'

Aria langsung berdiri cepat lalu berjalan mendekat. "Ayah...Ibu..."

Mary langsung memeluk putrinya erat. "Aria…"

Tatapan wanita itu langsung melembut penuh lega. Karena Aria terlihat jauh lebih sehat sekarang. Lebih cerah. Lebih hidup. Dan… tersenyum lebih sering.

Tom mengusap kepala Aria pelan. "Kau terlihat baik."

Aria tersenyum kecil malu.

Freya memperhatikan semuanya sambil merasakan sesuatu hangat di dadanya.

Namun beberapa menit kemudian… "…Kami sebenarnya datang untuk menjemputmu."

DEG.

Freya langsung membeku.

Crimson Valkyrie tertawa pelan. "Dan tragedi dimulai."

Aria sendiri terlihat sedikit terkejut kecil.

Mary tersenyum lembut. "Kau sudah cukup lama merepotkan keluarga Vane."

Freya refleks berdiri. "JANGAN."

Hening. Seluruh taman langsung diam.

Freya sendiri langsung sadar apa yang baru saja keluar dari mulutnya.

"…Eh."

Tom mengangkat alis tipis. Mary berkedip kecil. Sedangkan Aria terlihat membeku lucu.

Freya buru-buru panik menjelaskan, "M-Maksudku… surat akademi sebentar lagi datang dan menurutku lebih aman kalau Aria tetap di sini dulu dan..."

"Kau tidak ingin Aria pergi?" tanya Mary lembut.

DEG.

Freya langsung error spiritual.

"…Aku…"

Dan entah kenapa… ia tidak bisa bohong.

"…Ya."

Hening kecil muncul. Aria perlahan menggenggam ujung gaun Freya kecil.

DEG.

Critical emotional damage.

Mary langsung menutup senyum kecilnya. Sedangkan Tom perlahan menghela napas menyerah.

"…Kalau Aria sendiri ingin tinggal, kami tidak keberatan."

Freya langsung bersinar bahagia. "BENARKAH?"

Mary tertawa kecil. "Ya."

Aria tersenyum kecil malu namun bahagia.

Dan dari kejauhan…Felix yang baru datang dari koridor memperhatikan semuanya diam-diam.

Tatapan merahnya tertuju pada Aria.

Lalu…Perlahan bahunya sedikit rileks. Sangat kecil. Nyaris tidak terlihat. Namun Freya melihatnya.

DEG.

Mata Freya langsung berbinar penuh dosa. '*OH MY GOD*.'

Crimson Valkyrie langsung berkata. "Jangan mulai lagi."

'*KAKAK PROTEKTIF ARC BERLANJUT*.'

Felix perlahan menoleh dingin. "…Kenapa kau melihatku seperti itu?"

Freya buru-buru menggeleng terlalu cepat. "Tidak ada."

"Itu jelas ada sesuatu.'

"Tidak ada sama sekali."

Tatapan Felix makin curiga. Sedangkan Freya sekarang menahan senyum seperti ibu-ibu penonton drama kerajaan.

Felix akhirnya mengantar orang tua Aria ke ruang kerja ayahnya. Karena kedatangan mereka selain untuk menjemput Aria adalah untuk membahas tentang crystal mana.

Siang harinya… Setelah kepergian orang tua Aria, tiba-tiba datanglah kereta kerajaan Arcadia.

DEG.

Freya yang sedang minum teh langsung hampir tersedak saat mendengar pengumuman pelayan.

"Yang Mulia Raja dan Ratu telah tiba."

"…Hah?"

Crimson Valkyrie langsung menyeringai kecil. "Oh, ini akan menarik."

Freya langsung panik spiritual. 'AKU BELUM SIAP KETEMU RAJA.Bagaimana kalau beliau tahu aku palsu? Bagaimana kalau aku dipenggal?'

"Kau terlalu dramatis."

'AKU ORANG MODERN. AKU TAKUT RAJA.'

Beberapa menit kemudian… Ruang tamu utama mansion dipenuhi aura mengintimidasi secara maksimal.

Valdis duduk santai di sofa sambil meminum teh seperti rumah sendiri.

Calista duduk anggun di sampingnya.

Sedangkan Cassius, Seraphina, Silas, dan Ophelia sudah berkumpul lengkap.

Dan suasananya…aneh sekali. Karena bukannya formal…mereka malah terlihat seperti reuni keluarga tua.

"Sudah lama sekali," kata Calista sambil tersenyum kecil pada Seraphina.

Ophelia langsung tertawa. "Terakhir kali kita berkumpul begini sebelum Valdis hampir dibunuh naga es."

"Itu salah Cassius."

Cassius mengangkat alis tipis. "Kau yang memprovokasi naganya."

"Itu detail kecil."

Freya yang duduk di sudut ruangan sekarang benar-benar membeku. "…Mereka ternyata benar-benar geng chaos."

Ares menggigit apel santai di sebelahnya. "Akhirnya kau sadar."

Calista menatap Ophelia sambil tersenyum tipis. "Dan kau masih sama berisiknya."

"Kau juga masih sama galaknya."

"Terima kasih."

"Itu bukan pujian."

Namun perlahan…suasana nostalgia itu berubah sedikit lebih pelan. Karena Seraphina tiba-tiba tersenyum kecil sambil berkata:

"…Lyra pasti akan tertawa kalau melihat kita sekarang."

DEG.

Hening kecil langsung muncul. Freya perlahan menoleh. Nama itu lagi.

Lyra.

Calista menunduk kecil sambil tersenyum samar. "Dia selalu tertawa bahkan saat perang."

Ophelia mengangguk kecil. "Dan selalu ceroboh."

Silas mendesah panjang kecil. "Aku masih ingat saat dia hampir menjatuhkan artefak peledak di markas."

"Itu karena Valdis mengagetkannya," bela Cassius datar.

"AKU TIDAK SENGAJA."

"Bohong," jawab semua orang bersamaan.

Hening kecil berubah jadi tawa ringan.

Namun di balik tawa itu… Ada kesedihan samar. Karena orang yang mereka bicarakan… sudah tidak ada lagi.

Seraphina perlahan menatap cangkir tehnya. "…Bahkan saat hari terakhir itu… dia masih tersenyum."

DEG.

Atmosfer langsung berubah. Freya merasakan dadanya menegang aneh.

"…Hari terakhir?" tanyanya pelan tanpa sadar.

Hening. Semua mata langsung tertuju padanya. Untuk sepersekian detik… tak ada yang bicara.

Lalu Calista tersenyum kecil lembut. "Lyra menutup gerbang abyss."

"…Sendirian."

DEG.

Freya membeku. Entah kenapa dadanya terasa sesak.

Sedih.

Familiar.

Seolah… ia kehilangan seseorang yang sangat penting.

Crimson Valkyrie yang biasanya bercanda… sekarang diam. Dan itu justru lebih menyeramkan.

Valdis akhirnya membuka suara rendah. "Sebelum pergi… Lyra berkata sesuatu."

Hening kecil muncul.

"…Kalau gerbang itu terbuka lagi… semuanya akan terulang."

DEG.

Untuk pertama kalinya hari itu… Freya benar-benar merasa takut.

Dan entah kenapa…tatapan Raja Valdis perlahan tertuju padanya. Diam. Penuh penilaian. Seolah ada sesuatu dalam diri Freya yang terasa familiar baginya.

"…Aneh sekali," gumam Valdis pelan.

Freya langsung menegang. "A-Apa?"

Valdis menyipitkan mata kecil. "…Entahlah."

Namun sebelum suasana makin berat…Ares tiba-tiba membuka mulut santai.

"Yang Mulia sebenarnya datang karena iri."

DEG.

Freya langsung refleks menoleh panik.

"ARES." Valdis langsung menunjuknya dramatis. "FITNAH."

Ares menggigit apel santai. "Yang Mulia memanggil semua orang pulang karena kesepian."

"Itu fitnah kedua."

Cain yang berdiri di belakang langsung menatap kosong ke depan. 'Itu fakta.'

Dan untuk pertama kalinya hari itu… Freya tertawa kecil lagi. Namun ia tidak sadar jika Zevian sedang memperhatikannya diam-diam. Tatapan biru gelap itu perlahan melunak. Karena sekali lagi senyum Freya terasa terlalu familiar di hatinya.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!