NovelToon NovelToon
ELEANOR "The Sin Of Love"

ELEANOR "The Sin Of Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Ketika dosa, ego & cinta saling ingin unjuk diri di waktu yg sama, maka takdirlah yg akan menjadi hakimnya!!

Elleanor berkisah seorang gadis muda yang sudah mulai memasuki usia matang untuk sebuah pernikahan. Ayahnya mulai mencarikan jodoh untuk dirinya.

Namun, begitulah darah muda. Tak mau di atur, tak mau di kekang. Elleanor menolak & memilih seorang pria yg dia kenal di lapangan golf.

Tetapi, pilihannya salah, dia malah terjebak menjadi orang ketiga saat dia mengetahui jodoh pilihan ayahnya sudah kembali dari luar negeri.

Entah siapa yg akan Elleanor pilih kali ini. Terus terjebak dalam hubungan toxic yg menjanjikan kenikmatan tetapi di todong rasa bersalah atau memulai hubungan baru dengan si pria misterius yg nampak tak kenal kata ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau membunuh anak ku, Damian!

Sedangkan Ellea di dalam sana menangis tersedu-sedu. Suaranya parau, bibirnya kering dan ada darah dari robekan kecil di sudut bibirnya.

Menarik nafas rasanya nyeri hingga ke hulu hati. Seluruh badannya terasa panas karena bekas cambukan Damian.

Perlahan Ellea memegang perutnya yang terasa amat sakit, melilit dan seperti di remuk. Dia berulang kali berseru kesakitan tiap menggerakan badannya. Semakin lama, rasa sakitnya semakin intens. Membuat Ellea menahan nafas dan teriakannya agar tidak menguras tenaga yang tersisa.

Ellea merasa ada sesuatu yang keluar dari miliknya. Hangat dan mengalir. Seketika dia panik, berusaha mengangkat tubuhnya meski harus menahan rasa panas dan nyeri. Bersandar di sandaran dipan dengan nafas yang tercekat.

Perlahan Ellea memegang miliknya sendiri. Tangannya gemetar hebat saat melihat ada darah segar disana.

"Aaarrggg.. Tidak! Tidak! Apa ini?" Ucap Ellea gemetar sambil menangis.

Dia menegakkan tubuhnya disana. Melihat sprei putih yang sudah penuh dengan darah. Selangkangannya pun bersimbah darah. Membuat air mata Ellea tumpah seketika.

"Anak ku.." Pekiknya melihat darah-darah itu mewarnai kedua tangannya.

Badannya yang masih telanj*ng bulat itu kini merasa lebih sakit lagi di bagian perut bawah. Ellea merasa ada sesuatu yang keluar lagi dari miliknya. Benda yang terasa lebih besar dan menggumpal.

Ellea meraihnya dengan di iringi erangan kesakitan. Saat tangannya berhasil meraih gumpalan yang keluar dari miliknya, Ellea seakan di tembak mati. Dia melihat benda itu. Itu adalah gumpalan darah sebesar biji salak. Sontak Ellea menggelengkan kepala, dia tau, itu adalah gumpalan darah dari janinnya yang gugur.

Air matanya semakin deras membasahi wajah, dia menggenggam gumpalan darah itu dengan kedua tangan, lalu memeluknya erat.

Hingga pintu terbuka lebar, Damian berdiri di ambang pintu dengan mata yang membelalak melihat kondisi Ellea sekarang.

Bibi Lung dan Maria juga ikut terkejut melihat Ellea bersimbah darah. Bibi Lung ingin segera menghampiri Ellea, namun di tahan oleh Damian.

"Palingkan wajah kalian!" Titah Damian pada Bibi Lung, Maria dan Hendry yang tercengang melihat kondisi Ellea.

Sontak mereka semua memalingkan badan. Tak ada yang berani berpaling meski sangat ingin. Bibi Lung seketika menangis lagi.

Damian melangkah perlahan mendekati Ellea yang menangis sambil memeluk gumpalan darah itu. Dia tak memperdulikan kehadiran Damian.

"Ellea.." Panggil Damian dengan lembut.

Matanya menangkap banyak darah di seprei dan kaki Ellea. Damian semakin tak karuan. Dia terduduk lemas di samping Ellea. Perlahan dia menunjukkan test pack itu.

"Ini milik mu?" Tanyanya.

Ellea meliriknya. Dia mengangguk pelan. Lalu menunjukkan gumpalan darah di kedua tangannya yang sedari tadi dia peluk.

Tangan Damian gemetar, dia memegang kedua tangan Ellea yang menjulur ke arahnya.

"Kau membunuhnya!" Ucap Ellea, dia diam sejenak. "Kau membunuh anak ku, Damian!" Lanjutnya.

Sontak air mata Damian jatuh tanpa ijin. Dia menatap nanar wajah istrinya itu yang sudah putus asa. Tangan Damian hendak menyentuh gumpalan darah itu, namun Ellea melarangnya.

"Jangan sentuh dia!" Larang Ellea. "Kau boleh menghancurkan hati ku, menghancurkan karir ku, bahkan kau boleh menghancurkan badan ku! Tapi jangan dia! Jangan anak ku, Damian!" Ucap Ellea lemah.

Bibi Lung semakin menangis histeris, ingin rasanya dia berlari dan memeluk Ellea sekarang juga. Kalimat itu menghancurkan hatinya, sebagai seorang ibu, Bibi Lung tau betul bagaimana perasaan Ellea sekarang.

"Ellea.." Ucap Damian lemah dengan berlinang air mata.

"Kau membunuh anak ku!"

"Anak kita. Maaf kan aku!" Ucap Damian dengan menangis.

"Aku tidak bisa memaafkan mu! Kau memperlakukan aku seperti seekor binatang! Kau tak pernah benar-benar mencintai ku!" Sanggah Ellea.

"Maaf kan aku, Ellea. Aku terbakar emosi! Aku tau semua kenyataannya, tetapi aku tidak bisa menahan diri saat mendengar Alan menyentuh mu! Maaf kan aku!" Pinta Damian. Dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

Ini adalah pertama kalinya Hendry mendengar Damian meminta maaf. Setelah sekian tahun Hendry menemani Damian, tak pernah dia mendengar Damian menyesal apalagi meminta maaf sambil menangis seperti itu. Seakan pria itu menunjukkan sisi kelemahannya. Sisi yang paling tidak boleh di tunjukkan oleh seorang mafia. Atau para musuhnya akan menggunakan itu sebagai senjata.

Ellea menggeleng. Dia kembali memeluk gumpalan darah itu.

Sedangkan Damian berusaha menarik tubuh wanita itu agar jatuh ke dalam pelukannya. Namun Ellea menolak keras meski badannya terasa sakit.

"Jangan sentuh aku!" Bentak Ellea dengan sisa tenaganya.

"Kita harus pergi ke rumah sakit sekarang, Ellea! Kau mengalami keguguran! Kau bisa kehilangan banyak darah!" Damian berusaha membujuk Ellea, dia menghapus air matanya yang terus mengalir.

Tetapi, Ellea tetap di pendiriannya. Dia tak mau di sentuh lagi oleh Damian. Dia benci. Dia muak.

Hingga pria itu mengambil sebuah selimut putih tipis di dalam lemari, membentangkan selimut itu lalu menutupi tubuh Ellea dengan selimut itu. Meski Ellea menolak, Damian terus memaksa. Membalut tubuh Ellea dengan selimut lalu menggendongnya.

Semakin memberontak, semakin terasa sakit di sekujur tubuhnya. Membuat Ellea semakin lama tak kuat menahan rasa sakit. Yang akhirnya dia jatuh pingsan.

"Hendry siapkan mobil!" Teriak Damian.

"Baik, tuan!" Jawab Hendry yang langsung berlari keluar mansion.

Bibi Lung dan Maria juga ikut berlari kecil mengikuti langkah kaki Damian. Membantunya membukakan pintu utama dan juga pintu mobil.

Mobil segera melesat membelah ramainya kendaraan di jalanan. Damian yang sedang memangku Ellea berulang kali memastikan wanita itu masih bernyawa. Dia juga berulang kali menghapus air matanya yang hampir terjatuh sebelum ada orang lain yang menyadari.

Mobil semakin dekat dengan rumah sakit, namun tiba-tiba ada kemacetan di persimpangan jalan. Macet total hingga mobil hanya bisa merayap beberapa centi. Membuat Damian kesal dan tak karuan. Dia takut terlambat sampai di rumah sakit, takut kehilangan Ellea.

"Putar balik!" Titah Damian pada Hendry.

"Tidak bisa, tuan. Mobil kita terkunci!" Ucap Hendry.

Damian mengumpat beberapa kali. Dia kesal sekali. Apa yang terjadi didepan sana hingga membuat kemacetan seperti ini. Akhirnya, karena tak mau kehilangan Ellea, dia pun memutuskan untuk turun dan menggendong tubuh Ellea. Berlari di keramaian agar segera sampai dirumah sakit.

Maria yang setia menemani membantu Damian untuk memberitahu semua orang untuk minggir, memberi jalan. Sedangkan Bibi Lung tertinggal di belakang. Larinya tak bisa secepat Damian dan Maria.

Meski hampir terjatuh dan nafasnya tercekat, Damian terus berlari. Yang ada di pikirannya adalah tidak mau kehilangan. Dia sudah kehilangan calon anaknya, maka dia tidak boleh kehilangan Ellea juga.

Sampai kurang beberapa meter lagi sampai di halaman rumah sakit, kaki Damian sudah tak sanggup lagi. Dia terjatuh dengan lututnya, tetapi tangannya masih berusaha menahan tubuh Ellea agar tidak menyentuh tanah.

Sontak, seorang satpam yang melihat itu segera memberitahu para perawat untuk memberikan pertolongan. Mereka datang membawa brankar dan menaikkan tubuh Ellea kesana.

Damian merasa lega saat melihat Ellea sudah di bawa masuk ke rumah sakit. Dia terduduk di selasar rumah sakit dengan lutut yang terluka. Wajahnya lusuh karena keringat serta air mata. Penampilannya seperti seorang miliarder yang bangkrut dan gila.

Bersambung...

.

1
Anna Queen
Lanjuttt pokoknya sampe punya anak cucu. krn ini enjoy bgt di bacanya. aku suka karakter ellea
David Co
lanjutttt
nimas
The best, suka bgt, lanjutkan thorrr!!
Olivia
Dari 3 novel autor nih ya, ini yg paling aku suka sih, karena enjoy to reading,santai to momentumnya dapet gt loh, karakter kuat dan jelas..
good luck authorrr
nanikpur
sippppp pinter
luluk
mind glowing sii
Mila Senna
omggggg🔥
luluk
keren sih ini, mantap, ceritanya seru dan bikin penasaran
Priaty
gengsi bgt dah🤣
Anna Queen
woiiii
Lucy Cinta
gila si Damian nih
Mila Senna
hadehhh Damian damiannnn
nanikpur
ceritanya bagus, alur juga jelas, aku suka ceritanya pas bgt di bawa sambil santai santai di rumah
luluk
wwwoooooo🔥🔥🔥
nimas
hamil kayaknya dh
Iwan nur
kasian Diana..
ahmadbputra
curiga nih gw hhh
Nadita
nantapp
nimas
lanjutttt
Ariii
wooo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!